AKU MASIH ABG

AKU MASIH ABG
Hadiah pernikahan


__ADS_3

Setelah puas memanjakan diri di kamar mandi,Dita mulai menyiapkan diri menyambut kedatangan suaminya pulang.Ia mengambil sebuah kotak yang telah ia ambil dari dalam lemari,kotak itu merupakan hadiah dari vira kakak iparnya sebagai hadiah pernikahan darinya.


Flash back on


"Dita,selamat ya atas pernikahanmu.Semoga pernikahanmu langgeng"ucap Vira sambil memeluk Dita.Kala itu vira menemui Dita di kamar sebelum keberangkatan ke rumah barunya.


"Makasih kak"


"Oh iya,kakak punya sesuatu untukmu,ini hadiah pernikahan kakak,khusus untuk kamu."ujar vira menyodorkan sebuah kotak persegi berbentuk pipih.


"Terima kasih,kakak tak perlu repot-repot"


"Gak apa apa dek,ini gak barang mewah kok,buka aja"ujar vira.


Dita mulai membuka kotak pemberian vira,sebuah lingerie berwarna merah yang berbahan tipis.Dita terkejut melihat pakaian model seperti ini.Membayangkannya saja Dita malu bila memakainya di depan Adit.


"Kok kaget gitu?gak suka ya?"Vira paham bila Dita pasti risih dengan lingerie darinya.Tetapi sepintas ia tersenyum karena adik iparnya benar-benar polos.


"Su-su-suka kak,aku hanya belum terbiasa saja memakai pakaian seperti ini"ujar Dita sedikit kikuk.


"Nantinya lingerie ini pasti bermanfaat buat kamu,percaya deh sama kakak"jelas Vira dengan senyum tipis membayangkan Dita memakainya dan Adit akan terpesona olehnya.


"Iya kah?"tanya Dita polos.Ia masih bingung dengan apa yang dimaksud Vira.


"Hehehehe ,kalau nanti kamu udah benar-benar siap,pakailah lingerie ini,Adit pasti bakal bertekuk lutut padamu"goda Vira.


"Ih kakak,apaan sih."Dita terlihat malu-malu.Merekapun tertawa bersama saat Vira mnerangkan manfaat dari lingerie yang ia berikan.Dita yang awalnya tak paham,mulai mengerti dan nampak malu-malu karena semalam memang mereka gagal melakukan malam pertamanya karena kehadiran Sesil dikamarnya.

__ADS_1


Flashback off


Dita tersenyum membayangkan pembicaraannya dengan vira kala itu.pipinya memanas membayangkan memakai lingerie pemberian Vira di depan Adit.Darahnya berdesir hebat,berpikir berulangkali untuk memakainya malam ini.Akhirnya ia memilih terusan polos warna maroon,menyimpan kotak lingerie kedalam lemari.Mungkin nanti ia akan berubah pikiran bila ingin memakainya.Sambil tersenyum Dita bergegas mandi untuk menyambut kepulangan suaminya.


****


Pukul 21.00 belum tampak tanda-tanda kepulangan Adit.Dita makin gelisah khawatir bila terjadi sesuatu pada suaminya.Dilihatnya bolak-balik jam dinding di ruang tengah,tapi tetap saja pikirannya terbang memikirkan Adit.Pasalnya sejak kepulangannya dari supermarket Adit tidak menelponnya lagi.


Soal pertemuannya dengan Reynan,Dita ingin menceritakan ketidaksopanan saudara sepupunya itu terhadap Dita.Tapi ia berpikir berulang kali takut bila adit emosi dan malah membuat hubungan kedua saudara tersebut memburuk.


Setengah jam berlalu,Deru mobil yang sangat ia kenal telah memasuki halaman rumah.Bergegas Dita menyambut kepulangan sang suami dengan senyum cantiknya.Ia sengaja menggerai rambut sebahunya.Menyemprot wewangian ke seluruh tubuhnya,dan memoles tipis bibirnya agar terlihat lebih segar.Sepertinya ia mulai mempelajari bagaimana caranya untuk menarik perhatian suami.


Sosok yang sangat ia tunggu tampak lelah,sepertinya ada beban berat yang sedang ia pikirkan,rambutnya terlihat berantakan,matanya sangat lelah.Mungkin masalah di proyeknya belum juga selesai sehingga menguras tenaga dan pikirannya.


Seketika wajahnya terlihat sumringah saat melihat sang istri mennyambut kepulangannya dengan senyum yang sangat ia rindu.Lelah yang ia rasakan seketika luntur dengan sendirinya.Inikah namanya keindahan menikah.Disaat lelah pulang kerja ada yang menyambut dengan senyuman.


