
"Halo..."Dita begitu girangnya mendapat telpon dari Adit.
"Halo...sayang"suara di seberang terdengar berat.
Wajah Dita begitu sumringah,meskipun tidak melihat wajahnya langsung.Tetapi mendengar suaranya saja sudah menyejukkan hati.
"Mas,Adit dari mana aja?aku khawatir tau"Bulir bening kini luruh karena rasa haru.
"Maaf,sayang.Beberapa hari ini aku kecapekan dan sempat drop,dan aku tidak ingin membuatmu khawatir saja"
"Kamu sakit mas?aku nyusul kamu kesana ya?"Dita khawatir mendengar kondisi suaminya.Ia menyesal telah berprasangka yang tidak-tidak.
"Gak,usah Dita.aku baik-baik saja hanya butuh istirahat saja."
"Mas,kamu tahu gak sih beberapa hari ini aku sudah kayak orang gila gak ada kabar dari kamu"Dita mulai merengek,ia tidak peduli matanya mulai berair.
"Dita sayang...aku disini baik-baik saja.Lusa aku akan pulang,kamu jaga baik baik dirimu ya,tunggu aku pulang.Dan jangan pernah menangis hanya karena aku".Suara Adit terdengar berat.
"Mas..."Dita tergugu,entah kenapa hatinya merasa ada yang berbeda dengan ucapan suaminya.
"Yank...aku kangen banget sama kamu,jaga hatimu untukku ya,bila aku tidak ada disampingmu kamu harus selalu bahagia ada atau tidak bersamaku"
"Mas...kamu ngomong apa sih jangan ngaco.Selamanya kita akan selalu bersama?"Dita terkejut mendengar ucapan Adit.
"Kamu mengkhawatirkanku?"Adit terdengar tertawa.
"Mas...kamu nyebelin ah"Dita kesal dan menutup telponnya.Tetapi justru hatinya tidak tenang karena ucapan suaminya.
Ia kembali menghubungi Adit,tetapi tidak tersambung.Perasaan Dita semakin was-was.Ia menyesal telah memutuskan telpon secara sepihak.Padahal sebenarnya ia sangat menghawatirkan Adit dan bahkan rindunya telah menumpuk.
"Mas,kamu seneng banget sih buat aku khawatir"Dita masih berusaha menghubungi kembali Adit berharap bisa mendengar suaranya lagi.
*****
Sosok itu kini berada di samping Dita,mendekapnya dan membelai rambutnya.Dita sangat nyaman diperlakukan seperti ini.Ia mempererat pelukannya,dada bidangnya menjadi peraduan Dita yang tengah rindu.
"Mas,kamu janji jangan buat aku khawatir lagi ya?"ucapnya dengan manja.
__ADS_1
"......",Adit tersenyum masih membelai rambut istrinya itu.
"Mas...kamu gak kangen sama aku?dari tadi cuma diam"
Dita melonggarkan pelukannya dan melihat sosok yang kini di depannya.Sorot mata Adit menghangat,tidak pernah Dita mendapati sorot mata itu.
"Kamu kenapa sih mas?"Adit mengusap pipi istrinya.Dita merasa ada keanehan.Dita merasakan lembut tangan sang suami,sentuhan yang hangat serta belaian yang membuat dirinya nyaman.
"Dita,kamu jaga diri baik-baik,aku sayang sama kamu.Jadilah wanita yang hebat,Aku yakin kamu bisa melewati semuanya"Adit mencium lama kening sang istri.Desiran aneh mulai menyeruak.
"Mas kamu baik baik aja kan?"Dita mengeratkan pelukannya tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk menimpa suaminya.
Ting tong..ting tong ting tong.Bel rumah berbunyi,Dita melonggarkan pelukannya.Adit melempr pandangannya.Seakan mengerti Dita beranjak dan segera ke depan untuk mengetahui siapa yang berkunjung.
Mamah kirana dan pak hendarto sudah berdiri di ambang pintu dengan gurat wajah yang menegang.Dita heran melihat mereka seperti itu.
"Dita.."mamah kirana menghambur memeluk Dita.Air matanya tumpah,Dita merasa bingung apa yang sedang terjadi.Papahnya pun sama terlihat lesu.
"Mah,mamah kenapa kok nangis?"Mamah kirana semakin menangis.Sedangkan pak Hendarto berusaha menenangkannya.
