
Sudah Tiga hari Dita ijin tidak masuk sekolah demgan alasan sakit,tetapi sebenarnya ia hanya ingin menghindar dari teman temannya,semua aktivitasnya ia lakukan dari rumah,mulai mengontrol keadaan kantor serta mengecek semua laporan dari rumah,apabila ada hal yang penting Nadia akan menelponnya.
Berbeda dengan Dita,Adit sudah mulai beraktivitas di kantornya sendiri,ia lebih bisa cuek menghadapinya,mungkin karena faktor usia yang lebih matang membuat ia tak begitu memikirkan masalah ini.
Aktivitas yang padat membuat mereka jarang bertemu dan hanya berkomunikasi lewat telepon.Hari ini Dita masih melakukan semua aktivitasnya di rumah,rasanya ia terlalu malas,lebih tepatnya takut berhadapan dengan banyak orang.
Di sela sela kegiatannya mengadakan meeting secara daring bersama nadia dan beberapa stafnya ia mendapatkan sebuh chat dari pria yang kini mengisi hatinya.
-----My lovely uncle--------
Jangan lupa makan dan istirahat yang cukup,❤️
--------Dita----------
Iya...om........ku sayang ❤️
Mendapat sebuah pesan dari adit membuat hatinya makin senang.Akhirnya ia menyelesaikan meeting dengan staffnya.Ia pun berinisiatif untuk pergi menyusul Adit ke kantornya,rasa kangennya sudah begitu besar,fan entah kenapa ingin sekali ia bertemu dengan kekasihnya itu .
"Mungkin sudah saatnya aku harus berani keluar rumah"batin Dita.
Ia segera menyiapkan diri dan menghampiri mang iwan untuk mengantarkannya ke kantor Adit.
"Mang anterin dita ,ya ke kantornya om Adit"
"Siap non..."
Mang iwan segera mengantar anak majikannya itu,sepanjang perjalananan sudah tak sabar ia akan bertemu kekasihnya itu ,meskipun terkadang ia tampak menyebalkan setidaknya ia selau merindukannya.Akhirnya ia telah sampai di kantor kekasihnya itu.dengan segera ia turun dan menyuruh mang iwan agar meninggalkannya saja.
"Selamat siang ,bisa bertemu dengan bapak Adit ?"tanya dita pada resepsionist.
"Apa ibu sudah buat janji?"tanya respaionistnya.
"Belum sih mbak,tapi bilang saja ada Dita yang ingin bertemu"ujar Dita.
"Oh baik bu,tadi beliau sudah berpesan bila ada yang ingin bertemu,bisa menunggu di ruang tunggu dulu,,karena beliau sekarang sedang ada tamu,"jelas reseptionist
"Oh...tamu ya,,baik mbak terima kasih"
Dita hanya bisa menurut saja untuk menunggu di ruang tunggu,tapi dalam hati ia masih penasaran siapa tamu Adit.
Hatinya seperti tidak tenang,karena tidak sabar akhirnya Dita mengendap endap menuju ruangan Adit yang terdapat di lantai dua,ia berhasil melewati tangga darurat yang langsung terhubung menuju ruangan kekasihnya itu.
Sesampainya di depan ruangan Adit,ia mendengar suara laki laki dan perempuan yang sedang berbicara.Ia berusaha mengintip dari sela sela pintu,ia tampak kesulitan melihat siapa yang bersama Adit,celah pintunya sangat kecil,ia hanya tampak adit yang sedang berbicara,sedangkan wanita itu berdiri membelakanginya hanya tampak punggungnya.
__ADS_1
Sekilas mereka tampak beradu mulut,berulang kali adit menghindar,wanita itu tampak berusaha meraih tangan Adit tapi ia berusaha menepisnya.Hingga akhirnya wanita itu menangis,dan Adit memeluknya.wanita itu mengeratkan pelukannya.Adit berusaha menenangkannya dan menepuk punggungnya.
luruh air mata dita melihat kejadian itu,meski ia tidak melihatnya secara langsung,tapi sukses membuat hatinya hancur,ia tidak tahu siapa wanita itu,bahkan ia juga tidak tahu ada hubungan apa mereka.Dan pastinya kali ini Dita benar benar cemburu.
Ia memutuskan untuk pergi dari kantor adit,ia segera memanggil taksi dan menyuruhnya segera membawanya pergi dari tempat itu.ia melewati taman kota yang biasa ia datangi semasa kecil,ia meminta sopir taxi untuk menurunkannya disini.
Ia berjalan menyusuri taman,tempat ini sudah banyak sekali mengalami perubahan,hanya satu yang tidak berubah,ayunan di taman ini masih seperti yang dulu,lantas ia memilih ayunan sebagai tempat duduk,ia teringat akan masa kecilnya,di taman inilah ia sering menghabiskan waktu bersama Adit saat masih kecil.bayangan itu nampak jelas di mata Dita.Saat ia merajuk,saat ia berlari bahkan saat ia menangis kala Adit meninggalkannya saat berkencan dengan kekasihnya.Benar benar masa kecil yang sangat bahagia meskipun ia tumbuh tidak bersama ibunya.
