
Pov Adit.
Aku masih menggenggam erat tangan gadis kecilku yang kini telah resmi menjadi istriku.Aku tidak menyangka bahwa Dita lah jodoh yang selama ini nanti.Gadis kecil yang selama ini menemani hari hariku,gadis yang selalu merajuk saat aku pergi berkencan,gadis yang selalu membuatku enggan jauh darinya.Dan pastinya gadis kecilku yang berhasil membuatku jatuh cinta padanya.
Tak henti-hentinya aku memandangi wajah istriku yang sangat cantik di hari spesial ini.Gaun putih itu nampak pas dan serasi dipakainya.
Aku mengundang kerabat dekat serta teman teman terdekat,nampak disana kelima sahabatku sedang berbincang dengan Dilan dan Dito.Ada Nadia dan beberapa staf kantor perusahaanku.Ada juga Sonya sahabat istriku,ia bergabung bersama keluarga Hendarto.Tetapi aku tidak melihat Adrian disana,syukurlah bila tidak ada anak itu disana,aku masih khawatir apabila anak itu berbuat macam macam di hari spesialku ini.
Aku sangat bahagia melihat kehadiran para author dan reader tercinta di salah satu platform novel yang menjadi kesukaan Dita.Mereka kompak menghadiri acara pernikahanku.Mereka turut bahagia dan meramaikan acara pernikahanku.Entah apa yang sedang mereka obrolkan disana,mungkin mereka sedang membahas taktik apa yang akan aku lakukan dimalam pertamaku bersama Dita.Atau mereka terlalu kagum dengan ketampananku yang menurut para reader aku begitu mirip dengan Seo kang joon si artis Korea itu lho...Tapi biarkanlah mereka yang sedang mengobrol ria sambil menyantap hidangan terlezat yang disajikan Resto milikku.
Kami memilih bergabung bersama kerabat dan tamu undangan yang lain agar terjalin keakbraban.Aku mengkonsep pesta kebun ini dengan tema "friendship and enjoy" persahabatan dan santai.Sengaja tidak memasang panggung atau sejenisnya,agar suasana kekeluargaan lebih terasa kental dalam acara ini.
Aku menyodorkan sebuah minuman kepada istriku yang terlihat kehausan.
"Makasih.om"ucapnya.
Aku mengernyitkan dahi mendengar panggilannya padaku yang terasa janggal setelah ia menjadi istriku."kok masih panggil om?"
Dita tersenyum malu,seperti bingung harus memanggilku dengan sebutan apa.
"Cukup panggil aku dengan sebutan "mas" itu sudah cukup membuat aku bahagia"ucapku pelan tepat di depan telinganya.
Pipinya memerah dan tersenyum malu.Ia masih menundukkan pandangannya,seolah tak berani memandangku kali ini.
Aku mengangkat dagunya pelan"Hei ..ada apa denganmu?apa kamu malu melihatku?"aku tampak semangat menggodanya.
Lagi - lagi dia hanya mengulum senyum"om..eh..m m mass,apa nanti kita langsung menempati rumah baru kita?"tanyanya.
"Aku nurut saja sama kamu,baiknya gimana"aku masih menggenggam tangannya berusaha menenangkan hatinya.
"Mmmmm"ia masih tampak ragu mengutarakan keinginannya.
"Bilang saja, tidak usah sungkan kita sekarang kan sudah menjadi suami istri,jadi harus saling terbuka"ujarku.
"Om...eh..mmmas,bagaimana kalau besok saja kita pindahnya?"ucapnya memelas.
"Ok,gak masalah.Aku nurut aja sayang"aku kini mengecup punggung tangan miliknya.
Ehem ehem ehem...Dilan dan Dito kini menghampiriku.Sebenarnya aku sangat rindu dengan mereka terutama Dilan,karena mereka adalah teman dekatku sebelum mereka pindah keluar negri .Tetapi sayangnya hubunganku dengan Dito tidaklah mulus.Hal ini dikarenakan emely istrinya adalah mantan pacarku saat masih SMA.Tetapi bagiku dia adalah masa lalu,dan masa depanku kini adalah Dita adik perempuannya.
"Ditahan dulu man,masih ramai"Dilan menyenggol lenganku,sedangkan Dita hanya mengulum senyum,sangat terlihat manis bibir mungilnya, membuatku gemas melihatnya.
__ADS_1
"Hai.Dilan,Dito, bagaimana kabar kalian",aku menyapa kedua kakak iparku.
"Panggil kakak dong, "Dilan melototiku.Aku tertawa dan lagi lagi istriku hanya tersenyum simpul.
"Selamat ya bro,Aku gak nyangka kamu yang bakalan jadi adik iparku"Dilan menjabat tanganku.Sementara Dito tatapannya masih dingin terhadapku,entah perkara bagian mana hingga ia sangat membenciku.
"Gue mohon jaga adek gue baik baik,jangan buat dia sedih،dan satu hal lagi yang sabar ya ngadepin dia,aku kira kamu pasti hapal karakter dia"Dilan memberiku nasehat sembari menyenggol lengan Dito.
"Kalau sampai kamu buat kecewa Dita,kamu bakal berurusan denganku"kini Dito yang menatapku tajam.Dilan yang mengerti akan sikap Dito mengajak adik lelakinya itu pergi.
"Maafin kak Dito ya mas,"Dita seakan paham tentang sikap Dito terhadapku.
Aku merasa senang mendengar panggilan yang begitu manis keluar dari mulut istriku.
"Kamu memanggilku apa?aku tidak salah dengar kan?"aku semakin gemas untuk selalu menggodanya.
