
🌸Author revisi lagi ya per bab,biar chemistry nya makin top🌸
Salam manis dari Author yang hanya manusia biasa.
Dita masih mengikuti pelajaran jam ke 4 di kelasnya,mata pelajaran Sastra Bahasa adalah mapel favoritnya,faktor guru sangat mempengaruhi mood seorang siswa dalam menyukai sebuah mata pelajara.Pribadi madame bety yang humble, humoris dan tidak menuntut banyak tugas dari siswanya membuat Dita sangat menyukai pelajaran ini tidak segan segan ia dijuluki mrs poem,karna ia sangat gemar berpuisi atau jago mengarang cerita cerita fiksi,dan tidak heran pula ia selalu mendapat nilai terbaik di kelasnya.
Kring...........
bel tanda istirahat pun berbunyi,semua anak anak berhambur keluar menuju ke kantin rasa lapar sudah menghantui para siswa yang sudah dari pagi belajar,Tapi tidak dengan Dita,dia lebih asyik membaca novel pemberian om Adit yang berjudul "AKU MASIH ABG",Sempat terpikir oleh Dita kisah di novel ini yang begitu mirip dengan kisahnya,yang sedang jatuh cinta dengan pria dewasa.
Oh tidak tidak ini hanya imajinasi belaka,toh kisahnya lebih menarik ketimbang novel manapun.
"Dita,kamu gak ke kantin?"tanya
Sonya teman sebangkunya yang sekaligus sahabatnya.
"Gak ah nanggung,mau baca buku ini aja,lagian aku juga tadi bawa bekal kok,jadi makan bekal aja udah cukup."ujar Dita
"Ya udah kalau gitu aku ke kantin dulu ya..dah laper soale,dengar nih cacing cacing diperut sudah menari nari menggelitiki perutku."ujar sonya sambil keluar kelas.
"ish...sonya...ada ada aja"Dita tertawa mendengar ocehan sonya trntang cacing di perut,wow bisa dibayangkan kalau cacing itu beneran menari nari.Kok malah bicara soal cacing ya....yuk back to story...
"Om Adit lagi ngapain ya..tumben gak ngechat?"gumam Dita di sela sela membaca novel favoritnya.
"telpon"
"gak"
"telpon"
"gak"
"telpon"
__ADS_1
"Ah.....bingung aku kaya orang **** gini ya,kalau telpon takut ganggu nanti yang ada Om adit marah kan rugi gue gak ditraktir lagi,lagian kemaren kan om adit juga bilang kalau ada acara di Bandung,tapi ada acara apa ya?aku kok malah penasaran ya."dita makin bingung antara ingin menelpon atau tidak.
Tiba tiba ada seseorang menghampiri dita dan duduk di sebelahnya."Hai..... dita apa kabar?"sapa seseorang dengan senyum mengambang yang menawan,cowok tampan dengan style yang cool,tak heran jika banyak teman teman sekelasnya yamg mengejar ngejarnya,hingga membuat dita kewalahan karna banyak yang cemburu akibat kedekatan dua sahabat itu.
"Baik" jawab dita singkat tanpa menoleh siapa yang disampingnya,ia masih saja asik membaca bukunya.
"Ke kantin yuk"ajak cowok tersebut.
"Gak ah males"dita masih cuek.karena seringkali banyak cowok yang mendekatinya dan mengajaknya makan,tapi tak ada satupun yang membuat ia tertarik.
"Kalau diajak bicara lihat napa" ujar temannya dan menutup buku yang dibaca Dita.
"Udah deh g usah ganggu"dita langsung menoleh sumber suara menandakan kenyamanannya trlah terganggu dengan orang tersebut
"Adrian.....? kapan balik dari surabaya.....?" pekik Dita saat melihat salah satu sahabatnya duduk disampingnya.
"Hari ini, kamu sih sibuk sama bukumu terus jadi gak nyadar kalau ada aku"pemuda itu protes dengan perilaku Dita yang cuek.
