
Pov Tiara
Bertemu dengan adit adalah kebahagiaan terbesar untukku,pribadi yang dewasa,sabar dan perhatian membuatku memantapkan pilihan padanya setelah 3 bulan mengenal dia lebih dekat.
Tapi ternyata semua tidak semudah yang aku bayangkan,banyak gosip yang beredar bahwa tidak mudah mendapatkan Adit,Banyak temanku yang mengatakan bahwa Adit terlalu lembek ,apalagi kalau sudah menyangkut gadis ABG anak partner bisnisnya ,pak Hendarto.Banyak mantan pacarnya yang kesal karna kekacauan yang ditimbulkan oleh gadis itu.
Tapi hal itu tidak akan membuat aku menyerah untuk tetap mendapatkan Adit,apalagi posisiku sangat menguntungkan.Ayahku adalah mantan dosennya saat kuliah dulu.Dan pamanku adalah investor pada proyeknya yang sedang berlangsung di Bandung.
Sebenarnya aku sedikit kecewa ketika ia membawaku makan malam di keluarga Hendarto partner bisnisnya.Ada gadis abg yang begitu manja dengannya,mungkin inilah gadis yang dimaksud teman temanku .Akupun bisa langsung menebak kalau gadis itu suka padanya,tetapi aku yakin a
Adit hanya menganggap dia seperti adik karna usianya yang masih terlalu muda,16 tahun.
Saat sekarang ini aku sedang fokus mempersiapkan pertunanganku dengan Adit,dan akhir akhir ini aku merasa resah ketika Adit tidak bisa dihubungi,berulang kali kutelpon tapi tidak ia tak mengangkat telponku.
Dan pagi ini aku mendapati Adit dan gadis ABG itu datang bergandengan.Cemburu pasti,tapi aku berusaha menepis semua itu karna dia hanya gadis ABG yang masih labil.Aku pun berusaha tenang saat mereka bersenda gurau di hadapanku,api cemburu telah membakar hatikuApalagi ia begitu akrab dengan tante kirana calon mertuaku,sungguh membuatku muak melihatnya.Aku memang harus extra sabar mengahadapi mereka, tapi kesabaran pasti ada batasnya dan aku tak akan membiarkannya.
"Sayang...?"suara Adit membuyarkan lamunanku
"Kamu kenapa kok melamun?"tanyanya lagi.
"Sedang bad mood aja"aku hanya menjawab singkat.
"Bad mood kenapa?kan ada aku"ia mencoba menggodaku
Aku pun tetap diam tak menjawab."Tiara,pliss ngomong sama aku kamu kenapa?"ia kembali mengulang pertanyaannya.
"Dit....."
"Ya..."ia menjawab singkat.
"Sebenarnya hubungan kamu dan dita seperti apa sih?" Aku mulai mengorek keterangan tentang Dita.
"Kenapa tiba tiba kamu bertanya seperti ini?"tanyanya heran.
__ADS_1
"Kamu masih tanya kenapa?"Aku mulai tak bisa mengendalikan emosi.
"Kamu itu yang aneh,aku dan Dita memang dekat sedari dulu,begitu pula keluarga kami"jelasnya padaku.
"Tapi kalian terlalu dekat Dit,tingkah kalian itu lebih mirip sepasang kekasih"
"Tiara....harusnya kamu tahu,aku tidak suka jika kamu berpikiran yang aneh aneh dengn Dita,janganlah seperti mantanku yang lain".ia menjawabnya begitu santai tanpa memikirkan perasaanku.
"Tapi aku perempuan biasa Dit,,"
"Justru itu aku memilihmu,aku harap kamu bisa menerima keadaan ini".ia masih saja membela gadis itu.
"Dit .....aku cemburu....!!!!!" Hatiku sudah tidak bisa aku tahan,dengan lantangnya aku berteriak.Ia pun segera menepikan mobilnya yang melihat aku histeris.
"Tiara" ia memegang tanganku dan memanggilku dengan lembut.
"Aku dan dita tidak lebih dari kakak dan adik,dia adalah gadis kecilku,kedekatan kita sudah terjalin saat dia kecil,dan dia pun sudah terbiasa denganku dan keluargaku,jadi aku mohon pengertianmu"ia mencoba mengulangi penjelasannya dengan lembut dan menatap mataku dengan sangat hangat.
"Hei.....sejak kapan kamu seperti ini?" ia mencoba menyelami isi hatiku.
