
Pukul 8 malam Adit baru saja menyelesaikan pekerjaan Dita yang tertunda dengan bantuan Nadia.Beruntung laptop Dita tertinggal di ruangannya, jadi lebih memudahkan Adit untuk mengecek pekerjaan kekasihnya.
Hari ini adalah hari yang melelahkan bagi Adit,karena ia harus mengurus dua perusahaan sekaligus.Tetapi rasa lelahnya terbayar dengan kabar dari mamahnya bahwa Dita mengalami perkembangan yang sangat pesat.Dan hal itu yang membuat Adit lebih bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaannya,Agar secepatnya dapat menemani Dita.
Suasana kantor begitu sepi,seluruh karyawan sudah pulang sejak pukul 5 sore tadi.Ia segera merapikan ruangan kerja Dita dan segera keluar menuju parkiran untuk bergegas ke rumah Sakit.Ia masih mengenakan pakaian kerja.Memakai kemeja biru polos yang digulung lengannya keatas hingga siku.wajahnya masih telihat tampan meski pikirannya begitu lelah seharian ini.
******
Saat berjalan menuju paviliun tempat Dita dirawat banyak pasang mata yang melihatnya begitu takjub.Diusianya yang sudah tidak terbilang muda.Pesona lelaki dewasa ini seolah tak pernah pudar.Bila saja saat ini ia berjalan bersama Dita bisa dipastikan kekasihnya itu akan memasang muka bahkan ia akan sangat cemburu ketika melihat para wanita itu memandang Adit takjub.Bahkan ia bisa cemberut dan ngambek berhari-hari pada Adit.
Ia segera membuka pintu ruangan Dita dirawat,disana hanya terdapat Dita yang sendirian terbaring di brankar.Mungkin mbok Nah sedang istirahat di Kantin rumah sakit karena masih terdapat barang bawaan milik mbok Nah tergeletak di sofa.Sedangkan mamahnya tadi sore memberi kabar bahwa ia akan kembali ke Batam karena ada hal yang penting.
Adit mendekatkan dirinya pada tubuh kekasihnya yang terbaring lemah.Diamatinya wajah Dita yang terlihat sangat cantik dan tersenyum manis malam ini.Karena badannya yang sudah terasa lelah Adit menyandarkan tubuh pada kursi di sebelah brankar.Menggenggam erat tangan Dita serta meletakkan kepalanya di samping tubuh Dita.
Karena tubuhnya tidak bisa diajak kompromi membuat ia tertidur pulas sembari menggenggam erat tangan kekasihnya itu.
Mbok Nah yang baru saja masuk,sangat bahagia melihat Adit yang sangat mencintai majikannya itu .Seolah tak ingin mengusik, mbok Nah bergegas mengambil bawaannya dan segera keluar ruangan karena tidak igin menggangu Adit yang terlihat lelah sekali.
Semalaman Adit masih menggenggam tangan Dita.Bahkan saat kehadiran pak Hendarto menggantikan mbok Nah untuk menjaga Dita,ia sama sekali tidak menyadarinya.Pak Hendarto merasa senang melihat Adit yang begitu perhatian pada putrinya.
Ia lebih memilih untuk Tidur di sofa dan membiarkan Adit tertidur dengan posisi seperti itu. Rasanya tidak tega jika harus membangunkan Adit yang terlihat sangat lelah sekali.Apalagi ia mendapat kabar dari Nadia bahwa Adit menyelesaikan pekerjaan Dita dan lembur sampai jam 8 malam.Padahal pagi tadi ia harus menyelesaikan pekerjaan di kantornya sendiri.
*******
Sinar matahari mulai terik dan memunculkan semburat cahaya dipagi hari.Pemuda yang tengah teridur dengan lelapnya masih saja menggenggam tangan kekasihnya dengan erat.Seakan tidak mau kehilangan.Adit merasakan sebuah tangan dengan lembut membelai rambutnya,belaian itu begitu lembut dan membuat ia nyaman dan bergeliat tanpa membuka matanya.Seakan ia enggan untuk bangun dari tidurnya.
Belaian itu semakin terasa nyata,menandakan ini bukan sebuah mimpi.Terdengar sebuah tawa kecil tertangkap indra pendengaran Adit.Semakin lama tawa itu semakin terasa nyata.
