AKU MASIH ABG

AKU MASIH ABG
LDR


__ADS_3

Rindu itu berat


Kalau kamu tidak kuat


Aku saja yang memikulnya


Mungkin ini adalah perasaan yang dirasakan oleh Dita saat ini berjauhan dengan sang suami dan menjalani hubungan jarak jauh sementara.Khwatir pasti karena urusan bisnis ini ada hubungannya dengan keluarga Tiara.Tapi Dita berpikir dewasa mengesampingkan ego.Karena ia percaya sepenuhnya pada Adit.Meakipun ada sih secuil rasa cemburu bergemuruh didadanya.


Satu minggu sudah, Dita tinggal dirumahnya bersama mbok Nah.Selama itu pula Adit mengurus proyeknya di Tasik.Mereka berhubungan jarak jauh dengan menelpon,dan terkadang melakukan video call.Karena Dita sangat rindu pada suaminya itu.Adit sengaja meminta mbok Nah untuk menemani istrinya.Karena ia tahu beliaulah yang bisa memahami Dita,apalagi dengan kondisi Dita yang saat sekarang ini masih kesulitan untuk berjalan.


Tak elak terkadang Dita sering merengek manja pada Adit saat di telpon.Ia mengeluh bosan dan kangen, membuat Adit harus ekstra menenangkan istrinya itu.


Hari ini hari terakhir Dita ujian semester,ia bisa menyelesaikannya dengan baik meskipun tanpa Adit menemaninya.Setelah merapikan semua buku dan perlengkapannya.Dita menghampiri mbok Nah yang sedang di dapur.Sepertinya Dita sudah mulai bosan.Kakinya sudah membaik,hanya saja ia masih kesulitan dalam berjalan.


"Mbok...lagi apa?"tanya Dita.


"Lagi merapikan dapur non"ujar mbok nah singkat.


Dita duduk dan memperhatikan mbok nah yang sedang bekerja.


"Mbok,temenin Dita ke taman dekat komplek sini yuk,Dita bosan nih"pinta Dita.Sejenak mbok Nah terlihat berpikir dengan permintaan Dita.


"Tapi non,nanti den Adit marah lho,kan kakinya belum sembuh total"Nasehat mbok Nah mendekati majikannya itu.


"Huft..mbok Nah kayak om Adit ah,lagian om Adit gak dirumah.Pasti dia gak tahu"Dita masih mencoba merayu mbok Nah.


Mbok Nah tidak tega melihat Dita yang sedih dan sepertinya ia memang butuh hiburan.Ia berinisiatif menelpon mang iwan agar mengantarnya bersama Dita ke taman.


Menghampiri Dita dan menepuk bahunya"Non,nanti kita ke taman diantar mang iwan ya".Seketika Dita tersenyum cerah.Sudah satu minggu lebih sejak insiden terpeleset itu Dita tidak bisa kemana-mana.Bahkan Adit memgawasinya dengan ketat meskipun berada si luar kota.Disaat senggang Adit pasti akan menelpon isttinya dan memastikan semua baik-baik saja.


Satu jam kemudian mang iwan sudah bersiap di halaman rumah Dita untuk mengantar majikannya itu jalan-jalan ke taman.Tak lupa mbok Nah menyiapkan kursi roda untuk majikannya.Mbok nah memapah Dita dan mang iwan melipat kursi rodanya memasukkan kedalam bagasi mobil.


Selama perjalanan Dita tak henti-hentinya mengobrol dengan mang Iwan dengan mbok Nah.Ia kangen berkumpul bersama ke dua orang yang selalu menemani hari-harinya di rumah.Dita menanyakan kabar pak Hendarto,serta kedua kakaknya yang masih tinggal dan rencana minggu depan baru kembali ke luar negri


Mang Iwan memarkirkan mobilnya di tempat parkir taman,membukakan pintu untuk majikannya dan menyiapkan kursi roda untuk Dita.Mbok Nah memapah Dita dan mendudukkannya di kursi roda.Dita meminta mbok Nah untu membawanya ke taman bunga.Ia ingin melihat bunga bunga yang tengah beremekaran di taman.Sudah lama ia tak menyambangi taman ini.Terakhir kali ia kesini saat galau dan bertemu Adrian.Dan kali ini ia galau karena Adit pergi ke luar kota beberapa hari untuk urusan bisnis.Hmmm sepertinya Dita harus membiasakannya.


"Non,sepertinya hp non Dita bunyi"ujar mbok nah menyadarkan Dita dari lamunannya.


"Eh..iya mbok"Dita segera melihat ponselnya,ada nama suaminya disana yang menelpon.


Segera Dita menggeser tombol hijau keatas,tampak Adit dengan keadaan yang sangat berantakan berada dalam sebuah ruangan rapat.Dibelakang Adit tampak revan dan cindy yang sedang berdiskusi.


"Hai sayangku"sapa Adit,memicingkan matanya melihat suasana disekitar Dita yang tidak asing baginya.


Dita hanya meringis,ia paham pasti Adit akan menceramahinya karena keluar rumah.Disaat kondisi kakinya masih cedera.


"Kamu dimana?bukannya kaki kamu belum pulih?"tanya Adit.

__ADS_1


"Ini di taman dekat komplek mas,aku juga ajak mbok nah dan mang Iwan lho untuk menemaniku"Dita mengarahkan ponselnya kearah mbok Nah dan mang iwan agar terlihat oleh Adit.


"Aku bosan mas,kamu sih gak pulang-pulang,gak kangen apa sama aku"Dita mulai protes dam cemberut.