"Minum dulu mah"
Pak Hendarto masih terdiam,Dita mulai heran dengan apa yang terjadi.Padahal pagi ini Adit sudah pulang,tetapi kedua orangtianya itu tidak menunjukkan kebahagiaan.Yang ada hanya gurat kesedihan.
Suasana hening seketika,yang ada hanyalah kicauan burung yang mengiringi terbitnya sang surya di pagi hari.Dita tidak sabar dengan apa yang dilihatnya.
"Pa,jelasin apa yang terjadi.Kenapa mama menangis?"
Pak Hendarto diam tak bersuara,sedangkan mamah Kirana ia malah menatap Dita lekat.Pandangannya mengisyaratkan kesedihan yang mendalam.
"Mah,pah,jawab Dita.apa yang terjadi?"
"Adit..."
"Mas Adit kenapa mah?mas Adit kan sudah pulang,dia ada si kamar"jelas Dita.
"Dita..."Pak hendarto meraih Dita dan mendepap putrinya.
__ADS_1
"Pah,jelaskan sama aku,ada apa ini?"Dita semakin penasaran.
"Adit menghilang saat mobilnya kecelakaan masuk ke jurang"Pak Hendarto mempererat pelukannya,sebisa mungkin ia menguatkan putrinya agar tidak terguncang.
"Papa bohong,mas Adit ada di dalam kamar pa,barusan dia nyamperin aku,menghibur aku,bahkan ia tersenyum padaku"Dita tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
Dita berlari masuk kedalam kamar,mencari sosok yang tadi pagi memeluknya,yang tersenyum padanya,yang memberi dekapan hangat padanya pagi tadi.
Dita mencari keberadaan suaminya di seluruh penjuru kamar tetapi nihil.Dita tidak menemukan Adit.Tubuhnya jatuh lunglai,kakinya lemas menahan tubuhnya yang lemah.Berita ini benar benar membuatnya kehilangan harapan.Senyuman pagi tadi seolah mengobati rasa rindunya.Tetapi kenapa semuanya hilang seketika.
"Mas Adit....."perlahan pandangan itu mengabur dan berubah gelap seketika.
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Pandangan Dita kosong,ia merasakan kehilangan sangat hebat,hatinya terguncang.Mendengar berita kehilangan Adit membuat hatinya berontak.Dalam hatinya yang paling dalam ia masih yakin kalau suaminya masih hidup dan akan kembali karena dia sudah berjanji.
Aroma minyak kayu putih menguar di ruangan yang berdesain putih dan banyak boneka boneka berjejer di atas ranjang.Perlahan Dita mulai membuka matanya.Pandangannya terasa berat,kepalanya begitu pening.Mamah Kirana segera memperbaiki posisi Dita agar dirinya terasa nyaman.Terlihat raut khawatir pada keduanya.Tampak jelas Dita sangat terguncang,apalagi beberapa hari ini dia sangat menahan rindu pada Adit.
"Dita..."mamah kirana menaruh kepala dita pada puncaknya,Dibelai rambutnya agar menantunya itu merasa tenang.Dita masih terdiam,air matanya luruh begitu saja.
"Ma..."
"Dita,kamu yang kuat.Adit pasti ketemu,"pak Hendarto mencoba menguatkan putrinya. Setidaknya masih ada harapan bahwa Adit akan ditemukan.
"Tapi ma,tadi pagi mas adit meluk Dita,ia tersenyum padaku."Dita kembali terisak mengingat kejadian tadi pagi yang ternyata hanyalah mimpi.
Mamah kirana mempererat pelukannya,ia ikut terharu melihat keadaan menantunya yang seperti ini."Dit,iklaskan saja ya,semoga semua akan baik baik saja"Dita makin terisak dan memeluk mertuanya.Baginya kehilangan Adit seperti kehilangan nyawanya.itulah yang diucapkan adit saat mereka menghabiskan waktu bersama di pantai sambil menikmati sunset.
Dita sangatlah menyesal,terakhir Adit menelpon ia sempat merajuk.Bahkan pada saat itu Dita memutuskan sepihak telpon.Dan setelahnya ia malah mendapat kabar buruk.Suaminya menghilang karena kecelakaan.
"Mas,dimanapun kamu berada.Aku mohon kembalilah untukku,aku pasti akan menunggumu"Batin Dita memeluk erat boneka panda pemberian Adit.Air matanya kembali luruh.
*****
like,vote,and comment.
wajib ðŸ¤
__ADS_1