AKU MASIH ABG

AKU MASIH ABG
Keputusan


__ADS_3

****hai....Dita muncul lagi ya....


Dukung author ya...biar tetap semangat up nya.


yang udah nungguin adit dan Dita terima kasih banyak ya...


untuk part kali ini author kasih yang spesial ya...


Biar makin cinta dan gemes**....


makasih ya buat readers semua yang setia dengan cerita ini.


*******


Suasana masih hening diantara mereka, tidak ada yang mengeluarkan suara apapun.Kini Adit yang melepas genggaman tangan Dita.Ia menghela napas panjang dan menjaga jaraknya dengan Dita.Ia masih menunggu Dita untuk bersuara tapi ternyata gadis itu masih bungkam dengan keputusannya.


Adit mencoba menetralkan perasaannya dengan meremas tangannya sendiri.Diamnya Dita benar benar membuat ia yakin kalau gadisnya itu akan menolaknya.Dan setelah itu Adit akan memastikan bila dirinya akan pergi jauh dari kehidupan Dita.Cukup sudah bila ia harus berdekatan dengan gadisnya itu,pasti hanya akan membuatnya terluka lebih dalam.


Karena sudah tidak sabar dan tidak ingin frustasi lebih lama akhirnya Adit membuka suara.


“Dit,om tidak berharap lebih dengan keputusanmu,aku tidak ingin kamu merasa terpaksa,jika memang itu keputusanmu aku akan menerimanya dan aku akan pergi jauh darimu.Semoga kamu akan bahagia bersama orang yang benar benar tulus mencintai kamu dan tentunya ia selalu mendukungmu”.Adit berusaha tetap tenang,ia kini sudah beranjak dari kursinya.tetapi tangannya seperti tertahan untuk memintanya tinggal.


Dita memintanya untuk tetap tinggal di tempatnya dengan anggukan kepalanya.Adit menghembus napasnya kasar,ia tidak tahu sampai kapan ia bisa menahannya jika masih ada disini bersama gadisnya itu.


“Apa om ingin pergi meninggalkan Dita?”akhirnya Dita membuka suara.


“Dita,aku hanya manusia biasa”terdengar suara Adit sedikit melo.ia membuang muka tidak berani menatap wajah kekasihnya itu.


“Om...apa om benar benar tega meninggalkan Dita?”kembali dita mengulangi pertanyaannya.


Adit membalikkan badannya dan berusaha mengendalikan perasaannya agar tetap tenang menghadapi Dita.


“Dita,om pergi hanya ingin menenangkan diri saja.Dan mungkin selama om pergi kamu akan menemukan cinta yang baru dan dengan sendirinya kamu akan melupakanku”


“Om jahat....apa om ingin aku melupakanmu setelah hari ini om memintaku pada papa?”Dita mengerucutkan bibirnya.


Kini terbesit senyum di bibir Adit mendengar penuturan Dita.gadis itu kini terlihat lucu sekali saat mengerucutkan bibirnya.


“kenapa om tidak menanyakan aku setuju atau tidak untuk menjadi istrimu?”Dita masih terlihat merengut.


“Apa om memang benar benar tidak sayang padaku hingga ingin pergi meninggalkanku?”kini Dita mempertajam tatapannya.


“Hei gadis kecilku...jika aku tidak sayang padamu,hari ini aku tidak akan mengajak mama untuk memintamu pada papamu”Adit mencubit hidung Dita karena gemas melihat gadisnya itu.


Dita hanya memperlihatkan deretan putih giginya pada Adit.antara bahagia dan bimbang yang ia rasakan.tetapi kini ia telah memantapkan hatinya.


“Jadi apa kamu bersedia menikah denganku?”Adit kini menatap hangat kekasihnya itu.


“mmmmm bagaimana ya?”


“fuhh,,,,kamu itu benar benar membingungkan,ya sudahlah kalau memang tidak mau”Adit mulai kehilangan kesabarannya.


Dita menahan tangan adit yang hendak beranjak dari tempatnya,

__ADS_1


“Om Adit kenapa sih hari ini sensi banget,aku kan belum jawab pertanyaannya, malah mau pergi lagi” kini dita yang mulai kesal dengan tingkah Adit.


Kini Adit berjongkok di depan Dita,dengan posisi adit berada di bawah dan Dita masih duduk di kursi.


“Apa kamu bersedia menikah denganku?menjadi ibu dari anak anak kita,serta selalu mendampingiku saat susah dan senang”Adit mengulangi pertanyaannya.Binar kebahagiaan muncul pada wajah Dita,entah senang atau sedih yang jelas ia sangat terharu melihat Adit memperlakukannya seperti itu.


