
🌺mana nih suara pendukung Adit dan Dita🌺
“Om Adit ngapain sih malah membawa aku kesini” dita berusaha keluar,tapi tangannya ditahan.
“Dita…om minta maaf”ucap adit lirih masih memegang tangan Dita
“Om,kenapa sih om selalu membuat dita seperti ini,kenpa Om selalu membuat Dita berharap yang lebih."adit menarik Dita dalam dekapannya.tetapi ia meronta ronta mencoba melepas dekapan Adit.
“Dita om minta maaf,om tidak sengaja kemaren,om tahu sudah membuat dita sakit hati”Adit mencoba menenangkannya.Tak terasa air mata dita membasahi dada adit.
“Hei...kamu menangis?” adit melepas dekapannya dan melihat wajah dita.terlihat wajahnya yang basah karna air mata.
"Apa kamu tidak sadar kalau semua ini karna ulahmu"Dita memukuli dada bidang Adit.
"Apa kamu menangis hanya karena aku?"Adit masih menggoda gadis kecilnya itu,terlihat senyuman yang sedikit terukir disana.
"kamu pikir aku menangis hanya karna tidak kamu belika es krim?"
"hhahahhaha"Adit tertawa terpingkal pingkal.
"malah tertawa bukannya merasa bersalah."jengkel Dita melihat Adit tertawa.
"inilah dita gadis keci om yang galak ,jutek,tapi tetap lucu"
Dita malah menangis mendengar ucapan Adit,.diusapnya air mata yang jatih dengan lembut dan tatapan yang hangat.
“Bukankah ini hari pengangkatanmu,simpan air matamu,kamu terlihat jelek kalau menangis”adit kembali mendekap tubuh dita.
“om benar benar minta maaf,aku tak ingin melihatmu menangis”adit menyesali pebuatannya kemarin.
“kenapa sih om selalu bilang maaf maaf dan maaf,apa tidak ada kata kata lain?” adit terhenyak mendengar ucapan gadis kecilnya itu.
“Lantas apa yang ingin kau dengar dariku?”adit melepas dekapannya dan menjelajahi wajah gadis di depannya.Ia kaget dengan pernyataan yang dilontarkan gadis Abg itu.
"Apa om benar benar lupa dengan semuanya?"Dita terlihat jengkel mendengar pertanyaan Adit
__ADS_1
"Ayolah Dita jangan membuat om seperti ini,tidakkah kau Rindu denganku?apa kamu memang sengaja merajuk untuk menarik perhatianku"Adit menautkan alisnya.
"ish... tak ada yang kangen sama om,yang ada nanti Dita malah kena amuk si mak lampir"Dita keceplosan menyebut tiara dengan sebutan mak lampir.
"mak lampir?siapa mak lampir?"
"bukan siapa siapa?"
"Dita ayolah katakan apa yang harus aku lakukan agar kamu memaafkanku"Adit kembali memegang bahu Dita agar ia bisa melihat matanya dengan jelas.
“Apa yang harus aku lakukan ?apa yang ingin aku dengar?bukannya om lebih dewasa dibandingkan dengan aku yang masih ABG ini.”Dita melepas tangan Adit dari bahunya dan berjalan,duduk di kursi kebesaran milik Adit.
Adit berjalan mendekatinya.Dipegangnya kursi itu agar tidak berputar dan tetap menghadapnya.Kini ia berdiri tepat di hadapan Dita.Mata mereka saling beradu,terpancar mata Dita yang menantang kepastian padanya.Sedangkan adit sorot matanya begitu lemah,ia menundukkan wajahnya tidak berani dan menghembuskan nafas kasar.
"maafkan aku,dita"lirih adit.
“Kenapa om?om takut?”
“om takut bila om terlalu sayang sama dita,om takut jika jatuh cinta sama dita?”Dita mencercanya semakin berani.
Adit menghela napas.”Dita,ini tidak semudah yang kamu bayangkan?Aku tidak pernah menginginkan semua ini terjadi"Adit terdengar parau
"Dita om mohon"
“Apa memang om terlalu pengecut untuk mengakui bahwa om cinta sama dita”dita memberi penekanan .
