
❤️**Hai...hai ...hai.....author balik lagi ya,,gak bosan bosan nih buat ingatin,jangan lupa like,,yang belum follow,ayuk ah si follow,vote juga boleh banget.....
#tinggalkan jejakmu**.
Dita dan Adit memutuskan untuk membahas permasalahan mereka di taman,mereka meninggalkan pak hendarto dan tante kirana yang sedang membicarakan urusan kantor.
Merek duduk bersama di gazebo taman,tidak lupa mbok inah menghidangkan minuman dan cemilan kesukaan Dita.Awalnya mereka bingung harus memulai dari mana,kekacauan yang dibuat Tiara sangat besar dampaknya,Ia mulai menebar isu isu negatif tentang Dita di sosial media,bahkan ia menciptakan rumor di kalangan para karyawan bahwa Ditalah yang menghancurkan hubungannya dengan Adit.
Untung saja para karyawan Dita mempunyai loyalitas yang tinggi pada bossnya itu ,karena kebaikannya selama ini jadi kabar itu tidak terlalu berefek besar.Hanya di sosial media saja yang dampaknya begitu dahsyat,banyak akun yang tidak ia kenal menghujat dan menerornya.Tetapi Dita tak mengambilnya pusing,baginya Pebuatan Tiara hanya semakin menunjukkan kelakuan minus seorang dosen psikolog itu,bahkan tidak mencerminkan perilaku seorang dosen.
Dita menanggapi semuanya dengan tenang,bahkan ia hanya memendamnya sendiri tanpa membebani Adit dengan perasaannya yang kacau.
"Om...sampai kapan kita diam sepreti ini?,capek tau..."Dita mulai membuka percakapan.
"Kamu capek?"tanya adit
"Iya..."dita membulatkan matanya.
"Kalau capek,duduk sini..."Adit menepuk nepuk pahanya agar dita merebahkan tubuhnya di pangkuannya.
"Ih om adit...aku tuh capek dari tadi dengerin om adit diam terus gak ada ada suaranya"
"Ini kan aku bersuara sayang......"goda adit.
"Omm..........."Dita semakin kesal dibuatnya.
"Hahahahahah,,iya iya om tahu maksud kamu"adit gembira melihat gadisnya itu mulai kesal.
"Menurutmu,apa yang harus kita lakukan?"Dita bertanya pada adit.
"Kita biarkan saja,nanti juga dia berhenti sendiri"Adit terlihat lebih santai menanggapi keadaan ini.
"Ih...om adit kok santai banget sih,,aku lagi dipojokin nih sama tante Tiara"protes Dita.
"Ya dipojokin lagi aja kalau dia mojokin kamu"
"Aish.... Om adit,benar benar,jangan jangan om Adit masih ada rasa ya sama dia",Dita memberengut kesal mendengar perkataan Adit yang sedari tadi tidak serius.
"Hei....gadisku sayang,kalau aku masih sayang dengannya tentunya saat ini aku tak akan bersamamu,tetapi akan lebih memilih bersamanya"
"Bodo amat..."Dita makin kesal.
"Kamu tahu?"Adit mendekatkan tubuhnya di sebelah Dita.
"Gak"
Adit hanya mengulum senyum,"kamu hari ini terlihat cantik kalau sedang marah".
"Orang marah kok malah di bilang cantik"Dita masih cuek.
"Hahahah..ya iyalah kamu itu,sekuntum bungaku yang berduri"
"Lha kok berduri,jelek dong"dita ptotes.
"Kan kamu galak,jutek,jadi hak sembarang orang bisa mendekati dan menyentuhmu"jelas Adit.
"Tapi Perumpamaannya kok jelek banget sih,gak romantis banget.",Dita terlihat kesal mendengar perumpamaan adit.
