AKU MASIH ABG

AKU MASIH ABG
sebungkus Rindu untuk mu


__ADS_3

Tak ubahnya orang yang sedang kasmaran.Rindu itu sangat menggebu,terbiasa bersama dan kini harus terpisah oleh jarak.Tiap hari hanya memandang wajahnya lewat hp.Hanya bisa mendamba,tapi tak bisa bertemu.


Aktivitas Dita sudah kembali normal.Kakinya sudah pulih,liburan sekolah ini ia sibukkan dengan pekerjaannya di kantor.Mengusir kerinduan yang kerap mendera hatinya.Dita hanya fokus menatap layar laptopnya,tetapi tak ubahnya manusia biasa،,terkadang bayangan Adit kerap muncul di layar laptopnya.Bahkan bayangan itu seolah nyata, benar-benar tersenyum kepadanya.


"Aish...benar-benar rindu itu menyebalkan"Dita menyenderkan punggungnya,Rasa kangennya benar benar sudah tingkat maksimal.Pagi ini suaminya pun belum menelpon Dita sama sekali.


Dita benar benar sudah mentok,akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke ruangan Adit saat masih aktif disini bersamanya.Setidaknya bisa mengobati rasa rindunya.


"Mbak Nadia,kalau ada yang mencariku,aku ada di ruangan mas Adit."


"Siap bu Dita"


Memasuki ruangan yang pernah menjadi saksi saat ia memberanikan diri mengungkapkan perasaannya pada Adit.Disaat ia ingin menjauh dan melupakan semua antara dirinya dan Adit,tetapi Adit malah memberinya harapan yang besar hingga kini mereka telah resmi dalam ikatan pernikahan.


"Om...aku kangen"lirih Dita memeluk foto Adit yang terpajang di meja kerjanya.


Dita memejamkan mata membayangkan kebersamaan mereka dari dulu sampai sekarang,saat mereka menghabiskan waktu di pantai,saat memandang langit biru,saat makan ice cream bersama,saat Adit memarahinya karena tiara,bahkan saat mereka hendak memadu kasih tetapi berulang kali gagal.


Dita hanya tersenyum membayangkan semua itu.Kenangan itu akan selalu ia simpan di dalam hati.


Dibukanya galeri photo di ponselnya.Ia melihat fotonya saat bersama di mall.Hal yang paling konyol yang dilakulan oleh seorang Adit di tempat umum.Tersenyum miris,lagi lagi ia tampakkan.Baru beberapa minggu menikah tapi sudah berjauhan.Bahkan dari kemarin Adit belum menelponnya.Padahal dalam satu hari biasanya suaminya akan menelpon 3-4 kali


"Kamu disana lagi apa om?aku kangen tau"memandangi foto Adit yang konyol saat foto di depan cermin.


"Kamu bohong,katanya akan selalu memberi kabar,tapi hari ini pun kamu belum menelponku".Perasaan Dita mulai mengharu.Rasanya ia benar-benar tidak tahan bila harus berjauhan.


pandangannya tertuju pada laci meja kerja Adit,


Tiba tiba saja ia penasaran dengan isi laci di meja kerja suaminya.Ia langsung membukanya dan ternyatatidak terkunci.Ia melihat banyak foto dirinya dari berbagai angel,bahkan Dita tidak mengetahui saat Adit diam diam mengambil gambarnya.


Dita tersenyum simpul,senang melihat fotonya disimpan di laci meja kerja suaminya.Ternyata diam diam Adit sudah memperhatikannya dari dulu.Membayangkannya saja Dita tidak pernah,dan ternyata cinta itu benar benar tidak memandang usia.Selisih usia dintara mereka seolah terkikis dengan besarnya rasa Cinta.Hufftt authornya mulai lebay deh 🙈


****


cinta itu buta dan tuli


tak melihat tak mendengar


namun datangnya dari hati


tidak bisa dipungkiri


itu benar memang benar


cinta itu ruang dan waktu


tak sekejap harus mau


cinta butuh ruang yang sepi


tuk mengutarakan hati


kamu aku bincang bincang


mau bilang cinta tapi takut salah


(halo kenapa? mau bilang apa sih? bilang aja, gpp kok...)


bilang tidak ya?


bilang tidak ya?


mau bilang sayang tapi bukan pacar


tembak tidak ya?


tembak tidak ya?


tembak tidak ya?

