AKU MASIH ABG

AKU MASIH ABG
janji suci


__ADS_3

Pagi yang cerah di hari spesial Adit dan Dita .Langit seakan tersenyum cerah menyambut hati yang bahagia ini.


Matahari masih malu malu untuk menampakkan sinarnya.Hanya menampakkan semburat jingga di kala fajar .Burung berkicau bersautan menandakan bahwa alam pun turut bersuka cita menyambut hari pernikahan Adit dan Dita.


Kini Dita telah bersiap menunggu kedatangan seorang MUA yang siap meriasnya.Ia nampak gelisah tak karuan bolak balik di dalam kamar.Ingin menelpon Adit tetapi ia takut menggangunya.


Beruntung pagi ini Vira dan Sesil menemaninya di kamar.


"Aunty kenapa?"tanya Sesil yang bingung melihat Dita mondar mandir.


"Iya kamu kenapa dek?dibuat rileks aja.Sebentar lagi MUA pasti datang kok"Vira yang paham akan kegelisahan Dita meraih tangan Dita dan menyuruhnya duduk disampingnya.


"Kak,aku takut."Ujar Dita was was.


"Sudah,tidak ada yang perlu kamu khawatirkan"hibur Vira.


"aunty....ada sesil disini yang jagain aunty"sesik tersenyum imut menghibur Dita.


Dita tertawa melihat tingkah keponakannya yang menggemaskan.Kehadiran Sesil mampu mengurangi kegugupan Dita menghadapi pernikahannya yang tinggal beberapa jam lagi.


MUA sudah datang dan mulai merias wajah Dita.Sapuan MUA telah meluncur melukis wajah Dita ,siap mengubah sang putri terlihat cantik dan sempurna.


Sengaja Adit memilih MUA terbaik di kota ini karena ingin calon istrinya terlihat cantik di hari yang spesial.Dita meminta riasan yang natural disesuaikan dengan usianya.Karena ia tidak ingin riasan yang tebal dan sangat berat di wajahnya.Sebelumny Dita telah merundingkannya dengan Adit dan ia mnyetujuinya.


Wajah Dita telah dilukis dengan apik,kuas kuas telah menari indah di wajahnya.Sang keponakan takjub melihat auntynya yang telah didandani sangat cantik sekali hari ini.Dalam imajinasi anak-anak Dita nampak seperti princess.


Tak lupa sesil merengek kepada vira agar meriasnya seperti aunty.Akhirnya vira menyerah dan menuruti keinginan putrinya.


Selesai dirias Dita memakai gaun warna putih yang membuat dirinya makin terlihat sempurna,si perias mulai menampilkan keahliannya dalam memasang tutup kepala yang dipadupadankan dengan aksesoris.Tampilannya simple sesuai selera Dita ,tetapi terkesan sangat elegan dan menandakan Dita adalah gadis yang berkelas.Hmmm its so perfect, its look like a princess.


Dita masih tidak percaya melihat dirinya di depan cermin.Ia terlihat berbeda,meski riasannya natural tidak mengurangi kecantikan yang melekat pada dirinya.


"Its perfect,mbak Dita.Pak Adit pasti makin jatuh cinta"Goda si perias saat melihat Dita bercermin.


"Ah..mbaknya bisa aja"Dita nampak malu malu.


"Tapi kamu beneran cantik dek hari ini"kak Vira ikut memuji kecantikan Dita.


"aunty cantik lho...Sesil pengen juga jadi princess kaya aunty" Sesil mendekati Dita.


"ih...keponakan tante ini juga cantik lho...udah kaya princessnya aunty"Dita mencubit pipi sesil gemas.


Si perias meninggalkan Dita dan vira di dalam lamar untuk mempersiapkan keperluannya saat acara ijab nanti.


Vira mambantu Dita merapikan pakaian yang ddikenakan agar lebih nyaman dipakai.sedangkan sesil masih asik bertempur dengan alat make up aunty ny si meja rias milinya.


Dito dan Dilan memasuki kamar adik perempuan mereka.Untuk memastikan bahwa Dita telah siap.


Sama seperti yang lain,mereka pun takjub melihat kecantikan adiknya.Vira sengaja mengajak sesil keluar kamar untuk memberi waktu pada mereka bicara sebelum acara ijab qabul nanti.


"Dek,kamu cantik banget.persis banget sama mama"ujar Dilan kagum.


"Kak..."entah kenapa Dita menghambur memeluk Dilan


"Apa cuma kak Dilan saja yang dipeluk,aku tidak?",kini Dito bersuara.


