
Mereka berjalan berdampingan saat berjalan di mall.Adit menggenggam erat tangan Dita seolah ingin menunjukkan bahwa gadis cantik itu adalah miliknya.
Dita tidak merasa keberatan dengan perlakuan Adit yang terkesan berlebihan bahkan ia sangat menikmatinya.Karena jujur saja Dita juga merasa cemburu ketika banyak mata wanita yang memandang calon suaminya dengan kagum.
Apalagi mengingat kejadian tadi,ada seorang gadis yang mengajak Adit berkenalan membuat Dita enggan melepaskan tangannya.
Meskipun sebenarnya dalam hati jengkel tetapi Dita berusaha menetralkan hatinya,toh Adit tidak menanggapi mereka.Pokoknya tetap is the best deh om satu ini.
“Alamak..pacaran sama om-om ya kayak gini,over banget tangan aja digenggam sampai gak mau di lepas”Batin Dita.
“Ya ampun pacaran sama ABG ya begini,cemburunya minta ampun gak mau mengalah”Batin Adit.
“Tapi meskipun over gue sayang deng,gak rela kalau ada yang PDKT “Dita kembali bergulat dengan perasaannya.
“Ya...meski labil,aku akui gak bisa jauh darinya,kok aku malahan ikut-ikutan lebai ya?”Adit malah tersenyum sendiri.
Berpacaran dengan gadis ABG memang magnet tersendiri bagi pria dewasa seperti Adit.Persaannya mampu membuat dunia serasa jungkir balik,entah ini yang namanya lebai atau rasa cinta yang terlalu besar, hanya mereka yang tahu,kita tinggal lihat saja bagaimana mereka menjalaninya.Author mah asik asik aja ikutin alunya.Hehehehe
Masing masing masih bergolak dengan batinnya bahkan setelah sekian lama mereka jarang bersama,ini adalah pertama kalinya mereka jalan bareng sebagai sepasang kekasih di tempat umum.
Dita tidak merasa canggung berdampingan dengan Adit yang usianya sudah matang,toh semuanya tertutupi dengan penampilannya saat ini yang benar benar amazing.Bahkan berulang kali Dita selalu memuji pria dewasa itu dalam hatinya.Ya Dita hanya memuji dalam hati,karena bisa saja Adit ke ge eran jika mendengar pujiannya secara langsung.
Dita tahu betul watak kekasihnya itu yang terkadang bisa sangat konyol dan menggemaskan .
Mereka kini sampai pada sebuah counter sepatu Salah satu merk favorit Dita "jimmy choo".Ia salah satu pengkoleksi brand sepatu merk tersebut.meskipun berbagai macam model dan warna ia miliki tak bosan bosannya ia mengkoleksi flatshoes keluaran merk tersebut.
Ia lebih menyukai mengkoleksi flatshoes dan kets ketimbang harus mengkoleksi heels seperti para gadis umumnya.
Baginya memakai heels adalah sesuatu yang sangat menyiksa dan tidak disukainya.Toh Aditpun tidak pernah memaksanya untuk memakai heels.Karena ia lebih menyukai Dita yang tampil sederhana dan apa adanya,meskipun ia seorang anak pengusaha sukses.
Mereka masuk kedalam Counter Jimmy choo dan disambut oleh seorang pegawai yang tersenyum ramah .Dita sengaja mengajak Adit masuk karena ia tertarik pada sebuah sepatu yang terpajang pada etalase toko.Sepatu flat dengan aksen pita berwarna navy telah memikat hati Dita.Dengan aktivitasnya yang padat ia lebih leluasa bergerak dengan mengenakan flatshoes apalagi modelnya yang cantik pasti akan mempermanis tampilan kakinya.
“Gimana om?bagus gak?”Tanya Dita.
Adit mengacungkan jempolnya tanda setuju.Dita memberikan sepatu pilihannya pada pelayan dan segera membayarnya.
Saat hendak membayar ke kasir Adit menarik Dita mendekat dan mereka berdiri tepat di depan cermin besar.Adit tersenyum melihat Dita dari cermin.Sedangkan Dita enggan membalas senyuman Adit.Ia memilih memalingkan mukanya.
Meski banyak pengunjung memperhatikan tingkah keduanya Adit terlihat cuek tetap menahan Dita disampingnya.
“Ternyata kita serasi ya”ujar adit seraya tersenyum dan menarik wajah Dita untuk melihat cermin.
“Udah ah om aku malu dilihat banyak orang nih”ujar Dita yang melihat banyak orang memandangi mereka dari cermin.
“Kenapa? kamu malu jalan sama aku?”terdengar nada kecewa dari Adit.
“Bukan,bukannya malu om”ujar Dita merasa tak enak.
“Lantas?”
“Aku hanya merasa tidak enak kita menjadi pusat perhatian karena tingkah konyol kita saat ini”
__ADS_1
“Biarin aja anggap saja mereka tidak ada”
“ih..kok om jadi lebai gini sih”
“Lebai tapi sayang kan?”
“capek deh..”Dita menepuk jidatnya.
“Udah ah ayo kita abadikan moment ini,keluarkan ponselmu dan kita selfi bersama”pinta Adit.
Sempat ragu akhirnya Dita mengeluarkan ponselnya karena permintaan adit untuk selfi di depan cermin.