__ADS_1


tembak tidak ya?


tulusnya cinta yang aku berikan


tulus dari hatiku ini yang paling dalam


semoga kau mengerti


semoga kau mengerti


mau bilang cinta tapi takut salah


bilang tidak ya?


bilang tidak ya?


mau bilang sayang tapi bukan pacar


tembak tidak ya?


tembak tidak ya?


tembak tidak ya?


tembak tidak ya?


mau bilang cinta tapi takut salah


bilang tidak ya?


bilang tidak ya?


mau bilang sayang tapi bukan pacar


tembak tidak ya?


tembak tidak ya?


tembak tidak ya?


tembak tidak ya?


Dita menepikan mobilnya di cafe "aruna",perut Dita mulai terasa lapar.Sudah sejak siang ia belum makan.Dan pastinya sesampainya di rumah ia pasti malas mau memasak.Semenjak kondisinya pulih,ia meminta mbok Nah untuk kembali ke rumah papahnya.Dita hanya tidak ingin merepotkan.Dan pastinya Adit tidak mengetahui hal itu.


Dita memilih tempat untuk duduk dan memesan makanan pada waitress.sambil menunggu,Dita memainkan ponselnya.Sampai sekarang belum ada juga pesan ataupun panggilan dari Adit.


"Mas,kamu kenapa sih? "Lirih Dita berbicara pada ponselnya sendiri.


"Dita ya..."ada seseorang yang menyapa Dita.


"Iya,"Dita mengerutkan dahi,mengingat-,ingat siapa orang yang menyapanya,wajahnya tidak asing.


"Aku Bayu,temannya Adit"


"Oh..temannya mas Adit"


"Boleh aku duduk disini?"Tanya bayu.Dita mengangguk mempersilahkannya.Bayu segera menempatkan posisinya tepat di depan Dita.Pesanannya pun telah datang.Bayu memeprsilahkan Dita untuk menyantap hidangan dari cafe miliknya.


Baru kali ini Bayu melihat wajah Dita dari dekat."Adit memang juara dalam memilih istri,pantas saja ia rela menunggu Dita.Memang anaknya cantik kayak gini,semua mantannya pun lewat."batinnya dalam hati.


Merasa dipandangi Dita menghentikan aktivitas makannya,ia tidak biasa dipandangi seperti itu apalagi oleh pria lain."maaf om,kenapa ya?kok mandangi aku kayak gitu?aku jadi risih nih"ucap Dita tegas.Bayu tersentak mendengar ucapan Dita,tidak menyangka istri sahabatnya ini galak juga.


Bayu tersenyum"oh maaf Dit,aku hanya teringat Adit saja saat melihatmu"


"Om Adit?"seketika wajah Dita berubah murung.


Bayu malah heran apa yang sedang terjadi pada istri sahabatnya ini,tadi terlihat sangat galak.Dan sekarang berubah murung.Mungkin kalau Bayu menjadi Adit dia pasti sudah tidak sabar menghadapi abg Seperti Dita,meskipun ia memang cantik sih.


"Kenapa murung Dit?"tanya Bayu.

__ADS_1


Dita ragu,ia memang belum begitu mengenal bayu, sahabat Adit yang ia kenal hanua revan dan arka.Sedangkan yang lain ia hanya sebatas tahu saja dari cerita suaminya.


"Kamu kangen sama Adit?"Dita kaget mendengar ucapan Bayu.


"Kamu tenang aja Dita,aku sudah mengenal Adit sejak lama,dia adalah tipe laki laki setia dan mau mengorbankan apa saja demi orang yang dicintainya."Bayu paham akan apa yang dipikirlan Dita.Ia tahu dari revan bahwa Adit kini di tasik karena berurusan dengan keluarga Tiara


''iya om"jawab Dita singkat .


"Sebaiknya kamu pulang,bisa bisa Adit marah kalau tahu kamu makan di luar sendirian"nasehat Bayu,karena ia tahu bagaimana protectivenya Adit.


Dita tersenyum menanggapi Bayu,karena memang benar bila Adit tahu ia makan diluar sendiri.Bisa - bisa Dita diomeli terus menerus.


