AKU MASIH ABG

AKU MASIH ABG
My Family


__ADS_3

**sabar ya buat yang masih nunggu pernikahan Adit dan Dita.


Mak Author masih ingin bermelo melo ria nih...🙈


jangan lupa like,vote,and comment ya...


♥️♥️♥️**


Aku masih memeluk erat tubuh papa,aku membuka mata dan melihat wajahnya yang kini menua,terbentuk garis- garis halus dibawah kantung matanya.Wajahnya masih tampan penuh wibawa.Persis sekali dengan kak Dilan kakak pertamaku.Sedangkan kak Dito wajahnya lebih dominan mirip mama.


Ah iya mereka hari ini akan pulang setelah sekian lama menetap di luar negri hanya untuk menghadiri pernikahanku,Andai saja mereka tinggal disini lebih lama aku pasti akan tenang meninggalkan papa.


Kedatangan mereka hari ini pasti akan membuat rumah ini semakin ramai.Dua keponakanku yang lucu lucu sesil dan Daren pasti akan menjadi hiburan tersendiri bagi papa yang sudah menahan rindu pada mereka.Sedangkan kak Dito hari ini akan pulang sendiri karena istrinya sedang hamil dan memasuki usia kandungan 9 bulan.jadi sangat riskan bila bepergian jauh.


Terakhir kali aku Video call kak Dilan, Daren sudah bisa berjalan dan berbicara dengan bahasanya yang unik.Keponakan laki lakiku satu ini sangatlah tampan dan menggemaskan.Mungkin aku akan sangat senang bila bisa bertemu dengannya secara langsung,sedangkan Sesil sudah mulai sekolah tingkat kanak-kanak.wajahnya sangat mirip denganku saat Tk.imut,putih,dan cantik.Bahkan dia adalah seorang gadis kecil yang sangat kritis.persis seperti kak Dilan ayahnya.


Aku menyingkirkan pelan tangan papa yang memelukku,aku tidak ingin mengganggu tidurnya.Karena ulahku semalam kami baru bisa tidur pukul 04.00 pagi.Aku keluar kamar dan menuju dapur meminta mbok nah untuk menyiapkan sarapan dan susu hangat untuk papa.


Aku duduk di meja makan sembari minum air putih,mataku masih terasa berat.Aku melihat disekeliling kebun belakang.Disana mang iwan terlihat merapikan rumah dan menyiapkan segala sesuatunya untuk pengajian nanti malam.Para pekerja mulai berdatangan,menata ruang tengah dan ruang depan untuk acara nanti malam.


"Mbok,aku mandi dulu ya.baunya asem nih"aku mendekati mbok nah yang tengah menyiapkan sarapan.


"Heheh..iya Non,nanti mbok panggil"mbok nah tersenyum menanggapiku.


Aku masuk kedalam kamar menyiapakan pakaian dan keperluanku.Aku melihat sebuah koper yang sudah aku siapkan sejak dua hari yang lalu.Koper yang berisi semua pakaian dan kebutuhanku saat pindah ke rumah baruku bersama om Adit.


Dering telepon menyadarkanku ,aku mencari ponselku yang aku tinggal di kamar semalam.Aku menemukannya tergeletak diatas kasur dan melihat panggilan video call dari om Adit.Aku segera menggeser icon biru ke atas layar agar segera tersambung.


"Pagi..sayang...."Om Adit menyapaku dengan senyum khasnya.Wajahnya terlihat segar meskipun kantung matanya menandakan ia kurang tidur semalam.


"Pagi..."aku tersenyum kikuk karena kondisiku yang belum mandi dan berantakan.


"Kamu belum mandi?"tanya om Adit yang kaget melihatku.


Aku hanya meringis memamerkan deretan gigiku.


"Kamu semalam tidur jam berapa?kok kusut gitu wajahnya?"om Aditmemicingkan matanya melihatku.


