
Terdengar suara gadis kecil memanggil manggil aunty nya dari luar pintu.Adit menghela napas dan menghentikan aktifitasnya.Dita tersenyum simpul melihat ekspresi Adit yang kecewa.
"Itu pasti sesil,aku temui dia dulu ya?"Dita meminta persetujuan Adit.Ia pun mengangguk meskipun sebenarnya ia masih tidak rela jika ada yang mengganggu kebersamaannya kali ini.
Dita membuka pintu ruangan dan melihat sesil sedang berdiri di depan pintu.Masih mengenakan gaun putih dengan assesoris sayap di punggungnya membuat ia terlihat seperti peri kecil.
"Keponakan aunty yang cantik,ada apa?"Dita berjongkok dan mensejajarkan tubuhnya dengan Sesil.
"Aunty,bolehkah sesil bertemu dengan uncle handsome?"ucap sesil dengan gaya bicaranya yang cadel.
"Uncle handsome?"Dita mengernyitkan dahinya.
"Huum,uncle handsome."Sesil mengintip kedalam dan tersenyum pada Adit.
Dita menoleh dan mengerti bahwa Suaminya lah yang dimaksud oleh Sesil.
"Oh..sesil mau ketemu sama uncle Adit?"tanya Dita mencubit pipi cubi sesil
Gadis kecil itu menganngguk tersenyum,Dita menggandengnya masuk untuk bertemu Adit yang sedang beristirahat.
"Uncle handsome....."Sesil berlari kegirangan dan menghambur memeluk Adit.
"Dita kecil?"Adit memicingkan matanya melihat sesil yang mengingatkannya dengan gadis kecil yang sering merengek manja padanya.
Dita tertawa melihat ekspresi kaget Adit yang heran melihat kemiripan mereka.
"Ini sesil anak sulung kak Dilan"jelas Dita menjawab keheranan Adit.
"Hai uncle ganteng,aku sesil"tanpa aba aba sesil langsung mencium pipi Adit.Dita tertawa terbahak_bahak melihat tingkah keponakannya itu.
"Hai...aku uncle Adit yang ganteng"Adit kini mencubit pipi sesil yang cubi.
"Ish. .uncle handsome kaya aunty suka nyubitin pipi sesil"tampak gadis kecil itu protes.
"sesil bikin gemes sih..."Adit tersenyum menanggapi celotehan gadis kecil itu.
"Uncle handsome,aku seneng banget uncle yang jadi uncle nya sesil".Kini Adit memangku sesil dan mendengarkan apa yang gadis kecil itu ucapkan.
"Oh iya?apa yang membuatmu senang sesil?"tanya Adit heran.
"Uncle itu handsome banget lebih ganteng dari papa,,sesil suka"gadis itu berceloteh sembari mendekap tubuh Adit.
"Hahaha..masak uncle lebih ganteng dari papahmu?"goda Adit yang gemas pada keponkan barunya itu.
"huum serius deh"sesil mengangguk.
"Sesil tahu gak?ada yang cemburu lho disana,karena sesil bilang uncle itu handsome"Adit menggoda Dita yang berdiri melihat keakraban mereka.
Dita membalas Adit dengan melotot dan berkacak pinggang.
"Uncle...aunty sudah seperti mama kalau sedang marah"sesil menutup wajahnya yang membuat mereka tertawa melihat tingkah keponakannya yang lucu.
Terdengar suara Vira yang sedang mencari sesil,Dita langsung keluar dan memberitahu bahwa putri kecilnya sedang bersamanya.Vira langsung menghampiri sesil kedalam karena tidak enak perilaku putrinya yang mengganngu.
"Sesil...kenapa ada disini?"Vira menghampiri sesil dan menggendongnya dari pangkuan Adit.
"Aku pengen kenalan sama uncle handsome mama"jawab sesil manyun.
"Maafkan sesil ,ya dek.dia sudah mengganggu kalian"Vira terlihat enggan.
"Gak apa apa kak,lagian juga kita mau bersiap siap pulang,setelah ini",jelas Dita.
"Sesil,ayo kita pulang.papa dan opa sudah menunggu,kamu jangan ngilang lagi,bikin mama khawatir"
"Ok mama,sesil pamitan sama uncle handsome dulu ya..."sesil turun dari gendongan mamahnya dan mengahampiri Adit.
"Uncle,sampai ketemu nanti ya,mmuah"sesil kembali mencium pipi Adit dan berlari menuju mamahnya.
"Dita,Adit, kami pamit ya,sampai ketemu dirumah"Vira berpamitan dan menggandeng sesil keluar ruangan mereka.
__ADS_1
Dita tersenyum melihat ekapresi suaminya yang masih kaget dengan perlakuan sesil.Ia mendekati suaminya yang masih bengong.
"Mas,kita siap siap pulang ke rumah papa dulu ya,aku masih kangen sama mereka"pinta Dita .
