
Apalah aku tanpamu
Kamu adalah jantungku
Denyut setiap kehidupanku
Nadi di setiap pembuluhku
Tanpamu aku bagai tak bernyawa
Karena kamu adalah jantung dari hidupku.
Kembalilah pada hatimu
Tersenyumlah
Karena aku hanya untukmu
♥️♥️♥️
Dita menatap lurus melihat foto adit yang terpampang di dinding kamar. Wajah itu terlihat tersenyum,mata sipitnya menyorotkan ketajaman memperlihatkan wataknya yang dingin ,membuat wanita bisa bertekuk lutut dihadapannya.Wajahnya yang tampan membuat wanita akan mengagumi dan menginginkan menjadi pasangannya.
Pandangannya beralih menuju botol parfum yang tergeletak di lantai.Dita berjalan memungut botol parfum itu.Seketika ia tersenyum,mengingat kejadian beberapa minggu yang lalu.
Saat Dita berjalan menggoda Adit,tiba tiba ia terpeleset karena botol parfum.Ia tersenyum miring.meratapi kehilangan suaminya yang entah ada dimana saat ini.Bahkan sebelum pergi pun mereka gagal melakukan malam pertama yang tertunda.
Masih teringat jelas saat Adit membelainya,mencumbunya,bahkan sifatnya yang protective membuat Dita kangen dengan segala omelannya. Terutama bila Dita sering pergi dan menyetir sensiri
"Mas,kamu dimana?"
Dita memeluk kedua kakinya menangis tersedu.Kondisinya sangat memprihatinkan,pipinya terlihat lebih tirus.kahilangan Adit sukses membuat mafsu makannya hilang. Mamah Kirana sengaja tinggal bersamanya,takut bila Dita melakukan sesuatu yang menyakitinya.mertuanya paham betul karakter menantunya itu bila sedih.
Sayup-sayup terdengar pecakapan dua orang di ruang tamu.Dita merasa penasaran saat mengambil minum di dapur. Ia mendengar nama Adit disebut.Mungkinkah suaminya telah ditemukan.Ia melihat Revan yang nampak serius berbicara dengan mertuanya.Raut wajahnya menampakkan penyesalan.
__ADS_1
"Tante,maafin revan ya"
"Sudahlah van,semua itu sudah takdir. Kita hanya bisa berdoa semoga Adit baik baik saja dimanapun ia berada,"suara tante Kirana terdengar lemah.Dita mendengarkan obrolan mereka dari balik tembok penyekat ruang tengah. Air matanya kembali luruh mengingat kembali suaminya.
"Tante, sebenarnya ada satu hal yang ingin Revan katakan"ujarnya dengan perasaan yang was was takut bila Dita mendengarnya.
Tante kirana memberi kode pada Revan agar berucap lebih pelan,ia tidak ingin Dita bertambah shock atas kejadian yang menimpa Adit.Berhari-hari ia mengurung diri di kamar tidak mau melakukan aktifitas apapun,tubuhnya sangat berantakan,mertuanya tidak tega melihat Dita yang ceria berubah seperti ini.Cintanya yang sangat besar membuatnya seperti ini.Dan sudah saatnya ia bangkit,karena semua sudah digariskan oleh yang maha kuasa.Dan ia harus mulai menerimanya.
Dita menajamkan pendengarannya,suara revan yang pelan membuat Dita tidak jelas mendengar percakapan mereka.Dahi Dita berkerut menangkap setiap perkataan Revan,ia tidak bisa mendengar jelas secara keseluruhan.Adit,Tiara,proyek,itulah yang berhasil Dita tangkap dari obrolan mereka.
"Apa semua ini ada hubungannya dengan nenek lampir itu itu ya?"batin Dita.Sorot matanya nyalang mendengar ada Tiara dalam keterkaitan hilangnya Adit.Sepertinya ia harus mencari tahu sendiri.Pastinya ia harus bertemu Tiara,akar masalah dari semua ini.
♥️♥️♥️♥️
Satu bulan sejak kabar kehilangan Adit,Dita mulai menata hidupnya lagi.Meskipun rapuh ia berusaha bangkit.Keyakinannya lah yang membuat dirinya bangkit,ia yakin bahwa suaminya masih hidup.Semoga saja dia baik-baik saja dimanapun ia berada.Kalimat terakhir yang sangat ia ingat dari suaminya,menjadi penyemangatnya menjalani hari-harinya lagi.
Kembali melakukan rutinitas seperti biasa membuat ia melupakan sebentar rasa nyeri di hati.Kehilangan sosok yang dicintai tidak semudah menata hati saat putus cinta.