"Iya om Bayu,Dita pamit dulu ya"Dita beranjak ingin membayar bill pesanannya.


"Sudah, biar saya yang bayar,lagian ini cafe saya.semua gratis buat kamu",


"Wah terima kasih banyak om,aku pasti sering-,sering mampir kesini.Lumayan lah om buat menghemat biaya makan ,kalau makan disini digratisin sama om bayu." Mereka pun tertawa,sejenak Dita melupakan sosok yang sangat ia rindu.


***


Pagi ini Dita bangun malas-malasan.jam delapan pagi ia masih merebahkan tubuhnya di kasur.Kebetulan dita sedang berhalangan,jadi tidak ada tanggungan melakukan kewajiban shalat.


Ia meraih ponselnya dan menghubungi kontak seseorang.


"Mbak Nad,hari ini aku off ya.Cancel semua meeting.kalau ada yang penting kirim e_mail aja ."Dita segera menutup ponselnya tanpa menunggu jawaban dari Nadia.


Entah kesal atau bagaimana Hari ini Dita ingin sendiri.Kembali ia membuka ponsel dan menghubungi salah satu kontak di ponselnya.Dita mencoba menghubungi Adit,ponselnya sudah tersambung.tetapi Adit belum mengangkatnya.


",Kamu kenapa sih mas?dari kemaren susah dihubungi,revan dan cindy pun susah dihubungi".Dita melempar sembarang arah ponselnya di kasur.


"Hei panda,bilang sama bosmu!Dia sungguh menyebalkan"ucapnya pada boneka panda pwmberian Adit.


Ia beranjak dan langsung menuju dapur.Membuat coklat hangat dan roti selai untuk mengganjal perutnya di pagi hari.Ia mengahbiskan coklat hangatnya dan bergegas mandi pagi.Hari ini ia berencana untuk bertemu Sonya dan Adrian.


Sepertinya bertemu mereka akan membuat hatinya sedikit senang.Ia bersiap memakai setelan kaos dipadu rok hitam,memakai jaket jeans dan sepatu kats putih.


drrt...drrt...drrt...


ponsel Dita berdering,betapa senangnya dia mendapat panggilan dari Papahnya.Ia masuk kedalam mobil dan mengangkat telpon papahnya.


"halo pa"sapa Dita yang bersiap manghidupkan mesin mobil.


"Dita,kenapa kamu off hari ini?semua meeting kamu cancel."Dita hanya meringis karena ia tahu,kini papahnya sedang marah karena ulahnya.


"hehehe,pah Dita suntuk nih"


"Dita...kamu ini kenapa?"heran pak Hendarto.


"sudahlah pa,besok aku pasti akan mengurus semuanya.Janji."pinta Dita.Dan seperti biasa pak Hendarto tidak bisa menolak.


"Ingat...kamu sudah bersuami jangan keluyuran terus"Pak Hendarto paham bila Dita sudah seperti ini biasanya dia akan pergi bersama teman-temannya.


"Suaminya aja ada di jauh sana,tau deh ingat aku apa gak?"celetuk Dita karena jengkel.


"husss..kamu ini.Adit disana itu sedang berjuang untuk masa depan kalian,kamu malah cemburu gak beralasan.Dewasalah Dita"


Dita terdiam,"iya pa."


"Papa harap,jam 3 sore kamu harus sudah dirumah,sepulang dari kantor papa mampir kerumah"pak Hendarto menutup telponnya tanpa membiarkan Dita berbicara.


Terdiam dan tak bisa berkata apa-apa,ucapan papahnya sangat menampar dirinya.Ia benar benar gila karena rindu.Terlalu egois memang jika Dita berprasangka buruk.Sedangkan disana Adit berjuang untuk masa depan mereka.Memperjuangkan perusahaannya agar bisa membahagiakan keluarga kecilnya.


Ia kembali mengambil kunci mobilnya,ia turun dari mobil dan masuk kembali kerumah.Membatalkan janjinya bersama sahabatnya.Dan memilih mengurung diri di kamar.Mungkin nonton Drakor adalah pilihan terbaik baginya menghibur hatinya yang sedih.


*****


Ada yang mau nemenin Dita gak?


berdoa aja ya,semua akan baik baik saja..

__ADS_1


TBC


__ADS_2