
🌺 tinggalkan jejak ya🌺
Hari ini akan diadakan rapat seluruh dewan direksi di perusahaan pak hendarto,seluruh pemegang saham dan komisaris akan datang pada meeting kali ini.Tak terkecuali Adit,,ia adalah salah satu komisaris di perusahaan milik pak hendarto sekaligus vice presiden direktur yang lama.
Hari ini merupakan pelantikan Dita sebagai vice presiden direktur baru menggantikan Adit,meski umurnya masih tergolong muda pak Hendarto sedikit demi sedikit membiasakan putri bungsunya itu untuk langsung terjun ke perusahaan yang akan menjadi miliknya kelak,karna kedua kakanya masing masing mendapatkan perusahaan yang mereka kelola di luar negeri.
1 bulan membantu ayahnya di kantor yang tentunya juga dibantu oleh Adit,ayahnya sangat puas dengan kinerja anak gadisnya itu. Tidak membutuhkan waktu lama pak hendarto untuk mengangkat Dita sebagai vice presiden direktur karna kinerja putrinya itu
Bahkan ia sudah berhasil menggaet inveator untuk menanamkan sahamya di perusahaan miliknya.
Meeting room telah dipenuhi para komisaris dan dewan direksi.Kali ini merupakan undangan khusus,jadi tidak sembarang orang berada dalam ruangan ini.Aditpun telah bergabung dengan para komisaris di kursi terdepan dengan tampilan formal dengan wajah yang masih terlihat maskulin dan tampan.Ia tampak berbicara dengan para komisaris yang lain membahas tentang kinerja Dita yang sangat baik.
Tepat pukul 13.00 pak hendarto bersama Dita memasuki ruangan meeting room.Mereka disambut hangat oleh para komisaris dan direksi.Dita menjadi pusat perhatian saat berjalan ke depan,banyak mata takjub melihat kecantikan dan keanggunannya. Saat usianya yang belum genap 17 tahun ia sudah sukses dan mau terjun langsung di perusahaan milik ayahnya,dan ia terlihat begitu cantik dan smart.wajahnya memancarkan ketegasan dan kewibawaan.
“selamat datang pak hendarto,nona dita,silahkan duduk”sapa salah satu direksi.Dita hanya mengekor ayahnya karena belum terbiasa dengan situasi seperti ini.Dan ia juga belum sepenuhnya mengenal mereka,kecuali Adit.Omnya itu sudah duduk manis di depan dan memandanginya dati jauh dengan senyuman yang menawan.
“Bagaimana meeting kali ini ?apa sudah bisa di mulai?tanya pak hendarto.
“Sudah bisa pak,semua komisaris dan dewan direksi sudah datang tepat waktu,Pak Adit juga sudah hadir sebagai vice presiden direktur yang lama”
“Ok kalau begitu,kita bisa mulai sekarang”pak hendarto .segera menuju kursinya paling depan.dita pun mengekor,
"‘Dita kamu bisa duduk di sebelah om adit”.dita melihat adit yang tampak cengar cengir melihatnya.Ia segera menuju kursi kosong yang berada disamping Adit.
“kamu cantik hari ini?” bisik adit tepat di telinga dita.Dita hanya memutar bola matanya malas.
“Simpan gombalanmu buat calon istrimu”dita membalas adit dengan tatapan mengejek.
"kamu masih marah?"tanya Adit dengan suara sangat pelan
"Tanya saja pada dirimu"ucap Dita sinis.
__ADS_1
"Menurut kata hatiku,kali ini kamu hanya merajuk padaku"
"Ter - se - rah"Dita menandaskan ucapannya .dan mulai fokus pada berkas yang ada didepannya.
Meeting pun telah dimulai,pak hendarto mulai menerangkan tentang perkembangan perusahaannya tiga bulan terakhir ini,serta progress kedepan yang akan dilakukan untuk mengembangkan perusahaannya.Tak lupa juga ia menyampaikan bahwa ada investor baru yang telah bergabung dan ini karena kerja keras Dita dan Adit selama ini,semua yang ada diruangan ini bertepuk tangan riuh dengan prestasi yang telah dicapai mereka.
Dita asyik memainkan gawainya membalas chat dari sonya dan Adrian.Ia tidak memperhatikan apa yang disampaikan oleh ayahnya.Sementara Adit sesekali melempar pandangannya ke Dita,tapi ia tetap cuek tidak menggubris adit,sepertinya ia masih marah dengan kejadian kemarin.