"maaf maaf lagi seru baca nih buku,ceritanya seru"
"Biarin...ntar kalau gak ada yang mau sama gue ,lo pasti yang akan gue kejar buat tanggung jawab"canda Dita.
"ish...ogah gue punya cewek jutek kaya lo"balas adrian .
"kamu tuh gak berubah,masih aja jutek,,lihat noh wajahmu tu cantik,,,kok jomblo ngenes gini,,,"adrian tambah mengejek temannya itu.
"Biarin ah,gue masih betah ngejomblo"ucap dita singkat.
"Btw tadi pagi diantar siapa? kayaknya bukan mang Iwan yang antar lo tadi pagi" tanya adrian.
"Oh itu om Adit.." jelas dita sambil membuka kembali bukunya
"Oh om Adit,....masih aja nganterin lo sekolah,kayak gak ada kerjaan aja tuh om om.palingan modus tuh dia biar deket ma lo."adrian terdengar sebal mendengar jawaban dita
__ADS_1
"heh sialan lu, itu om gue ,jadi gak papa dong kalau dia antar gue,kok lu jadi sewot sih...,lagian papa juga di luar kota mang iwan juga sibuk,eit...tunggu tunggu ..btw ngapain lo mempermasalahkan yang antar gue om adit" heran dita
"Ya elah dit, gue kan sahabat lu,dan menurut gue lu tu gak pantes jalan ma tu om om,aku yakin dia itu cuma modus....manfaatin ABG kaya lu,trus dibuat patah hati.lagian jarak usia kalian jauh banget dita....sadar ..jangan jangan lu udah dipelet ya sampai deket banget ama dia " Adrian semakin sengit.
"Gak usah ngaco deh,om Adit tu baik Yan,lho aja yang gak kenal,gue dari kecil udah kenal om adrian dengan baik,bahkan kemana kemana dia selalu ajak gue,lagian hubungan kita hanya sebatas adik fan kaka kok yan gak lebih,jadi.....gak usah mikir macem macem deh" ujar dita pada sobatnya itu
"lo yakin ?"
"yakin" tandas dita
"yakin lu gak suka sama tuh om om?" Adrian kembali menegaskan pertanyaannya pada dita,pipi dita pun langsung memerah mendengar penuturan adrian.
"Pertanyaan apa sih ngaco kamu"Dita berusaha menutupi kegugupannya.
"Tuh pipi kamu dah kaya tomat,semakin jelas kalau kamu itu suka sama om adit" adrian semakin menegaskan penjelasannya.
"Ish kamu apaan sih...gue tampol lo"dita memukul lengan adrian dengan bukunya..
"Aw sakit dita..."adrian mengerang kesakitan.
"Lha habisnya kamu ngawur bicaranya"
"Aku cuma mau ingatin kamu dita,aku gak mau kamu sakit hati,om Adit itu udah dewasa dan pastinya dia pasti akan merencanakan hal yang lebih serius seperti pernikahan mungkin dan gak setiap saat bisa menemani kamu terus,karna ada istri di sampingnya,nah lebih baik dari sekarang kamu harus terbiasa tanpa dia,"adrian menasihati dita.
"Lo ngomong apaaan sih.. gak penting ah tambah ngaco ngomngnya" dita menimpali perkataan adrian meskipun dalam hati ada rasa was was yang membuat dia bimbang.
"Ya udah lah gue cabut,ingat...om adit udah tua,gak pantes buat lu..yang masih abg ini"ukar adrian sambil mengangkat alisnya...
"Adrian....."gemas dita pada sahabatnya ini yang langsung ngacir keluar kelas .Tanpa rasa bersalah Dita melempar buku kearah adrian dan tepat mengenai sasaran.
"Tapi bener juga yang dikatakan Adrian,apa om Adit udah punya calon ya?apa dia ke bandung untuk menemui calon istrinya ya...?"Dita menerka nerka kepentingan Adit ke Bandung.
"udah ah pusing mikirinnya".Dita menutup novelnya dan memakan bekal yang dobawakan mbok nah dari rumah.
__ADS_1
********
Kalau sudah begini yang ada si dita tambah galau nih....