
Dita tak bisa memejamkan mata.pikirannya terbang kemana-mana.Tidur sendiri dengan suhu ruangan 2
16 derajat masih terasa gerah baginya.Dita membuka ponsel dan berselancar di dunia maya,menonton video - video viral lucu yang berseliweran.Ia membuka akun instagram miliknya.Ia melihat notif tag dari seseorang.Sonya yang mengabadikan moment kebersamaan mereka di cafe dengan berbagai pose mengunggahnya di akun instagram miliknya.
Tak mau kalah dengan sahabatnya,Dita mengunggah beberapa foto bersama Adit di akun miliknya,tak lupa menyertakan caption " love too much".Tak lupa pula ia menandai si empu foto.
Setelah puas ia beralih membuka aplikasi whatsapp dan melihat beberapa story di kontaknya.Ia membuka story Arka yang kebetulan stafnya di kantor sedang bersama Adit dan temannya sedang menghabiskan malam mereka di cafe.Arka memberi caption "good job friend".Dita tersenyum melihat foto Adit yang tersenyum lebar bersama teman-temannya.
Setelah melihat story Arka,terdapat notif pesan masuk.
----my lovely uncle-----
Kamu belum tidur,yank?
Dita tersenyum mendapat pesan dari calon suaminya.dengan segera ia membalas pesannya.
----Dita-----
Gak bisa bobok 😞
----my lovely uncle----
Aku telpon ya..
----dita----
Gak usah,kamu lanjutin aja acaranya
----my lovely ucle-----
Iya sih,nih teman-teman ngajakin begadang sampai pagi,mau nolak juga gak enak
----Dita------
Ya udah,kamu lanjutin aja ngobrolnya,aku gak apa apa kok.
-----my lovely uncle-----
Kamu tidurnya jangan malam malam ya,love you calon istri ♥️😘
------Dita-------
Love you too calon suami 😘
Dita menutup ponselnya setelah membalas pesan Adit.
"Pasti Arka yang memberitahu om Adit kalau aku lihat story miliknya"batin Dita.
Entah kenapa tiba- tiba Dita teringat almarhum mamahnya.Sejak kecil ia tidak pernah melihat wajah mamahnya karena setelah melahirkannya Ny Hendarto meninggal dunia.
Dita hanya bisa melihat foto almarhumah dan cerita tentang nyonya hendarto lewat papahnya dan mbok Nah.
Dibukanya album keluarga besar Hendarto.dipandangi wajah mamah dan papahnya,cantik dan tampan.wajahnya begitu mirip dengan Dita,kecantikan yang dimiliki Ny.Hendarto diwariskan kepada putri bungsunya,tapi sayang belum sempat ia merasakan kasih sayang,mamahnya harus dipanggil terlebih dahulu oleh sang khaliq.
__ADS_1
Dita membuka lembar album berikutnya,foto Dita saat masih kecil bersama dua kakak lelakinya yang sedang memeluk Dita kecil.
Mereka terlihat sangat menyayangi Dita kecil,tapi kini kedua kakaknya lebih memilih tinggal di luar negri untuk mengembangkan bisnis ayahnya disana.
Dita merasa sangat kesepian, tiba-tiba ia merindukan sosok seorang ibu kini,kedua sosok kakaknya yang kini berada di jauh sana.
Dita merasa sedih bila harus meninggalkan papahnya,bagaimana bila papahnya sakit,bagaimana bila papahnya kesepian karena ditalah satu satunya anak yang menemaninya kini.
Dita beranjak dari tempat tidur dan berjalan keluar kamarnya.Menuruni tangga dan membuka pintu kamar pak Hendarto.Dita langsung menghambur memeluk papahnya yang sedang tertidur pulas.Ia menangis melihat papahnya yang kini sudah memasuki usia senja.
Merasa ada yang memeluknya,pak Hendarto membuka mata dan melihat putrinya sudah dalam pelukannya.Ia mengusap pipi Dita yang penuh air mata.Hatinya terasa haru melihat putrinya yang akan menikah dan tinggal bersama suaminya.Dita semakin mempererat pelukannya seakan tidak ingin waktu cepat berlalu.
