AKU MASIH ABG

AKU MASIH ABG
Rumah Baru


__ADS_3

Pov Dita


Samar samar aku mendengar suara adzan subuh berkumandang,perlahan aku membuka mata.Melihat jam pada dinding menunjukkan pukul 04.15 WIB.Aku masih melihat sesil yang tertidur pulas disampingku.Tetapi aku tidak melihat suamiku.Kemana dia?Apa dia marah ya karena sesil tidur bersama kami semalam,aku bermain dalam pikiranku sendiri.


Aku masih ingat jelas saat dia mulai mencumbuku semalam,tetapi kehadiran sesil tiba-tiba yang langsung masuk kedalam kamarku membuat raut wajahnya nampak kecewa.Apalagi saat aku mengabulkan permintaan Sesil untuk tidur bersama kami,banyak raut kecewa disana.


Aku segera beranjak dan mengikat rambutku yang berantakan.


Aku mencarinya dikamar mandi,tetapi tetap tidak menemukannya.Melihat pintu balkon kamarku terbuka,aku yakin pasti dia disana.Berjalan kearah balkon dengan perasaan was was aku menemukannya disana,ia menyenderkan tangan di bibir balkon melihat pemandangan sekitar di waktu subuh yang masih sepi dan gelap,yang ada hanya hembusan udara fajar yang masih dingin.


Pandangannya menerawang jauh kedepan,mungkin ia kecewa denganku.Ia melamun hingga tidak mendengar derap langkahku menyusulnya.Aku mendekati dan memeluknya dari belakang.Kulingkarkan tangan pada perutnya yang rata.Kuhirup wangi tubuhnya yang membuatku nyaman dengan posisi seperti ini.Ia tersentak,mencoba melepas tanganku tapi aku malah mengeratkannya.


"Biarkan seperti ini mas"lirihku.


Mas Adit membiarkanku memeluknya,ia seolah cuek dan mengabaikanku.


"Mas marah ya padaku?"aku mencoba memberanikan diri bertanya.


"...,........"Diam tidak ada sahutan.Aku semakin merasa bersalah.


"Mas,maafin aku ya"


"............."lagi lagi dia masih terdiam,padahal biasanya pasti dia akan menggodaku bila berada di posisi ini.


Rasanya hatiku sesak saat ia diam dan mengabaikanku. Aku tidak rela bila ia mendiamkanku .Aku semakin mengeratkan pelukanku dan menenggelamkan kepalaku di bahunya.ini sangat nyaman bagiku,tetapi masih saja dingin dan mengacuhkanku.


"Dita,kita shalat jamaah subuh dulu ya"akhirnya ia mau bicara dan membuatku sangat sangat senang.Ia menggandengku masuk dan mengambil wudhu untuk segera melaksanakan shalat berjamaah pertama kali sebagai suami istri.Dan ini sepertinya akan menjadi prioritasku kedepan bersamanya.


Selesai shalat aku mencium punggung tangannya takzim,sungguh hatiku sangat tenang bersamanya.Tak lama ia membalas dengan mencium keningku lama.Terasa bulir bening luruh di pipi.Aku sangat terharu diperlakukan seperti ini,sebenarnya bukan lebai sih...tapi memang kenyataannya seperti ini.


"Kamu kenapa?"mas Adit menatap pipiku yang basah oleh air mata.


"........."aku terdiam,entah kenapa air mata itu lolos begitu saja.


"Kamu sakit?"tanyanya.Aku segera menggeleng dan mengusap air mataku.

__ADS_1


Ia mendekapku dan mengusap pucuk kepalaku.


"Sayang,kamu tidak usah berpikiran macam- macam,aku tidak marah padamu.Aku hanya menikmati pagi pertama kita sebagai suami istri"seakan paham apa yang ada dipikiranku ia mencoba menenangkanku.Entah itu jujur atau bohong hanya dia yang tahu.


"Tapi semalam..."


"Ststst....aku tidak akan memaksamu jika kamu belum siap"seketika binar keceriaan muncul mendengar ucapannya, aku semakin mengeratkan pelukan dan makin sayang pada suamiku ini.Dia mau mengerti keadaanku yang masih belum 100 persen siap.


"Nanti siang,kita pindah ke rumah kita yang baru ya"ujarnya dengan lembut.Aku mengangguk tanda setuju tanpa ada banyak kata.Aku hanya ingin berbakti padanya,dan setidaknya aku ingin mempunyai waktu luang bersamanya selama ia dalam masa cuti.


******


Setelah makan siang bersama keluarga, kami berpamitan untuk menempati rumah baru.Aku bahagia karena melihat papa tersenyum dan legowo melepasku.Sempat sesil merengek ingin ikut tinggal di rumah baru kami,tapi berkat kak Dilan yang merayu anak gadisnya,sesil akhirnya mau mengerti.


"aunty dan uncle janji bakalan telepon sesil,"rengek sesil dalam gendongan Adit.


"Siap,keponakan uncle yang cantik"Adit mencubit gemas pipi sesil.


Hari ini benar-benar membuatku cengeng,lagi lagi air mata ini lolos dengan mudahnya.Dalam perjalanan menuju rumah baru,mas Adit mencoba menenangkanku dengan menggenggam erat tanganku selama perjalanan,tampak raut khawatir hingga ia memilih menepikan mobilnya dan membiarkanku tenggelam dalam pelukannya.


