
*** Budayakan Like,vote,comment,rate juga boleh 😘***
Dua bulan berlalu sejak Adit bertemu Dita di sport centre,sejak itu pula mereka tidak pernah bertemu.Adit lebih sibuk mengembangkan bisnisnya dan tentu lebih intens hubungannya bersama Tiara.
Sedangkan Dita ia tengah sibuk mengerjakan tugas sekolah dan fokus menghadapi ujian kenaikan kelas.Hari harinya ia sibukkan dengan menyalurkan hobi menulisnya,sesekali ia mengajak Sonya dan Adrian untuk hangout bareng,setidaknya sejenak ia bisa melupakan om Adit,karna sebentar lagi om Adit akan resmi bertunangan dengan tante Tiara,dan sepertinya ia harus merelakannya.
Sore itu mereka bertiga mampir di sebuah kedai ice cream setelah hangout bareng,kedai ini adalah tempat yang pernah ia datangi bersama om Adit waktu itu.Awalnya ia sempat menolak,tapi Sonya dan Adrian memaksa, karna ini adalah tempat favorit mereka juga.Dita pun hanya bisa pasrah,sebenarnya berat sih ,karna ia semakin teringat kenangannya bersama Adit di tempat ini kala itu.
"Dita....,lo pesen apa?"tanya Sonya.
Dita masih tak bergeming,ia masih menikmati pemandangan sekitar,Adrian yang melihat tingkah sobatnya itu langsung mengetes kepala Dita.
"Awww sakit tau ...''dita memekik kesakitan
"Apaan sih lo yan,sakit tau"umpat Dita
"Nglamun aja....ditanya diem aja, lo mau ice cream apa?ditunggu masnya noh..."ujar adrian sedikit jengkel.
"O iya maaf maaf,aku ice cream strawberry aja"
"Berati,ice strawbery 2,choco bean satu,chicken sauce hot 3 ya,ditunggu ya"waitress segera berlalu.
"Eh besok sepulang sekolah nonton yuk,ada film baru lho"ajak adrian.
"Sorry gue gak bisa,ada janji"ujar sonya.
"Sok sibuk lo..."ejek adrian,dita masih asik membaca buku
novelnya.
"lha iya dong,sonya gitu lho...."
"Lo gimana dita?"tanya Adrian sambil menutup buku yang dibaca Dita.
"Dita kebiasaan deh,kalau lagi ngumpul kaya gini novelnya disimpan dong,gak ngehargain banget kita disini"adrian sedikit kecewa.
"Iya nih dit,lo kenapa sih akhir akhir ini diem mulu,lebih banyak murungnya"s
Sonya menambahi.
"Tau nih,dari kemaren suram amat wajahnya ni anak"
__ADS_1
"Iya iya maaf,nih gue tutup novelnya"Dita merasa tak enak dengan sahabatnya.
"Gimana lo bisa gak besok pulang sekolah nonton?"Adrian mengulangi pertanyaannya.
"Boleh lah,Sonya gimana?"tanya Dita
"Gue ada janji,lo berdua aja ya sama si adrian"ujar Sonya.
"Ok lah gak apa apa,nanti biar gue ijin sama papa.Lagian gue juga lagi suntuk lagi pengen hiburan biar jernih pikiran gue"setuju Dita.
"Lo kenapa sih kok jadi melo gini?"Sonya bertanya tanya.
"Palingan juga galau gara gara tuh om om.."sindir Adrian.
"ish...apaan sih lo yan,gak pwnting banget ngomongnya"Dita jengkel.
"kan emang biasanya kalau lo kayak gini ya gara gara tuh om om"tandas Adrian yang jengkel melihat sikap Dita yang berubah.
Pesenan mereka pun datang dan akhirnya perdebatan mereka berhenti .
"Oh ya dit gimana kabarnya om adit dah lama kayaknya gue gak lihat dia antar jemput lo lagi?" Tanya Sonya mencoba mencairkan suasana yang kaku akibat perdebatan dua sahabatnya.
"Sibuk dia...."Dita menjawab singkat sambil memakan makananya.
