
Dita langsung turun dan tidak menghiraukan Adit yang masih ada di dalam mobil,Melihat perubahan sikap Dita membuat Adit heran dan menghela napas,sepertinya gadis kecilnya mulai merajuk,tapi entah apa yang membuatnya seperti itu.
"Argh.."Adit mengacak rambutnya frustasi.
Sebenarnya ia ingin mencari alasan kenapa istrinya tiba tiba merajuk,Tetapi karena sudah ada janji dengan stafnya, mungkin sementara ia akan mengabaikannya dulu .
Adit menyusul Dita kedalam untuk berpamitan dan mengambil berkas penting miliknya.Ternyata pintu kamar mereka tertutup rapat.Adit mencoba mngetuk pintu,tapi tetap tidak ada sahutan.
"Yank...."Adit mengetuk pintu dan memanggil Dita berulang kali.
"..........."tidak ada sahutan.
"Huft....kenapa lagi Dita ?"Adit kembali mengetuk pintu, sudah tidak ada waktu lagi jam meetingnya sudah mepet.
Ceklek...Dita membukakan pintu,wajahnya tampak kusut.Kelopak matanya terlihat sembab.Pasti dia menangis didalam.
"Yank,aku ke kantor dulu ya,ada urusan yang harus diselesaikan sore ini juga"ujar Adit sembari menatap wajah istrinya yang kusut.
Dita tampak kecewa,harusnya Adit masih cuti dan tidak mementingkan pekerjaannya.
"Kamu baik baik dirumah ya,aku usahakan pulang cepat"mencium kening Dita dan mengusap mata Dita yang sembab.
",Aku mau tidur..."Dita langsung menutup pintu kamarnya tanpa mempedulikan sang suami dan mengantarnya ke depan.
Kaget dan shock pastinya, melihat tingkah Dita yang tidak seperti biasa.Adit ingin menemaninya,tetapi ia harus menyelesaikan masalah proyek di tasik secepatnya.Setidaknya setelah itu ia bisa bernapas lega dan menjadwalkan agenda liburan bersama.
"Maafkan aku Dit,tapi aku akan usahakan pulang secepatnya,ini hanya masalah keadaan"batin Adit.Ia segera bergegas mengambil berkas di ruang kerjanya dan segera pergi menuju kantor.
Sebenarmya pikirannya tidak tenang meninggalkan Dita dengan keadaan seperti itu.Tapi apa boleh buat,menikah dengan gadis Abg memang perlu kesabaran yang ekstra baginya.Apalagi istrinya masih tahap proses pendewasaan.Memang harus slow motion gaes,meskipun sebenarnya dalam hati memang tidak sabarš¤.
Deru mobil Adit mulai terdengar menjauh,Dita makin kesal dengan Adit yang tidak membujuknya atupun menemaninya.hadeh...Dita mulai menunjukkan sifat abg nya nih,benar-benar merepotkan kalau sudah seperti ini.
"Om Adit nyebelin......"Dita setengah berteriak.
__ADS_1
Ia membuang selimut,bantal,guling berserakan di lantai kamar,Bisa dibayangkan situasi kamar Dita yang berantakan sekali akibat ulah Dita.Setelah puas melampiaskan amarahnya Dita mulai merebahkan tubuhnya dan tertidur dengan hatinya yang lelah.
******
Di lain tempat Adit mengadakan meeting dadakan dengan para stafnya tentang masalah proyek di tasik.Revan turut menghadiri meeting tersebut,karena ialah tangan kanan Adit saat pengerjaan proyek di tasik.
"Pak menurut info yang kami dapat,masalah ini ada ikut campur pak Danu,selaku kompetitor kita dilapangan."jelas Cindi di tengah tengah meeting.
"Kamu yakin cin?"tanya Adit memastikan,sebenarnya ia setengah tidak percaya.Orang berpendidikan seperti om Danu melakukan hal curang seperti itu.
Cindi mengangguk,"saya sangat yakin pak,karena informan kami berani bertanggung jawab.Dan menurut informan,pak Danu sakit hati atas pemutusan hubungan antara perusahaan pak Adit yang di bandung dengan beliau."Cindi menambahkan informasi yang dia dapat.
Dirasa cukup jelas informasi dari cindi,Adit mengakhiri meetingnya dengan para staff.
"Baiklah,meeting kali ini saya akhiri dan minggu depan kemungkinan saya akan terjun langsung kesana untuk mengatasinya"tutup Adit.Semua staff meninggalkan ruang meeting,tetapi tidak dengan Revan.
Revan masih tinggal di ruang meeting untuk menemani sahabat sekaligus partner kerjanya itu.Adit terlihat sangat frustasi.Disaat ia masih cuti dan harusnya menikmati kebersamaan dengan istri,ia malah dihadapkan masalah perusahaannya,dan ini ada hubungannya dengan keluarga Tiara,mantan tunangannya.
Pikirannya berputar-putar, apa ini ada hubungannya dengan tiara?suasana ruang meeting yang dingin mendadak menjadi gerah karena masalah ini.