"sudah,tenangkan hatimu.Kita masih bisa berkunjung kesana.Dan kini ada aku disampingmu sebagai suamimu"kata-katanya sangat membuatku tenang.


Kami telah sampai di sebuah rumah bergaya klasik dengan halaman yang asri,rumahnya tidak terlalu besar,tetapi aku suka kesan klasiknya.Aku turun berjalan memasuki rumah.Mas Adit mengikutiku dari belakang dengan membawa koper.Aku berkeliling melihat isi rumahku,Dua kamar ,dapur,ruang kerja,ruang tengah dan ruang tamu.Rumah ini hanya memilik satu lantai,jadi memudahkanku untuk merapikannya.


"Kamu suka?"tanya suamiku.


Aku mengangguk dan menggamit lengannya.Rasanya aku ingin bermanja manja dengannya kali ini.


"Rumah ini memang tidak sebesar tempatmu tinggal,tapi cukup untuk keluarga kecil kita.Dan aku harap kamu akan betah tinggal disini"ujarnya sambil mengelus pucuk kepalaku.


"Dimanapun aku tinggal, kalau ada kamu aku pasti betah"ucapku manja.


"Istriku sudah mulai pandai menggombal"candanya.


Aku segera merapikan koperku dan menata semua perlengkapan kami di kamar.Sementara itu mas Adit masuk kedalam ruang kerjanya,tiba tiba saja ia mendapat panggilan dari cindy dan berbicara sangat serius.Entah ada masalah apa yang terjadi aku tidak tahu.

__ADS_1


Dua hari lagi ulangan akhir semester,dan aku harus berkonsentrasi.Dan aku memutuskan satu minggu ini fokus dirumah dengan mempercayakan semua pekerjaanku pada mbak Nadia.Setelah selesai merapikan barang-barang kami ,aku berinisiatif membuatkan susu hangat untuk suamiku.


Karena ini rumah baru,jadi tidak terlalu banyak bahan makanan dan minuman yang tersimpan.beruntung masih ada susu dan roti tawar di kulkas mungkin peninggalan art di rumah ini.Dan aku memanfaatkannya untuk mengganjal perut.


Sepertinya dua hari kedepan aku harus merapikan dapur dan memasak sendiri,karena pembantu di rumah ini sedang ada urusan keluarga di luar kota,dan dua hari lagi baru kembali.Setidaknya dua hari ini aku off dari kantor,sehingga aku bisa mengerjakan pekerjaan rumah.


Aku membawa nampan berisi dua gelas susu hangat dan roti bakar yang aku buat di dapur,yah aku memang tidak pandai memasak,tapi paling tidak aku paham sedikit saat membantu mbok Nah di dapur.


Aku duduk di ruang tengah sambil menunggu mas Adit yang masih di dalam ruamg kerjanya.ingin menyusul tapi rasanya enggan,takut mengganggu.Aku memutuskan duduk saja dan melihat Tv drama korea favoritku Karena terlalu lama menunggu membuat aku tertidur di sofa ruang tengah.


Aku membuka mata dan ternyata hari sudah gelap,aku melihat susu dan roti bakar sudah berkurang satu,itu tandanya mas Adit sudah meminumnya,tapi kenapa dia tidak membangunkanku.Dan sekarang dimana dia,aku tidak melihatnya.


Terdengar deru mobil baru sampai di halaman,aku yakin itu pasti mas Adit.tapi,dari mana dia aku bertanya tanya dalam hatiku.Terdengar derap langkahnya yang memasuki ruang tengah.


"Kamu sudah bangun"mas Adit menghampiri dan mencium pipiku.


"Kamu dari mana?"tanyaku dengan kecewa.


"Aku dari kantor,tadi cindy telpon ada klien yang ingin bertemu denganku secara langsung"jelasnya yang menangkap kekecewaan padaku.


"Kenapa tidak membangunkanku?"


"Sayang aku tidak tega,kamu terlihat sangat lelah,jadi aku memutuskan membiarkanmu istirahat"


"Tapi....."


"Sudah-sudah,kamu pasti lapar?aku membawakan makanan favoritmu, sekarang kita makan ya ,setelah itu kita istirahat."ia menggandengku ke dapur dan menyiapkan makan malam kita.Dia menyiapkan semuanya,ia memintaku duduk menunggu di meja makan.


Kami makan malam tanpa obrolan ,hanya denting sendok yang terdengar.Setelah selesai makan malam, aku merapikan semuanya.Mas Adit langsung menuju ke kamar mengajakku shalat berjamaah


Setelah selesai aku menyusul suamiku untuk melakukan shalat berjamaah.Wajahnya tampak lelah dan aku tidak tega untuk mengganggunya dan menhujaninya dengan banyak pertanyaan yang ada si benakku.


Setelah selesai shalat berjamaah,ia mencium keningku dan berlalu merebahkan diri di kasur tanpa sepatah kata.Sempat kecewa sih,tapi aku berusaha menghargainya.Mungkin dia sedang lelah dan tak ingin diganggu.


Tidak membutuhkan waktu lama ia sudah bergulat dalam dunia mimpi dan terdengar dengkuran halus dari bibirnya.Aku mengamati wajah tampannya.Meskipun di usianya yang matang tetap saja ia terlihat tampan.Pantas saja Sesil sangat mengidolakannya.

__ADS_1


Dan sepertinya malam ini tidak akan terjadi apa-apa ya readers.


😆 terima kasih,


__ADS_2