CEKREK
Mereka berdiri sejajar tersenyum simpul
CEKREK
Adit merangkul Dita sambil melotot.
CEKREK
Mereka sama sama memanyunkan bibirnya dengan memainkan jari.
CEKREK
Adit memeluk Dita dari belakang dan menempelkan dagunya pada bahu Dita.
CEKREK
Bagi pria dewasa seperti Adit ini adalah hal yang paling konyol dan alay yang pernah ia lakukan.Entah apa yang merasuki kedua sejoli itu hingga melakukan selfi dengan berbagai gaya di tempat umum.Yang pastinya berhasil menyita perhatian para pengunjung di counter tersebut.Mereka berbisik entah heran ataupu mengolok,yang pasti mereka tidak memperdulikannya.Namanya juga orang pacaran,Dunia itu hanya milik berdua yang lain enyah ajah deh..hayo ngaku..siapa yang suka seperti itu?wkwkwk
Karena saking asyiknya berfoto Dita sampai tidak menyadari bahwa ia sudah ditunggu di meja kasir.
“Om,aku lupa sudah ditunggu mbaknya di kasir.”
“Hadeh...ganggu aja,udah biar aku saja yang bayar”Adit menggandeng tangan Dita menuju kasir.Tampak terlihat pelayan dan kasir di counter tersebut tersenyum melihat pasangan ini.entah apa yang dipikiran mereka melihat pasangan beda usia ini,aneh,lebai,tapi gemesin,benar-benar membuat iri para jomblo ,setuju gak?
“Ini mbak”Adit menyerahkan debit card nya,Kasir menggesekkan kartu debitnya dan meminta Adit memasukkan Nomor PIN.
“Terima kasih telah berbelanja di toko kami”Pelayan menyerahkan paper bag dan mengembalikan debit card milik adit.
Mereka tersenyum dan keluar dari counter melanjutkan acara jalan jalan mereka.
Adit masih menggenggam erat tangan Dita.Sesekali ia bercanda dan menggoda Dita hingga berhasil membuat gadis itu marah,hal ini sangat menggemaskan melihat Dita selalu memanyunkan bibirnya.Hingga akhirnya mereka lelah dan berhenti di anjungan.
“Kamu lapar gak?”Tanya Adit.
“Lapar banget om”
“Kita makan di resto aku ya,sudah lama aku gak berkunjung kesana.sekalian ngecek persiapan untuk acara pernikahan kita minggu depan”tawar Adit.
__ADS_1
“Emmm,boleh lah”Dita menyetujui tawaran Adit.
*******
“Yank..tahu gak ?”ujar Adit di sela sela saat mereka makan di ruangan pribadianya.
“Gak..”Jawab Dita singkat.
“Hadeh, dasar bocah”
“Lha kan om adit bertanya,ya kujawab donk”Dita tersenyum.
“Kamu senang gak hari ini?”tanya Adit
“senang gak ya?”Dita menggantung jawabannya.
“Kok gitu jawabnya?”
“Habisnya hari ini om Adit genit banget,bikin jengkel aja.udah tahu mau nikah malah godain cewek”Dita menyempoutkan bibirnya mengingat kejadian di mall.
“Kan bukan salahku kalau dia mengajak berkenalan,resiko cowok ganteng lah”
“Ish..cowok ganteng yang udah expired”Dita mencebik.
“Expired tapi cinta kan?”goda Adit.
“Hadeh “Dita memutar malas bola matanya.
Ia beranjak dari tempat duduknya dan mengamati ruang pribadi Adit di resto miliknya.Ia sengaja meminta makan di dalam ruang pribadi milik nya karena tak ingin terganggu dengan suasana resto yang ramai pengunjung.
Apalagi Adit paham betul jika kekasihnya itu tifak nyaman bila berdua di tengah keramaian pengunjung.
Ruangan berukuran kecil ini terlihat rapi dan minimali,terpampang foto keluarga Adit bersama Almarhum ayahnya.Serta foto Dita bersama Adit saat ia masih kecil.Dan yang paling menarik adalah foto bersama mereka saat berada di pantai.Dita tersenyum memandangi satu persatu foto yang terpampang di dinding.Mengingat kekonyolannya saat bersama Adit.
“Yank aku keluar dulu ya ,mau menemui manager resto ,kamu istirahat saja dulu kalau capek,mungkin aku akan sedikit lama”ujar Adit mendekati Dita dari belakang.
“Iya gak apa apa om,aku disini saja”dita membalikkan badannya membuat posisinya kini berhadapan dengan Adit.
“Aku janji akan segera kembali”Adit menarik pinggang dita hingga mendekat.
Dita hanya menggangguk tak berani menatap Adit.
“Jangan nakal,kalau butuh sesuatu telpon aku”Adit mengusap pipi dita dan meninggalkannya di ruangan pribadi miliknya.
Sepertinya ia memilih istirahat saja dari pada harus mengekori Adit.Bisa bisa ia malah bosan jika ikut keluar
Dita menghempaskan tubuhnya pada sofa dan memainkan ponselnya sembari menunggu Adit kembali,sempat terlintas perlakuan Adit yang seukses membuat Dita tersenyum sendiri.
Apalagi saat mereka selfi di counter sepatu tadi membuat Dita tersenyum melihat foto kekonyilan mereka tadi.
“Dasar om-om gemes”batin dita sambil tersenyum.
__ADS_1
"Gemes tapi kangen"