Memegang erat kepalanya yang terasa ingin meledak."Its ok,sepertinya aku memang butuh refresh sejenak."
Mereka melangkah meninggalkan ruang meeting,menghindar sejenak dari pikiran yang penat,sebenarnya Adit ingin segera pulang dan menemani Dita di rumah,tetapi pikirannya yamg sedang kacau pasti hanya akan memperkeruh keadaan,karna disaat seperti ini Adit akan lebih gampang tersulut emosi,malah menimbulkan masalah di dalam rumah tangganya.
*****
Di cafe mereka disambut oleh bayu yang sedang melakukan live music,ia terjun langsung menghibur para pengunjung cafenya malam ini.Menyanyikan lagu "rindu" dari Andmesh,sukses membuat para penonton terhipnotis.
Semua pengunjung riuh tepuk tangan menyambut penampilan bayu yang sedang menyanyi,banyak pasangan muda mudi yang terhanyut oleh lagu yang dibawakan bayu,sang pemilik cafe.Dia memang sangat handal dalam bernyanyi,mempunyai paras keren,dan suara yang bagus.Sangat pas menjadikan dirinya sebagai pemilik cafe yang sering digandrungi para anak muda untuk tempat kumpul-kumpul.
Adit dan reynan memilih tempat duduk yang berada di luar cafe,Adit sengaja memilih di luar karena sedang ingin menghirup udara malam.
"Wah cafeku kedatangan pengantin baru nih"sapa Bayu saat ia selesai bernyanyi dan langsung menyapa kedua sahabatnya.
__ADS_1
Revan memberi kode pada bayu agar tidak menggoda Adit.Bayu pun hafal kebiasaan sahabatnya ini bila sedang ada dalam masalah.
Bayu memanggil waitress dan memesankan makanan untuk kedua sahabat mereka dan tak lupa ia memesan jahe hangat untuk adit agar pikiran sahabatnya itu lebih tenang.waitress pun berlalu untuk menyiapkan pesanan bosnya.
"Van,coba deh kamu jelasinŲsiapa tahu aku bisa bantu"tanya bayu yang melihat Adit masih memegang kepalanya erat.
"Biasalah bro,urusan bisnis.proyek Adit yang ada di tasik bermasalah dalam hal perijinannya.dan menurut informan kami pak danu omnya tiara lah dalang dibalik semuanya."jelas revan.
Bayu tercengang,"wah,aku yakin ini ada hubungannya dengan pembatalan rencana pernikahan Adit dan tiara"Revan sangat antusias mendengar pendapat bayu yang menurutnya memang masuk akal.
"Kamu benar juga bay,dan kita harus lebih pintar dari mereka.Adit sudah mengeluarkan dana yang besar untuk proyek itu,dan sudah banyak investor yang bergabung di dalamnya."
Ketika pesanan mereka datang,obrolan mereka berhenti sejenak,dan Adit langsung menyesap jahe hangat yang membuat rileks tubuhnya.
"Bro,kenapa kamu gak minta bantuan papa mertua.Bukannya beliau termasuk orang berpengaruh dan handal dalam berbisnis."saran Bayu.
"Aku gak enak Bay,papa sudah banyak banget membantuku saat perusahaanku yang di Bandung ditinggal om Danu sebagai investor terbesarnya."Adit kini bersuara.
"Tante kirana sudah tahu?"tanya bayu.
"Belum bay,ini adalah murni proyek dari perusahaanku sendiri,jadi aku tidak ingin mama khawatir,bahkan aku saja tidak menceritakan Dita tentang keadaanku sekarang"
"Ngomong-ngomong soal istri,si Dita gak nyariin kamu apa,pengantin baru udah ditinggal-tinggal aja,kalau sudah merajuk kamu yang kewalahan"revan mengingatkan.
"Dita?oh ya aku lupa kalau hari ini aku janji akan pulang cepat,apalagi hari ini dia benar benar sensitiv,argh..."Adit memukul meja karrna geram.
"Tenang lah,man.perempuan itu suka kelembutan.kamu dekap saja pasti dia akan luluh"nada bicara bayu terdengar menggoda.
Pipi Adit terasa memanas,dalam pikirannya kini hanya bagaimana cara untuk menenangkan Dita agar tidak merajuk.Adit memanggil waitress dan memesankan makanan untuk Dita,ia sangat yakin bila istrinya sedang merajuk pasti tidak mau makan ataupun keluar kamar.
Pesanan Adit telah siap,ia berpamitan pada kedua sahabatnya,setidaknya sekarang pikirannya sedikit lega dan berusaha mencari jalan keluar.Dan sepertinya minggu depan ia akan berangkat ke tasik untuk mencari tahu akar permasalahan pembatalan perijinan proyek miliknya.
"sayang,tunggu aku.Semoga kamu baik baik saja",gumam Adit,mempercepat laju mobilnya agar bisa segera bertemu dengan sang istri.
__ADS_1
Sepertinya hatinya sudah tidak tahan ingin bertemu Dita,membayangkan wajah Dita yang kusut,membuat hatinya tidak tenang dan ingin segera bertemu dengan sang istri.
*****