
#Hai hai author selalu ingetin,jangan lupa like vote and comment#
Cinta bisa membuat kita lupa
Terkadang membuat sesak di dada
Membuat sejenak melupakan sakit
Karna cinta begitu indah adanya
*****
"Kira kira kejutan dari om adit apa ya?"dita berbicara sendiri,diambilnya boneka panda pemberian om adit lalu dipeluknya.
Hmmm boneka itu adalah boneka pemberian Adit saat Dita masih TK ,saat itu ia merengek minta diajak ke pasar malam.Bukan Dita namanya kalau pada saat itu akhirnya Adit mengajaknya pergi walaupun dia harus membatalkan janji makan malam dengan pacarnya.Alhasil Adit diputus pacarnya lagi,dan lagi lagi alasannya adalah Dita.
Ternyata kalau dihitung hitung Dita itu pembawa kesialan pada Adit dalam hal percintaannya,tetapi meskipun seperti itu Adit tidak pernah mempermasalahkannya karna hatinya sudah teramat sayang dengan gadis kecilnya itu.
"om adit lagi apa ya panda?,Dita beneran kangen nih..hari ini om adit telponnya bentar banget,dia sepertinya benar benar sudah punya pacar dan mau menikah " dita kembali berbicara pada boneka pandanya.
"hei panda kamu tahu gak? dari tadi pagi ada dua orang yang sudah menasehatiku soal om adit,mereka bilang om Adit akan segera menikah,bagaimana menirutmu??,"
"apa aku sudah jatuh cinta ya sama om adit,tetapi dia kan udah aku anggap kaya kakakku sendiri,lagian om adit usianya jauh diatasku,pasti banyak yang tidak setuju dan mengolok ngolokku"kembali dita berbicara pada bonekanya.
"Tapi apa salahnya,om Adit kan lajang dan aku juga sebentar lagi 17 tahun..jadi tandanya udah gede,dan menurutku itu tidak masalah.toh banyak novel yang kisahnya menceritakan sepasang kekasih yang usianya terpaut sangat jauh,dan mereka juga bahagia "Dita kembali menyakinkan hatinya.
"Eh..tapi apa om adit juga cinta sama aku,mana mau dia jalan sama abg kaya aku,yang manja,keras kepala,suka usil kalau dia pacaran,bahkan suka ngrecoki dia,teman satu sekolah saja gak ada yang mau mendekatiku dengan alasan mereka takut padaku,karna aku jutek"dita kembali pesimis mengingat ingat kejadian yang lalu.
"Pria dewasa seperti om adit pasti sukanya sama wanita dewasa ,kalem,mandiri,gak manja kaya aku..."Dita mencoba coba menerka.
"Ih...om adit ngapain sih muncul terus di pikiranku"dita kembali memukul boneka pandanya karna saking gemasnya.
Dita mencoba menutup matanya,pikirannya menerawang jauh,menyelami perasaan yang dialaminya sekarang ini,apa ini yang namanya cinta monyet,baru pertama kali ini Dita merasa tidak tenang apalagi memikirkan om Adit,padahal biasanya gak pernah kaya gini,setiap saat aku selalu manja sama om adit,tapi aku gak pernah kepikiran om adit.
"fix.....beneran aku jatuh cinta"dita kembali berbicara sendiri
"Cinta Monyet......"dita kembali tertawa merasakan cinta yang tumbuh dalam hatinya...
kring...kring....kring.....dita terperanjat mendengar gawainya berdering,sonya menelpon.
"halo nya tumben telpon?"tanya dita
"dita lo lagi apa?"tanya sonya.
__ADS_1
"lagi santai aja sih,kenapa emang?"
"Gak ada apa apa,gue lagi pengin curhat aja"ujar Sonya di seberang,
"Gue nginep di rumah lo ya..?"