Adit sesekali menggoda dita dengan menyikut lengan dita,tapi ia masih tetap tidak bergeming.
"Inilah vice presiden direktur kita yang baru " Nona Dita Hendarto”
Dita terperanjat mendengar Namanya disebut.Ayahnya melambaikan tangan menyuruhnya maju kedepan.Ia pun berjalan dengan percaya diri.Kini ia berdiri sejajar dengan ayahnya.
“Baiklah,sekarang adalah waktu serah terima jabatan vice presiden direktur lama tuan adit kepada nona dita”
Adit maju kedepan dengan senyum termanisnya ditunjukkan pada dita.Ia pun menyerahkan sebuah stopmap berisi berkas kepada dita sebagai tanda serah terima jabatan.
“selamat mengemban tugas baru nota dita” menjabat tangan dita sambal mengerlingkan matanya dengan nakal.
“siap siap ya”bisik adit.
“iya siap siap diterkam sama nona dita”balas dita sinis.
Adit kembali duduk ditempatnya,sementara Dita memberikan sambutan atas pengangkatannya sebagai vice presiden direktur.
Ia sangat antusius saat berbicara kedepan,bahkan ia menyampaikan rencana kedepannya untuk memajukan perusahaan milik ayahnya.Sesekali ia mengedarkan pandangan,dilihatnya Adit yang masih memandanginya dari jauh,bahkan tidak malu malu ia menggodanya dari jauh.
Karena takut konsentrasinya terganggu akibat ulah Adit,ia memutuskan menyudahi sambutannya.
Acara dilanjutkan dengan penyampaian laporan keuangan secara menyeluruh oleh Adit.Ia tetlihat begitu tampan wajahnya yang tadi konyol kini tidak nampak,bahkan Dita kembali tersihir oleh teduhnya wajah Adit.
__ADS_1
Acara pun telah selesai dan dilanjutkan makan siang Bersama dewan direksi dan komisaris.Ruangan itu sesak dipenuhi orang yang lalu lalang.
Adit celingukan mencari dita di kerumunan,tapi ia tidak menemukan gadia kecilnya.Setelah mencari cari akirnya ditangkapnya sosok gadis tinggi itu duduk sendiri di meja VIP.
Dita memilih duduk sendiri dan memainkan gadget untuk mengusir kejenuhan,Ia meninggalkan ayahnya yang sedang berkumpul bersama para komisaris membuat ia sesikit bosan dan ingin istirahat.Merasa belum terbiasa bergabung dengan orang orang penting dalam perusahaan papanya,ia memutuskan untuk mencari tempat untuk sendiri.
“Boleh duduk disini nona cantik?”terdengar suara yang tidak asing bagi dita.
Dita masih asik menatap smartphonenya.”dita…”adit mengentikan aktifitas dita.
“Ada apa sih om?masih belum puas mempermalukan dita kemaren?”dita telihat masih jengkel.
Ternyata ia masih belum melupakan kejadian itu,bahkan ia semakin jengkel saat Adit berusaha mendekatinya.
“Om minta maaf”Adit menarik kursi disebelah Dita dan duduk disampingnya.
“Sudahlah sebaiknya om pergi dari sini"Dita memutar bola malas.
“Bukannya kamu sudah janji akan tetap disampingku”
"Itu dulu ,bukan sekarang,karena sekarang semuanya akan berbeda"tandas Dita.
"Apa bedanya ?kamu masih Dita gadis kecilku yang masih sangat manis dan imut"
“Sudahlah om,bukannya sebentar lagi om akan betunangan,lupakan Dita,anggap saja aku hanya sebuah kenangan dalam hidup om”
“Tidak bisa,bukannya kamu sudah janji”Adit masih berharap Dita akan luluh memaafkannya.
“Lupakan janji itu,karna dari dulu kita tidak ada apa apa fan kita tifak pernah punya hubungan apapun.”mendengar ucapannya Adit langsung menggandeng dita keluar ruangan.
Banyak pasang mata yang memperhatikan mereka tidak terkecuali pak hendarto yang sedari tadi tengah memperhatikan mereka yang tidak seperti biasanya.
__ADS_1
Adit membawa dita masuk kedalam ruangannya.
"Om lepas" Dita berusaha meronta tapi tidak berhasil.