Adit menghela napas,"Baiklah..."dan sepertinya selama di rumah Dita mereka tidak akan punya banyak waktu untuk berdua.
*****
Mereka berjalan berdampingan memasuki rumah keluarga Hendarto,Adit menuruti keinginan Dita untuk tinggal dirumahnya malam ini saja sebelum mereka pindah di rumah barunya.
Mereka mengenakan baju dengan warna yang senada membuat mereka nampak serasi.Adit menggandeng tangan Dita seakan tidak mau lepas dari istrinya walau sedetik saja.
Tampak keluarga Dita masih berkumpul di ruang tengah,mereka bahagia menyambut kedatangan pengantin baru itu,terutama pak Hendarto,wajahnya terlihat sumringah menyambut kedatangan anak bungsunya bersama sang suami yang akan bermalam dirumahnya.
Dita menghampiri papahnya dan memeluknya bergantian dengan saudaranya.Sedangkan Adit bersalaman bergantian.Mereka ikut mengobrol bersama keluarga ada binar kehangatan yang Adit dapat,sebagai anak tunggal dia tidak pernah merasakan kebersamaan bersama kakak ataupun lainnya.
Suasana semakin renyah karena ocehan dari sesil yang selalu memuji Adit.Tampak jelas bahwa gadis kecil itu sangat mengagumi Adit menjadi suami Dita.Bahkan tidak segan gadis kecil itu duduk di pangkuan Adit.
Malan semakin larut,sebenarnya Adit sudah merasa lelah dan mengantuk,tetapi ia tidak enak bila harus meninggalkan mereka yang masih berkumpul.Menyadari adik iparnya sudah kelelahan Dilan mengambil alih sesil dari pangkuan Adit.
"Dek,sepertinya suamimu sudah kelelahan,sebaiknya kamu segera ajak dia kekamar untuk istirahat"ujar Dilan pada adiknya.
"Baik kak"Dita yang kasihan melihat Adit kecapekan berpamitan pada keluarganya dan mengajak Adit istirahat di dalam kamarnya.
Dita membuka kamar dan takjub melihat kamarnya yang sudah disulap dengan dekorasi yang serba putih,padahal tadi pagi kamarnya masih biasa saja.Ia mengedarkan pandangannya semua terlihat rapi dan indah.tidak ada buku berserakan,baju kotor bergantungan dan yang pasti kali ini kamarnya terdapat lampu warna warni yang mengiasi dinding kamarnya.
Adit menutup pintu kamar dan menghampiri sang istri yang masih kagum dengan dekorasi kamarnya."Kamu suka gak?"Adit memeluk Dita dari belakang dan menempelkan dagunya pada bahu Dita.
"Apa semua ini idemu?"tanya Dita heran.
"......."Adit hanya tersenyum dan mengeratkan pelukannya.
"Mmmm om....aku ganti baju dulu ya,"Dita mengendorkan pelukannya terasa kikuk dan belum terbiasa.Sebenarnya hatinya sangat was was,ia belum siap jika harus melakukan malam pertamanya sekarang,apalagi ciuman tadi siang,sukses membuat dirinya tak bisa melupakannya.
Adit membalikkan tubuh sang istri"hei..apa kamu memberi kode padaku?".Adit mengerlingkan matanya.
"Ish. .om Adit,aku hanya ingin istirahat"Dita terlihat kesal dengan candaan Adit.
Adit menggeleng-gelengkan kepala,sepertinya benar apa yang dikatakan bayu,Adit harus ekstra berhati-hati dalam menghadapi Dita,karena kalau tidak,bisa bisa dia lari karena ketakutan.
Malam ini Dita terlihat berbeda seperti entahlah membuat Adit semakin terpana melihat istrinya,mungkin ini pertama kalinya mereka bisa seintim ini dan membuat dirinya tampak canggung.
Dita sudah keluar dengan baju tidurnya dengan rambut yang tergerai dengan wajahnya yang cantik natural.Cantik...itu yang pertama kali keluar dari bibir Adit.Ia memandangi istrinya tanpa berkedip.Jujur saja sebagai lelaki normal pasti hasrat itu akan muncul dengan sendirinya,tapi sepertinya ia tidak tega bila harus meminta haknya malam ini.Melihat gelagat Dita yang masih gugup dan belum siap.
"Om kenapa?"Dita heran melihat Adit yang masih mematung duduk di tepi ranjang.
"Om...?"Adit memicingkan matanya yang melihat Dita mendekat.
"Hehehe...mas kamu kenapa mandangin aku kaya gitu?"Dita mengulangi percakapannya.
Adit meraih tangan Dita dan mendudukkannya dalam pangkuan Adit.Dita tampak gugup,tapi Adit berusaha santai dan membuat Dita nyaman dalam pangkuannya.
"Kamu tahu?malam ini kamu benar benar telah menggodaku"Adit mencubit hidung Dita.