"Mas..."meraih tas kerja Adit dan mencium punggung tangan sang suami.


"Iya,sedari tadi aku mengkhawatirkanmu"Dita menggamit lengan Adit dan mengajaknya masuk.


"maaf sayang,tadi masih ada pertemuan dengan para investor untuk bernegosiasi"ujar Adit merebahakan dirinya di sofa ruang tengah.


Dita menaruh tas kerja Adit dan mengambilkannya secangkir teh jasmine yang telah ia siapkan.


"Diminum dulu mas,kamu pasti capek"Adit menyesap teh sambil memandangi istrinya tanpa berkedip.


"Makasih.."Adit melonggarkan kemejanya dan merentangkan dua tangannya.pandangannya mengisyaratkan agar Dita duduk disampingnya.

__ADS_1


"Mas, kamu capek banget ya?"ujar Dita menyandarkan kepalanya pada bahu Adit.Ia seolah mengerti dengan apa yang tengah dirasakan suaminya karena masalah yang membelit proyeknya.


"Begitulah,tetapi dengan melihatmu seperti ini,hatiku menjadi sangat senang."memainkan rambut Dita dan mencium pucuk kepala Dita,menghirup Aroma rambutnya yang wangi،sungguh membuat Adit menghangat.


tersenyum mendengar penuturan Adit,Dita bingung harus berkata apa.Kini posisinya sudah terlalu nyaman bersandar di bahu sang suami.


"Yank,malam ini kamu beda banget.kamu cantik"bisik Adit tepat di telinga Dita.Dan sukses membuat pipinya memanas dan hatinya berdebar.Karena memang tidak biasanya Dita berpenampilan seperti ini di depan Adit.Biasanya,Dia lebih memilih memakai setelan piyama dan mengikat rambutnya agar lebih rapi.Tapi malam ini,ia membiarkannya tergerai.


"Ish...sama aja lah mas"Dita melonggarkan sandarannya menutupi rasa malunya.


"Beneran yank,kamu cantik malam ini."Meraih dagu Dita dan memandangi wajah istrinya yang ayu.Dita mengalihkan pandangannya,karena ia tahu hatinya pasti akan berdesir jika harus bersitatap dengan suaminya itu.


Dita mencoba meminta ijin kebelakang menyiapkan air panas untuk Adit.Tetapi lengan kokoh milik Adit kalah cepat merangkul Dita dalam dekapannya.hatinya seketika berdesir hebat,jantungnya berdegup 100 kali lebih cepat hingga membuat ia susah mengatur oksigennya.Dita tak bisa berkutik karena Adit benar benar telah menguncinya dalam dekapannya.Ia menciumi gadis kecil di depannya yang kini telah menjadi kekasih halalnya.Sedangkan Dita malah tersenyum geli merasakan ciuman dari Adit.


"udah mas,geli tau.Kamu belum cukuran ya."


"hahahaha,aku tak punya waktu untuk mencukurnya"Adit tersenyum nakal.


"Mas,mandi dulu gih bau "ujar Dita yang masih terasa canggung saat berdekatan seperti ini dengan suaminya.


"Kamu juga pasti belum shalat isyak juga kan"Dita mengingatkan.


"Baiklah,jangan lupa tunggu aku di kamar"Adit Mengedipkan sebelah matanya dan mencium pipi istrinya bergegas menuju kamar mandi.Hatinya terasa senang,sejenak melupakan masalah yang tengah mendera.Dan sepertinya dirinya sudah tak sabar bila memadu kasih dengan istrinya.


***


Setelah melaksanakan shalat bersama,Adit merapikan sarung dan sajadah ke tempat penyimpanannya.Hal yang membuat Adit aneh, Dita malah kembali masuk kedalam kamar mandi dengan membawa sebuah kotak persegi pipih.Sebenarnya penasaran sih,tapi lebih memilih buku yang ia dapat dari Revan tentang masalah perijinan proyek.

__ADS_1


Ia menunggu Dita sambil merebahkan tubuhnya di ranjang, membaca pemberian Revan agar ia bisa mencari solusi,Ia memang benar benar harus jeli dalam menangani masalah perijinan yang tengah membelitnya kini.Disaat tengah serius membaca buku,Adit terperangah melihat sosok yang baru saja keluar dari kamar mandi.Berbalut lingerie warna merh menyala dan membiarkan rambutnya tergerai,bahannya yang tipis membuat berulang kali Adit membulatkan matanya sempurna.Ini kali petama Adit melihatnya,Berulang kali ia harus menelan saliva akibat pemandangan di depannya.


Adit tersenyum,dan sepertinya malam ini akan menjadi malam yang panjang buat mereka berdua.


__ADS_2