"Yank...lihat nih keadanku sangat berantakan.Aku juga sangat kangen sama kamu.Tapi ya beginilah ,kami belum menemukan jalan keluar.Kamu yang sabar ya"Jelas Adit.Ia paham bila istrinya itu kesepian.Apalagi dia melarangnya untuk beraktivitas di kantor.


"Iya,semoga cepat ketemu jalan keluarnya,aku sudah kangen tau"rengek Dita manja.


"Iya...sayang".


Mereka pun melanjutkan obtolan vodeo call mereka,banyak hal yang diceritakan Dita pada suaminya,mulai sesil yang menemaninya tidur saat menginap,Sonya yang datang bersama Adrian.Dan bahkan Dita berusaha mendekatkan mereka berdua.Aditpun mendengarkan curhatan Dita agar rasa rindunya terobati.Obrolan mereka terputus saat meeting Adit dimulai lagi.Dengan berat hati Dita harus menutup telponnya.


*****


Menjelang sore Dita sudah sampai dirumah,ia mencoba membersihkan badannya sendiri tanpa bantuan mbok Nah.Ia berusaha sendiri tanpa harus merepotkan.Ia merasa kakinya sudah mulai membaik,hanya butuh ketelatenan saja melatihnya berjalan.


Ia berjalan pincang duduk di depan cermin.Dikeringkannya rambutnya yang basah menggunakan hair dryer.Setelah dirasa cukup ia menyisir rambutnya agar lebih rapi.Ia memandangi setiap inci wajahnya.Melihat bibirnya yang mungil ia teringat Adit.Yah...saat pertama kali mereka ciuman,antara malu tapi ia menyukainya,dan kali ini Dita benar-benar merasakan rindu berat.


Drt....drt....drt....


Ada satu pesan masuk pada ponsel dita.


📱 Sonya


Dita,lo dirumah gak?


📱Dita


📱Sonya


Gue nginep ya?🤗


📱Dita


Iya..........


Dita menutup ponselnya,Ia senang karena malam ini ada yang menemaninya tidur.Dita memanggil mbok Nah dam menyuruhnya menyiapkan makanan ,untuk makan malamnya dan menyambut kedatangan Sonya.


Selepas Maghrib sonya sudah sampai di rumah Dita,ia disambut dengan gembira oleh sahabatnya itu.Dita langsungengakak sahabatnya itu untuk makan malam.Sekalian menemaninya makan.Mereka menikamati hidangan yang telah disajikan mbok Nah,Sonya sangat antusias menikmati makan malamnya,Dita tersenyum mengamati tingkah sahabatnya itu.


Setelah makan malam,Dita mengajak Sonya menonton film drama kesukaannya di ruamg tengah.


Mereka tertawa ,tetapi selang sebentar sedih dan menangis.Mbok Nah dibuat geleng-geleng dengan tingkah mereka.


"Dit,om Adit belum pulang dari Tasik?"tanya Sonya sambil meneguk minuman botol.Dita melirik sahabtanya itu meletakkan snack yang ia pegang.


"Belum masih sibuk"

__ADS_1


"Ati-ati lho kalau ketemu tante tiara"Sonya sengaj melirik ingin tahu bagaimana ekapresinya Dita.


Wajahnya seketika muram,tangannya mengepal sangat terlihat jika ia cemburu.


"Hei,,santai aja Dit,gue bercanda"


"Sialan lo..."Dita menonyor lengan Sonya kesal.


Dita menggerutu melihat aksi sahabatnya yang membuat ia kesal.


"Lo sayang banget ya sama om Adit,sampe segitu marahnya gue nyebut nama tante Tiara"


"Ya iyalah,dia kan suami gue"


"Lha iya masa suami gue Dit"Sonya semakin menghoda Dita.


'ish... Rese lo ah"


Sonya mulai terdiam,ingin mengungkapkan sesuatu tapi ia masih ragu.


"Dit.."


"Hem..."


"Dipanggil jawabnya singkat gitu"protes Sonya


"Lha terus?ada apa Sonya ku sayang"


Sonya nampak ragu,tapi akhirnya ia mwmantapkan hati untuk bercerita dengan Dita.


"Tadi aku habis kenalan dengan cowok ganteng lho.."


"Siapa?"tanya Dita yang tidak heran bila sonya akan kegirangan jika melihat cowok ganteng.


Sonya sempat ragu,yapi akhirnya ia mantap menjawab pertanyaan Dita.


"Reynan".Dita membulatkan matanya kaget bila sahabatnya berkenalan dengan sepupunya Adit yang rese itu.


Dita terdiam,dia bingung mau menjelaskan kepada Sonya seperti apa,Tak pantas rasanya bila ia menghancurkan kebahagiaan sahabatnya itu.Tapi ia juga tidak mau bila reynan mempermainkan Sonya.


"Bukannya reynan itu sepupu om Adit bukan ?"tanya sonya yang masih penasaran.


"Iya,tapi....lo kan tahu sendiri tingkah lakunya kemaren?"


"Iya...tapi gue penasaran Dita"Sonya berusaha mengorek indormasi tentang Reynan.Tapi sepertimya ninil.Karena Dita tifak tertarik sama sekali membahas soal Reynan.Karena bagi Dita,Rrynan adalah pemuda yang kurang ajar.


dita lebih bersemangat membahas Adrian dan berusaha untuk mendekatkan merela berdua.Karena Dita hak mau Sonya malah jatuh cinta sama pemuda kurang ajar itu.

__ADS_1


**like,vote,comment,


♥️♥️♥️♥️**


__ADS_2