"Jam 4 subuh om,aku nostalgia barengan papa.Oh iya kata papa hari ini kak Dilan dan kak Dito bakal balik ke indonsia lho,tapi cuma satu minggu sih mereka disini."


"Oh ya,aku sangat kangen sama mereka,terutama Dilan.bagaimana kabarnya sekarang,dulu kita itu teman dekat,setelah dia pindah ke luar negri kita sudah jarang komunikasi"om Adit kini mulai mengenang kebersamaannya.


"Iya tahu, kak Dilan sering cerita kalau om Adit dulu suka genit sama cewek-cewek"aku memanyunkan bibir.


"Hadeh,kakak ipar malu-maluin aja"om Adit terlihat malu-malu.

__ADS_1


"Pantes kemaren genit banget saat ada yang ngajakin kenalan"aku mengungkit kejadian saat di mall.


"Ayank..kenapa masih diingat-ingat sih kejadian itu,aku kan cuma bercanda.Cintaku hanya buat kamu sayang...."om Adit mengeluarkan jurus gombalnya.


"Gombal....udah ah aku mau mandi udah bau asem"Aku sudah tidak tahan mencium bau badanku yang entah seperti apa.


Om Adit malah tertawa melihatku,karena jengkel aku mematikan video call dengannya dan segera membersihkan diri sebelum sarapan.


30 menit waktu yang cukup untukku berendam dan mematut diri di depan cermin.Aku sudah siap turun dan mengisi perutku yang kosong dengan masakan mbok nah.Mungkin ini terakhir kali aku sarapan di rumah ini sebelum aku resmi menjadi Ny.Adit.


Aku melihat papa sudah duduk di meja makan dan menikmati sarapannya.wajahnya sudah tampak segar.Beliau sangat menikmati sarapannya kali ini.Aku sengaja memintanya untuk cuti beberapa hari agar beliau bisa istirahat total dirumah.Dan tentunya aku ingin menghabiskan waktu lebih banyak bersama papa sebelum esok hari.


"Papa..."aku tersenyum menyapanya dan menarik kursi disampingnya.


"Kamu sudah bangun?"sapa papa dengan senyumnya.


"Sudah lah,kan hari ini kita mau menyambut kedatangan kak Dilan dan kak Dito.Aku sudah kangen sama mereka,apalagi kak vira,sesil dan daren.tapi sayang banget kak emely gak bisa ikut"


"Sudahlah tak apa,kan papa mau punya cucu baru.oh iya apa kamu sudah mengabari Adit kalau teman lamanya mau pulang?"tanya papa.


"Sudah,tadi pagi saat telepon"jawabku sambil meminum susu.


Papa hanya mengangguk dan melanjutkan sarapannya.Kami pun menghabiskan sarapan dengan mengobrol santai melanjutkan semalam,Betapa senangnya melihat senyum papa pagi ini.Aku ingin melewati hari ini hanya bersama papa.


*****


"Aunty....."aku mendengar suara gadis kecil yang tidak asing bagiku.


Ya.dia adalah sesil keponakanku,dia berlari memelukku.Dibelakangnya nampak kak vira yang menggendong daren didampingi kak Dilan yang membawa koper.


"Sesil...aunty kangen"aku melonggarkan pelukan sesil dan mencubit pipi gadis kecil itu karena gemas.


"Aww.sakit aunty"sesil meringis kesakitan.


"Papa,"kini kak Dilan memeluk papa bergantian dengan kak vira.


"Hai jagoan opa,,"papa mengambil alih daren dari kak vira.


"Heyo...o..pah."Daren mengoceh.


Papa begitu gembira menyambut kedatangan keluarga kak Dilan.


"Kak,nanti sesil tidur sama aku ya"pintaku pada kak vira.


"Nanti malah gangguin kamu dek,si sesil"kak vira tidak enak jika putrinya berbuat ulah.

__ADS_1


"Ah..enggak lah kak,aku udah kangen banget sama sesil"aku menoel hidung sesil dan membuat gadis itu geli.


