AKU MASIH ABG

AKU MASIH ABG
Terancam Batal


__ADS_3

Adit memperhatikan wanita itu dari tempat duduknya.Ia penasaran dengan apa yang terjadi dengan wanita itu saat ini.Kenapa ia berada di rumah salit ini.Terakhir kali mereka bertemu saat berada di kantornya,wanita itu sempat mencoba bunuh diri hanya untuk memintanya kembali dan saat itu pula terjadi kesalahpahaman antara Dirinya dan Dita.


Kembali ia memutar memori lama itu saat Dita merasa cemburu dan Dita mencoba memahami posisi Adit kala itu.Tetapi sekarang betapa egoisnya Adit yang terlalu cemburu hanya dengan melihat sebuah foto yang belum jelas kebenarannya.


Bahkan ia belum mendengar sama sekali penjelasan dari Dita,hanya menyimpulkan asumsinya sendiri.Betapa bodohnya Adit saat ini terlambat menyesali semua disaat sang kekasih tengah berbaring tidak sadarkan diri.


Karena terlalu lama berkelana dalam lamunannya,ia tidak menyadari wanita yang sedari tadi ia perhatikan sudah beranjak dari tempat duduknya.Hanya tersisa gelas cup bekas minumannya.


“Kemana perginya Tiara?”gumam Adit memgedarkan pandangan.


Karena kopi dan rokonya telah habis ia memutuskan beranjak dari kantin dan menuju taman di depan paviliun tempat Dita di rawat.


Ia benar benar membutuhkan pasokan udara yang segar,berada di taman adalah pilihan yang tepat untuk menyegarkan pikirannya.


Ia memilih menyandarkan tubuhnya pada bangku taman untuk menikamti udara malam di taman.Dada yang terasa sesak kini mulai terasa longgar.


Ia menghirup lekat lekat oxygen yang ada disekitar dengan memejamkan mata sehingga ia tidak menyadari banyak pasang mata yang melihatnya dengan aneh.


Setelah dirasa cukup ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang yang bisa membantunya dalam pemecahan masalah.


“Tolong cari tahu siapa yang mengirimkan foto ini dan berusaha menggagalkan rencana pernikahanku bersama Dita.”tukas adit pada seseorang di seberang sana dengan mengirimkan foto yang ia terima beberapa hari yang lalu.


“Siap...”


"Aku tunggu kabar darimu secepaynya"


Adit menutup panggilannya dan kembali menikmati udara malam di taman depan paviliun.


*****


Sementara di ruang perwatan Tante kirana dengan telaten menemani calon menantunya.Ia sadar karena perilaku anaknya membuat Dita seperti ini,dan ia sangat merasa bersalah.


Ia menyuruh mbok Nah untuk pulang kerumah bersama mang Iwan karena sudah ada Adit dan dirinya yang menjaga Dita di ruangannya.


Selain itu tante kirana mengkhawatirkan kesehatan mbok Nah yang menurun karena kelelahan menjaga Dita berapa waktu yang lalu,meskipun ia tahu mbok Nah menjaga Dita bersama Adrian.


Adrian kini berada di balik pintu ruang perawatan,ia mengurungkan niatnya masuk untuk menjenguk Dita karena keberadaan tante Kirana disana.


Ia melihat sabatnya dari balik pintu dengan perasaan masih khawatir.Saat dirasa cukup Adrian memutuskan untuk pulang,karena percuma saja dia disini tidak bisa masuk kedalam ruangan Dita melihat secara langsung keadaan sahabatnya itu.


Saat berjalan di lorong paviliun Adrian berpapasan dengan Adit yang hendak menuju ke ruangan Dita.Ia bersikap cuek dan acuh saat berpapasan dengan Adit.


Tiba tiba tangan Adrian terasa ada yang mencekal,tidak lain adalah Adt yang menahan tangannya.Adit memerlukan penjelasan secara langsung perihal fotonya bersama Dita.


“Bisa kita bicara? “tanya Adit dengan sorot tajam.