Dita melonggarkan pelukannya dan meraih tubuh Dito dan memeluk mereka bersamaan.


"Kamu jangan nangis dek,nanti make upnya luntur,yang ada malah belepotan ",Dito mengelus bahu Dita.

__ADS_1


Dita tersenyum dan memukul bahu Dito,ia kangen saat mereka bersama kedua kakak yamg begitu menyayanginya dan selalu menjaganya saat masih kecil.


"Dek,semoga kamu bahagia ya,kakak turut senang jika kamu bahagia"Dito mengelus pucuk kepala Dita


"kalau Adit macam macam jangan lupa bilang sama kakak"kini Dilan yang bicara.


Mereka tersenyum."Aku benar benar tidak percaya kalau playboy macam Adit bakal jadi adik iparku"Dito menghela napas kasar.


"Ih..kak Dito kok gitu sih,,"Dita cemberut.


"Sudahlah,Itu kan hanya masa lalu dek,bukannya sekarang emily juga sudah menjadi istrimu bahkan kalian akan mempunyai seorang baby.Jadi kakak mohon buang rasa cemburumu yang tak beralasan."Dilan yang memahami apa yang dirasakan Dito menasehati adiknya itu.


"iya kak"Dito hanya mengangguk.


"Maafin kakak ya Dit.kakak hanya bisa berdoa untuk kebahagiaanmu",Kini mereka bertiga kembali berpelukan.


Ketiga kakak beradik itu terlarut dalam suasana haru.Adik bungsu mereka kini akan menjadi istri orang.Adik kecil yang sangat manja dan keras kepala akan pergi menuju kekeluarganya yang baru.


"Sudah dong jangan nangis,kalian ini adik adik kakak yang sangat cengeng"Dilan tertawa dan mencubit pipi Dita.


"Bukankah aku akan tetap menjadi adik kalian yang tercantik"Dita memanyunkan bibirnya.


"tentu adekku sayang"Dilan menjapit hidung Dita karena gemas.


Dito kini menggamit lengan dita."ayo calon pengantin,kita segera turun ke bawah.kasihan papa sudah menunggu lama".Dilan dan Dito bersamaan menggandeng adik bungsunya turun.


Saat menuruni tangga banyak pasang mata yang kagum menyambut mereka.terutama pak Hendarto yang seperti melihat wajah istrinya dalam diri Dita.


Semua menyambut dengan suka cita,candaan dan keharuan mengisi ruang rengah di sela persiapan mereka menuju resto Adit untuk acara pernikahan Dita.


"Sudah jam 9 ,sudah waktunya kita berangkat.come on baby,papa tidak ingin jauh jauh dari putri kesayanganku"pak Hendarto menggamit lengan Dita dan menggiringnya menuju mobil pengantin.Disusul Dilan bersama istri dan kedua anakanya.Serta Dito bersama eyang uti dan pamannya.


*****


Sementara di sebuah ruangan pribadi,Adit masih mondar mandir di depan cermin.Ia telah rapi mengenakan setelan jas putih dengan kombinasi warna siver.warna senada dengan gaun yang dikenakan Dita.


Ia merapikan rambutnya tapi kembali mengacaknya,begitu seterusnya.Baginya pagi ini benar benar sukses membuat dirinya gugup dan salah tingkah.Hari ini ia akan melepas masa lajangnya dan mempersunting gadis kecil yang selama ini menemani hari-harinya.


Ia tidak pernah sadar perasaan ini tumbuh dengan sendirinya.Selalu mnghabiskan waktu bersama membuat ia enggan berjauhan dengan gadis kecilnya.Rasa sayang yang semakin lama semakin tumbuh kokoh di hatinya .


Tok tok tok tok...


Tante kirana masuk kedalam ruangan pribadi putranya .


Kaget melihat putranya yang acak acakan rambutnya"Adit,kamu kenapa belum siap?rombongan sudah di perjalanan lho".tante Kirana mengingatkan putranya.


Adit menghela napas"Adit gugup mah".


"Itu wajar "tante Kirana tersenyum simpul.


"Mah,Adit sayang sama mama"Kini Adit memeluk erat tante Kirana.


"Dit,kini tugas mama sudah selesai.Kamu akan menikah dan mempunyai keluarga baru.Mama harap kamu akan selalu menjaga Dita,bahagiakan dia,jangan buat dia sedih.Dan ingat kamu harus bisa membimbingnya,kamu harus lebih banyak bersabar menghadapinya.Hilangkan egomu.Karena mamah yakin Dita adalah wanita yang baik untukmu"tante Kirana memberi wejangan pada putranya yang masih memeluknya.


