AKU MASIH ABG

AKU MASIH ABG
i am here


__ADS_3

**Hai hai.....ketemu lagi sama author ya.....


author benar benar minta maaf ya lama upnya..


kerjaannya numpuk banget,


tapi kali ini author hadir buat ngobatin penasaran kalian ,


yups....jangan lupa ya tinghalin jejak biar author tambah semangat nulisnya........


happy reading...


đź’źđź’źđź’źđź’źđź’ź**


Dita kaget saat melihat sosok yang muncul dibalik lemari,tampak wajahnya menyeringai licik dengan bertepuk tangan.Ia merasa dijebak,bukan Adrian yang mengundangya ke gudang melainkan pemuda yang pernah ditolaknya mentah mentah .Dion pemuda brandal itu yang sudah menjebaknya.Ia memang pernah menolaknya,bahkan dengan jutek Dita menolak Dion dan mempermalukannya di depan kelas saat kelas XI.


“Hai cantik....”Dion tampak menyeringai,wajahnya kini terlihat seram.


“Apa maumu?”tanya Dita marah.


“Aku hanya ingin bermain main denganmu sayang.”Ia mencoba mendekati Dita dan memutari tubuhnya.Matanya menyorot tajam terlihat menguliti Dita yang berada di depannya.


"Cuih....”Dita meludah di depan Dion.


"Hahahah..berbuatlah semaumu sekarang,karena nanti kamu tidak akan seberani ini"


"Apa tujuanmu mengunciku disini"Dita semakin emosi.


"Sabar....cantik,apakah kamu sudah tidak sabar untuk bermain main denganku"Dion semakin tersenyum licik.


"Dasar ba*****n"Dita mengangkat tangannya menampar dion.


“Hei...disaat seperti ini kamu masih bisa sombong hah...”Dion menangkap tangan Dita dan mencengkramnya.


“Lepas,aku mohon lepaskan aku”Dita meringis kesakitan.


"Hmmmmm aku hanya ingin tahu,kenapa selama ini kamu selalu menolakku,dan kenapa selama ini kamu selalu jutek,dan kini aku tahu penyebabnya,karena ternyata kamu lebih suka om om.....hahahhaha"Dion semakin menyeringai dan mencengkram tangan Dita sangat kencang.Sehingga Dita makin meringis kesakitan.


"Itu bukan urusan kamu.."Dita masih berusaha mencoba melepas tangannya,tetapi nihil tangan Dion begitu kencang.


“Hahahhaha....kamu terlihat sangat cantik sekali jika seperti ini.”Dion melepaskan tangannya dan mencoba mengelus pipi Dita menggunakan jarinya dengan tersenyum licik.Dita dengan segera menarik wajahnya agar tidak tersentuh tangan Dion.


“Katakan apa maumu brengsek.....”umpat Dita kasar.


“o...o.....o....sabar sayangku,aku tadi kan sudah bilang,aku hanya ingin bermain main denganmu,apa kamu mau mulai sekarang?”Dion mulai memojokkan Dita pada sudut tembok gudang.


“Lepas....”Dita mendorong tubuh kasar Dion dan terjatuh,ia berlari menuju pintu berusaha membukanya,tetapi percuma saja,Pintu itu terkunci rapat dan tidak dapat dibuka.


“Tolong....tolong...tolong.....”Dita berteriak sekencang mungkin,ia begitu ketakutan.Tatapan Dion terlihat seperti binatang buas yang kapan saja bisa menerkamnya.Entah apa yang merasuki pemuda itu saat ini.


“Hahahahhaha...teriaklah sepuasnya cantik,karna saya pastikan tidak ada yang akan menolongmu,jadi kemarilah kita akan bersenang senang..”Seringai Dion.


“Aku mohon,lepaskan aku...”Dita mulai terlihat menangis ketakutan,bahunya tersandar pada pintu kayu yang tertutup rapat.


“Tidak semudah itu cantik,aku sudah lama menginginkan saat seperti ini,hanya berdua dengammu”Dion berjalan mendekati Dita


“kamu benar benar sudah tidak waras ”

__ADS_1


“iya aku tidak waras karenamu,kamu yang membuatku seperti ini,karena kamu tidak menyukaiku tapi kamu lebih menyukai om om tajir itu bukan....”Dion mulai mendekatkan tubuhnya dan menarik tubuh Dita hingga terhimpit pada tembok sebelah almari bekas di gudang.Dita berusaha lepas dari himpitan Dion.