"Dengerin dulu dong,kamu itu sekuntum bunga yang cantik,tapi tidak mudah mendapatkanmu karna banyak duri di sekeliling kamu,jadi....kamu itu ekslusif,tidak sembarang orang bisa bersamamu،dan hanya aku yang bisa menaklukanmu"terang adit sambil menyodorkan bunga mawar merah kepada Dita.
"Ih....dasar geer"dita mengambil bunga mawar pemberian Adit dan menciumnya.wanginya memang tak begitu harum,sewangi melati,tapi bentuknya pun indah,bahkan perlu peejuangan untuk memetik bunga ini,sungguh filosofi yang tepat yang digunakan Adit sebagai perumpamaan dirinya.
Dita hanya tersenyum senyum sendiri,tak menyangka bahwa kekasihnya itu bisa romantis,bahkan ini pertama kalinya ia diperlakukan manis oleh laki laki.dan orang itu adalah Adit,yang selama ini selalu menemaninya dari lecil hingga sekarang.
__ADS_1
"Kamu senang?"tanya om adit padanya.
"Iya om....makasih ya,aku sangat beruntung punya pacar seperti om."
"Bagaimana sudah baikan?"
"Lumayan sih"
"Kok lumayan,sudahlah tidak usah dipikirkan lagi,besok kita hadapi bersama,aku yakin Tiara tidak akan berani berbuat lebih,kalau dia berani macam macam ,dia harus berurusan denganku."hibur adit yang melihat gadisnya itu masih memikirkan kejadian semalam
"Aku benar benar tidak bisa lupa om,bahkan tapi pagi semua akun media sosialku dihujat oleh orang yang tidak aku kenal sama sekali,dan hal ini benar benar membuat aku stress,belum juga gosip yang beredardi kantor"Dita kembali terlihat sedih.
"Sudahlah,ayo kita jalan jalan saja,biar kamu bisa melupakan semuanya,apa kamu tidak lapar?,kita makan di luar saja,cacing cacing di perutku sudah menari nari sejak tadi,"ajak Adit.
"Makan di rumah aja ya,,aku malas keluar"bujuk dita .
"Gak ah dirumah bosen,yang ada kamu malah sedih terus,mewek lagi,trus galaunya gak berhenti "
"Ih...om apaan sih,ok ok kita keluar,tapi mau kemana?"
"Ke mana aja yang penting sama kamu"
"Ish....dasar gombal..."
"Tapi kamu suka kan"adit mengedipkan mata,dita malah bergidik melihatnya.
"Gak....dasar tukang gombal"
"Ya udah kalau gak mau"
"Baiklah baiklah aku akan ikut"akhirnya dita menyerah.
"Tapi Oma sama papa diajak gak?"tanya dita.
"Ish....dasar"Dita memukul lengannya.mereka pun sgera beranjak dari gazebo dan berpamitan pada pak hendarto dan tante kirana untuk keluar sebentar.
Adit memilih kedai ice cream favoritnya,tetapi Dita tidak setuju ia menginginkan tempat yang lebih tertutup dengan alasan belum siap menghadapi orang banyak,akhirnya terjadi perdebatan keduanya.Dan akhirnya Ditalah yang mengalah dan menuruti keinginan Adit.
Tibalah mereka di kedai ice cream ,mereka memilih tempat di rooftoop,sebenarnya ini adalah tempat private,karena Adit adalah langganan setia tempat ini,maka ia diijinkan memakai rooftoop.
"Kok kita malah disini sih om"Dita heran.
"Bukannya kamu masih takut bertemu orang banyak?"tanya adit balik.
"Iya sih ...."dita hanya manggut manggut.
"So...di rooftop ini kita lebih aman,dan pastinya suasananaya akan lebih romantis buat kita"Adit memandang lekat gadisnya itu .
"Ih dasar ah....gombal banget"dita mencoba menyembunyikan rasa malunya.
"Sudah lah ,kamu tidak usah malu,kamu itu sudah kaya udang rebus kalau seperti ini"Adit semakin mendekatkan wajahnya.
"Ihhh dasar usillll"ditaencubit hidung adit hingga ia kesakitan.