"Sejak kamu tidak mengangkat telpon dariku,dan kamu pergi menghabiskan waktumu bersama dia" aku melepaskan tangannya,aku hanya bisa membuang muka ketika mwngetahui kenyataan yang menyakitkan yang aku tahu dari temanku yang melihat melihat mereka berdua di pantai kemarin.
"Adit...kamu tidak perlu membohongiku dan kamu tidak perlu tahu aku tahu semuanya dari mana"
"Ra,aku minta maaf,tapi kita hanya pergi bersama tidak lebih,disini kami hanya ingin saling menjaga perasaan ,rasa kekhawatiranku kepada dia tidak lebih dari rasa sayang sebagai om,dan dia juga sangat mengkhawatirkanmu apabila kamu cemburu dengan keberadaannya".Ia masih saja membela gadis itu,dan sepertinya aku memang harua bekerja keras agar ia berhenti memikirkan gadis kecil itu.
Aku masih saja tak bergeming,bagiku penjelasannya sangatlah klise.Aku yakin jika gadis itu mempunyai rasa cinta pada kekasihnya itu.
"Dan jujur dia sempat memarahiku karna aku tidak mengangkat telpon darimu,karna ia peduli padamu,dan selama ini dia selalu menghindar dariku hanya untuk menghargaimu"ia masih berusaha membujukku.
"Dan kemarin aku hanya ingin menjaganya,tetap menjaganya sebagai gadis kecilku,agar ia tetap tenang ketika tiba waktu pernikahan kita"adit kembali meraih tanganku dan berusaha kembali menyakinkanku.
"Apakah kamu yakin perasaan itu tidak lebih?"tanyaku merasa tidak percaya.
__ADS_1
"Aku sendiri tidak yakin dengan semua ini,jadi aku mohon bantu aku untuk menguatkan rasa ini".Aku tersentak mendengar perkataannya.Ada sedikit nyeri yang terukir,akan tetapi akan berusaha untuk merebut hati Adit agar bisa melupakan gadia ABG itu.
"Dit,,,,"ujarku lirih
.
"Aku mohon kamu tetap bisa menerima dita dalam hidupku,karna ia adalah bagian dari hidupku"ia kembali memohon,apakah begitu pentingnya gadis ini dihidupnya.
"Mungkin kamu memang harus mengenalnya lebih dekat,dia gadis yang baik,dan periang,kamu pasti suka"adit menarik daguku,aku tersipu saat ia memperlakukanku seperti ini.
"Dan satu lagi jangan pernah menangis lagi" adit mengusap air mataku.
"Karna kamu lebih cantik bila tersenyum"adit menggodaku.aku pun mulai luluh,kulihat kesungguhan dari hatinya untuk menjalin hubungan ini,hubungan yang awalnya dari perjodohan.Karna ia bertemu dengan ayahku.dan beliau mengenalkan kami.dan sekarang aku sudah bisa bernafas lega,karna kami akan segera bertunangan.
"Adit..berjanjilah kau akan tetap menjadi penjaga hatiku,kita kan lalui semuanya bersama"aku mencoba menggemggam tangannya meminta kepastian darinya.
"Terlalu besar rasa yang sudah aku tanam padamu,aku hanya takut ketika engkau berpaling padaku"aku mengungkapkan semua keluhku.
"Aku hanya tidak terbiasa melihat kedekatan kalian,apalagi banyak teman yang berkata kalau dita sering bermasalah dengan semua mantanmu"
"Dari situ aku beranggapan kalau gadis abg itu mencintaimu,terlihat dari tatapan mata dan tingkahnya"
"Tiara....buang jauh jauh pikiran itu,mungkin kita perlu berkencan mengajak dita agar kau bisa lebih mengenalnya"godanya padaku
"Adit........."aku pun sempat kesal ketika ia menggodaku.mana mungkin aku berkencan dengan gadis remaja yang bisa saja merebut calon suamiku.
Adit pun kembali menggenggam tanganku,ditatapnya wajahku lekat,aku merasa kikuk tak biasanya ia memandangku seperti ini,tapi pandangan matanya seperti menyihirku hingga aku luluh memaafkannya.
"Tiara i love u"ucap adit sembari mencium tangan tiara .
"Love u too"aku begitu bahagia mendengar adit mengucapkan kata itu layaknya abg yang tengah kasmaran.
Aku kira aku memang selangkah lebih maju dari gadis itu,Bahkan bisa dikatakan aku menag diatasnya ,karna aku lebih dewasa dan pastinya aku adalah calon tunangannya.
__ADS_1