"Dan kali ini kita akan bersenang senang seperti kamu bersenang senang dengan om itu bukan"Dion makin mghimpit Dita.


Ia tampak begitu beringas,hingga lengan seragam Dita sobek dan memperlihatkan kulit putihnya.


“Aku mohon lepaskan Aku.....”pinta dita menangkupkan tangannya.


“ok..aku akan lepaskan kamu,tetapi kita akan bersenang senang dulu girl ....”Dion tersenyum licik dan mulai mndekatkan wajahnya,Dita meronta meronta mencoba melepaskan tangan Dion yang mencengkram lengannya,akan tetapi dion semakin brutal, tenaganya begitu kuat,bahkan ia memaksa membuka seragam dita.Dengan sekuat tenaga ia menolak dan menahan tangan Dion agar tidak membuka seragamnya,hingga Ia makin berteriak histeris hingga akhirnya...


BRAKKKKKKKK..............


Terlihat adit bersama satpam mendobrak pintu gudang,Adit terlihat sangat melihat Dion yang akan melakukan hal tidak senonoh pada Dita .Ia berjalan dengan penuh emosi menghampiri Dion yang terkaget melihat kedatangan mereka.


Bugh.....Sebuah pukulan mendarat tepat pada pipi Dion.


Bugh.......bugh......bugh....bertubi tubi Adit memukuli dion yang telah berani menyentuh gadis kecilnya itu.


“Lepaskan brengsek.....”Adit terlihat emosi,S


Sorot matanya begitu murka.tetapi dion terlihat santai bahkan tersenyum licik merasa tidak bersalah.


Dita terlihat begitu lega saat melihat Adit menolongnya,ia tidak tahu apa yang akan dilakukan Dion jika Adit tidak datang pada saat itu juga.


“Wow...ada om om nya datang menolong rupanya”


“Diam kau br****ek.....”Adit meluncurkan satu pukulan lagi pada dion dan menarik kerah bajunya,belum puas rasanya ia memukul pemuda itu berkali kali.


“Ingat aku tak akan membiarkan seorangpun menyentuh Dita,apalagi berbuat kurang ajar,Dan bisa kupastikan kau akan mendapat balasan yang setimpal”Adit kembali memukulnya hingga tersungkur di depan Dita.


"Cihh......aku tidak takut dengan ancamanmu"Dion berdecih mengusap sudut bibirnya yang berdarah.


"Sudah om cukup,,biar dia merasakan hukumannya om"Dita menahan tangan Adit.


Adit terdiam,tubuhnya masih memanas tapi melihat dita ia meredam emosinya yang membuncah.


"Kali ini kamu selamat,jika suatu saat aku mendapati kau mengganggu gadis kecilku lagi bisa kupastikan kamu akan merasakan lebih dari ini"Adit menekankan ucapannya.


Dion berusaha berdiri dan menatapnya tajam,seolah terjadi perang di mata mereka.


“Bawa dia pak!aku ingin dia mempertanggung jawabkan semua perbuatannya”tukas Adit.


“Baik pak,pemuda seperti ini hanya mencoreng nama baik sekolahan saja”Satpam sekolah segera membawa dion keluar gudang dan menggelandangnya.


"Dita kamu gak apa apa kan?"tanya Adit panik pada kekasihnya itu.


Tanpa berkata apapun Dita langsung menghambur dalam dekapan Adit menangis.


"Sudah sudah...semuanya baik baik saja"Adit mencoba menenangkan.


"Aku gak tahu om,apa yang akan terjadi padaku bila om yidak segera datang,Dion pasti akan melecehkanku"Dita menangis dalam pelukan Adit.


"Tenang Dita,aku disini,aku akan selalu menjagamu,maafkan om tadi sudah lalai...”


Dita masih memeluk Adit dan menangis dalam dekapannya,wajahnya begitu pucat karena ia masih ketakutan.Ia menumpahkan semua tangisnya dalam pelukan Adit.


