AKU MASIH ABG

AKU MASIH ABG
Terjebak


__ADS_3

Hai reader,,,maaf nih telat upload nya,author lagi sibuk nih,banyak kerjaan yang harus deadline hari ini,so author baru sempat up ya....


sebelum membaca cerita part kali ini,makasih banyak ya yang udah nungguin cerita ini.


biar tambah semangat,jangan lupa like,vote juga boleh,follow juga boleh banget.pasti aku follback ya...


lope lope buat kalian semua..


**Salam dari author terkece  **


💟💟💟💟💟💟💟


Pertemuan dengan Adit kemarin membuat Dita semakin lega dan lebih percaya diri,kini ia sudah siap menghadapi hal terburuk sekalipun yang akan terjadi padanya.Bahkan ia akan memilih cuek dan tidak mendengar omongan siapapun yang menjelekkannya.


Adit benar benar memberi semangat yang besar pada dita agar tidak mudah takut dan berani menghadapi kenyataan walau itu pahit sekalipun.


Ia memutuskan hari ini akan memulai aktifitasnya seperti biasa,sekolah dan melanjutkan aktifitasnya di kantornya,karena sudah banyak pekerjaan yang menantinya.Hari ini Adit menjemputnya lebih awal karna pagi pagi sekali ia akan bertemu dengan klien.Karena ingin memastikan kekasihnya itu baik baik saja,ia memilih


menjemputnya pagi pagi dan akan mengantarnya ke sekolah pagi ini.


“Pagi banget om,udahkangen ya?”goda Dita.


“Kamu ini pagi pagi sudah berani menggodaku.”Adit membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Dita duduk.


Kini ia sudah berada di dalam mobil dan siap mengantarkan gadis kecilnya itu untuk pergi ke sekolah.


“Kamu sudah siap untuk hari ini?”tanya adit memandang gadis kecilnya.


“Siappp”dita menjawab tegas.


“its good girl,aku senang kamu sudah kembali seperti dulu.”Adit kemudian melajukan mobilnya menuju


sekolah dita.


Adit menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang sekolah Dita,karena masih pagi suasana begitu sepi,hanya ada beberapa siswa yang sudah datang karena ada keperluan.Dita segera berpamitan Adit, dan membuka pintu mobilnya sendiri.


“kalau terjadi apa jangan lupa menghubungiku ya....love you sayang”ucap adit dari dalam mobil.


“siapp”


Mobil Adit perlahan meninggalkam kekasihnya itu,Dita segera masuk ke dalam sekolah. Ternyata didalam sudah banyak siswa yang mulai beregerombol,dengan yakin ia berjalan penuh percaya diri melewati mereka.


“Hei lihatlah si Dita itu,si perebut kekasih orang,”ujar salah satu gadis yang bergerombol.


“Kamu tahu gak kalau yang direbut itu om om tajir lho,hebat juga ya seleranya.”Yang lain ikut menimpali.


“Meskipun tajir sekalipun kalau aku sih ogah,pacaran sama om om.”Ujar gadis yang lain.


Dita tak memeperdulikan omongan mereka,baginya mereka hanyalah iri melihat kebahagiaannya.Ia memepercepat langkahnya menuju kelas,telinganya sudah terasa panas mendengar celotehan teman temannya itu.


Kalau seperti ini biasanya kehadiran Sonya dan Adrian yang akan membuatnya tersenyum,tapi ini masih terlalu pagi.Bahkan ia yang pertama kali membuka pintu kelasnya.


Suasana kelasnya masih begitu sepi,tiga hari tidak masuk sekolah membuat ia rindu dengan suasana kelas dan teman temannya,terutama Sonya dan Adrian.Teringat saat mereka bercanda,saat nonton bareng dan masih banyak kebersamaan antara meraka.


Memang semenjak ia menjalin hubungan dengan Adit yang ia sebut dengan istilah pacaran.Ia memang sudah jarang hangout bersama kedua temannya itu.Ia seolah asyik dengan dunianya sendiri,asyik dengan kekasih dan pekerjaannya itu.