Dengan mata yang masih berat ia membuka matanya perlahan,mengangkat kepalanya yang masih terasa berat dengan tangan yang masih mengenggam erat Dita.
Tampak sosok gadis yang selama ini ia rindukan,yang selama ini khawatirkan.Yang beberapa hari ini selalu ada dalam pikirannya,yang selalu membuat ia cemburu dan berpikir tidak logis.
Ia tersenyum cantik,bahkan senyum itu yang selama ini ia nantikan.Ia memastikan membuka matanya lebar lebar,gadis itu tersenyum semakin manis dan membuat dirinya semakin gemas.
“Dita....”Adit terkejut mendapati gadis yang di depannya tersenyum adalah Dita.Refleks ia merengkuh tubuh gadis yang masih lemah duduk di atas brankar.
“Awww,,,sakit om...”pekik Dita saat reflek kekasihnya memeluk dirinya.
“Maaf maaf aku hanya terlalu senang”ujar Adit kemudian melepas pelukannya.
“Apa kamu baik baik saja?”tanya Adit panik.
Dita hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Adit yang khawatir.
“Sudahlah Dit,biarkan Dita istirahat dulu setelah tersadar dari komanya”ujar pak Hendarto yang melihat kekhawatiran Adit.
“Ish,,papa ganggu aja ah”Dita mulai membuka suara dan cemberut.
Pak Hendarto hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah putrinya yang kembali merajuk.
Adit tersenyum bahagia melihat kekasihnya itu kini telah sadar dan kembali seperti semula ,meskipun sifat ngambeknya itu bisa membuat Adit begitu kewalahan.
“Ok..ok..papa tidak akan mengganggu kalian,sekarang papa keluar.Adit jaga Dita baik-baik”ujar pak Hendarto sembari menepuk bahu Adit.
Dita kembali tersenyum saat papahnya memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua.
Adit masih tidak percaya bila gadis yang di depannya ini benar-benar Dita.Ia menyentil dahi gadis di depannya pelan.Ini sudah menjadi kebiasaannya saat Dita mulai membuat ulah.
“Awww.,,sakit om,”Dita memanyunkan bibirnya.
Adit malah tersenyum lebar melihat tingkah Dita yang kesakitan.Melihat kekasihnya sperti itu membuat ia sangat senang.Karena ini bukanlah mimpi tetapi memang kenyataan bahwa Dita telah sadar.
“Yank...”panggil Adit lirih.
“hmmm”
__ADS_1
“Sejak kapan kamu sadar?kenapa kamu tidak membangunkanku?”tanya Adit.
“Tadi pagi saat aku sadar, sebenarnya papa ingin membangunkan kamu saat dokter memeriksa keadanku,tetapi aku yang melarang papa,”jelas Dita.
“Kenapa?”tanya Adit
“Aku ingin melihat wajamu yang terlelap,dan ternyata baru pertama kali ini aku melihat kamu tidur saking lelapnya”ucap Dita sembari tertawa kecil.
“Tapi kan aku malu yank dilihat dokter,dikiranya aku ikutan koma kayak kamu sampai gak bangun bangun”canda Adit.
“Biarin ajah”
“Hmm...ya sudahlah,yang penting sekarang aku senang melihat kamu sudah sadar”ucap Adit mengangkat tubuhnya dan duduk diatas brankar disamping tubuh dita.
“Iya..entah kenapa dari kemarin dari dalam diriku berusaha untuk bangkit,ada dorongan yang kuat membuat aku ingin berjuang”ia melihat manik mata Adit yang terlihat berat.
“Dit,maafin om ya,”Adit menatap manik Dita.
Dita hanya menganggukkan kepalanya dan menunduk serasa tak ingin menatap wajah Adit.karena perasaan bersalah mengenai foto itu.
“Sudahlah,tidak usah kamu pikirkan tentang itu,aku yang terlalu cemburu,Sonya sudah menjelaskan semuanya lewat telepon”Adit mengangkat dagu Dita agar manik mata mereka bisa beradu.
“Om...”
“Stststts...adit menutup bibir Dita dengan telunjuknya.
