AKU MASIH ABG

AKU MASIH ABG
Foto Siapa??


__ADS_3

Satu bulan sudah berlalu semenjak kejadian Dita dijebak Dion di gudang sekolah.Itu artinya


tinggal satu bulan lagi acara pernikahannya dengan om Adit akan digelar.


Ia sudah memulai aktivitas home schoolingnya di rumah,bahkan untuk menghilangkan kejenuhannya ia memaksa papahnya agar mengijinkannya kembali beraktifitas di kantor lagi.


Bukan Dita namanya jika tidak berhasil membujuk papahnya,ia kembali menjalani aktivitasnya di


kantor,meskipun sekarang ia sudah tidak satu kantor lagi dengan Adit dikarenakan kekasihnya itu fokus pada perusahaan milik almarhum papahnya sehingga membuatnya jarang sekali berkunjung di perusahaan milik pak hendarto itu.


Saat ini Adit pergi ke Bandung untuk mengurusi perusahaannya yang disana,sempat membuat Dita Ragu


dan bimbang kalau kalau kekasihnya itu bertemu dengan Tiara lagi.


Bagaimanapun juga mereka juga pernah bersama dan hampir menikah,bahkan Tiara terang terangan


menyatakan ingin kembali pada Adit,Tetapi Dita berusaha yakin pada kekasihnya itu.Karena baginya kepercayaan adalah modal utama dalam sebuah hubungan.


Dita masih berkutat di depan laptopnya,ia mulai mengecek satu persatu laporan dari karyawannya lewat e-mail.Wajahnya nampak serius, berulang kali ia membenarkan posisi kacamatanya,fokus pada laporan karyawannya yang membuat ia harus benar-benar


teliti dalam membacanya,seperti yang pernah dikatakan Adit padanya.


Sepertinya ia mulai rindu pada kekasihnya,sejak Adit pergi ke Bandung kekasihnya itu belum memberi kabar padanya sama sekali.Ia menyandarkan bahu pada kursi,merileks kan pikiran yang sudah buntu,ia melepas kaca mata yang bertengger di hidung mancungnya.


Sejenak ia memejamkan mata untuk merefresh pikiran.Ia mendekap tangannya,mulai memikirkan keadaan


Adit di Bandung,senyum manisnya,tawanya,bahkan sikapnya yang selalu memanjakan dirirnya.Ia benar-benar merindukannya.


Kring kring kring


kring kring kring kring kring


Ponsel Dita


berbunyi,tetapi gadis itu malah mengabaikannya.Ia memilih memejamkan matanya yang sudah lelah.


Kring kring kring


kring kring kring kring kring kring kring


Kembali poselnya berbunyi,ia mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya.


“Sonya...?”Dita tak


menyangka bahwa sahabatnya yang menelpon.


Buru buru ia mengangkat telepon dari Sonya.


“halo....”Sapa Dita.


“Dit lama amat angkat telepon dari gue,lagi pacaran  ya”Ucap Sonya yang terdengar jengkel.


“Maaf maaf,gue sedang ngecek e-mail masuk Sonya,jadi gak denger ada telepon masuk”Jelas Dita.


“Iya..iya gue tahu lo kan sekarang jadi bos besar”gerutu Sonya


“Udah deh gak usah mulai,by the way ada apa nih tumben telpon?”tanya Dita.


“Ish,,kamu itu emang gak pernah berubah.lo apa gak kangen nih ama gue lama gak ketemu semenjak lo home schooling?”


“Ya kangen lah nya,gue udah jenuh banget.makanya gue lebih menyibukkan diri di kantor sekarang”ujarku.


“Nanti malam keluar yuk,gue lagi kangen sama lo nih”Ajak Sonya.


“gue juga kangen sama lo Nya,nanti malam lo yang jemput gue ya”


“ok Siap jangan lupa jam 7 ya”


“Siap...”


Dita mengakhiri obrolannya bersama Sonya dan memebereska pekerjaannya agar ia bisa segera


pulang karena tubuhnya sudah benar-benar lelah.


Dita menggendong ranselnya dan keluar ruangan menuju meja Nadia .