“om.....”Dita malah meneteskan air mata karena terharu.


“Dita,kamu kenapa menangis?aku benar benar minta maaf jika telah menyakitimu”Adit merasa panik mendapati Dita malah meneteskan air mata.


“awwwww”Dita malah menjitak kepala Adit dengan tangannya.


“Om Adit ... aku ini terharu,kenapa kamu malah minta maaf”dita kembali kesal karena Adit yang tidak peka.


“fuh...terus aku harus bagaimana?”adit sudah frustasi tidak mengerti apa yang diinginkan kekasihnya itu.


“,Aku mau om yang menjadi pendamping hidupku”Dita langsung menangkupkan tangannya pada tangan Adit.Terbesit senyum pada bibir adit,ia tidak mengira bila Dita akan menerimanya setelah terjadi pergolakan pada gadisnya itu.


"Terima kasih Dita,aku benar benar menyayangimu”sorot matanya terasa hangat.Adit kini berdiri dan menarik dita hingga tubuh mereka sejajar ,tatapan mereka kembali bertemu dengan jarak yang sangat dekat bahkan lebih dekat dari biasanya,tubuh dita terasa tersihir dengan tatapan Adit yang membuat matanya terpejam.Bahkan mereka tidak menyadari ada tiga pasang mata yang mengawasi mereka sedari tadi yang memancarkan binar kebahagiaan di sana.


“ehemm...sepertinya benar kata pak hendarto,kalau kalian memang harus segera menikah”Tante tiara muncul dan mencoba menggoda mereka.


Dita dan Adit terlihat gelapapan dan menggaruk tengkuk yang tidak gatal dan tersenyum kaku.


“anu mah..ini tadi....dita..”Adit gelagapan menanggapi mamanya.


“Apa kalian memang sudah tidak tahan?”kembali pak hendarto menggoda mereka,tante kirana dan mbok nah tersenyum puas melihat mereka gelagapan.


“Jadi apa anak papa sudah siap menjadi nyonya Adit?”tanya pak hendarto dengan putri bungsunya itu.


“insyaallah siap”jawab Dita mantap masih bergelayut dengan papahnya.


“Alhamdulillah”semua yang di ruangan itu terlihat lega mendengar jawaban Dita.Terutama Adit ,terpancar rona kebahgaiaan disana.


*******


Kini mereka sudah berkumpul menikmati suasana malam di taman belakang rumah Dita,mbok nah dan mang iwan pun turut berkumpul dengan majikannya.Mereka mulai merencanakan acara pernikahan Adit dan Dita yang akan dilangsungkan dua bulan lagi,karena bulan depan Adit harus mengurus perusahaannya yang ada di Bandung.Oleh karena itu mereka memutuskan dua bulan lagi melangsungkan acara pernikahan dengan mengundang keluarga dekat saja,karena status Dita yang masih menjadi Siswi, mereka berencana merahasiakan pernikahannya.


Di taman ini acara tukar cincin pun berlangsung,Adit sengaja memilih cincin berwarna gold silver dengan bertahta berlian dan ukiran di bagian luarnya.Dan sesuai perkiraan Adit cincin itu sangat manis berada di jari kekasihnya itu ,bahkan ukurannya sangat tepat meskipun Adit tidak mengajak Dita saat membelinya.Ia hanya memakai instingnya saja,dan ternyata instingnya tidak pernah salah.


Semuanya terharu,terutama mbok nah.Ia yang mendampingi nona besarnya itu,ia yang selalu menghibur nona besarnya itu saat ia terpuruk ketika Adit bersama tiara bahkan saat mereka memutuskan untuk tunangan fan menikah,baginya Dita adalah segalanya meakipun ia hanya seorang pembantu tetapi mereka selalu memperlakukannya seperti keluarga.Dan kini nona besarnya itu menjelma menjadi remaja yang sebentar lagi akan menikah.


"Dita papa harap,setelah menjadi nyonya Adit kamu kurangi sifat manjamu itu,papa tidak ingin Adit kewalahan menghadapimu setelah kalian menikah"nasehat pak Hendarto saat mereka menyantap camilan yang dibuat mbok nah.


"Ih..papa,masa sama suami sendiri gak boleh manja"Dita memanyunkan bibir.


"Maksud papa kamu harus lebih dewasa lagi..ingat..jangan semaumu sendiri karena kamu sudah berkeluarga nantinya"nasehat pak hendarto.


