AKU MASIH ABG

AKU MASIH ABG
Ketahuan


__ADS_3

**Tak kenal maka tak sayang,jangan lupa untuk vote dan follow author ya .


,❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️**


POV DITA


Setelah kejadian semalam aku lebih memilih mengurung dikamar.Aku memilih tidak masuk sekolah hari ini,bagiku kali ini aku hanya ingin berendam dan mendinginkan pikiranku yang sedang panas.Banyak pesan masuk via wa,mesennger,maupun instagram tapi tak kuhiraukan semuanya.


Bahkan panggilan dari om Adit tak kuhiraukan,aku tahu saat ini ia pasti sangat mengkhawatirkanku karna kejadian semalam,tapi aku benar benar butuh waktu untuk sendiri.Aku masih mengurung diri di kamar,berulang kali mbok inah mengetuk pintu kamarku,aku tak menyahut dan tidak membukakan pintu.Berulang kali wanita baya itu memanggil manggil namaku tapi tak kuhiraukan.


Aku mencoba meraih gawaiku,pelan pelan ku buka sosial mediaku,aku tak menyangka bahwa di berandaku banyak sekali hujatan hujatan yang mencibir dan menghinaku,Aku tak paham siapa mereka,aku pun tak mengenal mereka,tapi yang pasti mereka menyudutkanku sebagai perebut kekasih orang.


Kejadian semalam mebuatku menjadi kehilangan akal dan tak punya nyali untuk bertemu papa dan oma kirana.


Bagaimana tanggapan mereka jika aku telah berhubungan dengan om Adit,dan membuat hubungan om Adit dan tante tiara menjadi putus.


"Huft....apa yang harus aku lakukan"aku menghela napas kasar.


Ada satu message yang belum aku baca,ternyata berasal dari mbak nadia,asistenku di kantor.


"Bu dita,sebaiknya istirahat dulu saja beberapa hari sampai suasana menjadi tenang,dan saya yakin bu Dita pasti bisa"kurang lebih isi pesan mbak nadia menyemangatiku.


"Terima kasih mbak nadia supportnya"aku tersenyum,ternyata masih ada orang yang mendukungku.


"Apa berita ini sudah mencuat ke publik,hingga mbak nadia mengetahui apa yang terjadi"


Aku mencoba menjelajah di dunia maya,ternyata benar dugaanku,berita putus antara om Adit dan Tante Tiara telah tersebar dan disini akulah penyebabnya....


"Ini pasti perbuatan nenek lampir itu,fuh...kita lihat saja,aku yidak akan tinghal diam,"aku sangat geram karna perbuatannya telah mencemarkan nama baikku,dan yang aku khawatirkan hanyalah papa,karena ini pasti akan berimbas pada perusahaannya.


Apa yang akan papa pikirkan tentang anak gadisnya ini,pasti ia akan marah besar karena ini.


"Aku tidak boleh terlalu lama galau,aku harus bertindak,aku harus menemui om adit"aku segera merapikan pakaianku dan bersiap untuk menemui om Adit.


Aku menghubunginya berulang ulang tapi tidak ada jawaban.aku mencoba menelpon Cindi asistennya di kantor,tetapi menurut Cindi om Adit hari masuk kantor tetapi sejak siang tadi ia pergi keluar dan belum kembali sampai sekarang.


Akupun berusaha menelpon oma kirana siapa tahu om Adit ada dirumah,tetapi nihil tidak ada jawaban sama sekali dari oma kirana.Aku mencoba berpikir keras bagaimana cara untuk menyelesaikan masalah ini.


Aku hanya tidak ingin mak lampir itu tersenyum puas melihat kami bertengkar karena kekacauan yang dobuatnya,apalagi ini sudah menyangkut perusahaan.


"Sial....mak lampir itu benar benar sudah keterlaluan,awas saja..kalau ia sudah mulai mempengaruhi ayahku,aku tidak akan tinggal diam"gerutuku dalam hati.


Tok tok tok tok....


Terdengar suara pintu diketuk...


"Non dita...."terdengar suara mbok nah.


"Iya mbok,,"aku menyahutnya.

__ADS_1


"Non,sudah ditunggu tuan dibawah"ujar mbok nah.


"Iya mbok,aku segera turun".Ternyata papa sudah pulang,ada apa ini kenapa papa ingin bertemu denganku,apa i sudah mengetahui semuanya,sepertinya aku belum siap jika papa benar benar marah padaku kali ini.


Aku bergegas keluar dari kamar dan menuruni tangga menuju ruang keluarga yang sudah ada papa menunggu disana.Aku hanya memikirkan apa yang akan aku katakan pada papa,tidak mungkin aku mengatakan kalau aku sedang menjalin hubungan dengan om Adit.


Ya salam....om Adit juga susah dihubungi,apa ia tidak mengkhawatirkan aku,ini semua juga karna dia yang plin plan dan tidak bisa tegas mengambil keputusan dari dulu.


Andai saja ia berterus terang dari dulu , semua ini gak akan terjadi dan nenek lampir itu juga tidak akan hadir dalam kehidupannya.


Aku melihat papa sudah menungguku dengan ekspresinya yang datar,dan ternyata ia tidak sendiri.Ada oma Kirana dan om Adit sana,apa yang terjadi,apa mereka akan menghakimiku.ah semoga saja tidak.


"Pa...."aku memnggilnya lirih.