Si empunya hidung meringis kesakitan,ia melingakarkan tangannya pada leher Adit merubah posisinya hingga jarak mereka sangat dekat.
"Oh ya..?"sebenarnya Dita was was,tapi entah kenapa terbesit ide untuk menjahili suaminya itu.
"Apa kau menantangku?"Adit semakin mengeratkan tangannya pada pinggang Dita hingga jarak mereka begitu dekat.
Dita malah tersenyum nakal menanggapi suaminya yang sepertinya sudah gemas terhadap istrinya ini.
"Kamu harus bersiap siap malam ini"ucap Adit sambil berbisik di telinga Dita. Istrinya malah tertawa geli mendengarnya.
Adit mulai melancarkan aksinya membelai pipi sang istri,rona merah terpancar di pipinya yang cuby,bibirnya yang mungil kini terlihat sangat menawan.Adit mulai menempelkan bibirnya,dan....
Ceklek...uncle ....Aunty......
Damn...!
__ADS_1
Dita langsung berjingkat membenarkan pakaiannya dan berdiri mendengar suara sesil yang ternyata sudah berada di dalam kamarnya.Adit menghemvuskan napasnya kasar.Hampir saja gadis kecil itu melihat mereka berciuman.
"Shit...kenapa aku lupa mengunci pintunya"umpat Adit yang sudah menahan hasratnya di ubun ubun.
Tampak vira dan Dilan yang menyusul anak perempuannya dengan perasaan yang tidak enak.
"Sesil,biarkan aunty istirahat"vira mendekati putrinya.
"Mama,aunty Dita sedang sakit.Aku ingin menemaninya."ujar sesil polos.
"sakit?"Vira mengernyitkan dahinya bingung dengan yang dimaksud sesil.menurutnya Dita baik baik saja tidak sakit.
"iya sakit,soalnya tadi aunty di pangku sama uncle,bukannya mama sering melakukannya pada sesil bila sesil sedang sakit"
Damn...!
Adit dan Dita spontan malu mendengar ucapan sesil,ternyata gadis itu sempat melihat mereka berdua bermesraan,sedangkan kedua kakaknya tak kuat menahan tawa mereka.
"Sesil,aunty Dita sudah ada yang nemenin,jadi sesil gak usah khawatir,yuk sekarang kita bobok"Dilan mencoba bernego dengan anak perempuannya.Ia tidak ingin putrinya mengganggu malam pertama adiknya.
",Sudahlah kak tidak apa ,mungkin ia masih ingin bersamaku"Dita berusaha menutupi kegusarannya dengan mengijinkan sesil tidur dengannya.
Sesil langsung berlari dan berbaring di ranjang Dita.Melihat tingkah putrinya vira dan Dilan semakin tidak enak.
"Sesil mau tidur disini sama uncle dan aunty"Sesil mulai merajuk.
Mereka semua kaget mendengar Sesil merajuk,terutama Adit.Tak bisa tergambarkan betapa besar kekecewaannya disana.
Tetapi di sisi lain dia tidak ingin egois.Tetapi hasratnya sudah benar benar berada di ujung kepala dan harus terhenti karna kehadiran keponakannya itu.
Dita memandang sang suami meminta persetujuannya mengijinkan sesil tidur bersama mereka.Setelah bergulat dengan pikirannya akhirnya Adit mengangguk tanda setuju.
Dita sangat bahagia melihat suaminya pengertian dan tentunya ia tidak perlu was was lagi soal malam pertamanya karena ada sesil bersama mereka.
Dalam hati sebenarnya tidak tega,tapi mau bagaimana lagi.Dia tidak ingin membuat keponakannya kecewa.
"Biarkan Sesil tidur disini kak,kami tak apa apa kok"
"Tapi....."
"Sudah tak apa apa,kakak jangan khawatir"Dita menyakinkan kedua kakanya...
"Hore.....aku tidur bareng uncle dan Aunty "Sesil berjingkat dan bergelayut manja di punggung Adit.
Dilan dan vira merasa tidak enak putrinya mengganggu malam pertama mereka,tapi bagaimana lagi.Si pengantin mengijinkan dan tidak merasa keberatan.
Dan akhirnya mereka bertiga tertidur dengan posisi sesil di tengah tengah , dipeluk Adit dan Dita.Sungguh malam pertama yang tidak akan terlupakan oleh mereka.
♥️♥️♥️
notes: catatan dari Author,jangan lupa kunci pintu kamar 🙈
alhamdulillah...Author sempatin up untuk part hari ini.
Ditunggu part lanjutannya ya......
jangan lupa,like,vote and comment.
untuk dapatkan poin untuk vote mudah banget kak,bisa didapatkan di pusat misi.
bisa chat deh,yang masih bingung,author bantuin nih😎
so..jangan pelit sama author,biar tambah semangat gaes...
jangan lupa follow and join grup chat ya...🤭
follow akun Ig.author kuy. @naili.clarista
salam Author.
__ADS_1
@naili clarista.