Dita berubah menjadi watak yang keras dan ototiter,tidak segan-segan ia akan memberi sanksi kepada staff yang melanggar peraturan,semua karyawan kaget dengan perubahan sikap Dita.Terutama Nadia,ia seringkali kewalahan menghadapi bosnya itu.Hilangnya Adit ternyata membawa dampak perubahan besar pada Dita.
Dita menyunggingkan seutas senyum,bila mengingat betapa konyolnya suaminya kala itu.
"Om,Dita harus meeting sekarang"ujar Dita yang kesal pada Adit karena menahannya di ruangan miliknya.
"Hei,kamu disini saja.Biar aku yang tangani si Rio itu."Ujar Adit dengan nada kesal.
"Om ayolah,aku tidak tertarik padanya"
"Kamu tidak tertarik,tapi dia terlihat ingin menerkammu"tekan Adit.Dita membungkam mulut dengan kedua tangannya,tidak menyangka Adit akan seprotective ini.Dan sepertinya percuma saja memaksa,toh Adit tidak akan mengijinkannya.
"Wait.wait.wait,jangan-jangan kamu tertarik ya sama si buaya buntung itu"Adit kembali menampilkan sorot matanya yang tajam.
Dita terkesiap,tidak menyangka kekasihnya akan berpikiran seperti itu.Berpacaran dengannya cukup menguras hati,tetapi ia senang karena perhatiannya yang begitu besar.
__ADS_1
"Om...kamu ini kenapa sih?"sungut Dita tidak terima.Adit mendekatkan tubuhnya pada gadisnya itu.Ia menatap manik mata Dita yang masih menunjukkan kekesalannya.
Yang dipandangi malah menciut,ia tak berani menatap kembali sorot mata kekasihnya itu.Bisa copot jantungnya bila harus lama lama menatap mata elang itu.
"Hei,kamu malu?'seketika semburat merah muncul di pipi Dita.si empunya hanya malu tertunduk.
Adit mengangkat Dita menggunakan tangannya,Gadis kecil di depannya kini hanya diam,sikapnya tadi yang keras kepala,tiba tiba menguap begitu saja.
"Kamu disini,biar aku yang atasi Rio,"Adit menautkan kedua alisnya,menatap tajam kedua bola mata Dita.Gadis itu hanya terdiam,hatinya mulai berdesir karna perlakuan Adit saat ini.
"Ya tuhan...kenapa dia selalu mengujiku sepertini ini."Dita menggigit bibir bawahnya,ia mulai gelisah melihat kekasihnya sedekat ini.
Adit menyentil dahi Dita,ia tahu kalau pikiran Dita sudah mulai nakal dan kemana-mana bila ia sudah seperti ini,"hei...aku temui Rio dulu,tunggu aku disini"Adit berlalu meninggalkan Dita yang mengelus dahinya akibay sentilan jari Adit.
"Ish...dasar om Adit"gerutu Dita yang masih merasakan sakit di dahinya.
Dita tersenyum kembali mengenang kenangannya bersama Adit,Ruangan ini menjadi saksi perjalanan kisah mereka.Apabila di ingat, Dita merasa dirinya terlalu konyol harus jatuh cinta dengan pria dewasa yang hampir menikah dengan tunangannya.
Dita menatap ponselnya,ia teringat seseorang dan langsung memghubunginya.beberapa detik telponnya langsung tersambung dan diangkat si pemilik nomor.
"Bisa kita ketemu sekarang"tanya Dita tanpa basa-basi.
"Baiklah,dimana kita bisa bertemu?'tanya suara di seberang.
"Di cafe Aruna"jawab Dita singkat.
"Baiklah dua jam lagi kita ketemu"si pemilik nomor menutup telponnya.Dita semakin yakin dengan keputusannya.Dan pastinya ia harus merahasiakannya dari mamah kirana ataupun papahnya. Bila mereka tahu pasti dengan keras akan melarang usahanya.
♥️♥️♥️♥️♥️
Pukul tiga sore Dita sudah stand by di aruna cafe milik sahabat suaminya.Dita sengaja memilih cafe milik bayu agar terhindar dari hal yang tidak di inginkan.Di posisinya yang sekarang banyak yang berusaha menjatuhkannya.Apalagi ia sudah bersuami,jadi memang harus benar-benar menjaga statusnya.
Suasana cafe sore ini terlihat sepi,hanya ada beberapa pengunjung yang terlihat sedang makan disana,Dita menyapa Bayu sebentar saat tiba di cafe ia menjelaskan maksud dan tujuannya datang ke cafe miliknya,setidaknya bayu bisa paham bila melihat Dita bertemu dengan seseorang.
__ADS_1
Setelah cukup berbasa basi,Dita mencari tempat duduk yang membuatnya nyaman,ia memilih di halaman cafe sambil menikmati angin sore.Ia kembali membuka ponselnya memastikan seseorang itu tidak lupa dengn janjinya.
"Dita..."