AKU MASIH ABG

AKU MASIH ABG
Hati yang perih


__ADS_3

Pov Dita


Hatiku terasa bergemuruh,marah,benci itu yang aku rasakan ketika mendengar penjelasan om Revan.Tiara melakukan segala caranya untuk mengambil mas Adit dari sisiku.


Berhari-hari mas Adit merasa frustasi dengan tingkah Tiara yang selalu menggodanya setiap hari.Bahkan ia menjaga perasaanku dengan tidak menghubungiku,karena Tiara selalu menempel.


Saat orang suruhan papa berhasil menyelesaikan masalah proyek mas Adit.Tiara terlihat murka,ia sengaja menjebak mas Adit untuk datang ke rumah dengan alasan sakit dan membuat mas Adit iba padanya. Tetapi setelahnya mas Adit hilang entah kemana. Mobilnya ditemukan masuk jurang tapi tidak ada siapapun didalamnya.


Hatiku sesak,om revan berusaha menjelaskan bahwa mas Adit sama sekali tidak merespon Tiara,mantan tunangannya itu yang selalu berulah.Air mataku mulai luruh.Tapi aku mencoba menahannya.Membayangkan mereka berduaan di rumah rasanya tidak sanggup.


Aku mencoba menata hati,sebelum pulang mas Adit menyempatkan membelikanku sebuket bunga mawar putih yang akan diberikan padaku.kini tersimpan rapi di ruangannya. Tapi bunga itu sudah layu,selayu hatiku yang kehilangan seorang yang dicintai.


"Dita,percayalah Adit memegang teguh janji pernikahan kalian,dia sangat mencintaimu dari apapun."


"Om,aku hanya belum bisa menerima semuanya"aku putus asa.


"Sebaiknya kamu kembali,biar aku yang mencari Adit.Jika kamu bertemu Tiara yang ada hanya sia sia belaka."


"Tapi om,aku ingin bertemu dengan tante Tiara,apa maunya hingga membuat hubungan kami seperti ini"


"Baiklah itu terserah kamu,aku hanya berpesan jangan percaya 100 persen dengan apa yang keluar dari mulutnya karena dia adalah wanita licik"Aku mengangguk,Mengusap kedua pipiku yang telah basah oleh air mata.


Aku meninggalkan om Revan dengan hati yang bimbang dan penuh amarah.Melihat Reynan,kekesalanku semakin bertambah.Aku mengajak Adrian segera kembali ke penginapan.Karena besok aku akan menemui Tiara,si nenek lampir perusak hubunganku.


Usai berbincang dengan Adrian aku memutuskan masuk kedalam kamar merebahkan tubuhku yang lelah.Suasana sunyi membuat mataku semakin berat dan mulai menutup mata.


🌼🌼🌼🌼


"Lo yakin dita bakal ketemu tante Tiara hari ini?"tanya Sonya yang tengah merapikan pakaiannya.


Aku masih sibuk melipat selimut dan seprai yang berantakan.Sonya menghentikan aktifitasku dan menatapku lekat,ada sorot khawatir disana.


"Dit,gue gak mau lo kenapa-napa"


"Nya lo tenang aja"


"Ya sudah,gue percaya lo pasti bisa"Aku terharu melihat Sonya yang mengkhawatirkanku.Aku sendiri pun belum siap dengan apa yang terjadi nanti bila aku bertemu dengan Tiara.


Adrian telah menunggu kami disamping mobil,pagi ini wajahnya terlihat lebih ceria ketimbang kemarin.Senyumnya mengambang,sekilas aku melirik ia tersenyum pada Sonya.Dan Sonya pun membalasnya dengan malu-malu.


"Tunggu,aku ikut kalian"suara itu lagi lagi mengusikku.


Aku menoleh sebal pada pria yang menghampiri kami.Ia hanya menampakkan senyumannya.


"Rey,kok masih disini?"sapa Sonya.


"Aku khawatir nya,sama kalian.Terutama Dita,"raut wajah Sonya berubah seketika.


"Gue gak butuh ya kekhawatiran lo"aku langsung masuk kedalam mobil tanpa mengabaikan reynan.

__ADS_1


Reynan terlihat kecewa،reynan langsung membuka pintu mobil dan duduk di sebelah Adrian.Aku benar benar tidak habis pikir dengan reynan.Apa maunya?


Sepanjang perjalanan kami hanya diam,tak ada obrolan apapun.Sonya terlihat kecewa,sedangkan aku benar benar kesal dengan reynan.


"Dit,kalau lo ketemu mrs,Tiara lo harus jaga sikap,gue tahu mantan dosen gue itu seperti apa"Reynan membuka obrolan.


"Its, fine ok.Kamu gak perlu khawatir berlebihan seperti itu,aku bisa jaga diri"ketusku.


"Dita kamu gak tahu mrs.Tiara itu seperti apa"


"Dia itu kaya nenek lampir"aku berucap kesal.


"What...?"Reynan terlihat menahan tawa.


"Kalau mau ikut gak usah banyak protes,trus gak usah sok perhatian sama gue.Ingat itu"Aku kembali memejamkan mataku,beristirahat sejenak agar bisa menghadapi Tiara nantinya.


Sonya yang melihat kami tersenyum getir,entah apa yang ada di pikirannya yang pasti aku tidak peduli.Karna aku memang tidak ada rasa sama sekali pada sepupu mas Adit itu.


Adrian semakin menambah kecepatan mobilnya,ia sudah merasa jengah melihat tingkah Reynan yang mendekati sahabatnya.Bukan karena cemburu,tetapi sebal karna dia memanfaatkan keadaan.


