
“Anak papa kok masih belum siap-siap?”Pak hendarto heran melihat anak gadisnya masih santai di gazebo.
“Dita dirumah aja ya pa,badanku terasa kecapekan”keluh dita.
“Ayolah anak papa yang cantik,kita harus berangkat sore ini,karna kita harus ke hotel dulu disana sudah ditunggu om adit dan tante kirana”bujuk pak hendarto.
“pasti oma memaklumi kalau aku tidak bisa hadir,apalagi akhir akhir ini Dita disibukkan dengan kegiatan kantor yang padat”kilah dita.
“tadi tante kirana sudah menelpon papa,beliau ingin memastikan bahwa hari ini kamu akan ikut papa,apa kamu mau melihat oma kirana kecewa karena ketidakhadiranmu?”
Dita mengerutkan dahi memikirkan omongan papanya,ia hanya tidak ingin perempuan paruh baya itu kecewa karna ketidakhadirannya.
”Jangan bilang kamu sedang bermasalah dengan om adit mu itu?”.dita terhenyak mendengar penuturan papahnya.
“Tadi papa lihat adit membawamu ke ruangannya,dan kalian seperti terlibat pembicaraan serius”.
Dita membulatkan matanya tidak menyangka kalau papahnya melihatnya saat Adit menariknya kedalam ruang kerja miliknya. ”oh,,itu tadi om adit hanya mengajarkan dita apa saja yang harus aku lakukan sebagai vice presiden direktur baru”.
“Yakin?”papahnya ragu.
“yakinlah papa,tidak ada hal yang perlu dibahas lagi,sekarang aku bersiap siap dulu ,aku akan ikut ke bandung,tapi ini karena permintaan oma kirana ya,bukan karena yang lain”
“ok sayang papa tunggu didepan ya”pak hendarto tersenyum puas akhirnya Dita mau mengalah.
*******
Disalah satu hotel terbesar di Bandung telah berkumpul seluruh keluarga besar adit,karena pertunangan Adit dan Tiara dilaksanakan besok pagi pukul 9 pagi,maka dari itu mereka semua menginap di hotel tersebut,tidak terkecuali pak Hendarto dan Dita.
“Dita jadi ikut kesini kan ?”tanya perempuan paruh baya itu yang masih terlihat cantik dengan rambut putihnya.
“Jadi mah,tadi om hen sudah telpon kalau dita akhirnya ikut”
“Mama senang mendengarnya akhirmya Dita mau ikut”.tante kirana terlihat senang ,ada binar kebahagiaan saat mengetahui kabar bahwa Dia akhirnya ikut.
“Sebenarnya... mama ingin sekali kalau dita yang jadi menantu mama,gadis abg itu sangatlah lucu dan baik kepada mama,apalagi saat dia menginap di rumah ia selalu bercerita sebelum tidur membuat mama selalu nyaman di dekatnya ,mama selalu membayangkan kalau ia yang kelak akan menjadi istrimu”tante kirana memandang putranya lekat,ada pengharapan disana.
Adit sedikit kaget mendengar penuturan mamahnya yang baru ia dengar.Terbesit kejadian siang tadi antara dia dan Dita yang berhasil membuat hatinya semakin kacau karena tingkah gadis kecilnya itu,Karena itu ia langsung memutuskan pergi ke Bandung setelah selesai meeting,dengan harapan hatinya semakin tenang.Tetapi ucapan mamahnya barusan membuat hatinya kacau lagi.
“Kamu kenapa dit?”suara Tante kirana membuyarkan lamunan adit.
“Tidak apa apa ma,aku hanya masih terasa capek karena pekerjaan yang masih menumpuk,Oh ya,mamah jangan ngaco bicaranya besok aku akan bertunangan,lagipula dita itu kan masih abg ,masa depannya juga masih panjang,masa iya dia harus menikah dengan perjaka tua seperti aku?”
“Anak mama ini perjaka tua berkualitas lho”
__ADS_1
“hahahha,,,,sudahlah mah,adit sudah menjatuhkan pilihan adit pada Tiara dan besok kita akan bertunangan dan sebentar lagi pastinya akan menikah,jadi Adit mohon buang jauh jauh pikiran mama tentang Dita,karena tiara yang akan selalu menemani mama di rumah”adit mencoba menghibur mamahnya.
“iya dit,tapi mamah hanya kasihan padamu?”ujar tante kirana.
“Kasihan????maksud mama?”adit heran mendengar perkataan mamanya.
“Kasihan melihat anak mama yang memendam rasa pada seorang gadis dan tidak bisa mengungkapkan perasaannya,karena ia sudah terlanjur memilih gadis lain untuk menjadi calon istrinya”.
Adit terlohok dengan penuturan mamahnya,ia tak menyangka bahwa selama ini mamanya memperhatikan dirinya denga Dita.Sungguh membuat kacau hatinya yang kian menderu.