"Dita cukup,jangan membuat aku semakin bersalah"Adit semakin gusar
“Apa om terlalu penakut untuk berterus terang pada tante tiara?”dita semakin meninggikan suaranya.Adit diam tak bergeming.
“Apa om terlalu malu jika harus jatuh cinta pada dita yang masih ABG ini” .sontak adit kaget mendengar penuturan dita.
"Dita om mohon cukup,rasa yang om miliki ini tifak pada tempatnya,jangan membuatku semakin bersalah ,karena ini hanya akan menyakiti kita berdua".Adit menatap dalam wajah gadia si depannya.
Dita membalas menatap tajam wajah pria di depannya,terlihat suatu harapan agar pria itu memberi kepastian yang jelas semenjak kejadian di pantai tempo dulu tapi pria itu seakan menyerah pada keadaan,Seperti ada ketakutan yang besar.Seperti ada keinginan untuk selalu bersama,tetapi ia terlalu takut untuk mengambil satu keputusan yang besar.
__ADS_1
Aditpun semakin mendekatkan wajahnya ke wajah dita.gugup,panik,terlihat dahi dita yang basah karna gugup.ingin lari tapi adit mencengkram tangan dita dengan kuat.adit semakin mendekatkan wajahnya,dita semakin takut dan menegang, dan memejamkan matanya,rasanya ia sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi.urat nadinya seakan berhenti merasakan deru napas Adit terasa.pria dihadapamnya itu seolah berubah menjadi sosok yang susah ditebak.Kini ia menjelma menjadi sosok yang tidak ingin melepaskan Dita.Darahnya pun kini mengalir panas,Ruangan yang ber AC tidak merubah suasana yang panas ini.
.1 detik
2 detik
3 detik
4 detik
.
5 detik
.Dita pun membuka mata.Ia tidak merasakan apa apa,dan ia melihat tidak terjadi apa apa antara dia dan Adit.yang terlihat hanyalah wajah adit yang cengar cengir melihat ekspresi dita yang ketakutan.
“Apa kau mengharap sesuatu terjadi?”adit menggoda ditat.wajah dita memerah seperti biasa.Dita mendorong tubuh adit kebelakang.
“Apa kau tidak takut sudah menggoda anak gadis orang heh?”dita menyilang tangan berubah mode galak,Ia benar benar telah dibuat malu olehnya,bahkan ia mengira bahwa Adit akan menciumnya hari ini.Adit tertawa melihat ekspresi gadis kecilnya itu saat memejamkan mata,kini kembali ia meraih tangan dita.
“kalau aku mau menculik dan membawa kabur gadis di depanku ini bagaimana?”goda adit.
“siap siap saja kau menikah denganku dan di buru tante tiara”dita balik menyerang adit.
“wkwkwkwk..........sepertinnya ada yang cemburu”
“pantas saja ada seorang gadis yang meminta pertanggung jawabanku untuk memberi kepastian padanya”adit kembali menggoda Dita dan berlalu duduk di sofa ruangannya.
“Apa salahnya?karna pria itu hanya seorang pria pengecut,aku memang ABG,tapi aku juga seorang wanita,dan wanita sangat membutuhkan kepastian yang jelas dan bukan harapan semata”dita berdiri dan menghampiri adit duduk di sebelahnya.
“coba katakan ,bagian mana yang harus aku lakukan?"
“lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan tuan adit,karna sekarang aku sudah tidak peduli dengan apa yang akan kamu lakukan.”
“dan ingat om,besok anda akan bertunangan dan sebentar lagi akan menikah”dita mengakhiri ucapannya dan pegi meninggalkan ruangan adit.
__ADS_1
Dita semakin jengkel karna ia berhasil dikelabuhi oleh Adit yang hanya bercanda dengannya.
Terlihat adit begitu frustasi mendengar ucapan gadis kecilnya itu,tak menyangka jika ia akan menyerang adit.