AKU MASIH ABG

AKU MASIH ABG
Kotak Masa Lalu


__ADS_3

"Dia Ny. Adit putra Wiraguna"


Dita sangat lega melihat Adit yang menghampiri dan menyelematkannya dari pemuda yang memaksanya berkenalan.


"Kak Adit?"pemuda itu menyapa Adit yang menghampiri Dita dan merangkul bahu sang istri.Tatapan pemuda itu mengisyaratkan ketidaksukaannya,apalagi Adit.Jelas ia sangat tidak suka bila istrinya digoda orang lain,meskipun saudaranya sendiri.


"Om kenal sama gadis cantik ini?"pemuda itu masih saja belum paham jika Dita adalah istri Adit.Maklumlah pada saat pernikahan mereka,sepupu Adit sedang berada di Batam.


"Jelas kenal lah reynan,dia istriku"ujar Adit.


Reynan terlohok tidak percaya bahwa omnya menikahi gadis belia di depannya.Padahal Reynan sangat tepesona melihat gadis Abg itu,dan rasa rasanya mereka tidak cocok lantaran perbedaan usianya yang jauh.


Dan sepengetahuannya calon istri Adit adalah tiara,dan dia pikir kemaren Adit menikah dengan Tiara.Reynan pun mengenal Tiara dengan baik,karena wanita cantik itu adalah dosennya di kampus.


Sedangkan Reynan sendiri adalah sepupu Adit,putra dari adik almarhum papahnya.Adit sendiri sebenarnya tidak terlalu suka dengan Reynan karena sikap resenya yang selalu mencampuri urusan pribadinya.


"Aku ajak istriku masuk dulu ya rey,sepertinya ia mulai tidak nyaman disini,karena ada yang mulai menggodanya."ujar Adit menjurus.yang berhasil membuat Reynan geram karena ucapannya.


Reynan terdiam dan terlihat sinis saat Adit menggandeng sang istri masuk kedalam,bergabung dengan keluarga besarnya.


"Ini dia pengantin barunya"sapa mama yang menyuruh Dita duduk disampingnya.


"Wah mantunya kirana Cantik,masih muda,sukses lagi"puji kerabat Adit yang bertubuh gembul.


"iya lah mir,mantuku ini the best pokoknya"mama Adit menunjukkan rasa senangnya yang membuat Dita semakin malu.


"Beruntungnya kamu Adit ,punya istri secantik ini.Dijaga baik-,baik."kini Tante Adit yang lain ikut menimpali.


"Iya donk,tante kalau itu pasti akan Aku jaga istriku yang tersayang ini."Adit melempar senyum nakal pada Dita.


"Pantas saja gak nikah-nikah,lha emang nungguin Dita gede "kali ini tante marta yang bicara,beliau adalah tante Adit yang tahu betul hubungan mereka sejak dari dulu.


Dita hanya tersenyum,bingung mau bilang apa,rasanya dia kikuk bergabung dengan keluarga besar Adit,meskipun mereka menyambut hangat Dita.


"Ih..tante kok buka rahasiaku sih,malu nih didengar Dita"


"Sudah sudah jangan godain pengantin baru.Sekar, dimana reynan keponakanku yang ganteng itu?"kini mamah Adit yang berbicara.


"Anak itu ,entah menghilang kemana?katanya tadi mau kenalan sama cewek cantik,tak tahu cewek mana yang dimaksud"Dita tersedak mendengar penuturan tante Adit.Karena bisa dipastikan yang dimaksud adalah dia.


Adit paham apa yang dipikirkan istrinya,ia meminta ijin mamahnya untuk membawa Dita masuk kedalam kamarnya.Tante-tantenya yang sedari tadi menggodanya,kini makin menggoda kedua pengantin baru itu.


"Mas,aku ingin pulang saja"rengek Dita saat sampai didalam kamar.


"Kok pulang,acaranya kan belum selesai?"

__ADS_1


"Aku gak nyaman mas,apalagi pandangan sepupumu tadi.Membuat aku risih"Dita mengeluarkan unek-uneknya tadi.


"Makanya jangan jauh jauh dariku,yang ada kamu dikira masih gadis"goda Adit.


"Masss......"Dita merajuk.


"Iya,iya maaf"Adit meraih tubuh istrinya dan membuat dia senyaman mungkin.


Beberapa menit berlalu Dita merasa nyaman berada dalam pelukan suaminya,perasaan canggung yang sedari tadi hadir mulai menguap begitu saja.Hingga ada sebuah telpon masuk di ponsel Adit yang mengacaukan suasana.


"Yank,aku angkat telepon dulu ya?"pinta Adit.Lagi lagi dia menjauh saat menerima telepon.Sebenarnya Dita sangat penasaran siapa yang menelpon suaminya hingga membuat Adit harus menjauh untuk mengangkatnya.


Selesai menerima panggilan,raut muka Adit berubah drastis,ia mengabaikan Dita yang menunggu dan berlalu keluar kamar tanpa menyapa istrinya.


Sontak membuat hati Dita menjadi gelisah lagi,setelah pagi tadi suasana kembali hangat.Dan mereka bisa tertawa bersama.


Terdengar suara pintu diketuk membuyarkan lamunan Dita,suara tante Kirana memanggilnya.Keluarga besar Adit akan berpamitan pulang dan Dita segera keluar kamar mengekor mamahnya.


Semua menyalami dengan ramah,sesekali ada yang menggodanya sebagai pengantin baru terutama soal malam pertama.Hingga kini tiba giliran reynan pemuda yang ingin berkenalan dengan Dita berpamitan.Pemuda itu tersenyum nakal padanya seolah masih berusaha menggoda Dita,tetapi Dita tak menanggapinya.