"Kamu sudah turun,duduk"ekspresi papa begitu dingin hingga membuat aku takut.Om Adit terlihat diam,begitupun oma kirana,melihatku dengan tatapan dingin.


"Kenapa seharian ini kamu mengurung diri di kamar?"tanya papa masih datar.


"Aku tidak enak badan"jawabku gugup.


Mereka masih memandangiku dengan tajam,bahkan om adit hanya bisa menunduk.


"Kamu tahu,pekerjaan kantor hari ini terbengkalai karna kamu tidak masuk hari ini"


"Tapi pa,aku tadi sudah memberi kabar mbak nadia",


"Apa kamu pikir jika memberi kabar nadia,pekerjaanmu akan beres"papa terlihat semakin emosi.


.


"Dita kamu harus lebih belajar bertanggungjawab lagi dalam melakukan pekerjaan"


"Baik pa".aku melirik arah om Adit,kali ini dia malah terkesen mengejek padaku.Apa ia tidak tahu keadaanku saat sekarang ini.


"Sekarang bisa kamu jelaskan ,apa gosip yang beredar di kantor itu benar?"tanya papa masih dengan nada tinggi.


"Soal itu......."aku menggantung ucapanku.


"Cepat jelaskan pada papa"


"Pak hen,sabar jangan membuat dita ketakutan."suara oma Kirana sedikit menenangkanku.Aku menghambur ke arah oma Kirana dan memeluknya erat,aku merasa tenang.Aku mengatyr napasku berusaha menjelaskan semuanya.


"Bagaimana tidak emosi tante,ini benar benar sudah keterlaluan"


"Tenanglah Dita,bicara pelan pelan,kami akan mendengarkanmu.Oma kirana mengelus ngelus punggungku.Hatiku merasa nyaman ada yang membelaku disini.


"Sebenarnya.........."sial,belum bercerita air mataku sudah menetes,aku tidak sanggup menceritakan semua yang terjadi,apalagi melihat papa begitu emosi.Tapi aku melihat dalam sekejab semuanya berubah,ada keanehan disini.


Papa terlihat sedikit tertawa,oma kirana tampak tidak bisa menahan tawa,sedangkan om adit ia berusaha tenang,tapi ia malah dengan santai tersenyum ketika melihat aku menangis.

__ADS_1


"Sayang...kenapa harus menangis,,ceritakanlah,"terdengar suara Oma kirana begitu lembut.


"Papa....maafkan aku pa,aku sudah membuat kantor kacau hari ini,jika papa ingin marah,marahlah padaku,dan uang lebih parah lagi,aku sudah membuat om Adit gagal menikah dengan Tante tiara..."


Seketika tawa mereka pecah.aku menjadi heran kenapa mereka tiba tiba tertawa,apa ada yang salah padaku.


Aku mencoba meminta penjelasan pada Adit,dengan santainya ia malah mengejekku.Benar ini pasti ada yang tidak beres.


"Sayang,sudahlah tidak ada yang perlu dimaafkan,bahkan kami sangat senang jika pada akhirnya kalian bersatu,kami merasa lega"ujar oma tiara.


"Jadi....kalian sudah tahu"aku sekilas melirik om adit yang berada di sampingku.


Papa hanya mengangguk.


"Papa hanya ingin kamu mengakuinya,tapi ternyata anak papa ini benar benar penakut"pak Hendarto masih tertawa.


"Apa kalian sengaja membuatku takut"aku mulai jengkel.


"Tenanglah Dita,kami semua hanya ingin melihatmu tersenyum,tudak usah kamu memikirkan Tiara"hibur oma Kirana.


"Tapi oma,gara gara aku,nama baik papa dan om Adit jadi rusak"aku kembali bersedih.


"Hei justru oma sangat berterima kasih padamu,berkat kamu adit tidak jadi menikah dengan perempuan seperti dia,dan tentunya oma lebih bahagia bila akhirnya adit bersanding dengan kamu,"ada rasa bahagia saat oma mengatakan hal itu.


"Tapi pa,,bagaimana dengan kondisi perusahaan papa,aku yakin ini akan mempengaruhi para investor kita pa"


.


"Untuk masalah perusahaan papa,biar papa yang urus,sejauh ini masih baik baik saja,mungkin malah perusahaan Adit yang ada di Bandung yang akan bermasalah,karna salah satu inveatornya adalah pama Tiara".


"Apa benar itu om?aku benar benar menyesal"


"Kenapa kamu harus sedih?bukannya aku lebih memilihmu,dari pada memepetahankan investor perusahaanku itu,untuk masalah investor masih banyak investor yang lain yang akan tertarik,tidak hanya om Danu,iya kan papa mertua".Seketika kami tertawa bersama mendengar celotehan om Adit.


"Untuk masalah perusahaanmu di Bandung,aku yang akan menggantikan Danu sebagai investor terbesar perusahaanmu itu,asal dengan syarat.jangan kau buat kecewa putri kesayanganku ini"


"Siap papa mertua..."


Kami pun kembali tertawa,ternyata masalah ini bisa terselesaikan,perbuatan jahat tifak akan selamanya menang,karna aku merasa beruntung dikelilingi orang orang yang begitu sayang padaku.


*******


Ini belum berakhir ya reader


Ini saya kasih cooling down dulu aja biar adem bacanya.


Terima kasih ya sudah mampir


Jangan lupa selalu budayakan like komen,vote juga boleh dengan senang hati.

__ADS_1


follow juga boleh,,karna tak kenal maka tak sayang.


__ADS_2