AKU MASIH ABG

AKU MASIH ABG
Tunggu aku


__ADS_3

"Dita..."seseorang datang menghampiri,sudah lama mereka tidak bertemu.Semenjak Dita menikah jarang sekali Adrian menghubunginya. Semata-mata hanya memang ingin melupakan rasa sayangnya pada sahabatnya itu.Move on dari Dita sangat sulit baginya.Tapi kini Dita malah menghubunginya dan mengajak bertemu.


"Duduk dulu yan,aku pesankan minum ya"Dita memanggil waitress dan memesankan minum Adrian.


Kali ini Adrian terlihat mencoba terlihat lebih santai,ia kini bisa menerima bahwa Dita lebih memilih Adit. Sebenarnya ia memang belum bisa melipakan Dita sepenuhnya،Gadis itu memang sangat spesial di hatinya semenjak mereka berteman dari SMP.Tetapi segera ia tepis semuanya.Ia buang jauh jauh rasa sayangnya pada sahabatnya yang telah memiliki pasangan.Pantang bagi Adrian mencintai wanita bersuami,bisa -bisa dirinya di cap sebagai pebinor.


Adrian pun paham keadaan Dita sekarang ini,yang tengah shock mendengar berita hilangnya Adit.Menepikan egonya dan berperan sebagai sahabat yang selalu ada untuk Dita disaat kapanpun.


"Bagaimana kabarnya?"sapa Dita,ia tersenyum melihat perubahan penampilan Adrian yang terlihat rapi.


"Aku baik baik saja",jawab Adrian datar.Ia tidak mau terjebak dengan perasaannya lagi. Wajah Dita terlihat lebih cantik,Bahkan senyuman itu mampu membuat dadanya sesak kembali mengingatnya.


Dita paham apa yang dirasakan sahabatnya itu.Ia berusaha mengalihkan pembicaraan agar keduanya tidak canggung"hubungan dengan sonya gimana?baik-baik saja kan?"


"Cewek genit itu?gak usah bahas dia lah.Males gue"Dita menyunggingkan bibirnya menangkap sinyal cemburu pada sahabatnya itu.Hatinya ikut senang bila Adrian bisa move on darinya.


"Kok gitu emangnya Sonya kenapa?"Dita semakin penasaran dengan apa yang terjadi.Cukup lama ia tidak pernha berhubungan dengan mereka.


"Udah lah gak usah dibahas,malas gue"lagi-lagi Adrian mengelak.


Dita memicingkan mata menangkap ketidakberesan pada hubungan mereka."sepertinya mereka sedang dalam masalah"batin Dita.


"Kamu ada apa ngajak ketemuan?"tanya Adrian.Yang memang tidak ingin terjebak dalam suasana ini.


"Oh..sebenarnya aku mau minta tolong sama kamu"jawan Dita ragu.


"Minta tolong apa?"Adrian heran dengan permintaan Dita. Ia takut bila perasaan itu muncul lagi.


"Mmm...."Dita masih ragu mengutarakan maksudnya.


"Bilang saja,kalau aku bisa pasti aku bantu"seolah mengerti apa yang dipikirkan Dita.Adrian berusaha menetralkan perasaannya.Ia memang paling paham Dita dan tak ingin melihat sahabatnya itu sedih.


Dita meremas ujung jarinya,antara ragu atau tidak. Ia hanya tidak ingin permintaannya pada Adrian akan menjadi boomerang untuk dirinya.


"Everything is Ok Dita,kamu masih anggap aku sahabat kan?"Dita mengangguk mengiyalan perkataan Adrian.

__ADS_1


"So.bicaralah"


Dita menghela napas"yan,bantuin gue cari mas Adit ya?"pinta Dita.Raut wajahnya memelas membuat Adrian tidak bisa menolaknya.Ia pun masih terdiam tak menjawab permintaan Dita.


"Kalau gak bisa gak apa apa sih,gue paham kok,biar aku sendiri aja yang mencarinya"Dita nampak putus asa.


Tak tega melihat sahabatnya yang bersedih,akhirnya Adrian bersuara."Baiklah,aku akan bantu kamu.'


Dita terlihat begitu senang,senyumnya kini kembali terukir di wajahnya.


"Minggu depan kita ke tasik ya,nanti aku ajak Sonya sekalian"Dita tersenyum lebar.


Adrian kaget mendengar nama Sonya disebut."Hei kenapa bawa bawa nama sonya sih"sungut Adrian.Sepertinya ia nampak kesal pada sahabatnya itu.


"Gue udah istri orang adrian,kan gak mungkin cuma pergi berdua sama kamu,yang ada nanti ada setan diantara kita"'Dita tersenyum jahil.Setidaknya sejenak melupakan kegalauannya pada Adit.