"Biarkan saja vir,besok aunty nya kan sudah tidak disini,besok Dita sudah jadi Ny.Adit."


"Ish..kakak apaan sih"


"Sudah sudah ayo kita masuk,Dita antar kakakmu ke kamarnya agar mereka bisa istirahat.karena selepas maghrib akan ada pengajian"


"Yuk kak vira,,",aku mengajak kak vira ke kamarnya.


Kami mengobrol tentang perkembangan sesil dan daren,aku memang sangat menyayangi kakak iparku ini,karena dia sering menjadi tempatku curhat.Sifatnya yang lembut dan perhatian membuatku nyaman bila bersamanya.


Berneda dengan kak emely istri kak Dito.Aku sedikit canggung bila bersamanya.Hal itu dikarenakan ia adalah salah satu mantan om Adit saat masih SMA.Dan dia memang tipikal orang yang tidak bersahabat.Sifatnya memang sedikit angkuh,tetapi bagaimanapun juga dia adalah istri dari kak Dito,dan aku harus menghormatinya.


Bahkan hubungan kak Dito dan om Adit bisa dibilang tidak begitu bagus.berbeda dengan kak Dilan yang sangat dekat dengan Om Adit.Dan saat ia mengetahui kabar dari papa bahwa aku akan menikah dengan om Adit dia sangat mendukungnya.


*****


Aku telah menunaikan ibadah shalat maghrib,dibawah sudah mulai berdatangan tamu undangan yang menghadiri pengajian malam ini.Aku berhias di depan cermin menatap wajahku lekat.Malam ini adalah malam terakhirku tidur di kamar ini.entah apa yang membuatku meneteskan air mata.


Tampak kak vira masuk kedalam kamar dan mendekatiku yang tengah berhias di depan cermin.


"Dek,udah ditunggu papa di bawah"kak vira mengelus pundakku seakan paham yang sedang aku rasakan.


"Iya kak,"aku menghapus air mata yang lolos.Aku tidak ingin papa sedih melihatku.


Kak vira memelukku erat,pelukan yang begitu hangat seperti pelukan seorang ibu yang melepas putrinya menikah.


"Kamu ,tenang aja dek.semua akan baik baik saja.kakak paham apa yang kamu rasakan akan kekhawatiran kamu sama papa"kak Vira dengan lembut membelai punggungku.


Aku hanya mengangguk dan menggandeng kak vira keluar kamar dan bergabung dengan yang lain.


Keluarga besar papa dan mama kini berkumpul di rumah ini.Semua bersuka cita menyambut pernikahanku dengan om Adit.Putra dari salah satu pengusaha besar di kota ini.Keluarga Wiraguna.


Mereka menyapaku dengan hangat,terutama keluarga mama mereka sangat ramah dan rencananya malam ini mereka akan bermalam disini.Aku menghampiri eyang uti yang duduk di kursi roda.Aku mencium tangannya takzim,eyang uti mendekapku dan menangis,beliau seperti melihat mamah dari dalam diriku,karena bagi beliau aku sangatlah mirip mama saat masih muda.


Acara pengajian berlangsung begitu hidmat,banyak wejangan wejangan yang akan menjadi bekalku untuk menjadi seorang istri yang solehah.Perasaan haru menyeruak ke seluruh ruangan.seluruh tamu undangan meneteskan air mata.tak terkecuali papa yang terlihat sangat tegar.


Aku menggenggam erat tangan papa untuk menguatkannya.Tangispun pecah diantara kami,ada rasa sedih bercampur bahagia.Dan semoga apa yang menjadi pilihanku adalah pilihan terbaik untuk semuanya .Aku,kak Dilan,dan kak Dito memeluk papa erat untuk menguatkan beliau di acara malam ini.Malam terakhir aku berada di rumah ini.


******


stay for next part ...


⛔**LIKE,VOTE AND COMMENT.

__ADS_1


♥️♥️♥️**


__ADS_2