"Aku janji mah،gak akan kecewain mamah"Adit melonggarkan pelukannya dan menghapus air mata tante kirana yang tumpah.


,"Ingat.jangan pernah memaksakan kehendakmu"tante Kirana tersenyum melotot ke arah putranya.


Adit hanya tersenyum menanggapi nasehat mamahnya,karena ia paham apa yang dimaksud mamahnya

__ADS_1


Tante kirana merapikan rambut dan jas putranya yang berantakan.Adit menikmati setiap perhatian mamahnya.


"Sekarang kita keluar,menyambut kedatangan calon istrimu"


"Dengan senang hati"Adit menyambut tangan mamahnya dan menggandengnya keluar ruangan.


****


Keluarga besar Adit sudah bersiap berkumpul di taman resto milik Adit.Dekorasi taman sangatlah elegan.Semua bernuansa putih,terdapat hamparan kain putih yang membentang pada Dinding kayu dengan hiasan bunga mawar putih di setiap sisinya.


Terdapat hiasan lampu yang menjuntai memenuhinya.Disisi sebelah kanan terdapat hiasan dari kaca yang memunculkan sinar yang berwarna warni di dalamnya.Tak lupa warna hijau menjadi penyeimbang tempat ini agar terlihat lebih asri.


Semua dekorasi ini adalah request khusus dari Dita yang meninginkan semuanya bernuansa putih,bahkan drescot para tamu undangan Dita menginginkan warna putih.Agar selaras dengan gaun yang ia kenakan.


Bunga mawar putih tidak terlewatkan di setiap sisi taman.Bunga ini merupakan bunga favorit Dita dan tante kirana.Mertua dan calon menantunya itu memang terlihat sangat


kompak dalam soal selera.


Mobil rombongan calon mempelai wanita telah tiba dan terparkir rapi.Iringan rombongan mempelai wanita memasuki area taman.Dita digandeng papahnya diiringi kedua kakaknya dan disusul keluarga dekatnya.


Adit begitu terpana melihat Dita ,waktu seolah berhenti menandakan Adit tak ingin beranjak dari tatapannya.Senyumnya yang manis sangat menghangatkan.wajah ayu nya sangat mempesona dengan riasan wajah yang natural.


Pak Hendarto menyenggol Dita,menggoda putrinya akan pesona yang ia pancarkan.


Adit tersenyum malu malu menghampiri Dita bersama pak Hendarto.


"Kamu sudah siap?calon istriku?"Adit mengulurkan tangannya .


Dita tersipu malu malu dan mengangguk.Diraihnya tangan Adit dan mereka berdampingan menuju tempat yang telah disiapkan untuk acara ijab qobul.


Mereka duduk berdampingan dengan ditemani pak Hendarto,kedua kakak Dita,serta kerabat dari pihak Adit.


Adit mulai menempatkan posisi berhadapan dengan pak Hendarto untuk melaksanakan prosesi ijab qobul.


Suasana taman menjadi Hening,lantunan ayat suci al quran mulai mengalun merdu dari seorang qori'ah ternama.Kini tiba waktunya Adit mengikrarkan ijab qobul .Dengan satu kali hentakkan Adit berhasil mengucapkan ijab qobul dengan lancar.


Suasana haru kini menyeruak,Dita mencium takzim punggung tangan Adit.Sebagai tanda bak inya kepada sang suami.Adit mencium kening Dita lama,serasa enggan melepas momen ini.Dita tersenyum malu,ia hanya menundukkan wajahnya .


Riuh para tamu undangan yang begitu bahagia melihat pasangan yang telah halal kini.Tante kirana langsung memeluk menantunya.seakan tak percaya jika keinginannya menjadi kenyataan menjadikan Dita sebagai menantunya.


Bergantian pak Hendaro memeluk Dita dan Adit.Dita terisak tidak sanggup menahan tangisnya,Adit menguatkan istrinya dengan menggenggam erat tangan sang istri.merengkuhnya agar tetap kokoh bersamanya .


"Selamat ya ,semoga kalian menjadi pasangan yang sakinah mawaddah warahmah"pesan pak Hendarto.


*****


**maafkan author ya,bukan maksud membuat galau para jomblo ..😅


menikah itu ibadah lho


semoga kalian yang belum menemukan jodohnya disegerakan ketemu sama jodohnya.


aminn.


dan yang sudah mempunyai calon segera dihalalin deh...


pasti bakalan lebih asyik pacaran setelah menikah.


Doa author untuk semua para reader tercintah..😘**

__ADS_1


__ADS_2