“Kamu itu anak mama,jadi mama tahu betul siapa kamu”
“ini tidak seperti yang mama bayangkan”
“Cukup Adit,mama tahu siapa kamu ,jangan pernah mengelak,soal Tiara jika kau menginginkan, mama yang akan bicara pada orang tuanya jika pertunangan ini dibatalkan”tante kirana berucap tegas.
“ma adit mohon,hargailah pilihanku,aku hanya ingin yang terbaik untuk dita ma,Perbedaan kita terlalu jauh.soal Tiara aku akan tetap betunangan dengannya,jadi aku mohon mama bisa mengerti.”adit memeluk tubuh mamahnya.
“Baiklah kalau itu maumu,mama hanya bisa mendukung saja”
Tiba tiba handphone adit bergetar,ternyata panggilan dari pak hendarto.
“iya halo om”
“oh ok om”
Adit menutup telponnya.”mah om hendarto dan dita sudah di lobi hotel,sekarang kita kesana”ajak adit.
“oh...baiklah mama sudah tidak sabar bertemu gadis kesayangan mama”
“mama,adit mohon,mama janji tidak mengatakan sesuatu pada dita,aku tidak ingin dia semakin terluka akibat perasaan ini”Adit menahan tangan mamahnya memohon.
“Baiklah sayang,mama hargai itu”.merekapun menuju lobi hotel menyambut dita dan papahnya.
“oma................”terdengar teriakan dita saat melihat adit dan mamahnya.Ia langsung menghambur memeluk tante kirana.
“oma,akurindu sama oma”
“dita,pelan pelan kasihan tante kirana sesak napas akibat ulahmu”tutur papahnya.dita langsung melepas pelukannya merasa tidak enak.
“maafkan aku oma,aku hanya terlalu gembira bisa bertemu dengan oma”
“Tidak apa apa dita,oma juga senang sekali bertemu denganmu”
__ADS_1
Dita masih menggandeng tangan tante kirana,tak memperdulikan Adit yang berada disampingnya.
“pak hendarto,sepertinya ada yang perlu saya bicarakan dengan anda .Sepertinya ada sedikit masalah di perusahaan almarhum ayahnya adit”
“oh baik tante saya siap,tapi saya akan mengantar dita ke kamarnya dulu agar dia bisa beristirahat”
“Tidak perlu,biar adit saja yang mengantar dita”adit terhenyak mendengar ucapan mamahnya,ingin menolak tapi tak bisa.
Adit terlihat sedikit canggung,begitupun dengan dita.Perkataan gadis ABG itu siang tadi cukup memporak porandakan hatinya,apalagi dengan penuturan mamahnya di kamar tadi,sukses membuat pemuda itu benar benar frustasi dengan masalah percintaanya.apakah setragia ini kisah percintaannya.
Mereka berjalan beriringan di koridor menuju kamar dita yang kebetulan sebelah kamar adit.Mereka diam satu sama lain karna masih canggung setelah kejadian siang tadi di kantor.
“Om adit tidak mau bertanya pada dita?”dita mencoba membuka obrolan.
“bertanya apa?”Adit terheran.
“om adit ini memang benar benar payah...”ketus Dita.
“payah?”adit menaikkan alis sebelahnya
“iya payah”dita makin tajam menatap adit.
“Ayolah dita jangan kau mulai lagi”adit merasa tambah frustasi.Ia merasa gadia ini benar benar sedang mempermainkannya .
"Apa kamu ingin aku yang harus memulainya..."Dita tersenyum mengejek.
"terserahlah apa maumu,aku sudah terlalu pusing memikirkanmu".pasrah adit.
"hei boy...kamu besok akan bertunangan,bukannya seharusnya kamu bahagia"Dita makin mengejek pria didepannya.
"ini kamarmu,kamarku ada di sebelah ,kalau kamu membutuhkan sesuatu kamu bisa menelponku"Adit mencoba mengalihkan pembicaraan.
“hmmmm benar benar lelaki payah,,ya sudah aku masuk dulu”.dita masuk mentup pintuya,
Adit merasa lega,akhirnya gadis itu menghilang dari hadapannya.
5 detik kemudian ia membuka pintu dan menghadap adit yang masih tetap berdiri di depan pintu kamarnya.
“Om tahukah kamu ,aku rindu padamu...”Dita mengucapakannya dengan ekapresi menggoda.ia kemudian langsung menutup pintu kamarnya dan terdengar suara tertawa di dalam sana.seakan puas telah menggoda pria di depan pintu kamarnya itu .
“ditaa.................”terdengar adit menjerit gemas di luar..
Sepertinya pemuda itu memang terihat benar benar gila karna gadis ABG nya itu selalu memgombang-ambingkan hatinya.
__ADS_1