AKU MASIH ABG

AKU MASIH ABG
Jari Yang Tergerak.


__ADS_3

**♥️♥️♥️♥️


Author up lagi ya....


ayo donk tinggalin jejak,jangan lupa vote juga ya untuk kisahnya Dita dan Adit.


Aku pada kalian pokoknya.🥰🥰


*****


Adzan** subuh mulai berkumandang,para jama’ah shalat subuh yang berada dirumah sakit mulai berdatangan.


Adit baru menyadari bahwa dirinya kini tertidur di dalam musholla saat semalaman menceritakan keluh kesahnya pada Rabb-nya.


Ia bergegas mengambil air wudhu dan mengikuti shalat berjamaah bersama para jama’ah yang lain.Setelah menunaikan dua rakaat ia memanjatkan doa untuk kesembuhan calon istrinya dan diberi kemudahan dalam semuanya.


“Ya ALLAH,jika memang Dita adalah jodohku permudahkanlah semuanya,dan apabila ia memang bukan jodoh hamba jauhkanlah aku darinya ,karena aku benar benar tidak bisa jika jauh darinya”Pinta Adit.


Setelah selesai berdoa ia bergegas keluar musholla dan kembali menuju ruangan Dita.Ia membuka pelan pintu ruang perawatan Dita agar tidak mengganggu mamahnya dan pak Hendarto yang tertidur di sofa.


Ia berjalan pelan mendekati brankar tempat Dita berbaring.Wajahnya kali ini terlihat tersenyum cantik,tetapi ia masih memejamkan matanya.Perasaan tenang mengalir dalam hati Adit melihat kekasihnya itu tersenyum dalam tidurnya.


“Yank...aku pulang dulu ya,sepulang dari kantor aku pasti kesini menjagamu,dan nanti ketika aku datang aku ingin mendengar kabar bahagia darimu”ucapnya lirih sembari mencium lama kening Dita.Ada rasa tidak rela meninggalkannya kali ini,tetapi ada banyak pekerjaan yang harus ia kerjaan,bahkan ia juga harus nenghandle pekerjaan Dita yang tertunda.


Bulir air mata menetes dari sudut kelopak mata Dita,ia seperti merespon perkataan dan pergerakan yang dilakukan Adit.Setelah dirasa tenang adit melepas bibirnya yang menempel di kening Dita dan segera pergi dari ruagan itu sebelum mereka terbangun menyadari kehadirannya.


Karena badannya yang terasa lelah Adit memutuskan untuk pulang terlebih dahulu.Ia harus menjaga kondisi badannya agar bisa selalu menjaga Dita.


Sesampainya dirumah ia merebahkan diri dan memejamkan matanya.Karena Sebelum jam delapan pagi ia harus pergi ke kantor.


******


“Yan ,sepulang sekolah nanti kita jenguk Dita ya?” ajak Sonya saat di dalam kelas.


“Males ah”ujar Adrian malas.


“Tumben banget lo,biasanya lo paling semangat kalau ke rumah sakit buat jagain Dita”Heran Sonya yang melihat perubahan sikap sahabatnya.


“Males gue ada om Adit disana,tuh orang pasti banyak pertanyaan”ekspresi Adrian terlihat tidak suka.


“Lha kan om Adit calon suaminya Dita,jangan bilang kalau lo suka sama Dita yan?”Sonya mengintrogasi sahabatnya itu.

__ADS_1


“..............”Adrian diam tak menjawab pertanyaan Sonya.


“Yan kalau lo diem berati beneran lo suka sama Dita”Sonya menatap tajam pemuda disampingnya itu.


“Huft....”Adrian menghembuskan nafasnya kasar bingung mau berkata apa.


“Fix..sekarang gue tahu kenapa lo gak suka sama om Adit,ternyata itu semua karena lo ada rasa sama Dita”Sonya menyimpulkan sendiri asumsinya.


“Nya,gue mohon lo gak usah bahas ini,gue tahu rasa gue Cuma sepihak,tapi gue gak mau jauh dari Dita”Pinta Adrian.


“kalau lo suka kenapa lo gak pernah bilang?”


“Gue takut Dita bakal ngejauhin gue,dan gue tahu Dita dari dulu udah deket sama om Adit.Gue gak pernah ada kesempatan, Nya.”jelas Adrian.


“Yan...”


“Makanya kemarin gue minta bantuan lho buat ngajak Dita ketemu di Cafe,itu karena gue ingin ngelihat senyumnya Dita,dan itu sudah buat gue bahagia”


“Tapi gara-gara itu Dita malah bermasalah dengan om Adit,gue malah gak enak yan.mungkin gue bakal jelasin ke om Adit soal kita ketemu di cafe itu”ungkap Sonya yang merasa bersalah.


“Sudahlah nya,itu gak penting,lagian tuh om om emang gak pantes buat Dita,selalu buat Dita Nangis dan sedih”ujar Adrian tidak suka.


“kok lho gitu sih,jangan bilang kalau ini semua kerjaan lo ya yang udah buat mereka salah paham”selidik Sonya yang melihat gelagat aneh pada sahabatnya.


Belum sempat Sonya mengorek lebih jauh bel tanda masuk telah berbunyi membuat perbincangan dua sahabat itu harus terhenti.


*******


Seorang dokter dan perawat kini berkunjung mengontrol keadaan Dita.Dengan telaten perawat memberihkan tubuh Dita dan mengecek infus dan denyut nadi Dita.sesekali perawat dan dokter terlibat percakapan yang serius mengenai perkembangan keadaan Dita.


“Bagaimana dok keadaan putri saya?”tanya pak Hendarto selepas dokter memeriksa Dita.