"Ish dasar genit,dia pikir aku abg genit apa"batin Dita yang tidak suka perlakuan sepupu Adit.


Semuanya kembali sepi seperti semula,kini tinggal Dita dan mertuanya.Dita membantu bik tuti membersihkan bekas jamuan yang berserakan di sembarang tempat.Awalnya bik tuti menolak karena tidak ingin Dita capek,tetapi istri majikannya itu bersikukuh ingin membantunya.


"Dita,kamu kenapa?kok melamun?'"suara tante Kirana membuyarkan lamunan Dita tentang Adit.


"Mas Adit kemana ya ma,kok tidak kelihatan."ujar Dita.


"Lho bukannya tadi bersama kamu"heran mama Adit.


"Tadinya ma,tapi setelah menerima telepon mas Adit keluar ,dan sampe sekarang Dita tidak menemukannya."Dita mulai khawatir.


"Huft...Adit itu kebiasaannya gak berubah,selalu menghilang tiba tiba tanpa berkata apa apa,kamu istirahat saja di kamar.Nanti mama akan mencoba menghubungi dan menasehatinya agar tidak membuatmu khawatir.Bukannya besok kamu ada ulangan akhir bukan?"


"Iya Ma"Dita masih terlihat tidak tenang.


"Istirahatlah,fokus untuk ujianmu besok,mama gak ingin kamu sakit dan gagal mengikuti ujian"ujar tante Kirana lembut cukup membuat Dita tenang.


Di dalam kamar,Dita baru teringat ponselnya.Semenjak acara pernikahannya kemarin ia sama sekali belum membuka ponselnya itu.


Sembari menunggu Adit,ia asyik memainkan ponselnya membaca banyaknya ucapan dari karyawan dan teman yang belum ia buka.Ia tersenyum menanggapi ucapan-ucapan lucu dari staf karyawannya dikantor,ada yang mengirimkan sticker lucu,ada yang mengungkapkan kepatah hatian mereka ditinggal bosnya menikah,dan semua itu hanya gurauan semata.


Lelah bermain ponsel,pandangan Dita tertuju pada kotak kecil yang berada di sudut kamar suaminya itu,Dita berjalan dan memgambil kotak itu,sepertinya itu kotak lama.Terlihat dari warna cat yang memudar.Beruntung kotak itu tidak dikunci sehingga dengan mudah ia membukanya.


Dita melihat banyak foto di dalamnya,kebanyakan perempuan,dan foto masalalunya saat masih sekolah dulu.Foto yang paling menarik perhatiannya adalah foto Emily,wanita yang kini menjadi kakak ipar Dita.

__ADS_1


Foto kebersamaan emily dan Adit lumayan banyak,dan mereka tampak mesra di foto itu.


"Pantas saja,kak Dito bersikap seperti itu rupanya mereka dulu sedekat ini,",Batin Dita.


Ia membalik foto yang mencolok perhatiannya, ada rasa sakit di hatinya saat melihat foto itu,foto lawas adit bersama kakak iparnya bergandengan erat dan saling bertatapan di bibir pantai dan dibelakang foto itu tertulis "my first love".Uh....ternyata emily dulu adalah cinta pertama Adit,dan ia tampak sangat mencintainya terlihat jelas di foto mereka.Dan sekarang mereka dipersatukan dalam satu keluarga.


Dita berkali-kali menghembuskan napasnya,mengatur ritme jantungnya yang tidak beraturan karena melihat foto itu.Bohong sekali bila Dita tidak cemburu melihat foto itu.


Akhirnya Dita menutup kotak milik Adit karena sudah tidak tahan menahan rasa cemburunya.Sebenarnya itu hanya masa lalu,tetapi kenapa sangat mengganggu.Beda halnya bila emily bukan kakak iparnya,sudah pasti Dita tidak akan memikirkannya dan cemburu berlebihan.


"Sayang,kamu kenapa?"terdengar suara yang tidak asing bagi Dita mendekat dan duduk dia


sampingnya


Dita berusaha menetralisir perasaannya yang kacau dan berusaha sebisa mungkin tidak terjadi apa apa pada dirinya.


"Hei...kamu kenapa?aku minta maaf bila sudah membuatmu khawatir,kata mama kamu mencariku ,dan mama memarahiku karena membuatmu khawatir"ujar Adit menyesal.


".....,......"Dita terdiam menunduk,entah harus menjawab apa sekarang tak mungkin bila dia harus jujur bahwa ia cemburu.


"Sayang...maafin aku ya"pinta Adit.


Dita hanya mengangguk dan berusaha melupakan foto yang menjadi ganjalan pikirannya.


"Baiklah,sekarang kita pulang.Aku ingin kamu istirahat agar besok bisa melewati ujian dengan nilai yang bagus"ajak Adit yang masih melihat istrinya murung.


Dita tersenyum tipis,dan mengikuti Adit yang sudah berjalan di depan.Mereka berpamitan pada tante kirana dan segera pulang.


Dalam perjalanan pulang tidak terlalu banyak obrolan diantara mereka,Dita lebih memilih banyak Diam,baginya suaminya kini terlihat misterius.Entah rahasia apa yang kini diaembunyikan dari Dita,yang pasti sekarang Dita tidak ingin terlalu memikirnya.


Hanya terdengar samar samar lagu dari judika "jikalau kau cinta",yang menemani perjalanan mereka lewat Audio Mobil milik Adit.


"***jikalau kau cinta,benar benar cinta....."


*****


Cinta itu bukan hanya perkara sayang dan suka,


tapi lebih untuk saling mengerti dan bertoleransi.


by Author.@Naili_clarista.


jangan lupa follow ya . 😘


Author mau off dulu,makasih😎***

__ADS_1


__ADS_2