Mungkin benar yang dikatakan Adrian kemarin,kini Dita sudah terlalu sibuk dengan pacarnya itu.Dita merasa sedih,ia begitu merindukan kehadiran kedua sahabatnya itu.Seperti egois ketika disaat seperti ini mengingat mereka ,tetapi di saat bahagia dengan sendirinya ia melupakan mereka.


“Dita...lo sudah sembuh?”tanya suara yang sangat Dita kenal.

__ADS_1


“Sonya ,akhirnya lo datang juga.a”Dita memeluk sahabatnya itu dan melampiaskan rasa kangennya itu hingga membuat sonya sesak nafas.


“Hei lo kenapa sih?tumben banget kayak gini,sesak nafas nih gue.”Sonya menepuk nepuk bahu dita,merasa heran dengan sahabatnya satu ini.


“Eh maaf maaf,gue hanya kangen sama lo.”Dita melepas pelukannya dan kembali duduk.


“Tumben banget lo berangkat pagi,terus muka lo kok masam banget gitu”selidik sonya yang mendapati mimik muka dita yang masam.


“eng...tadi gue bareng om adit,terus......”Dita tidak meneruskan perkataannya.


“terus kenapa?”tanya sonya yang masih penasaran.


Dita masih terdiam,ia seperti enggan bercerita kepada Sonya perihal omongan para siswa tadi pagi.Ia hanya


malu pada dirinya sendiri yang telah melupakan temannya itu saat dia bahagia dan mengadu saat sedih.


“Hei...kenapa diam?apa kamu sudah tidak menganggapku sahabat hingga lo gak mau cerita sama gue.”Sonya terlihat kecewa melihat sahabatnya itu.


“Nya maafin gue ya”?lirih Dita.


“maaf kenapa dit?”


“Selama ini gue udahterlalu sibuk sama dunia gue hingga gue udah lupa sama kalian”jelas dita yang masih terlihat ragu.


“Hei,,,santai aja kali,gue mlah seneng banget akhirnya lo bisa bahagia”


“Iya tapi gue merasa gak enak saja,apalagi setelah mendengar perkataan adrian gue merasa bersalah sama kalian”


“Adrian?lo ketemu ama dia?”tanya sonya.


“Iya kemaren pas ditaman kota”


“Maksudnya ngaco?”Dita mencoba mencari tahu tentang Adrian lewat sonya.


“Sudahalah dit,itu gak penting.yang penting sekarang lo dah sehat dan kembali sekolah lagi” Sonya mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.


Dita masih bergelut dengan pikirannya,tentang omongan Adrian kemaren serta omongan sonya saat ini membuat ia semakin buntu memikirkan soal Adrian.


“Jadi..kamu masam gara gara memikirkan omongan Adrian?”tanya sonya memecah lamunan Dita.


“Sebenarnya gak juga sih,aku hanya sedang memikirkan omongan siswi siswi di depan tadi yang menyindir hubunganku dengan om Adit.”jelas Dita kini dengan wajah yang murung.


“Siapa yang udah berani menyindir lo,biar gue tampol  tuh mulutnya.”Ujar Sonya penuh emosi.


“Sudahlah,yang diomongin mereka kan juga bener”


“Tapi gak begitu juga Dita,mereka harus dikasih pelajaran.”Sonya sudah mengepalkan tangan terlihat geram.


“Sudahhlah itu gak penting.”Tiba tiba Adrian lewat tanpa sepatah kata pun,ia tampak diam tidak seperti biasanya.


Sonya dan Dita berpandangan penuh keheranan dengan apa yang mereka lihat.Seorang Adrian yang biasanya Jahil,cerewet,dan suka kepo urusan Dita,kini berubah menjadi sosok yang cuekdan di dingin.


“Muka lo ketekuk amat yan.”Ujar sonya yang melihat wajah sahabatnya itu tidak enak di pandang.