__ADS_1


“Bisa,tapi lepaskan tanganku,saya bukan penjahat yang harus digelandang”jawab Adrian dengan sinis.


"Ok" Adit melepaskan cengkramannyq.


Mereka berdua memilih berbicara di lorong paling ujung di paviliun agar pembicaraan mereka lebih nyaman.Khawatir jika tante Kirana sewaktu waktu memergoki mereka jika berbicara di lorong depan ruangan Dita.


“Sekarang tolong jelaskan apa maksud foto ini?”Adit menunjukkan sebuah foto di ponselnya kepada Adrian.


“Oh...itu”jawab Adrian datar tersenyum simpul.


“Apa maksud ucapanmu?”Adit menyorot tajam manik Adrian.


“Hahahaha tenanglah om,dalam situasi seperti ini kamu masih saja curiga dengan Dita,sungguh menyedihkan.Malang sekali nasib Dita mempunyai calon suami sepertimu”ucapan Adrian mampu menyulut emosi Adit.


“Jaga ucapanmu,aku percaya pada Dita,tetapi aku tidak bisa percaya dengan pemuda sepertimu.Yang mengatas namakan persahabatan dibalik cinta”Adit mencoba membuka fakta pada diri Adrian.


“Cih...apa bedanya dengan om?berpura pura menjadi figur kakak bagi Dita,tetapi tidak tahunya ada niat busuk dibaliknya.”Adrian membalas perkataan Adit yang sontak membuatnya mengepalkan tangan hendak memukul Adrian.


“kalau mau pukul,pukul saja om.siap siap saja setelah ini om bakal kehilangan Dita”tantang Adrian.Adit hanya menggeram tidak tahan,emosi nya sudah di puncak mendengar perkataan bocah ini.


"Dasar bocah,ternyata kamu lebih bahaya dari yang saya kira.Dita terlalu polos untuk terlalu percaya padamu."Tatapan Adit kini berubah sinis.


"Kita lihat saja nanti om,siapa yang akan bertahan disamping Dita.Aku atau om",Adrian menunjuk dengan jari telunjuknya.


“Adit ...lepaskan Adrian,apa-apaan kamu!”terdengar suara seseorang yang menegurnya.


“Om Hen?”Adit terkejut melihat calon mertuanya itu berada di tempat mereka sedang berbicara.


“Kamu tidak apa-apa Adrian?”Om hendarto terlihat lebih membela Adrian.


“Saya baik-baik saja om,saya paham mungkin om Adit memang sedang emosi karena foto itu”ujar Adrian dengan nada santai tapi mengejek kearah Adit.


“Om sangat berterima kasih padamu,karena pertolonganmu Dita bisa selamat dan cepat ditangani karena kecelakaan itu”


“Itu sudah kewajiban saya om,menjadi sahabat yang selalu ada buat Dita”Adrian menekankan kata terakhir yang membuat Adit semakin geram dengan tingkah bocah itu.


“Adit ,sepertinya kita perlu bicara.Adrian om pergi ke ruangan Dita dulu,terima kasih sudah menjaga anak om”ujar om Hendarto dan melangkah bersama Adit menuju ruangan Dita yang disana masih ada tante Kirana.


******


Didalam ruangan yang berukuran luas itu mereka bertiga terdiam tanpa ada satupun yang berbicara.Hanya terlihat linangan air mata dari mereka melihat keadaan Dita yang masih terbaring lemah.


Pak Hendarto sangat menyesali karena selama ini ia kurang perhatian pada putri bungsunya itu,bahkan ia mengingkari janjinya sendiri untuk mengurangi kesibukannya dan meluangkan waktu bersamanya.


Sebenarnya om Hendarto tidak mempermasalahkan kecelakaan yang terjadi pada Dita,tetapi karena tadi ia melihat kejadian Adit bersama Adrian membuat ia sedikit emosi pada rekan kerjanya itu.

__ADS_1


Beberapa hari ia merasa tidak tenang memikirkan putrinya,ia mencoba menelpon beberapa kali tetapi tidak tersambung.Padahal setiap hari Dita pasti melakukan Video Call padanyadi sela sela kegiatannya.


