AKU MASIH ABG

AKU MASIH ABG
cacing di perut


__ADS_3

Adit mulai memasuki pelataran rumahnya,suasana tampak sepi dan gelap.Adit heran kenapa sudah jam segini lampu dirumahnya belum menyala,ia berpikir Dita tidak ada di rumah,tetapi mobil Dita masih terparkir rapi di garasi.Itu tandanya istrinya tidak kemana-mana.


Ia membuka pintu rumah,tetap sama semuanya gelap gulita,berjalan mencari saklar dan menghidupkan lampu rumah satu persatu.Cahaya kini telah menerangi rumahnya yang semula gelap.Ruang tengah masih terlihat rapi Seperti sebelum Adit pergi,tandanya tidak ada aktivitas disana selama dia pergi.


Adit berjalan menuju dapur menaruh bawaannya di meja.Menyiapkan makan malam untuk istrinya dan membuatkan susu hangat kesukaannya.


Keadaan di dapur juga sama,masih terlihat rapi dan semua peralatan masak masih berada ditempatnya masing-masing. Memperlihatkan tidak ada aktivitas masak-memasak disana.


Adit malah teringat istrinya yang memasak nasi goreng untuknya tadi pagi,suasana masih baik-baik saja,bahkan Dita terlihat tersenyum bahagia.Dan setelah pulang dari rumah mamahnya sikapnya mulai sedikit berubah.


"Ah iya Dita,dimana dia?"batin Adit yang masih mengkhawatirkan istrinya.


Adit segera melangkah menuju kamarnya,dengan mudah ia membuka pintu kamar yang tidak terkunci.Seperti ruangan yang lain,Lampu kamar masih mati,padahal Adit sangat paham bahwa Dita dari dulu takut gelap.Tapi kenapa ia malah tidur dengan kondisi lampu kamar mati.


Adit segera menghidupkan lampu kamarnya,ia sedikit lega melihat istrinya masih tertidur di ranjang miliknya.Setidaknya membuat rasa khawatirnya berkurang.


Hal yang paling mengejutkan bagi Adit adalah saat melihat semua bantal, selimut,guling berserakan di lantai,Apa yang telah terjadi pada istrinya,hingga membuat kamarnya terlihat seperti kapal pecah.


Adit mulai memunguti satu persatu yang berserakan dan merapikannya,setelah dirasa cukup rapi ,kini ia membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.Ia memutuskan mandi untuk merilekskan badannya yang terasa lelah dan penat memikirkan masalah di perusahaan.


15 menit berlalu,kini ia sudah bersih dan wangi.Berjalan mendekati sang istri yang masih meringkuk di ranjangnya.Ingin membangunkannya,tapi rasanya tak tega melihat keadaannya yang sepertinya sedang kacau.


Wajahnya sembab,terlihat gurat kesedihan disana dan pastinya ia menangis sangat lama.Adit merebahkan tubuhnya disamping sang istri yang membelakanginya,ia memeluk sang istri dari belakang dan mencium pucuk kepalanya.Benar benar membuat hati Adit semakin nyaman.


Ia semakin mempererat pelukannya dan menengelamkan kepalanya di leher Dita,menghirup wangi tubuhnya yang beberapa hari ini sangat ia rindukan.pikirannya yang penat membuat ia beberapa hari mengabaikan Dita,dan sepertinya istrinya sedih karena hal itu.


"Maafin aku ya sayang..."lirih adit.Kembali ia menciumi pucuk kepala Dita.


"Egh......."Dita menggeliat,pergerakannya membuat Adit sedikit mengendorkan pelukannya.Agar Dita bisa bergerak bebas.Sang istri mulai membuka matanya dan berbalik karena merasa ada tangan yang melingkar di perutnya.


"Mas..."sura Dita terdengar parau melihat Adit yang telah disampingnya dan melingkarkan tangannya di perut.

__ADS_1


Tatapannya hangat sembari menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah Dita,"kamu kenapa? Wajahnya kok sembab gitu?habis nangis ya?".Adit masih membelai rambut Dita.


".........."Dita masih diam.


"Kamu sudah makan malam?"tanya adit menatap dua bola mata Dita.


Dita menggelengkan kepalanya,bukannya menjawab tetapi Dita malah menenggelamkan kepalanya dalam pelukan Adit,dan ia mulai terisak dalam pelukan Adit.


Entah apa yang dirasakannya,Adit mencoba menenangkannya.diusapnya punggung istrinya agar ia berhenti menangis.Mungkin ini bukan pertama kalinya Dita merajuk selama mereka bersama,tetapi ini pertama kali Dita merajuk saat menjadi istri Adit,dan ini tidak seperti biasanya,saat dita merajuk ingin diajak jalan-jalan ataupun marah karena Adit mempunyai pacar baru.