Dita tersenyum dan mencubit pinggangku karena jengkel,Aku meringis kesakitan.tetapi Aku sangat bahagia hari ini melihat orang orang yang aku sayang bahagia di pesta pernikahan ini.
"Sudahlah tak perlu kamu pikirkan sikap kakakmu tadi,aku yakin kak Dito hanya sangat menyayangimu"
"Makasih ya mas,aku memang tidak salah memilihmu sebagai pendamping hidupku"ujar Dita yang sukses membuat dadaku sesak karena sanjungannya.Aku jadi makin cinta sama istriku ini.
*****
Aku melihat istriku yang mulai kelelahan .Wajahnya terlihat sedikit pucat,aku berinisiatif meminta ijin mamah dan pak Hendarto untuk membawa Dita masuk ke dalam agar bisa beristirahat sebelum acara selesai.Dan mereka menyetujuinya.
"Sebaiknya kamu beristirahat di ruanganku sayang,kamu terlihat sangat pucat"ucapku.
"Ah tidak apa apa mas..aku hanya butuh duduk saja"ujarnya sambil memijat pelipisnya.
"Sayang,aku tidak mau terjadi sesuatu padamu.Kamu ingat kan pesan kakakmu tadi?bisa bisa aku mati di tangan mereka membiarkanmu seperti ini".Dita malah tertawa mendengar perkataanku.
"Kok malah tertawa.."aku langsung menggandeng dan membawanya untuk beristirahat di dalam ruang pribadiku.
Acara pesta kebun tetap berjalan tanpa kehadiran kami,sebagai tanda bersatunya dua keluarga.Live music masih mengiringi berjalannya acara.Satu band indie yang membawakan lagu lagu romantis menambah suasana bertambah hangat dan keakraban kedua belah pihak keluarga.
Samar samar aku mendengar suara Bayu sahabatku menyumbangkan sebuah lagu di acara pesta kebunku.Sahabatku itu memang mempunyai suara yang bagus dan hobi bernyanyi,pantas saja semua yang hadir terhipnotis oleh lagu yang dibawakannya.
Aku menutup pintu dan membiarkan Dita beristirahat di ranjang.Wajahnya nampak lelah,ia menyandarkan punggung pada kepala ranjang.Aku berjalan mendekat dan duduk disampingnya.
"Kamu baik baik saja kan?"aku mengecup punggung tangannya,rasanya tak bosan aku memandangi wajah ayunya.
__ADS_1
Lagi lagi dia hanya mengangguk dan tersenyum simpul.ehh....benar benar meleleh hatiku dibuatnya.Rasanya ingin cepat cepat aku membawanya pergi dari sini dan hanya tinggal kita berdua saja.
"Kamu istirahat saja disini,aku akan keluar menemani para tamu yang masih tinggal"aku mengangkat dagunya dan menatap matanya yang sayu.Ia menggeleng gelengkan kepala dan menahan tanganku seakan memintaku untuk tinggal.
"Kalau aku disini,yang ada nanti kamu tidak bisa istirahat"perkataanku sukses membuat pipinya memerah seperti tomat.
"Aku takut sendirian mas.."ia menggigit bibir bawahnya dan suaranya terdengar merengek.Aku menghela napas dan mendekatkan tubuhku padanya.
"Kamu tidak usah takut,ada aku disini."aku meraih tubuhnya dan meneggelamkannya di dalam dadaku.uh....berasa adem banget kali ini.Hatiku semakin bedegup kencang,atsmosper ruangan mendadak menjadi sangat gerah.
"Mas..."ucapnya lirih.
"Kamu kenapa sayang?apa kamu sudah tidak sabar?"lagi lagi aku sangat suka menggodanya.
Dia malah mencubit dan memukuli dadaku,mungkin ia malu karena perkataanku.erdengar jelas jantungnya juga bersegup kencang.
Aku menangkup kedua pipinya memandang matanya lekat.Hidungnya yang mancung,bibirnya yang mungil itu seakan menggemaskan untukku saat ini.Aku mendekatkan wajahku perlahan,kukecup bibir itu perlahan tanpa ada perlawanan,ia menyambut kecupanku lebih dalam.Aku melepas kecupanku dan melihat wajahnya yang tampak bersemu merah,ia menundukkan pandangannya tak berani menatapku.Mungkin ia malu karena ciuman tadi.
Dan ini adalah ciuman pertama bagi kami, disaat kita telah halal menjadi sepasang suami istri dan itu terasa lebih mengasyikkan.Melakukan semuanya dalam sebuah ikatan pernikahan.
"I love you.."aku mebisikkan kata cinta tepat di telinganya.Ia tersenyum bergidik geli mendengarnya,aku suka senyumnya,aku suka sikap malu malunya,sangat menggemaskan.
Aku mengusap kedua pipinya hatiku berdebar sangat kencang ,ia merasakan setiap sentuhan tanganku di pipinya,ia memejamkan mata seolah pasrah dengan apa yang akan aku lakukan.Dan bibir mungil itu seakan menjadi candu bagiku kini.Aku benar benar tidak menyangka bahwa gadis kecilku telah sah menjadi istriku.Aku mulai mendekatkan wajahku kembali hingga....
Aunty....aunty.....aunty....aunty......aunty.....
⛔⛔⛔⛔
**yey....dilarang baper ya....
Author hanya ingin memberi informasi nih,,
beberapa hari kedepan author mohon ijin off dulu ya.
mau menyelesaikan pekerjaan dulu,insyaallah akan author usahakan untuk up secepatnya...
terima kasih ya yang udah setia dengan Dita dan Adit....
mereka sudah memulai babak baru nih dalam hubungan mereka...
konflik apa lagi yang akan muncul,kalian tunggu saja ya...
__ADS_1
♥️♥️♥️♥️**