"Sakit yank........"adit meringis kesakitan.
"Itu untuk orang yang selau gombal"
"Sama pacar boleh dong gombalin dikit.masa iya aku ngegombalin tiara lagi,apa kamu mau"
"Ish....usil banget sih"dita memukul mukul pundak adit
"Udah udah udah yank sakit....pacarku ini memang benar benar galak."adit mengelua elua pundaknya sakit karena pukulan Dita.
__ADS_1
"Kamu sih....suka nya ngegodain melulu,tidak lihat apa lagi pusing"gerutu dita.ia memalingkan wajahnya,hatinya terasa kesal karena adit selalu menggodanya.
"Aku hanya ingin lihat kamu ketawa yank.."Adit membalikkan badan dita.ia mendekatkan wajahnya.
"Kamu tahu?senyummu itu nyawaku,jadi aku hanya ingin kamu tersenyum,bukan menangis"Dita seketika menunduk,entah apa yang dikatakan laki laki di depannya ini benar adanya atau hanya untuk menghiburnya.yang pastinya hatinya memang benar benar bahagia memiliki kekasih seperti dia.
"Lha kok malah menunduk,kagum ya sama aku yang ganteng ini"
"Belum lima menit sudah kumat"Dita melepas tangan adit dan duduk melihat pemandangan alam yang indah terlihat rooftop kedai.
"Kamu kenapa sih kok masih galau,kan ada aku disini"tanya adit yang masih melihat gadisnya murung
"Om...bagaimana dengan tante tiara?"pertanyaan dita sukses membuat adit kaget.
"Aku kan sudah membatalkan rencana pernikahanku dengannya"adit menjawab enteng.
"Bukan itu yang aku maksud"
"Lantas.....?'tanya adit.
"Om.....tante tiara pasti sakit hati karena kita,mungkin ini baru awal om,aku takut masih ada hal lain yang lebih besar dari ini,,,apa tidak sebaiknya kalau om membicarakan ini semua secara baik baik om"
"Apa kamu mau aku lanjutkan rencana pernikahanku dengannya?"
"Iya gak gitu juga om....."dita memberengut mendengar omongan adit.
"Iya aku tahu maksudmu,aku akan menemuinya jika situasi sudah tenang,menemuinya sekarang akan percuma,karena ia masih ditutupi emosi,dan aku rasa membiarkan dia sendiri dulu akan lebih baik,lagian jujur aku ini masih sakit hati lho saat dia mengatakan kata kata kasar kepadamu,apalagi menamparmu,om benar benar gak terima."
"Ih...pacarku ini so sweet deh..."dita malah nyengir
"Nah makanya,manggilnya jangan om lagi dong,,,,"ptotes adit.
"Ish. Itu panggilan sayang tau"
"Sayang dari mananya,aku kelihatan tua tau,kalau kamu manggilnya om"adit merengut.
"Lha maunya dipanggil apa?omku sayang......"
"Nah begitu kan lebih enak di dengarnya yank...."adit kembali tersenyum
"Iya om........ku sayang"mereka tertawa bersama,sejenak melupakan masalah yang ada.mumgkin sementara waktu mereka memang perlu untuk menjauh dari keramaian,mendinginkan pikiran agar besom bisa mengahadapi aemuanya dengan tenang.
"Om janji ya...bakal selau temani aku,aku takut om kalau sendiri"tiba tiba dita mulai terdengar sedih.
"Kamu tenang aja,ditaku sayang,om pasti ada disamping kamu,aku gak bakal membiarkan siapapun akan menyakiti kamu,"janji adit.
"Beneran ya om..."
"Iya om janji,,"
"Makasih ya, om memang paling terbaik"
"Iya donk siapa dulu pacarnya"
"Ish....mulai deh "
##########
kayaknya perang bakal dimulai nih...
enaknya langsung dibuat perang,,,
apa diombang ambighkan dulu ya...
__ADS_1