"Kamu kenapa Dita?"pak hendarto membelai rambut putrinya dalam pelukan.
"Aku kangen sama mama,kak Dito,kak Dilan"suara Dita terdengar parau.
"Hei..anak papa kenapa menangis?are you okay now?"
Bukannya menjawab Dita malah makin terisak.Dita membenamkan kepala di dada papahnya dan menumpahkan tangisnya disana.
"Dita,bukannya lusa kamu akan menikah?harusnya kamu bahagia"pak hendarto mengelus pucuk kepala Dita.Mendengar tangisan putrinya membuat ia sedih.
"Dita khawatir sama papa"ucap Dita sambil menangis.
"Hei tak ada yang perlu kamu khawatirkan,papa akan bahagia jika kamu bahagia sayang"Pak Hendarto mencium pucuk kepala Dita.
Dita mendongak melihat pak hendarto yang terlihat mengembun di pelupuk matanya.
"Anak papa jangan cengeng,okay.papa pasti baik-baik saja,bukannya kamu masih bisa mengunjungi papa setiap saat"pak Hendarto mengacak rambut Dita mencoba menghibur putrinya .
"Papa......"Dita merengek manja.
Sungguh kali ini rengekan Dita membuat pak Hendarto semakin terharu.Putri bungsu kesayangannya yang selama ini menamaninya,kini akan menikah dan tinggal bersama suaminya.Putri kecilnya yang sangat manja dan keras kepala akan menikah di usia yang sangat muda.
Hidup tanpa kasih sayang seorang ibu membuat ayah dan anak itu sangat dekat.Dita kembali mendekap tubuh papahnya dan membenamkan kepalanya.menikmati kebersamaan mereka saat ini. Karena sebentar lagi Dita akan tinggal bersama Adit dirumah barunya ,Ia masih ingin bermanja -manja dengan papahnya.Karena setelah menikah pastinya ia akan jarang bertemu.
"Pa,aku boleh tanya gak?"tanya Dita sambil memeluk papahnya.
"Tanya saja"
"Apa yang membuat papa jatuh cinta sama mama?"tanya Dita.
"Mama kamu itu perempuan yang spesial,punya pendirian yang keras,tapi hatinya sangat lembut"pak hendarto mengenang istrinya.
"Apa papa sangat mencintai mama?"
"Tentu,cinta papa akan terbawa sampai mati.tak akan ada yang bisa gantiin posisi mama kamu di hati papa,terbukti sampai sekarang ini papa lebih memilih merawat dan menjaga mu,itu karena papa sangat mencintai mama"
"Beruntungnya mama mempunyai papa yang sangat mencintainya,pasti di surga mama tersenyum bahagia"
Dita tersenyum,melepas pelukannya dan menyandarkan tubuhnya pada ranjang.
"Bagaimana pertama kali papa bertemu mama,apakah papa langsung jatuh cinta?"Dita semakin penasaran kisah cinta orangtuanya.
__ADS_1
"Papa jatuh cinta pada pandangan pertama,mamahmu dulu adalah teman bermain papa,sudah sejak lama papa menyukainya.Tetapi papa tidak berani mengungkapkannya.Sampai suatu saat ketika papa sudah mulai merintis usaha papa memberanikan diri menyatakan cintanya dan langsung memintanya untuk menjadi istri papa."pak Hendarto mengenang masa masa dulu.
"terus apa mama langsung menerimanya?"Dita antusias.
"pada saat itu papa takut ditolak,karena mamahmu merupakan wanita cantik yang didambakan oleh setiap laki-laki.Dan papa memberanikan diri untuk melamarnya.Dan ternyata selama ini mamahmu juga mempunyai perasaan yang sama.Betapa bahagianya papa mendengarnya.Kehidupan kami sangat bahagia,bahkan usaha papa semakin berkembang hingga suatu saat mamahmu pergi meninggalkan kita tepat setelah melahirkanmu"Kini pak hendarto terdengar sedih.