Ia mencoba untuk selalu berpikiran positif.Sampai tadi pagi ia mendapat pesan dari nomor misterius yang mengabarkan bahwa putrinya masuk rumah sakit karena kecelakaan.


Untuk memastikannya ia menelpon mang Iwan,tetapi tidak ada jawaban.Bahkan ia mencoba menelpon Adit tetapi hasilnya masih sama tidak ada jawaban.Kemudian ia memutuskan untuk menelpon Kirana calon besannya.Ia menjelaskan semuanya agar Pak Hendarto bisa berbesar hati menerima semuanya.


Hingga akhirnya ia langsung bertolak dari makassar dan membatalkan semua janjinya untuk melihat keadaan putrinya.


“Kirana,aku mohon jaga putriku ,aku ingin berbicara dengan Adit”


“Pasti,dia sudah kuanggap seperti putriku sendiri”Tante kirana menganggukkan kepalanya,ia mengisyaratkan pada putranya untuk legawa dengan segala keputusan yang diambil Hendarto.


Adit mengikuti langkah pak Hendarto keluar ruangan,ia memilih mengajak Adit berbicara di taman luar paviliun agar tidak menggangu pasien yang ada di dalam paviliun tersebut.


Mereka terdiam sesaat ,tidak ada yang memulai pembicaraan.Hingga dengan inisiatif Adit mencoba membuka pembicaraan diantara mereka.


“Om Adit benar-benar minta maaf sudah lalai menjaga Dita,harusnya Adit tidak terlalu emosi dan marah padanya”ujar Adit.


“Untuk masalah kecelakaan ,om tidak sepenuhnya menyalahkan kamu,Ditanya saja yang terlalu ngebut membawa mobil,anak itu memang keras kepala.Yang om sayangkan adalah kenapa kamu tidak mau mendengar penjelasan Dita terlebih dahulu soal fotonya bersama Adrian”


“Foto??”Adit terkejut mendengar pak Hendarto menyinggung soal foto.pasalnya ia tidak memberi tahu siapapun perihal foto itu.


“Kamu tahu kan Adrian itu sahabat Dita dari dulu,dan bahkan ia yang sudah menyelamatkan Dita saat kecelakaan.Jadi om harap kamu bisa mengerti semua ini.”Mendengarnya dada Adit terasa nyeri karena pak Hendarto terkesan lebih membela Adrian.


“iya om,saya tahu itu”jawab Adit lirih.


“Untuk soal pernikahanmu dengan Dita ,om harap kamu bisa menerima semua keputusan Dita saat ia sudah sadar,dan kamu tahu kan apa maksud dari perkataan om?”tanya pak Hendarto.


“Baik om”Adit terdengar lemas,ia tidak menyangka akan menjadi seperti ini.Rasanya ia sudah tidak punya energi lagi ketika mendengar perkataan pria disampingnya itu.


“Sebaiknya kamu pulang,biar om yang disini bersama mamahmu menjaga Dita,kamu perlu istirahat.Karena om yakin ini sangat tidak mudah bagimu”Pak Hendarto berlalu meninggalkan Adit memasuki paviliun,sedangkan Adit masih menundukkan wajahnya.


Ia berasa tidak punya energi untuk melangkahkan kakinya pulang.Percuma ia pulang jika pikirannya masih tertinggal di tempat ini.


Ia memutuskan untuk melangkahkan kakinya menuju musholla rumah sakit.Saat ini yang bisa ia lakukan adalah meminta pada Rabb-nya agar calon istrinya itu segera sadar dan bisa ceria seperti sedia kala,dan hanya pada Rabb-nya lah tempat mencurahkan segala kegundahan dan menenangkan hatinya untuk mencari solusi dari semuanya.


******


**Terima kasih tiada terkira untuk para readers yang sudah sempatkan baca cerita receh ini..


tetap dukung author ya..


Like,komen,vote and rate.


yang mau join grup chat welcome ya**...

__ADS_1


__ADS_2