“ Bedebah itu sudah mendapatkan hukuman yang setimpal,kamu tidak usah takut,aku ada disini bersamamu”tenang Adit mengelus elus bahu Dita.

__ADS_1


“Aku takut om....”Dita terisak isak.


“Ssssttttt...tidak ada yang perlu ditakutkan ok?”Adit melepas pelukannya dan memandang lekat wajah gadis kecilnya itu.


“Sekarang aku antar kamu pulang ya,sepertinya kamu butuh istirahat,aku gak mau kamu jatuh sakit”


"aku gak mau om,aku takut,aku hanya ingin bersama om”tolak Dita memegang erat lengan adit dengan ekspreai yang masih ketakutan.


“Tenang sayang,kamu butuh istirahat sekarang,kondisimu belum stabil”


Dita masih menangis dan kembali membenamkan wajahnya pada dada Adit gingga kemejanya terasa badah oleh air mata gafis kecilnya itu.


Tak tega melihat kekasihnya yang masih shock dan ketakutan,akhirnya ia mengajak kekasihnya keluar gudang .Kondisi Dita yang masih lemah akibat lerbuatan Dion membuat Tubuh dita lunglai dan hampir jatuh saat berdiri.


Dengan sigap Adit segera menahan tubuh Dita.


“kamu gak apa apa kan?”Ia menahan tubuh Dita yang hampir terjatuh.


“Aku hanya sedikit pusing om,”ia bersandar pada tubuh adit.


“Tuh kan aku kan sudah bilang lebih baik kamu istirahat saja dirumah,lupakan pekrjaan kantor sementara dulu,biar aku yang akan menghandle ”


“aku masih kuat om untuk ke kantor,aku hanya maaih ahock saja atas perbuatan Dion tadi”Dita berusaha berdiri tegak,Tetapi tubuhnya begitu lemah untuk berdiri sendiri.


“ish.....kamu ini memang dasar bandel”Adit seketika langsung membopong tubuh Dita dan keluar dari gudang sekolah.Dita terkejut mendapat perlakuan seperti ini,betapa malunya ia diperlakukan seperti anak kecil.Ia membenamkan kepalanya dalam dada Adit saat ia membopongnya.meskipun rasa takut itu masih ada tetapi perlakuan Adit kali ini mampu menggilangkan sesikit rasa takutnya berubah menjadi rasa nyaman.


Kini adit telah mendudukkan kekasihnya di dalam mobil dengan posisi senyaman mungkin,setelah memastikan gadisnya duduk dengan nyaman,ia berjalan memutar dan segera masuk ke dalam mobil.


Kini ia melajukan mobilnya ke rumah Dita tanpa memberitahunya,ia tidak tega melihat kondisi gadisnya itu yang lemah,gadisnya kini memejamkan matanya,wajahnya tampak lelah dan pucat.Sesekali Adit menyeka keringat yang keluar di pelipis Dita hingga tubuhnya menggeliat dan membuka matanya.


“Lho...om kok kita malah pulang”Tampak wajah Dita kecewa.


“Sayang lihat keadaan kamu ,wajahmu sangat pucat.Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu”


“Tapi om....”


“Sudah,,,kali ini om mohon,menurutlah aku akan menjagamu sampai papahmu pulang.”


“Baiklah”ujar Dita merasa lega.


Kini ia kembali memejamkan matanya,dan adit fokus mengemudikan mobil menuju rumah kekasihnya.Ia sangat bersyukur hari ini bisa mneyelamtkan kekasihnya itu dari aksi bejat temannya.Ia benar benar tidak tahu kalau saati itu ia terlambat,ia pasti sangat menyesal.


đź’źđź’źđź’źđź’ź


yups ...**sudah ketahuan nih siapa yang menjebak Dita.


ada yang penasaran kisah selanjutnya???


tetep tungguin ya.....cerita si Dita dan Adit.


jangan lupa like komen ya....kalau perlu difavoritkan biar update...


vote boleh banget ya....aku butuh dukungan kalian


#yuk yang mau kenal author lebih dekat,boleh gabung dalam chat grup author .....


terima kasih ya yang sudah setia menanti Adit Dan Dita

__ADS_1


🥰🥰🥰🥰🥰**


__ADS_2