AKU MASIH ABG

AKU MASIH ABG
Sebuah Ikatan


__ADS_3

**Alhamdulillah,akhirnya author berhasil menyelesaikan part ini.


terima kasih yang sudah setia menunggu cerita receh ini**


đź’źđź’ź


Dita membantu mempersiapkan hidangan untuk sore nanti bersama mbok nah di dapur,Seharian ia merasa jenuh jika harus di kamar dan istirahat.Akhirnya ia memutuskan membantu mbok nah di dapur,awalnya mbok nah menolak tetapi karena Dita memaksa akhirnya ia menyerah dan membiarkan anak majikannya itu membantunya di dapur.


“Mbok sebenarnya ada apa sih kok masaknya spesial seperti ini?”tanya dita.


“lho Non Dita belum tahu memangnya?”tanya mbok nah balik.


“Gak tahu mbok”


“oh...nanti non Dita juga tahu”mbok nah seperti menyembunyikan sesuatu dari Dita.


“yah...mbok,aku penasaran.Bukannya nanti om Adit dan oma sudah biasa datang kesini,tapi kenapa hari ini begitu spesial”Dita masih penasaran.


“Non,,,mbok nah Cuma bisa berpesan pada non Dita,jangan pernah kecewakan den Adit,karena den adit itu orangnya baik banget.Kemaren saja pas non tidur gak bangun bangun den Adit panik sampai memanggil dokter ke rumah,bahkan ia rela menunggu non Dita sampai bangun sampai lupa makan.”jelas mbok nah.


Dita benar benar melongo mendengar penjelasan mbok nah,ternyata kekasihnya itu belum makan dan hanya menungguinya yang tidak bangun bangun.


“Pantas saja om Adit terlihat kusut dan lelah”gumam Dita.


Terdengar derap langkah menuju dapur menghampiri mereka.


“Dita kok belum siap siap”sapa pak Hendarto yang baru saja datang.


“eh papa,iya sebentar lagi pa “ujar Dita.


“Ya sudah kalau begitu,papa mandi dulu dan kamu jangan lupa ya,persiapkan dirimu dandan yang cantik,karena hari ini pasti hari spesial untukmu”pak hendarto meninggalkan Dita dan mbok nah di Dapur.


“ya sudah mbok,Dita siap siap dulu ya”ijin Dita pada mbok nah.


“iya non,”

__ADS_1


*******


Dita kini telah siap,mematut diri di depan cermin melihat dirinya yang terlihat cantik hari ini.Ia tersenyum melihat tubuhnya yang terlihat sedikit gemuk.Setiap hari sepulang dari kantor ia selalu diajak ke resto milik kekasihnya itu,dan ia selalu dipaksa untuk makan malam.Alhasil kini tubuhnya memang terlihat gemuk.


Setelah selesai bercermin,Dita segera turun kebawah.Ia mendengar suara oma kirana dan Adit yang sudah berada di ruang tamu.Ia segera menyusul mereka karena ia sudah kangen dengan oma kirana dan tentunya dengan om adit kesayangannya.


“Oma.....”Dita segera memeluk oma kirana dan duduk di sebelahnya,sedangkan adit duduk di sebelah pak hendarto.


“hai sayang...kamu baik baik saja kan?oma sangat khawatir saat mendengar cerita dar adit”Terlihat raut kekhawatiran dari wanita paruh baya itu.


“Aku baik baik saja oma,,buktinya dita bisa kumpul bareng oma”,mereka melanjutkan obrolan mereka hingga tidak menyadari keberadaan Adit dan pak hendarto.


“ehem...ehem....ehem....”terdengar Adit mendehem,karena Dita tidak menyapanya.


“Om Adit kenapa?aku ambilkan minum ya?”tanya Dita dengan polosnya,Adit hanya memberengut melihat Dita yang tidak peka.


“Dita,,kamu ini datang datang tidak menyapa kekasihmu malah asyik mengobrol”tegur pak hendarto yang tidak tahan melihat kepolosan putrinya itu.


“o...maaf om,Dita terlalu senang bertemu oma”ucap Dita .


“Mohon maaf om,seperti yang sudah saya sampaikan kemari,.bahwa kedatanganku bersama mama kali ini tidak lain untuk meminta dita pada om untuk menjadikannya istri,dan saya harap om merestuinya”.Ujar Adit yang berhasil membuat dita terkejut.Tante kirana dengan lembut menggenggam tangan Dita.Gadis itu serasa ingin teriak karna keterkejutannya,terlihat dari ekspresi wajahnya yang membulatkan matanya sempurna.


“saya pasti mersestuinya dit,apalagi setelah kejadian kemarin,saya tidak ingin hal buruk menimpa putri bungsuku.Dan Dita memang perlu seseorang yang bisa menjaganya,dan saya sepenuhnya percaya padamu.”Pak hendarto menyetujui rencana Adit tanpa meminta pertimbangan Dita.


Tante kirana menggenggam lebih erat tangan Dita mengelus punggung tangannya untuk menenangkannya,karena ia paham betul kalau gadis itu sangat terkejut dengan pinangan Adit yang mendadak sore ini.


“Terima kasih om,mungkin untuk pernikahannya bisa dipercepat,nanti biar saya yang mengurus segala sesuatunya.,Dan setelah menikah Dita masih bisa melanjutkan sekolah dengan home schooling agar ia bisa fokus mengurus perusahaan om,serta meminimilkan hal hal buruk yang tidak diinginkan”Adit mengutarakan rencananya.Dan lagi lagi Dita membulatkan matanya saking kagetnya.