“Mbak Nad,aku pulang


dulu ya,tadi sebagian sudah aku cek laporannya  nanti bisa dicetak berkasnya besok tinggal saya tanda tangani karena papa masih di semarang.”Pesan Dita pada Nadia.


“Baik bu Dita,oh ya tadi pak Adit telpon,menanyakan anda kenapa tidak bisa dihubungi dan saya mengatakan bahwa bu dita sedang banyak pekerjaan mengcek laporan lewat

__ADS_1


e-mail”jelas Nadia,


“oh..iya mbak terima kasih.”


Dita segera memasuki lift bersama beberapa karyawan,mereka tersenyum menyapanya.Setelah pintu lift terbuka ia segera menghampiri  mang iwan


yang sudah menunggunya di parkiran.


Saat perjalanan pulang Dita kembali mengubungi Adit karena takut kekasihnya itu berpikiran macam-macam.Ia megobrol panjang lebar dengan Adit lewat telepon,terukir senyum pada bibirnya sebagai penawar rindu.


Tak lupa ia meminta ijin pada Adit untuk pergi bersama Sonya nanti malam.Adit menyetujuiny asalkan dengan syarat sebelum jam 9 malam harus sampai dirumah dan harus bersama mang iwan perginya.Dita terpaksa


menyetujuinya daripada kekasihnya itu bisa marah karena ia tidak menurut.


*****


Dita sudah bersiap


siap menunggu Sonya di teras rumahnya,sahabatnya itu telah memberi kabar bahwa


ia sudah dalam perjalanan menuju rumahnya.Tadinya Dita ingin meminta mang iwan


untuk menemaninya pergi sesuai perintah Dita.Melihat sopirnya kelelahan Dita


mengurungkannya,baginya kesehatan mang iwan lebih penting.Masalah Adit biar ia yang akan menjelaskannya nanti.


Sonya sudah sampai di rumah Dita ,mereka segera berangkat menuju cafe favorit mereka agar tidak


kemalaman.Suasana malam di kota itu tampak bersinar.banyak lampu warna warni


yang menghiasi jalanan kota menambah kesan indah pada sepanjang trotoar.


Mereka telah samapi dan menuju ruangan favorit mereka,Cafe ini adalah milik sepupu Sonya,jadi ia


bebas memilih tempat yang ia suka karena ia mengenal semua karyawan sepupunya


itu.


Kini mereka di ruangan private yang lumayan luas dan terdapat fasilitas untuk akraoke dan


ruangannya pun be AC.


terakhr dia kesini.


“iya..lo sih yang sok sibuk sekarang,gak punya waktu lagi buat kumpul”Sonya menyeletuk.


“hehehe...iya maaf bagaimana lagi ,papa sudah memberi amanat dan aku tidak mau


mengecewakannya.”jelas Dita yang sebenarnya merasa tidak enak pada sahabatnya


itu.


“Udahlah santai aja,gue juga tu posisi lo.yang penting sekarang kita bisa kumpul lagi”


Seorang waitress


masuk dan menyodorkan menu makanan.Mereka memesan menu favorit mereka di cafe


ini.Setelah selesai waitress segera berlalu meninggalkan mereka.


“Gimana hubungan lo ma om Adit?baik baik saja kan?”tanya Sonya.


“Iya baik baik aj bahkan bulan depan kita bakal Nikah”ujar Dita.


“Apa..?”Sonya seketika membulatkan mata terkejut mendengar ucapan Dita.


“biasa aja deh gak usah liatin tampang jelek lo”Dita menonyor lengan Sonya.


“Gimana gak kaget coba,lama gak ketemu terus tiba tiba lo bilang mau nikah”


“hahahaha...biasa aja lah,tapi gue mohon jangan sampai ada yang tahu ya.Karena hanya sebatas keluarga kami yang tahu”mohon Dita.


“Iya tenang aja,tapi gimana ceritanya akhirnya om Adit ngajakin nikah lo?”Sonya penasaran


“Ceritanya panjang,ini semenjak kejadian Dion mau ngelecehin gue, akhirnya om Adit


memutuskan untuk ngelamar dan meminta gue untuk home schooling aja dengan


alasan untuk keamanan dan mau menjaga gue”Jelas Dita.