“Aku hanya ingin kita kembali dari awal,saling percaya dan menghargai,itu adalah pondasi kuat dalam suatu hubungan.Dan mulai saat ini aku ingin membuang jauh jauh rasa cemburuku dengan menanam rasa percaya pada hubungan kita”Ucap Adit menatap manik Dita lekat.
Dita tersenyum haru mendengar perkataan Adit,entah kenapa hatinya kini terasa melankolis mendengar ucapan lelaki dewasa itu.Mengingat terakhir kali lelaki itu marah besar saat mendapatkan kiriman foto dirinya bersama Adrian hingga tak terasa matanya mulai berair.
“Kok nangis?”Adit memiringkan kepalanya melihat gadisnya yang sedang menangis.
“.............”Dita diam tak menyahut.
“Kan emang bener om yang sudah buat Dita menangis”ujar Dita mengusap air matanya.
“Huffft kau ini,memangnya apa yang membuat kamu menangis?”tanya Adit heran.
“..................”Dita terdiam,ragu ragu untuk menjawab.
“Kok malah diam?”tanya Adit.
“Aku...aku...aku terharu mendengar perkataan om”Dita menjawab pertanyaan Adit dengan nada malu.
“Dasar anak Abg ,mendengar seperti itu saja malah menangis”lirih Adit menggeleng-gelengkan kepalanya.
Dita hanya bisa tersenyum mendengar perkataan Adit yang pelan tetapi ia masih bisa mendengarnya.
“Tadi nangis,sekarang malah senyum senyum sendiri”Heran Adit.
“Om ganteng banget hari ini”Dita malah nyengir,entah apa yang ada dipikiran gadis itu.
“Kamu ini..sudah sudah sebaiknya kamu istirahat.”Adit malah tersenyum geli mendengar penuturan gadis kecinya itu.ia mengacak-ngacak kepala Dita karena benar benar gemas.Mereka tertawa bersama,tawa yang telah menghilang sejak beberapa hari yang lalu kini muncul kembali menghiasi pagi mereka.
Ada Raut tidak suka dari balik pintu yang sedari tadi memerhatikan mereka.Entah sejak kapan sosok itu muncul memperhatikan mereka yang sedang bercanda disana.Rahang yang mengeras serta tangan yang mengepal.Menunjukkan bahwa dia tidak menyukai kehangatan antara Dita dan Adit.Ia memilih pergi dan meninggalkan bingkisan yang ia bawa di depan pintu.
“Om Dita mau jalan jalan keluar”pinta Dita sambil memanyunkan bibirnya.
“Ish kamu ini ,baru sadar sudah meminta yang macam macam”tolak Adit.
“Tapi Dita bosan om..”rengek Dita.
“Huft....”Adit menarik napas kasar.
Ceklek...
__ADS_1
Tiba tiba pintu terbuka dan ada mbok Nah dan pak Hendarto masuk kedalam ruangan bergabung bersama mereka.Pak Hendarto terlihat membawa bingkisan yang ia temukan di depan pintu.
“Kalian ini pasti terlalu asik,sampai-sampai ada yang enggan masuk kedalam ruangan ini dan meninggalkan bawaannya”ujar pak Hendarto yang sudah hafal jika mereka bertemu.
Adit dan Dita berpandangan seolah tak mengerti yang diucapkan pak Hendarto.
“Tadi tuan menemukan sebuah bingkisan di depan pintu,kemungkinan orang yang mau mengunjungi non Dita enggan masuk”Jelas mbok Nah yang paham kebingungan Adit dan Dita.
“Siapa ya mbok?”tanya Dita heran.
Adit dan pak Hendarto saling melempar pandangan,sedangkan Dita berusaha berpikir keras siapa yang mengunjunginya.
“Sudah ,tidak perlu dipikrkan mungkin saja dia teman kamu.Sebaiknya kamu istirahat saja agar kondisi kamu cepat pulih”saran pak Hendarto yang khawatir pada putrinya.
“Tapi Dita bosan pa,,mau keluar jalan- jalan”rengek Dita yang sudah merasa jenuh di dalam ruangan.
“Tapi ijin dokter dulu ya?”tawar Adit yang mengerti apa yang diinginkan gadisnya itu.
“Dita,kamu ini baru sadar sudah kembali keras kepala”Pak Hendarto geleng-geleng melihat tingkah putrinya.Sedangkan Dita memanyunkan bibirnya mendengar perkataan ayahnya.
