
"Kamu"wajahnya nampak gusar dan berusaha tetap tenang.
"Hai,kita ketemu lagi.Aku temani belanja ya,pasti kak Adit sibuk sampai tidak bisa menemanimu belanja,atau bahkan dia malah sibuk dengan yang lain"ujar pemuda itu dengan sinis.Tetapi ada makna dibalik ucapannya mencoba memprovokasi pikiran Dita
Sonya kegirangan saat pemuda itu mendekat,baginya ia sangatlah tampan.dan sepertinya usianya juga sepelantaran dengan mereka.Sonya menarik-narik lengan Dita"Dit,sumpah dia ganteng banget"lirih Sonya yang membuat pemuda itu tersenyum senang.
"ish kamu apaan sih,nya"gerutu Dita.
"Stop! gak usah dekat-dekat,gak usah sok kenal,dan maaf aku harus pergi."Dita mulai mendorong trolly nya menjauh.Ia merasa enggan bila harus berdekatan dengan Reynan.Karena ia juga harus menjaga statusnya sebagai Ny.Adit sekarang.
Buru-buru Reynan memghentikan trolly dan menatap Dita tajam.
"Kenapa buru-buru sih,bukannya kita ini saudara Ny.Adit,jadi biarkan saya menemanimu.Toh kak Adit juga tidak akan keberatan"ucap Reynan .
"Ya,karna kita saudara dan aku adalah istri mas Adit,tolong hargai saya dan jaga kesopanan kamu,biarkan kami pergi,"ketus Dita.Sonya yang melihat keadaan ini heran apa yang sedang terjadi anatara mereka,bahkan mereka menyebut kata-kata saudara.
"Wow,tak kusangka istri kak Adit ini ternyata galak juga hahah,lebih jutek dari mantan-mantannya kak Adit yang banyak itu"Reynan malah tertawa.Dita semakin kesal dengan sepupu Adit yang menurutnya sudah tidak sopan,perasaan Dita mengatakan bahwa Reynan sepertinya mempunyai maksud buruk terhadapnya.
"Dita,bukannya dia saudara kamu,kenapa jutek gitu sih',ujar Sonya yang penasaran.Reynan tersenyum menang mendengar ucapan Sonya.Dan sepertinya ia bisa memanfaatkan Sonya untuk mengorek informasi tentang Dita.
"Dia bukan saudara gue,tapi saudara mas Adit.gue gak suka cara dia mandang gue.Lebih baik kita pergi"Dita berucap sinis,ia memalingkan mukanya dan kembali mendorong trolly nya karena sudah tidak betah berlama-lama bersama Reynan.Saat hendak melangkah ada sebuah tangan yang mencekal pergelangan tangan Dita.Sadar itu perbuatan Reynan,Dita berusaha melepas tangannya karena merasa risih.Tetapi usahanya sia-sia tenaganya terlalu lemah untuk menandingi tenaga Reynan.
"Kamu benar-benar gak sopan ya,lepasin gak"Dita tak bisa menahan amarahnya,Sonya malah terlihat ketakutan melihat perlakuan Reynan yang sudah kelewatan baginya.
"Aku akan lepasin,kalau kamu mau makan siang denganku"ujar Reynan menyeringai,sepertinya dia sudah penasaran dengan Dita,dan tidak memperdulikan lagi bahwa Dita adalah istri Adit sepupunya.
"Jangan harap,"Dita masih berusaha melepas cekalan Reynan.
Reynan semakin penasaran dengan Dita,baginya selama ini tidak ada perempuan yang sudah berani menolaknya karena ketampanan yang ia miliki.Bahkan dengan gampang ia mendapatkan mereka lalu mencampakkannya setelah puas bermain-main.
__ADS_1
"Mau tidak mau kamu harus mau"Reynan menarik tangan Dita kasar.Trolly yang dipegangnya pun terlepas Dan Sonya sangat takut melihat kejadian ini,bahkan ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong sahabatnya itu.
Dita berusaha berontak tetapi sia-sia,baginya tingkah sepupu suaminya ini sudah keterlaluan. ia tidak menghargai dirinya sama sekali sebagai istrinya Adit, mungkin karena usianya yang masih muda.Jadi reynan menyepelekannya.
"Aunty..."terdengar suara anak kecil yang memanggil Dita.Ia tersenyum lega karena Allah masih menolongnya.
"Siapa kamu?lepaskan tangan Adik saya,dia itu sudah bersuami.Tak pantas rasanya anda memaksa adik saya dengan menyeret tangannya"Dilan yang paham akan apa yang terjadi berkata tajam seolah siap menghabisi Reynan yang berlaku tidak sopan pada adiknya.
Reynan seketika melepas tangannya,ia menjadi gusar.Tidak menyangka lelaki dihadapannya ini adalah kakak Dita,wajahnya pias seketika,tangannya mengepal menunjukkan kegeramannya.
