
POV Adit.
Semua kejadian yang terjadi benar benar di luar kuasaku,kini aku dan dita telah resmi berpacaran.Awalnya aku ragu untuk memantapkan hatiku padanya,entah atas dorongan apa hingga aku memberanikan diri untuk menyatakan perasaanku padanya.Padahal sebentar lagi aku akan mempersiapkan rencana pernikahanku dengan Tiara setelah bertunangan.
Mungkin terkesan gila,aku sudah mempunyai tunangan tetapi tetap nekat menjalin hubungan dengan gadis kecilku itu.Dia begitu menggemaskan,bahkan dengan beraninya ia menantangku untuk menyatakan perasaanku padanya.Entah kenapa timbul keberanian untuk mengungkapkan perasaanku padanya.Dan hubungan kami berjalan begitu manis hingga tepat saat ia berulang tahun ke 17 aku membuat kejutan spesial untuknya.Tetapi Tiara malah datang dan mengacaukannya,bahkan ia marah dan berkata kasar kepada gadis kecilku.
Aku sungguh tidak tahan mendengar ucapannya,dan pada saat itu juga aku memutuskan untuk membatalkan rencana ku dengan Tiara.Ia tidak terima atas keputusanku bahkan ia berusaha menjelekkan namaku dan dita di depan publik,bahakan ia mengehembuskan gosip bahwa dita telah merebutku dan menghancurkan rencana pernikahan kami.
Dampaknya memang begitu besar,terutama pada perusahaanku yang sedang berkembang di bandung,karena investor utamanya adalah om Danu paman tiara.Maka otomatis setelah kejadian ini ia pasti akan menarik semua investasinya.Tetapi beruntungnya calon ayah mertuaku sangat baik,ia bersedia menggantikan om Danu sebagaai investor terbesar jika kemungkinan buruk terjadi.
Semuanya bagiku hanya batu kecil yang sudah biasa aku lewati dalam dunia perbisnisan.Yang membuat aku benar benar kacau adalah ketika melihat gadisku sangat kacau,ia mengurung diri dirumah karena ulah tiara yang menyuruh orang tak dikenal untuk menyerang akun miliknya.
Ia masih begitu labil,belum terbiasa menghadapi situasi seperti ini,berbeda dengan diriku yang sudah terbiasa dengan manis pahitnya hidup.Setiap hari aku selalu mencoba menghiburnya meskipun hanya lewat telepon.
Hingga suatu saat aku mendapat kabar dari pegawaiku bahwa ia telah menemuiku di kantor,aku mencarinya tetapi tidak menemukannya.Dalam pikiranku hanya satu ia pasti melihat kejadian di dalam ruanganku.Saat tiara mencoba bunuh diri dan aku berusaha menenangkannya.
Aku segera mengambil kunci mobilku dan membawa mobilku dengan kecepatan tinggi.Mobilku terhenti saat aku melihatnya bermain ayunan di taman kota,wajahnya terlihat sendu,seperti sedang memikirkan sesuatu.Aku hendak menyusulnya ,tetapi aku melihat seorang pemuda tengah mendekatinya.Dia adalah Adrian salah satu sahabat Dita,Dia tengah menghiburgadis kecilku,terlihat senyum yang mengambang pada wajah gadis kecilku.Aku segera memutuskan untuk menunggu di rumahnya saja seolah tidak ingin merusak kesenangannya.
Aku melihat ia memasuki rumah,aku berusaha menegurnya dengan dingin seolah tidak terjadi apa apa,dan ternyata benar kali ini ia terkesan cuek dan marah.
Aku segera menariknya dan membawanya pergi ke sebuah bukit diujung kota.Ia tampak takjub,bahagia tak henti hentinya ia mengungkapkan kekagumannya.Melihat keadaan yang sudah lunak aku mencoba menjelaskan kejadian yang sudah membuatnya ia salah paham.
Aku begitu bahagia melihat hatinya sudah meleleh,tanpa kusadari aku memegang kedua pipinya dan menatapnya intens,tatapan kami cukup dekat hingga terlihat jelas manik matanya yang terlihat sangat indah.Mungkin kali ini aku begitu gemas melihat bibir mungilanya dari dekat,aku mengusap pipinya dengan lembut,ia merasakan sentuhanku terlihat dari manik matanya yang terpancar.
Tapi sialnya saat aku hendak menciumnya yang ada justru suara jangkrik yang terdengar begitu keras.Aku berusaha menetralisir keadaan dengan melepas tanganku dan menjaga jarak dengannya.Sumpah,tubuhku kali ini semakin panas dan gemas dengan gadis di depanku ini.
Karena merasa canggung,lebih baik aku mengajaknya pulang karena hari sudah petang,aku tidak ingin semakin gila di tempat ini.dan memastikan ia bisa tidur nyenyak malam ini.