Mobil kami sudah terparkir di halam rumah yang tidak begitu besar tapi halamannya luas.Inilah rumah om Danu,orang yang sudah mengacaukan proyek suamiku.


Aku turun dan memandang sekitar,susana tampak sepi.Aku hanya melihat mobil jazz merah yang terparkir di halaman.


Aku menguatkan diriku,aku meminta mereka untuk menunggu di mobil.Tapi dasar Reynan dia tetap kekeuh turun dan ingin menemaniku.


Tok tok tok...


Seorang wanita berkulit putih,mata belong,dengan bibir yang tipis menyambut kedatangan kami.Wajahnya terlihat dewasa dan anggun.Reynan langsung bersalaman menyapanya.


"Rey?tumben kemari?"


"Iya mrs,aku mengantar sepupuku"sorot matanya tajam melihatku.


"Oh dia,gadis tengil perebut pacar orang"bibirnya mencebik melihatku.


"Dia Dita mrs.boleh kami masuk.Ada hal yang ingin kami tanyakan."aku benar benar kesal melihat reynan yang terlalu basa-basi.


"Silahkan tapi aku gak mau anak ini bikin rusuh"sorot matanya tajam seakan mengejekku.


Kami berjalan memasuki ruang tamu,tempatnya cukup luas dan ada beberapa furniture dengan desain klasik dipadu dengan cat coklat tua yang menambah kesan antik.


"Cepat katakan apa kepentingan kalian,aku tak punya banyak waktu meladeni bocah seperti dia"


Aku hanya menghela napas,Reynan menahanku agar tidak emosi.


"Katakan dimana mas Adit?"


"Hahahhahaha,bukankah kau istrinya,kenapa bertanya padaku?apakah kamu tidak bisa melayaninya dengan baik bocah?"Aku geram mendengar ucapannya.

__ADS_1


"Mrs,menurut info yang kami dapat,kak Adit bersamamu sebelum ia menghilang"


"Huh,tanyakan saja pada gadis itu kenapa Adit bisa sampai menghilang."Aku semakin tidak sabar dengan ocehan nenek lampir itu yang tidak jelas.


"Dasar licik"umpatku.


"Huh,asal kamu tahu.Hanya ini yang tertinggal saat dia pergi.Dan kamu tahu,Adit sungguh perkasa.Aku tidak menyangka dia malah memilih gadis abg sepertimu yang hanya menyusahkan saja"


Aku terkejut melihat baju om Adit yang ia lempar padaku,sumpah hatiku teriris.pikiranku kemana-mana.Apakah mereka melakukan hal yang belum sama sekali aku lakukan dengan suamiku.Ah tidak ini benar benar sakit.Tapi..bukankah wanita ini ratu drama?


"Hahahaha,sekarang kamu sadar kan?kamu gak bakal bisa bahagiain Adit"


Aku tertunduk lesu,otot-ototku terasa lemas hingga susah untuk berdiri.Kenyataan ini terasa pahit.Disaat ia menghilang meninggalkan sakit yang teramat.Aku harus bagaimana?omongan om revan sama sekali tidak berarti bagiku.Ucapan Tiara mampu melumpuhkan akal sehatku.


"Sekarang kalian lebih baik pergi"


Reynan menggandengku keluar,aku tak bisa mengelak atau menolak.rasanya semuanya menjadi gelap.Harapan itu seakan sirna.entah mana yang harus kupercaya tiara atau om Revan.


"Dit،tenangin diri lo"hibur reynan.


Aku masih saja shock dengan semuanya.Jujur yang aku butuhkan hanya suamiku saat sekarang ini.Aku hanya butuh penjelasan darinya.


Reynan menyuruh Adrian dan sonya pulang ke penginapan terlebih dahulu,ia memesankan taksi online dan membawaku pergi entah kemana.Aku hanya menurut pikiranku begitu kalut.Aku hanya ingin ketenangan sekarang.


Aku kini berada di tempat dengan pemandangan yang asri,hawa dingin membuat suasana semakin tenang.Hanya gemericik air kolam yang terdengar di saung tempatku berada ini.


segerombolan ikan koi berlomba mengambil makanan yang aku tabur.Kibasan siripnya memercikkan air hingga mengenai wajahku.


Aku tersenyum,tak berselang lama senyum itu menghilang.Aku teringat kembali ucapan Tiara tentang mas Adit.Oh tuhan,siapa yang harus aku percaya?Tiara atau om Revan.


"Dita,lo baik-baik aja kan?lo tenang aja.masih ada gue yang akan selalu menemanimu"


Aku hanya terdiam tak menanggapi.Pikiranku terlalu kalut memikirkan semuanya.Usia yang masih muda membuatku terpuruk menghadapi semuanya.Diperlukan kematangan dan aku butuh seseorang yang menguatkanku.Aku butuh mas Adit disampingku sekarang.


kupejamkan mataku,membayangkan kebersamaan kami,bercanda,tertawa,dan kekonyolan yang sering kami lakukan.


Aku mencium aroma tubuh yang sangat aku kenal,aroma yang selalu membuat aku nyaman bersamanya.Terasa tangan melingkar di pinggangku,wanginya yang selalu membuatku candu,pelukannya yang selalu aku rindukan.


#**part ini author beneran tahan napas nih..


yuk dukung author,view nya ratusan tapi like nya dikit banget.


tinggalkan jejakmu ya gaes.😘


jangan lupa follow akun author ya..


ig : naili.clarista.


stay on ya**....

__ADS_1


__ADS_2