“Sudah gak apa-apa om.biar aku saja yang meminta ijin Dokter.”ujar Adit segera keluar ruangan untuk meminta persetujuan dokter yang merawat Dita.
“Dita,papa boleh tanya sesuatu?”Tanya pak Hendarto setelah Adit keluar ruangan.
“Tanya apa pa?”Tanya Dita heran.
“Emmmm.....apa kamu masih yakin untuk melanjutkan rencana pernikahanmu bersama Adit?”Tanya pak Hendarto ragu.
“Maksud papa?”Dita membulatkan matanya.
“Setelah kejadian kecelakaan ini apa kamu yakin untuk menikah dengan Adit?”tanya pak Hendarto mengulanginya.
“Aku juga sebenarnya kesal pa sama om Adit,tetapi ternyata rasa sayang Dita sudah terlalu besar untuknya sehingga membuatku tak ingin jauh darinya.Dan biarlah apa yang telah terjadi menjadi pelajaran kami agar lebih percaya satu sama lain.”
Pak Hendarto merengkuh tubuh putrinya itu,ia masih tak percaya ternyata putrinya telah beranjak dewasa.Dan kini ia akan segera menikah.Putri bungsunya yang ia rawat dari kecil tanpa kasih sayang seorang ibu,kini akan segera dipinang lelaki dan berumah tangga.
“Wah sepertinya aku sudah mengganggu nih?”Adit datang membawa kursi roda yang siap membawa Dita untuk keluar menikmati udara di luar.
Pak Hendarto melepas pelukannya dan menghapus air matanya.Dita tersenyum cerah melihat Adit yang kembali membawa kursi roda.
“Om,tadi dokter menyetujui permintaan Dita,tetapi dokter berpesan tidak boleh lama lama,karena tubuh Dita yang masih lemah”jelas Adit pada pak Hendarto.
“Baiklah,om percayakan Dita padamu.”
Adit mengangkat tubuh Dita dan mendudukkannya di kursi roda yang sudah ia siapkan.
Dengan ditemani mbok Nah,Adit membawa Dita menuju taman di depan paviliun.Wajah Dita begitu semringah,ia sungguh tidak sabar melihat pemandangan di luar.Berhari-hari tidak sadarkan diri membuat tubuhnya terasa lemah dan sangat jenuh meskipun lengannya masih terasa nyeri.
Mereka tiba di taman depan paviliun,Adit sengaja membawa Dita tepat berada di area hamparan bunga dekat air mancur di taman.Hal itu ia lakukan agar Dita bisa sedikit rileks.Mbok nah yang mendampingi mereka perlahan menarik diri seakan menyadari bahwa mereka ingin berdua.
“Mbok Nah mau kemana?”tegur Adit yang melihat pergerakan perempuan baya itu.
“Mbok mau kesana saja,nanti kalau butuh simbok panggil saja”tunjuk mbok nah ke arah bangku yang tidak jauh dari tempat mereka.
“Baik mbok”Adit mempersilahkannya.
Sepeninggal mbok Nah mereka berdua masih terdiam dan menikmati suasana di taman bunga.Dita memejamkan matanya menghirup udara luar yang beberapa hari ini tidak ia dapatkan.Sementara Adit ia berdiri di samping Dita melihat pemandangan di sekitar taman.
Ia melihat banyak orang yang berlalu lalang,Para dokter dan perawat serta para pengunjung rumah sakit.Ia menangkap sosok yang sangat ia kenal bersama seorang laki-laki berperawakan tinggi dan tampan sedang menemaninya.Postur tubuh dan gaya flamboyan lelaki itu tampak tak asing baginya.Ya..dia adalah Rio,seorang CEO yang pernah mencoba mendekati Dita.
“Sedang apa Tiara bersama Rio?ada hubungan apa mereka?”Adit penasaran dengan kedekatan mereka.
Bukan karena cemburu Adit melihat Tiara bersama pria lain,tetapi Adit paham betul siapa Rio.Ia adalah seorang pria yang suka mengencani wanita dan selalu menghempaskannya ketika sudah mendapatkan apa yang ia inginkan.Bahkan ia pernah berusaha mendekati Dita kala itu.
*****
__ADS_1