Dan kini ia menangis karena melihat kekasihnya bersama wanita lain entah siapa dia ,rasanya Dita benar benar tidak peduli.ia mengayunkan Kakinya dan melihat pemandangan sekitar,banyak anak kecil yang bermain ,mereka terlihat begitu sangat bahagia tanpa beban,menari nari,tertawa,berlari dan bermain sesuka mereka,ingin rasanya Dita kembali menjadi anak kecil lagi,yang terasa lebih ringan tanpa adanya masalah yang sangat komplek.
"Dita......"terdengar suara memanggilnya.
"Adrian...".Dita berusaha mengusap air mata yang masih tersisa di pipinya.
"Lo ngapain disini?bukannya lo lagi sakit?bukannya di rumah malah keluyuran ni anak"
"Gue bosan yan di rumah,suntuk,gue butuh udara segar"jelas dita sambil berdiri dan duduk di bangku taman.
"Iya tapi kan lo belum sehat,yang ada malah tambah sakit"
"Lo tu cerewet banget sih,udah kayak om adit tau gak ,lo gak asik ah"Dita mulai cemberut.
"Lo kenapa sih?jadi sensi kayak gini?"heran adrian.
"Gue ada disini juga gara gara lihat ada gadis yang lagi mainan ayunan sendirian,trus lagi galau,makanya buru buru gue samperin,takutnya ada yang nyulik"
"Siapa juga yang mau nyulik gadis sepertiku"
"Gue....yang bakalan nyulik lo,trus gue antar pulang"goda Adrian.
"Lo gak asik ah..."dita menonyor kepala Adrian.
"Lo tu yang gak asik,semenjak jadian ma om om itu,lo jadi lupa ama kita,bahkan sekarang lo mainan ayunan aja gak ngajak ngajak gue,gue kan juga pengen nostalgia..."
"Masih aja bercanda lo,Gue lagi sedih yan,lagi pengen sendiri"lirih dita.
"Lo kenapa sih?Kok lo jadi melo gini ,dita yang gue kenal itu kuat,gak bakalan takut akan hal apapun,ternyata jatuh cinta itu pelik ya.....bisa buat orang jadi gak waras"
"Makanya,jangan kelamaan jomblonya,,,cari pacar sana biar ngerti gimana rasanya punya pacar,biar lo tahu rumitmya menjalin hubungan.i"
"Ish. ....maaf ye non,penyakit kok dicari,,,,lagian ....siapa sih cewek yang mau ama gue,yang gue taksir aja gak pernah lihat ketulusan gue,malahan sekarang ia udah jadi pacar orang,emang apes nasib gue".Dita gak menyangka kalau sahabatnya itu pernah jatuh cinta.
"Eh yan,,ini seriusan?lo kok gak pernah cerita sih,kalau kamu pernah jatuh cinta?"tanya Dita bersemangat.
__ADS_1
"Udahlah dit.gak penting,lo aja gak mau sama gue,apalagi cewek lain".Dita membulatkan matanya mendengar ucapan Adrian .
"Makaud lo???"Dita masih menganga tak percaya.
"Udah ...ayok pulang,gak usah banyak tanya"Adrian menarik sobatnya itu dari bangku taman.
Dita masih berdiri dengan raut tak percaya.
"Lo ngapain masih bengong,ayuk buruan naik".Dita langsung membonceng adrian tak ingin sahabatnya itu tambah bawel.
Dalam perjalanan pulang tak ada obrolan antara mereka berdua,masing masing bergelut dengan pikiran masing masing,hingga motor adrian telah sampai di depan rumah dita.
"Yan makasih ya...."ucap Dita.
"Iya....gue balik dulu,ingat...lo mesti kuat,karna Dita is the strong girl"ucap Adrian dan berlalu meninggalkannya.
Dita tersenyum mendengar semangat dari Adrian.Sahabatnya itu memang paling bisa menghiburnya saat ia sedih.Ia cukip mengenalnya sejak lama,tapii sejauh ini yang ia tahu ,adrian adalah sahabat terbaiknya.
Kali ini dita benar benar bingung dengan apa yang dikatakan Adrian,setahu dita adrian lebih dekat dengan sonya,bahkan ia mengira kalau mereka pacaran.Apa mungkin selama ini ia mempunyai rasa padanya.Mungkin lain kali ia akan membicarakanny secara langsung pada sahabatnya itu
Ia segera masuk kedalam rumah.kepalanya terasa penat,sepertinya tidur adalah solusi terbaik untuk menghilangkan rasa penatnya.
Langkahnya gontai memasuki rumahny.hingga .ia tidak sadar ada seseorang yang telah menunggunya di ruang tengah.
"Kamu dari mana saja?"tegur seseorang yang telah menunggunya.
Deg .....
********
Hai hai......i am back ya....
Ayuk...tinghalin jejaknya...
Jangan pelit....
Like.....
Vote juga boleh😁
Follow apalagi boleh banget
Kalian para reader adalah semangatku ........
__ADS_1