"Ish apaan sih lo,biarin aja kali dia pacaran,biar cepet nikah"Dita sesikit sensi saat Sonya membahas Adit.
"Biasa aja non gak usah pake ditekuk tuh muka" adrian melirik dita.
"Ada yang jeolus tuh yan... "Sindir sonya,Dita mendengus kesal mendengar celotehan mereka.
"Berarti benar kan tebakan gue"
"iya yan betul banget,Dita beneran galau gara gara om Adit"
"Ish. Rese ah kalian.."Dita semakin kesal karna ejekan kedua sahabatnya.
Dilahapnya chicken hot sauce miliknya hingga tak bersisa.Dan tumben banget Dita makan dalam satu kali hentakan.
"Si pipi tomat ngambek tuh,sampai kelabakan makannya,sekali lahap langsung habis,,laper atau baper non...."Adrian tambah meledek Dita.
"wkwkwkwk....bisa aja lo yan"sonia tertawa melihat sahabatnya yang makan kaya orang kesetanan.
__ADS_1
"udah deh gak usah ganggu gue,lagi laper berat,dasar netizen nyinyir kalian emang"
Mereka pun asyik dalam gurauan mereka,hingga terukir seutas senyum di wajah Dita .Hingga saat netranya bertemu dengan seseorang yang ia rindu berada di ujung sana,tatapan itu seolah menjadi penawar rindunya.Tetapi buru buru ia mengalihkan pandangannya karna ada sang wanita di sampingnya.
Adit segera berdiri dan menyusul Dita ,tapi Dita seolah tidak melihatnya.ia berusaha cuek dan pura pura tak melihatnya.
"Dita......bagaimana kabarnya?hang out disini juga ya?"sapa om Adit dengan senyuman khasnya.Teman teman dita pun kaget mendengar suara om Adit dari belakang mereka.
Padahal sedari tadi mereka membicarakannya,dan ternyata orangnya orangnya ada disini.
"Eh om adit.....gabung sini om"ajak Sonya basa basi.Sedangkan Dita yang ditanya hanya menunduk diam mengaduk ngaduk ice creamnya yang sudah habis.
"Makasih sonya,om sedang bersama teman,itu ada di meja sebelah sana"tunjuk Adit di salah satu meja,disana ada Tiara yang sedang menunggu.
"Calonnya ya om"goda Sonya sambil melirik ekspresi Dita.
"Insyaallah....." Adit melirik sekilas melihat ekspresi Dita yang datar.
"wah jangan lupa undangannya ya om"
",Pasti.spesial buat kalian"
"Kok gak dikenalin sih om calonnya,sonya kan juga pengen kenalan"
"Boleh...om panggilkan deh biar tante Tiara gabing disini"
Melihat suasana yang kaku Adrian berinisiatif mengajak mereka pulang.Karna ia tidak ingin Dita akan berubah murung lagi."hmmm maaf nih om mengganggu,kita iji pulang dulu ya,sudah sore ntar dicariin nyokap,soale tadi ijinnya gak lama lama hangoutnya. "
"Iya betul yan aku baru ingat kalau tadi belum ngabarin mama,maaf ya om kita duluan"Sonya pun beranjak dari tempat duduknya.
"iya gak papa silahkan,kalian hati hati di jalan."
Mereka pun beranjak dari kursinya, saat Dita hendak pergi om Adit mencekal pergelangan dita menahannya.Mereka pun sekilas bertatapan,ntah mengapa Dita melihat sorot mata om Adit yang kosong,dan dita pun langsung menunduk tak kuasa melihat tatapan itu.
"Om, dita baik baik aja kok,dita pulang dulu ya soalnya tadi dita dah janji sama papa gak bakalan lama lama" ujar Dita.
"Hati hati ya dita,om minta maaf"
"Jagain tante Tiara ya om,jangan suka nakal" dita tersenyum simpul,Adit pun melepas tangannya.Dita pun berlalu menyusul teman temannya.
Adit melihat punggung gadis kecilnya itu dengan perasaan nyeri.tanpa ia sadari ada sosok yang mengamatinya dari jauh.
__ADS_1
******