"Hadeh,tapi kan gak harus Sonya Dita,ajak yang lain aja deh"Adrian masih enggan bila harus berurusan dengan Sonya.


"Lo kenapa sih,kayak lagi marahan sama Sonya"Dita semakin tertarik tentang apa yang terjadi dengan sahabatnya itu.


"Tu cewek makin lama makin genit,ogah gue"Adrian tampak kesal,tapi bagi Dita ini sangatlah lucu dan mampu menghibur hatinya.


"Ha...cwmburu?No....ogah gue cemburu ama cewek centil kaya Sonya".


"Wkwkwkwk"Dita tertawa lepas,bebannya terasa hilang sementara, hingga teringat kembali bayangan Adit hatinya menjadi suram.


Adrian yang melihat perubahan ekspresi sahabatnya mulai melunak dan menghibur sahabatnya.


"Dit,lo yang sabar ya.Gue pasti bantuin lo nyari om Adit"tak mengelak secuil rasa itu masih ada pada hati Adrian,tetapi ia berusaha menepisnya karena ingin melihat Dita bahagia.


Akhirnya mereka menyepakati minghu depan akan mulai melakukan pencarian di tasik.Dita harus menyelesaikan pekerjaannya sebelum pergi.Dan tentunya harus seijin Pak Hendarto dan tante Kirana.Sepertinya ia harus bekerja keras untuk menyakinkan mereka.


♥️♥️♥️♥️♥️


"Hai,sayang"Sapa tante kirana menyambut kedatangan Dita.

__ADS_1


Sepulang dari bertemu Adrian,Dita sengaja mampir ke rumah mamah mertuanya untuk mengutarakan keinginannya pergi ke Tasik mencari Adit.Ia berharap mertuanya mengijinkan keinginannya.


"Mamah,gimana kabarnya?"sapa dita mencium tangan mertuanya.


"Mamah baik baik aja,kamu sehat kan?mamah gak mau karena kesibukanmu homeschooling dan ngantor membuat kamu jatuh sakit sayang"Tante kirana menggandeng Dita mengajak menantunya itu duduk di gazebo taman belakang.


Tempat ini mengingatkannya pada Adit,tempat ini saksi dimana mereka jadian,dimana Adit menyatakan perasaan cintanya hingga mereka menjalin hubungan kekasih.pelupuk mata Dita mulai mengembun,hatinya mencoba kuat agar tidak rapuh di depan mertuanya.


"Hei,kamu teringat Adit sayang?"Tante kirana meraih tubuh Dita dan menenggelamkannya di dadanya.


Dita tak bisa menahan tangisnya bila mengingat kenangannya bersama Adit.Tante kirana membelai punggung gadis lemah dihadapannya.Hatinya pun ikut menangis melihat keadaan menantunya yang menyedihkan,berusaha kuat agar tidak semakin terpuruk.


"Dita,percaya semua akan baik baik saja.Mama yakin Adit akan kembali untukmu,bukankah itu janjinya untukmu?mamah yakin anak mama tidak akan ingkar janji.


Dita melepas pelukannya dan mengusap air mata yang telah tumpah,Dipandanginya wajah mertuanya yang terlihat tegar.Wanita baya di depannya inilah yang sangat terpukul atas kehilangan Adit.Tapi ia berusaha tegar dan kuat.


Dita merasa malu tidak bisa mengendalikan emosi dan perasaannya.Harusnya ia yang menguatkan mertuanya.Karena rasa kehilangan yang benar pasti ada.


"Mah,aku janji akan mencari mas Adit dan menemukannya.Mamah jangan bersedih lagi ya?maafkan aku yang selalu merepotkan mamah karrna tingkahku"Dita memegang erat tangan mertuanya.Mensupport agar mereka saling menguatkan


"Dita,kamu mau menyusul Adit ke tasik?"tanya tante kirana.


Dita mengangguk,Tante kiran melihat kesesihan mendalam pada wajahenantunya itu,tak ada alasan baginya untuk melarang Dita,baginya kebahagiaan menantinya adalah yang paling ia harapkan.


"Mamah akan mendukungmu"Dita tersenyum menfapatkan ijin,Rencana besar sudah di depan mata.Ada seonggok harapan masih bisa bertemu dengan sang suami.


Jauh di lubuk hatinya Adit masih ada untuk menepati janjinya kembali pulang menemui Dita.


**hai kasih semangat buat author ya...beberapa hari ini mood booster author menurun nih...


jangan lupa kasih like,vote commenta ya...


Adrian muncul nih di part ini,ada yang kangen gak?


stay on ya....insyaallah cerita ini kelar di part 100.

__ADS_1


tungguin lanjutannya ya...


😘😘😘😘**


__ADS_2