Pagi harinya aku mengantarnya pergi sekolah,kali ini aku menjemputnya lebih awal karena aku akan bertemu klien pagi pagi sekali,karena aku sangat khawatir dan ingin memastikan ia baik baik saja.
Siang ini aku menjempuntya sekolah,aku menunggunya di tempat biasa,satu persatu siswa mulai keluar,tetapi aku tidak menemukan dita.Aku melihat sonya sahabatnya keluar tapi tidak bersama dita.
“Sonya...”panggilku pada adik anisa mantan kekasihku.
“Eh om adit...”ia tersenyum melihatku.
“Dita dimana?kok belum muncul?”tanyaku sedikit panik.
__ADS_1
“Tadi dia masih di dalam om,mungkin sebentar lagi”ujar sonya.ia kemudian meninggalkanku karena sudah dijemput.
Aku masih menunggu kemunculan Dita ,tapi ia belum muncul padahal sekolah sudah mulai terlihat sepi.hanya terdapat beberapa gerombolan siswa yang masih di luar yang sedang menunggu seseorang.Mereka terlihat bercanda dan tertawa keras.
Hatiku masih terasa panik,berulang kali aku mencoba menelpon Dita berulang kali tapi hasilnya tetap nihil.Ponselnya bahkan tidak aktif.Aku mencoba berdamai dengan hatiku,tetapi tetap tidak bisa.Perasaanku mengatakan telah terjadi sesuatu pada Dita.
Akhirnya aku memutuskan menemui pemuda yang sedang bergerombol di depan sekolah,samar samar aku mendengar nama Dita disebut,dan mereka tertawa bersama.
Aku mencoba mendekati mereka,seketika mereka terdiam dan melihatku dari atas sampai bawah.
“Maaf,apa boleh aku bertanya?”tanyaku dengan ramah.
“Boleh om,,tapi ada syaratnya”ujar salah satu dari mereka.
“Syarat?apa syaratnya?”tanya Adit
“Om harus bayar setiap pertanyaan yang om ajukan”
“Oh....ok aku rasa ini hal kecil bagiku”
“Wow..ternyata om tajir nih...”pemuda yang lain bersorak senang.
“Dita?...wei jangan jangan om ini om om simpanannya dita ya”celetuk salah satu pemuda.
“Cepat katakan”gertak adit dengan mencengkram kerah pemuda di depannya.
“weh,,,,,kalem om,,Dita gak kemana mana,dia hanya sedang bermain”wajah pemuda itu menyeringai licik.
“apa maksudmu?cepat katakan!! Atau kamu akan bermasalah”ancam adit
“hahahahhaha”pemuda itu malah tertawa lepas.
“oh,,,kamu belum tahu siapa saya,ok tidak masalah buat saya jika harus menelpon polisi dan menciduk kalian”ancam Adit.
Mereka terlihat ketakutan saat aku menyebut polisi,aku masih menampakkan wajah marahku agar mereka secepatnya mengatakan keberadaan Dita.
“Cepat katakan atau kutelpon polisi sekarang”aku mengeluarkan ponselku.
__ADS_1
“Baik baik om aku akan katakan,tapi aku mohon jangan penjarakan kami”pinta mereka.
“Ok,,,”aku melepas cengkramanku.
“Cepat....!!”gertakku.
“Baik,,Dita berada di dalam gudang sekolah,ia terkunci di sana bersama......”
“Shit....jika terjadi sesuatu pada Dita kalian akan merasakan akibatny.”aku segera memasuki kawasan sekolah dan melaporkan kejadian ini pada satpam sekolah,aku bergegas menuju ke gudang sekolah dengan ditemani satpam sekolah.
Hatiku merasa tidak enak,takut terjadi sesuatu dengan gadis kecilku itu.Aku mempercepat langkahku agar cepat sampai di gudang sekolah.
Aku telah sampai di gudang sekolah,terdengar suara teriakan dan suara meja berjatuhan,Hatiku semakin kacau.Aku mencoba membuka pintu gudang tapi tidak berhasil.teriakan Dita semakin kencang meminta tolong.Hatiku makin tak karuan memikirkan apa yang sedang terjadi dengannya.
“Pak kita dobrak saja pintunya”ujarku panik.
“iya pak”satpam menyetujuinya.
BRAKKKKKK..........
Aku berhasil mendobrak pintu gudang yang terkunci,Dan aku melihat wajah gadis kecilku yang ketakutan.
💟💟💟💟💟
**wah wah... udah mulai kelihatan nih bagaimana keadaan dita.
siapa ya uang udah ngunci dita...
ditunggu part selanjutnya ya.....
sebelumnya author mau minta maaf nih...
besom author belum bisa up ya....
soale ada pekerjaan yang harus diselesaikan....
ok readers....tunggu aku ya.....
__ADS_1
lope lope buat semua💟💟💟**