Suara isakan Dita mulai mereda,Adit mulai melonggarkan pelukannya dan menagkup pipi Dita,Dipandangi manik mata hitam itu.Seperti menyimpan sesuatu.


"Yank,kalau ada sesuatu bilang,jangan kaya gini?"ujar Adit penuh kelembutan.


"........"Dita masih terdiam tak menyahut.


"Yank,kita sekarang sudah suami istri lho,harusnya kita saling terbuka,kalau ada masalah kan bisa dibicarakan baik baik,gak perlu nangis kayak gini,lihat deh wajah kamu ,jelek tau..udah kaya nenek-nenek"Adit sengaja menggoda Dita agar tersenyum.


"Kita shalat isyak dulu ya,setelah itu kita makan malam,terus kamu cerita sama aku,apa yang sekarang jadi ganjalan hatimu"Adit membingkai wajah istrinya yang mulai tersenyum.


Dita hanya mengangguk dan menatap dalam wajah suaminya yang menyiratkan rasa kekhawatiran.


"Yank...aku kangen,"Adit mulai mengelus pipi Dita yang masih basah oleh air mata.


Menempelkan dahinya hinga bibir mereka bertemu,perlahan dikecupnya bibir mungil itu.Rasa manis itu yang membuatnya rindu.Bagai gayung bersambut,Ditapun membalas kecupan Adit dengan lembut hingga mereka berciuman dalam waktu yang lama,Dan lagi-lagi suara cacing di perut berhasil menghentikan aktivitas keintiman mereka.


"Tuh kan cacingnya sudah protes minta makan"goda Adit yang melihat bibir ranum itu sedikit bengkak akibat ulahnya.


"Hehehehe"Dita merasa malu karena terdengar suara perutnya karena lapar.Semenjak pulang dari rumah mamahnya ia memang belum makan karena tertidur setelah menangis lama.


"Kita makan setelah itu baru shalat"ajak Adit menarik istrinya untuk segera beranjak dari ranjang.Dita merapikan seprai yang telah diacak-acaknya saat menangis.Setelah semua rapi,Mereka bergandengan keluar menuju dapur untuk makan malam.

__ADS_1


Di dapur sudah tersaji makanan yang dibawa Adit dari cafe bayu tadi,Adit menarik kursi dan mempersilahkan Dita duduk,ia menarik kursi disebelahnya duduk menemani Dita makan.


Adit memandangi istrinya yang sedang makan,,ingin tertawa tapi tidak tega,ternyata istri kalau merajuk bisa menguras energi.Terlihat dari cara Dita makan,yang sedang kelaparan.


"Kamu gak makan mas?kok cuma lihatin aku"tanya Dita yang sudah mengahbiskan makanannya.


"Aku tadi sudah makan kok bareng Revan,di cafe milik Bayu"jelas Adit yang menyodorkan susu agar Dita meminumnya.


"ya sudah lah"Dita segera menegak susunya sampai habis,merapikan bekas makannya dan langsung mencucinya agar dapur kembali bersih.


Melihat istrinya yang sedang merapikan dapur,Adit tersenyum melihatnya.Betul juga perkataan Bayu,bahwa wanita itu ingin kelembutan,didekap aja pasti bisa redam emosinya,dan cara itu berhasil membuat Dita tersenyum dan tidak merajuk lagi.


Selesai makan malam mereka melanjutkannya dengan shalat berjamaah bersama,dan hal itu menjadi kewajiban Adit menjadi Imam shalat bagi istrinya saat di rumah.


Dita membersihkan badannya yang terasa lengket dan mengganti pakaiannya,sementara itu Adit telah menunggunya untuk shalat bersama.


Empat rakaat telah mereka tunaikan,memanjatkan setiap untaian doa agar rumah tangga mereka sakinah mawaddah warahmah,dan selalu diberi kemudahan dalam segala hal.


Kini mereka telah bersiap di ranjang,menyenderkan punggung di kepala ranjang,dan menggenggam erat tangan sang istri,Adit telah siap mendengarkan apa yang menjadi ganjalan sang istri.


"Sekarang kamu cerita,apa yang membuat kamu menangis?"tanya Adit.


"Apakah aku harus menceritakannya?"ujar Dita manja.


"Sayang,aku hanya tidak ingin ada rahasia,dan ingat besok kamu sudah ujian semester.Jadi aku tidak ingin kamu menyimpan masalah dalam hatimu"ujar adit meraih kepala Dita dan meletakkannya di bahu.


"Mas..."


"Ceritalah,aku siap mendengarkanmu"


"Mmmm...aku...tidak sengaja melihat fotomu bersama kak emely,apa kamu masih mencintainya sampai saat ini,hingga harus menyimpan fotonya."akhirnya Dita mengungkapkan perasaannya yang mengganjal.

__ADS_1


****


__ADS_2