“Perkembangannya cukup bagus,tetapi memang Dita masih belum sadarkan diri,mungkin lebih baik jika dia ditemani dan diajak berbicara dengan orang orang terdekatnya,mungkin dengan orang yang paling ia sayangi bisa menimbulkan pengaruh yang sangat baik untuk perkembangannya.Karena di bawah alam sadarnya ia masih merespon apa yang dikatakan orang orang disekitarnya.”jelas dokter yang merawat Dita.


“Baik dok,semoga putri saya bisa segera pulih”


“Kita berdoa saja pak untuk yang terbaik bagi Dita”Dokter dan perawat meninggalkan pak Hendarto dan Tante Kirana di dalam ruangan.


Pak Hendarto menghempaskan tubuhnya pada sofa,ia benar benar senang mendengar perkataan Dokter yang menyatakan Dita mengalami banyak perkembangan.Ia sadar kehadiran Adit di sisi putrinya akan membawa pengaruh yang besar pada kesembuhan Dita.Tetapi disisi lain ia ingin memberi pelajaran untuk calon menantunya itu karena cemburunya yang berlebihan.Ia begitu terkejut ketika mendapat kabar bila hubungan mereka sedang tidak harmonis pada saat Dita kecelakaan hanya karena sebuah foto.


“Sudahlah Hen,kamu buang egomu.Ini semua demi kesembuhan Dita”ujar Tante kiran seolah mengerti apa yang ada dalam pikiran pak Hendarto.

__ADS_1


“Tapi kirana,putramu sungguh keterlaluan”pak Hendarto menghela nafas.


“Aku tahu dia itu terlalu cemburu,tapi aku mohon berilah ia kesempatan,untuk masalah pernikahan aku serahkan semuanya pada Dita untuk melanjutkannya atau tidak”Tante kirana mencoba bernego pada calon besannya itu.


“Kamu itu memang dari dulu pandai membujuk ,Aku kasih kesempatan pada Adit,tapi tetap semuanya aku kembalikan keputusannya pada Dita saat ia sudah sadar”Akhirnya pak Hendarto menyetujui permintaan tante Kirana.


“Terima kasih Hen,semoga ini semua jalan terbaik”Tante Kirana tersenyum lega karena Adit mendapatkan kesempatan untuk menemui Dita.


Tanpa pikir panjang tante Kirana segera mengirim pesan kepada Adit agar segera datang ke rumah sakit apabila pekerjaannya telah selesai,karena pak Hendarto telah mengijinkannya untuk beremu dengan Dita.Tak lupa pula ia menyampaikan perkembangan Dita pada putranya itu.Ia sangat khawatir melohat keadaan putranya yang sangat terpukul saat mengetahui kekasihnya kecelakaan dan koma.


*****


Pada saat jam besuk bagi pengunjung umum rumah sakit dibuka,Sonya segera melangkahkan kakinya menuju ruangan Dita.Ia masih mengenakan seragam sekolah dan memakai jaket untuk menutupi seragamnya.Kali ini ia sendirian tanpa ditemani Adrian.karena Adrian dengan terang-terangan tidak ingin bertemu dengan Adit.


Sonya tidak pernah mempermasalahkan keputusan Adrian,karena yang terpenting baginya adalah menjenguk Dita.


Sonya membuka pintu ruangan Dita dan melihat sahabatnya itu masih tertidur hanya ditemani mbok Nah disampingnya.Pak Hendarto dan tante kirana memutuskan untuk beristirahat sebentar dan digantikan mbok Nah untuk menjaga Dita.


Sonya bersalaman pada mbok Nah dan mendekati sahabatnya itu.Wajahnya kini terlihat cantik dan lebih berseri dibandingkan beberapa hari yang lalu terlihat sedih dalam keadaan koma.


“Dita,kapan lo bangun?gue gaka da teman main nih,gak ada yang suka traktir gue,gak ada yang suka dengerin curhatan gue “Sonya malah terbawa suasana melihat keadaan sahabatnya.


“Lo tau gak sih,Adrian sekarang udah gak asik,gue kesepian Dit ,meskipun kemarin kemarin lo sibuk tapi kita masih bisa telponan buat melepas rindu”


“Terus sekarang kalau gue kangen lo,siapa yang gue telpon?”Sonya semakin larut dalam kesedihannya.


“Lo cepetan bangun ya,biar ada yang gue telpon jika gue kangen,biar ada yang traktir gue kalau uang jajan gue di potong sama mama”


“Lo cepetin bangun,kalau lo gak mau bangun om Adit nanti gue ambil lho...”


“Hehehe..gak lah Dit gue bercanda,kan lo tahu sendiri gue gak suka sama om om kayak om Aditmu itu,karena kalian itu pasangan yang cocok.Lo gak kasian apa sama om Aditmu itu,apa kamu gak ingat saat lo nangis nangis gara gara om Adit mau tunangan sama tante Tiara,sampai sampai lo maksa gue buat nemenin makan ice cream seharian”kenang Sonya saat itu.


“Masak lo mau biarin om Adit balik lagi sama tuh tante lampir sih,makanya lo cepetan bangun ya,,”Sonya makin terisak mengingat semua kenangannnya bersama Dita.


Mbok Nah merengkuh tubuh gadis belia itu,mereka larut dalam isakan melihat keadaan orang yang mereka sayangi tertidur cukup lama.


Disaat mereka terlarut dalam kesedihan tanpa Disadari sebuah jari bergerak tanda merespon kejadian yang terjadi,terdapat air mata yang menetes dari sudut mata Dita,seolah merasakan apa yang sedang Sonya dan mbok Nah rasakan.


*******


**Author kok jadi ikutan mewek sih..

__ADS_1


yuk kita bantu doa ya biar Dita cepetan bangun.


makasih buat yang setia sama Dita dan Adit**.


__ADS_2