"Kamu baik baik aja Dit?"tanya Dilan.Dita hanya mengangguk ia mendekati Vira yang tengah menggendong dareen.
"Sekarang kamu pergi,sebelum saya melaporkan security atas ketidak sopanan kamu terhadap adik saya"ancam Dilan yang sudah tersulut emosi.
"Baik saya akan pergi,Dita urusan kita belum selesai.Aku pastikan kamu akan menyesal"ujar Reynan tajam yang tidak terima diperlakukan seperti ini.
Dita tersenyum lega melihat Reynan pergi menjauh,tetapi perasaannya tidak tenang mendengar perkataan Reynan barusan,sepertimya pemuda itu tidak main-main dengan perkataannya.Ya Allah semoga saja semua baik baik saja.
Dilan memilih sebuah resto yang terdapat di dalam area supermarket,mereka berenam duduk melingkar dan menikmati makanan yang telah disajikan,setelah perut terisi Dilan mencoba memcari tahu apa yang telah terjadi hingga seorang pemudaenarik-narik tangan Dita.
"Dek,bisa kamu jelaskan siapa pemuda tadi?"tanya Dilan lembut,ia takut bila Dita merasa tersinggung dengan ucapannya.
"Dia itu Reynan kak,sepupunya mas adit"jawab Dita.mendengar jawaban Dita.Semua yang berada di situ terperangah tidak percaya.
"Kok dia kayak gak sopan gitu sama kamu dek,apalagi sampai menarik-,narik tangan kamu"ujar Vira yang menyuapi Daren dan sesil bergantian.
"Iya kak,sebenarnya aku juga tidak begitu suka.Kemarin saat kita bertemu di rumah mama Kirana dengan terang-terangan ia mengajakku berkenalan,dan sekarang ia memaksaku untuk menemaninya makan siang,aku hanya risih aja kak dengan pandangannya terhadapku"Jelas Dita.
"Dit,kayaknya tuh orang terobsesi sama lo,dan lo mesti ati-ati"sonya ikut berbicara.
__ADS_1
"Kakak setuju dengan Sonya.Terlihat dari caranya memandang kamu dek,oh iya kamu kenapa belanjanya gak diantar sama Adit?"tanya Dilan.
"Mas Adit lagi sibuk kak salah satu proyeknya sedang bermasalah,dan tadi pagi sebenarnya ia sudah melarangku.Tapi aku memaksa"
"Huft. .kamu ini keras kepalanya masih aja,sebaiknya sekarang kamu harus lebih berhati-hati."nasehat Dilan.
Dita mengangguk mendengar nasehat dari kakaknya,karena ia sadar bahwa memang terkadang adiknya itu sangat keras kepala dan berbuat semaunya.
Setelah selesai makan, mereka berpamitan pulang karena hari sudah mulai gelap,masing masing kembali ke rumah.Dita menciumi dua keponakannya menunjukkan rasa kangen mereka sebelum mereka kembali ke luar negri.
Sebelum pulang,Dita mengantarkan Sonya terlebih dahulu.karena hari sudah malam.Tidak butuh waktu yang lama Dita telah sampai di rumahnya.Ia memarkirkan mobil kedalam garasi dan membawa semua belanjaannya masuk kedalam.Ia membongkar semua belanjaannya dan menata rapi di tempatnya,buah ,sayur,ikan ,telur dan susu ia letakakkan di dalam kulkas.Kini persedian bahan makanan di kulkas sudah lengkap.Sedangkan beras dan lainnya ia tempatkan di lemari penyimpanan.Dan Besok Dita sudah siap untuk bereskperimen memasak untuk suami tercintanya.
Dita melangkah menuju kamar dan membaringkan tubuhnya disana,baru mulai memejamkan mata ponselnya berdering,ternyata Adit yang menelpon.
"Halo"sapa Dita.
"Yank kamu udah sampai rumah?",tanya Adit khawatir.
"Udah mas,ini baru rebahan"
"Oh ya sudah,aku masih ada urusan di kantor,kamu istirahat aja dulu.Aku pasti akan cepat pulang,Aku sangat merindukanmu sayang"Hati Dita berdesir saat mendengar suaminya mengucapkan kata Rindu.Entah apa yang membuatnya berpikiran hal yang tidak-tidak.
"Iya mas"
"Miss you"
"Miss you too"
Sambungan telepon pun terputus,Dita malah tersenyum membayangkan apa yang harus ia lakukan ketika menyambut suaminya pulang nanti.Dita beranjak dan mulai membuka lemari pakaian miliknya, memilah-milah pakaian apa yang akan dia pakai untuk menyambut suaminya.
__ADS_1
"Hmmm sepertinya ini cocok"Dita tersenyum sendiri membayangkan apa yang akan terjadi malam ini.