"Maafkan Dita pa,"
"hei,justru kamulah kado tetindah dari mamahmu yang membuat papa kembali semangat menjalani hidup tanpa mamahmu disamping papa"
Dita tersenyum merekah melihat sosok papa yang begitu ia banggakan.baginya papahnya adalah "Strong Daddy".Yah seorang papa yang membesarkan anak-anaknya sendirian disaat kesibukannya yang padat.
"Pa,apa rasa cinta om Adit akan sebesar rasa cinta papa kepada mama?"kini Dita terdengar ragu.
"Dita sayang,papa yakin Adit lelaki yang tepat untukmu,papa sudah mengenal lama keluarganya.Meskipun terkadang sikap Adit yang keras dan dingin tapi Adit adalah lelaki yang baik Dita,papa bisa melihat itu dari perhatiannya untukmu"pak Hendarto mencoba meyakinkan putrinya
"Pa,Dita takut tidak bisa menjadi istri yang baik buat om Adit,aku takut tidak bisa mengurusnya dengan baik"Dita terdengar sedih.
Pak Hendarto melihat putrinya yang sedih akan kecemasannya.
"Dita,semua itu proses ,yang penting kamu mau berusaha"pak Hendarto menangkup pipi Dita berusaha menguatkan anak gadisnya.
"Dan ingat,setelah menikah jangan keras kepala,suamimu adalah imammu.Kamu harus menghargainya meskipun kamu bisa mencari nafkah sendiri"nasehat pak Hendarto pada putrinya.
"Baik pa,aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk om Adit"
"Dan ingat,jangan panggil adit dengan sebutan om lagi,okay?panggil dia dengan sebutan mas,atau sebutan sayang.itu akan lebih baik untuk didengar,ok,?"
"Mmmm begitu ya pa,baiklah"
Dita kembali memeluk papahnya,tasanya enngan ia beranjak dari tempat tidurnya meskipun malam semakin larut Dita malah semakin tidak bisa memejamkan matanya.
"Pa,bolehkah aku tidur disini menemani papa?aku ingin mendengar lanjutan kisah cinta papa dan mama lagi"pinta Dita.
"Tentu saja sayang,dengan senang hati.karena papa pasti akan sangat merindukanmu setelah ini",pak Hendarto membalas pelukan putrinya.Rasa haru kembali menyeruak di hatinya.
"Pa,apa kak Dito dan kak Dilan tidak akan pulang di hari pernikahanku?"tanya Dita.
"Papa sudah menelponnya,dan besok mereka akan tiba di indonesia bersama cucu cucu papa yang lucu"
"Oh.ya daren dan sesil ikut pa?aku pasti akan sangat merindukan mereka"
"Sudah sudah,kamu harus tidur dan jaga kondisi jangan sampai kamu jatuh sakit di malam pertamamu,kasihan Adit yang harus mengurusimu disaat malam spesial kalian"pak Hendarto membelai rambut Dita mengisyaratkan agar putrinya segera tidur.
"Ish . Papa apaan sih,Dita malu tahu"Dita sangatlah malu mendengar perkataan pak Hendarto tentang malam pertama,baginya tak pernah terbayang olehnya soal malam pertama.
pak Hendarto semakin senang menggoda putrinya,nampak semburat merah yang terlihat jelas di pipi Dita dan ia memilih tidak menanggapi godaan papahnya tentang malam pertama.
Malam semakin larut,dan kini Dita tidur dalam dekapan papahnya .Dita sangat menikmati kebersamaan mereka sebelum Menikah.Momen seperti ini pasti akan sangat ia rindukan saat ia telah menikah nantinya.
Karena papahnya satu satunya lelaki yang membuat Dita kagum akan kegigihannya merawat Dita dari kecil dengan segala kesibukannya serta kesetiannya terhadap almarhumah Ny.Hendarto dengan memilih tidak mencari pendamping hidup yang pasti akan dilakukan oleh kebanyakan pria lainnya saat di posisi itu.
W5..
__ADS_1