“Baik ,saya setuju dengan rencanamu,saya rasa itu pilihan yang tetap”setuju pak hendarto dengan rencana Adit.


“Dita,,bagaimana denganmu sayang?”tanya tante kirana yang sedari tadi menggenggam tangan Dita.


Dita masih tidak dapat berbicara,terlalu banyak hal yang berputar dalam kepalanya.Tidak pernah terbayangkan jika ia harus menikah muda.Bagaimana nanti dengan sekolahnya,impiannya,bahkan ia benar benar belum siap untuk berumah tangga. Mengurus suami dan punya anak.Mengurus diri sendiri saja tidak bisa apalagi harus mengurus orang lain.Tetapi disisi lain Dita memang sayang pada kekasihnya itu dan tidak ingin kehilangannya.Tapi apa harus menikah secepat ini.


“Dita,papa hanya ingin yang terbaik untukmu,papa sadar kalau papa tidak bisa menjagamu selama 24 jam,dan papa hanya bisa percaya pada Adit”Pak hendarto mencoba meyakinkan Dita yang masih terdiam.

__ADS_1


“Tapi pa......”ucap Dita menggantung.


“Kamu tenang saja,pernikahanmu hanya diketahui oleh sebatas keluarga saja,tetapi akan berlangsung sah secara agama dan negara karena kamu telah 17 tahun.Dan yang pasti papa lebih tenang bila kamu bersama Adit,karena beberapa bulan kedepan papa akan sibuk megurusi proyek yang ada di Riau,Jadi papa akan lebih tenang meninggalkan kalian berdua jika sudah terikat dalam pernikahan”jelas pak hendarto yang mengerti akan kegalauan putri bungsunya itu.


“Saya setuju dengan pak Hen,apalagi Adit sudah waktunya menikah di usianya yang sekarang ini,setidaknya bila mereka menikah kita tidak perlu khawatir jika mereka sering berdua”imbuh tante kiran sambil melirik Dita.


“hahahha ...setidaknya Adit tidak perlu menahan kegemasannya pada putriku ini”pak Hen malah menggoda Adit yang memang selama ini selalu mencoba menahan kegemasannya pada gadis kecilnya itu selama bersama.


Adit benar benar tersipu malu,Pak Hendarto benar benar sudah membuatnya malu di depan mamanya dan Dita.Sedangkan dengan santainya pak Hendarto berekelakar.Bahkan ketika terjadi canadaan antara mereka Dita tidak bereaksi.


Dita masih terdiam tidak bisa berkata apa apa,ia hanya menundukkan wajah cantiknya dengan sejuta kebimbangan.Tante kirana melihat kegalauan pada dita dan berinisiatif mengajak pak hendarto membiarkan keduanya untuk berbicara.


“pak hen,sepertinya kita perlu membiarkan mereka berbicara tanpa ada campur tangan kita”.Tante kirana melihat Dita yang masih menunduk dan wajah putranya yang sudah was was karena takut penolakan dari Dita.


“sepertinya memang seperti itu,anak muda sekarang itu memang lebih menyukai privasi tanpa campur tangan dari orang tua”.pak hendarto dan tante tiara beranjak dari ruang tamu dan menuju ruang makan yang tengah disiapkan mbok nah untuk acara makan malam.


Adit mendekati Dita yang masih terdiam dan menunduk,Hatinya sebenarnya juga takut apabila ada penolakan dari Dita,gadis itu menampakkan wajah yang tidak seperti biasanya,seperti terbebani dengan keinginannya untuk meminangnya.Dalam pikirannya ia mulai merasa Dita belum benar benar bisa mencintai dan menerimanya sepenuhnya,apa karena dia masih ABG .Dan apa mungkin juga perasaannya pada Adit hanya sementara saja,karena ia terbiasa bersamanya sejak dulu.Dan perkataan Tiara tempo dulu,Dita hanya seorang bocah yang masih labil dan belum bisa serius dalam menjalin hubungan.


Mengingat itu membuat Adit frustasi,kini ia hanya bisa malu pada diri sendiri bila Dita sampai menolaknya,apa selama ini hanya dia yang terlalu percaya diri menanggapi perasaan Dita.Dan bahkan ia tidak pernah berpikir kalau di luar sana banyak pemuda yang lebih muda darinya yang bisa saja membuat Dita berpaling.


Disela sela pikirannya yang semrawut,ada sebuah tangan manis yang mencoba menggengganm tangannya dengan lembu terasa desiran hangat yang mengalir pada tubuhnya saat ini.Wajah gadis yang begitu ia sayangi kini telah tersenyum dengan wajah yang terlihat semringah.


“Dit,aku tidak akan memaksamu untuk menerima lamaranku,kamu berhak menolaknya jika kamu tidak suka,aku sadar akan perbedaan usia kita yang terlalu jauh,aku yang memang sudah saatnya untuk berkeluarga dan kamu yang perjalannya masih jauh untuk menggapai impianmu”ucap Adit yang sudah terlihat frustasi.


“Om...maafkan Dita”Dita mempererat genggamannya pada kekasihnya itu.


Adit menangkap netra kekasihnya itu,Bahkan ia sendiri belum siap jika harus ditolak dan harus sendiri lagi.Suasana yang tadi begitu hangat kini berubah menjadi dingin seperti es bagi Adit.Bahkan ia sendiri tidak tahu bagaimana menghadapi Dita esok hari jika ia ditolak.


********


**kali ini author butuh kalian ya gaes buat semangatin author...


jangan lupa like, komen,vote juga boleh banget


makasih**.....

__ADS_1


__ADS_2