“ih...Sweet banget sih om Adit,kalau aja dia seumuran kita pasti udah gue kejar tuh cowok”

__ADS_1


“Sebelum lo kejar udah gue tonjok duluan lo”Dita melotot ke arah Sonya.


“upss,,,sory mode galaknya keluar”Sonya memasang mimik muka memelas.


“hahahahhahah”mereka tertawa bersama.


“kalau tertawa pelan pelan,anak gadis ketawanya kayak monster...”Terdengar suara Adrian dan menari


kursi di sebelah Dita.


“Eh lo dah dateng?”sapa Sonya.Sedangkan Dita sedikit kikuk.


“iya lah,suara ketawa kalian sampai terdengar dari depan sana”Adrian menunjuk keluar ruangan.


“Oh iya to..waduh...”Sonya sedikit kaget.Dita masih terdiam enggan untuk berbicara,ia mulai cemas karena kehadiran Adrian.Pasalnya ia tidak tahu kalau ada Adrian.


“Lo kenapa Dit kok sungkan gitu,biasa aja lah”Sonya yang menyadari perubahan sikap Dita.


“Eh,,,gak apa apa kok,gue merasa gak enak badan aja”Jawab Dita sedikit kikuk.


“Kalau lo gak nyaman karna gue,gue bakal balik sekarang Dit”Adrian merasa kehadirannya membuat Dita


tidak nyaman.


“eh,,gak yan gak apa apa,lo gak usah balik tetep disini aja”Dita menahan Adrian yang hampir beranjak


dari kursinya.


Pesanan mereka pun datang ,akhirnya suasana yang kaku bisa teralihkan.mereka menyantap makanan


mereka dengan bercanda,sesekali Sonya berkelakar memojokkan Dita.


Bahkan ia  tidak segan mengejek Adrian yang masih jomblo


dan gagal move on,tetapi Adrian terlihat selalu membela Dita.Sedangkan yang dibela terlihat banyak Diam karena merasa tidak enak.


Entah kenapa Dita merasa, terakhir mereka bertemu membuat Dita yakin kalau sahabatnya itu mempunyai rasa


padanya.


Setelah mereka puas mengobrol dan bercanda akhirnya mereka memutuskan pulang,Sonya mengantar Dita


pulang,sedangkan Adrian masih setia memakai motor sport miliknya.Mereka


berpisah di halaman cafe dan menuju tujuan masing masing.


Sesampainya di rumah ,Sonya langsung pamit pulang karena sudah malam.Dita segera masuk kedalam kamar dan


memebersihkan diri,tidak lupa ia mengganti baju dan gosok gigi seperti yang selalu


diingatkan Adit padanya sebelum tidur.


Pada saat hampir memejamkan mata tiba tiba ada sebuah pesan whatsapp dari om Adit.


---------My Lovelyuncle-------


“INI FOTO SIAPA????”


Dita begitu kaget melihat fotonya bersama Adrian di cafe tadi,bahkan gambar itu terlihat dari


samping hanya nampak dirinya bersama Adrian.


Bahkan di foto itu yang terkesan memegang tangan Adrian ,padahal saat itu Dita menahan Adrian yang hendak pergi karena dirinya yang terlihat tidak nyaman karenanya.


------------Dita----------


“Aku bisa


jelaskan,ini tidak yang seperti om bayangkan”.Pesan terkirim tetapi hanya centang satu yang berarti om adit mematikan ponselnya.


“Ah siallll siapa yang sudah berani melakukan ini semua?”Pikiran dita semrawut,ia yakin om Adit pasti marah karena tadi saat ijin Dita hanya mengatakan akan pergi dengan Sonya.


Dan pastinya ia mengira kalau Dita membohonginya.Apalagi Adit tidak begitu suka dengan Adrian.


♥️♥️♥️♥️


Author up lagi ya yuk tetap dukung author ya dengan cara tinghalkan jejak di kolom komentar,like,rate,vote,


**jangan lupa untuk follow dan join grup chat Author ya....


salam sayang dari Author**.

__ADS_1


__ADS_2