"Baik pa..."ujar Dita.dalam hatinya memang memberontak karena belum menikah saja sudah terlalu banyak aturan,tetapi ia berusaha memantapkan hatinya.Tante kirana yang menyadari perubahan ekspresi calon mantunya itu mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Sayang nanti kalau kalian sudah menikah,mama tidak akan membebani kalian tinggal dirumah mama,ini semua terserah kalian saja mau tinggal dimana"ujar tante kirana yang sedari tadi sibuk mengupas apel.


"Tenang ma,setelah kami menikah aku akan membawa Dita tinggal dirumah yang sudah aku siapkan untuknya"jelas Adit dengan tersenyum.Dita melongo mendengar penjelasan Adit,ia tidak mengira bahwa kekasihnya itu sudah membeli rumah untuk mereka tinggal,berarti nantinya ia akan hidup berdua bersama Adit saja.Apa ia sanggup hidup tanpa pembantu dirumahnya,mengerjakan pekerjaan rumah dan memasak untuk suaminya.Membayangkannya saja Dita sudah takut,apalagi menjadi kenyataan.

__ADS_1


"Dita kenapa?"tanya tante kirana yang mengagetkan dita.


"M......."dita hanya bergumam bingung mau menjawab apa.


"Kamu tenang saja yang,nanti akan ada pembantu yang membantu kita dirumah,tetapi hanya pagi saja,karena ia akan pulang di malam hari,jadi aku tidak akan membebanimu masalah pekerjaan rumah"jelas Adit yang paham melihat kekhawatiran kekasihnya itu.


"Syukurlah..."gumam Dita yang masih bisa terdengar oleh Adit.Ia terkekeh mendengar gumaman kekasihnya itu karrna ia paham betul siapa Dita,ia mempunyai sifat manja yang gak ketulungan .meskipun ia sering membantu mbok nah di dapur,Tapi terkadang ia bisa berubah menjadi anak yang sangat pemalas.Bahkan bisa seharian tidur jika ia benar benar lelah dan frustasi.


"Non Dita tenang,mbok akan selalu membantu non jika diperlukan"mbok nah juga menyadari kekhawatiran Dita.


"Hehehe...makasih ya mbok"Dita terlihat sumringah dan memeluk wanita paruh baya itu yang telah merawatnya sedari kecil.


Mereka masih larut dalam suasana bahagia dan haru,Dita yang manja dua bulan lagi akan menikah.pak hendarto,mbok nah dan mang iwan pasti akan merasa kehilangan senyum khas Dita,tetapi mereka harus berbesar hati karena itu jalan terbaik untuk melindungi gadis Abg,dan bukan tanpa alasan mereka menyetujui pinangan Adit.


Adit dan tante kirana hendak undur diri karena malam sudah semakin larut.Pak Hendarto mengantar mereka sampai ke depan ,dan Dita menahan tangan Adit agar tidak beranjak,sedangkan pak hendarto lainnya sudah berjalan semakin jauh menuju halaman depan rumah.


"Om...."panggil Dita agak sedikit ragu.


"Iya...."adit membalikkan badannya dan menatap kekasihnya itu.


"Terima kasih...."Dita sedikit malu mengucapkannya.


"Untuk?"Adit mengernyitkan dahinya.


"Karena om sudah mencintai dan menyayangiku"Dita menundukkan wajahnya malu.


Adit mengangkat dagu gadis kecilnya itu,pipinya sudah memerah,ia mengusap bibir mungil gadisnya itu dengan jempolnya.diusapnya lembut dan perlahan.


"Dita...kamu pernah ingat kan?kamu adalah segalanya bagiku,dan aku akan selalu menjagamu".


Cup...


dikecupnya bibir Dita sekilas,ia membulatkan mata serasa tak percaya bibir itu menyentuh bibirnya hanya dalam itungan detik.


"Kamu istirahat,aku pulang dulu sayang"Adit mengusap pipi Dita yang memerah dan pergi meninggalkan kekasihnya yang masih terkejut.


*********


**Cinta itu tidak akan memandang usia.


Karena cinta sejatinya dari dalam hati


Kedewasaan tidak terukur dari usia


Melainkan dari kematangan cara berpikir seseorang..


setuju gak reader dengan tulisan author?


yuk diintip ya...visual cincin pengikat Adit dan Dita..


author beneran mupeng berharap Adit bakalan kasih ini sama Author 🤣🤣🤣**


__ADS_1


__ADS_2