"Ok gak apa apa gue seneg banget malah ada yang nemenin gue,tak tunggu ya ....buruan"
"ok gue cabut sekarang"
Dita menutup telponnya,kembali ia memeluk boneka pandanya lagi,sambil tersenyum dan membayangkan om Adit.wah...benar benar udah Bucin nih si Dita,ABg jaman now kalau udah jatuh cinta ya begini nih.
Selang tak lama gawainya pun berbunyi lagi.
"Ada apa ?jadi nginep kan?"tanya dita asal
"Siapa yang nginep dit?"terdengar suara pria di seberang
"Om adit? maaf om kirain Sonya yang telpon"dita malu sekali,untung om Adit gak dihadapannya
"Oh om kirain pacarnya mau nginep"goda Adit
"ish...om adit apaan sih,dita tuh jomblo gak punya pacar pada takut ama Dita,emangnya Dita segitu galaknya ya sampai sampai pada takut.Lagian mana berani dita nyuruh cowok nginep yang ada Dita bisa digantung sama papa. "dita semakin sebel mendengar gurauan adit
"hihihi...om bercanda sayang,gimana kabar kamu hari ini?"
"Kasihan banget gadis kecilnya om,oh iya papa udah pulang dit?"
"Udah om,,o iya om kata papa om adit mau kasih kejutan,kejutannya apa om dita penasaran nih"
"ish papamu itu ember deh"adit ptotes
"wkwkwkwkw,jahat banget ngatain papa Dita ember,om Adit lucu ah"
"Lha habisnya papa kamu itu lho,baru aja dapat kabar langsung bocor,kalau bukan ember apa namanya?,"Adit tertawa di ujung sana.
"Emang apaan om kejutannya,?" tanya Dita penasaran.
"Apa ya...?kasih tau gak ya......" Adit menggoda Dita.
"Jangan buat penasaran.....aku gak suka"Dita mulai gemes dengan candaan Adit.
"Oh ya kenapa noh tadi kok tanya tanya kalau dita itu segitu menakutkan,jangan jangan lagi jatuh cinta nih gadis kecilku"
__ADS_1
"Mulai deh,,,,,bahas yang lain aja lah gak penting"Dita berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Dita.... kangen gak sama om Adit?" pertanyaan om Adit sontak membuat Dita malu dan memerah wajahnya.
.
.
.
Tak ada sahutan dari Dita.
"Dita .dita.dita.kok diem ?"
"Om adit nih yang seharian lupa sama aku ,dicuekin,telpon aja cuma sebentar."Dita mulai merajuk.
"Om adit sibuk Dita,ni aja om Adit baru selesai,terus langsung telpon kamu,karna om tahu kamu pasti kangen sama om karna seharian gak liat wajah gantengnya om,om Adit kan tahu persis kamu itu gak bisa jauh jauh dari om,"adit tertawa.
"Gakk ..aku gak kangen,,om Adit nyebelin....."dita langsung menutup telponya karna saking malunya.
Untung saja hanya lewat telpon,kalau berhadapan langsung bisa bisa Dita bisa mati kutu karna ulah Adit.
,📳om Adit
"met bobok ya gadis kecilku"
📳 Om Adit
"sampai ketemu besok ya...see you"
pesan dari om adit masuk,langsung ku balas
📳 Dita
"Ok omku yang ganteng...sampai ketemu besok"
Dita langsung membenamkan kepalanya kedalam bantal,karna saking bahagia dan senang mendapat telpon dari Adit.
Dan pastinya ia sekarang memang telah benar benar jatuh cinta untuk yang pertama kali.
Dan sepertinya Cintanya akan dia simpan dalam hati saja,karena ia yakin Adit tak akan pernah membalas perasaannya.
Yang bisa ia lakukan hanya menjalani semuanya seperti biasa ,dengan berubah menjadi pribadi yang mandiri dan dewasa,tidak selalu bergantung dengan Adit.
__ADS_1
jalannya masih panjang dan pasti tak akan ada ujung.
******