Adrian diam saja,ia berlalu ke depan dan menyiapkan semua perlengkapan guru yang akan diapakai untuk bahan mengajar hari ini.


“Tu anak kenapa nya?”tanya Dita pada Sonya.


“Patah hati kali.”jawab sonya santai.

__ADS_1


“Maksudnya?”Dita masih penasaran.


“Nanti juga kamu bakalan tahu,”


Dita masih ingin mengorek informasi tentang Adrian pada sonya,tetapi bel  tanda masuk telah berbunyi.Dan kini adrianpun melewati mereka tanpa sepatah kata .ia terkesan acuh.Dita makin merasa penasaran dengan yang terjadi dengan Adrian.Sepertinya ia harus berbicara dengan Adrian,mungkin dengan berbicara semua akan terlihat jelas.


Hari ini pelajaran berlangsung terasa singkat,mungkin karena dita terlalu senang mengikuti pelajaran kali ini,kebetulan hari ini jadwalnya full praktek pada pelajaran sastra inggris.Jadi terasa lebih santai dan menyenangkan dan hanya terjeda oleh jam istirahatHingga bell tanda waktunya pulang telah berbunyi.


Anak anak bersorak ramai,mereka berhambur satu persatu keluar kelas.terlihat Adrian yang bergegas keluar kelas nampak buru buru.Sonya yang masih merapikan buku terheran melihat perilaku sahabatnya itu.


“Dit,sorry gue duluan ya gak bisa nemenin lo”ujar sonya.


“Santai aja.”Balas Dita dengan santai.


Sonya meninggalkan Dita sendirian di kelas,kini tinggal ia sendiri di kelas,suasanapun sudah berubah sepi.


Ia melangkahkan kaki keluar kelas,tiba tiba ada yang memanggilnya.


“Kak dita ya?ini ada titipan surat untuk kakak”ujar anak yang tidak dita kenal,sepertinya dia anak kelas X,wajar saja jika Dita tidak begitu paham.


Anak itu segera pergi setelah memberinya sebuah surat.Dita langsung membuka surat itu dan membaca isinya.


“Temui aku di Gudang sekolah”


         Adrian


Dita mencoba membaca berulang ulang isi surat itu,tetapi tetap sama isinya.ia terlihat sedikit ragu,tapi ia mencoba berpikir positif apalagi dirinya memang sedang ingin berbicara dengan adrian tentang perubahan sikapnya.


Ia segera melangkahkan kakinya menuju gudang sekolah tanpa memikirkan bahwa ada seseorang yang sedang menunggunya di luar sana dengan cemas.


Tempat itu  tampak sepi tidak ada orang sama sekaliDita mencoba memberanikan diri masuk ke dalam gudang,mungkin Adrian sedang menunggunya di dalam.


Ia sudah berada dalam  gudang.Tempat itu terlihat kotor,ada beberapa peralatan sekolah yang sudah tidak terpakai tersimpan di tempat ini.Akan tetapi ia tidak  menemukan seorangpun di dalam sana.


Ia mencoba menjelajah lebih jauh kedala gudang.


Ceklek ceklek....tiba tiba pintu gudang terkunci dari luar.


“Hei buka pintunya.....ada seseorang di luar,tolong buka pintunya”Dita menggedor gedor pintu.


Ia masih berusaha membuka pintu gudang yang terkunci,akan tetapi uasahanya sia sia.pintu itu sama sekali tidak  bisa dibuka.


Ia teringat dengan Adit yang menjemputnya sekolah siang ini,Ia mengambil ponselnya dan ingin mengabari kekasihnya itu bahwa ia kini terkunci di dalam gudang,tetapi sialnya baterainya habis, ia lupa mengechas ponselnya semalam.


Prok...prok....prok,,,,,


Terdengar suara tepuk tangan dari balik lemari bekas di gudang ,sosok itu muncul dengan wajah yang


menyeringai dan tersenyum licik.


“Kamu.....” kaget dita melihat seseorang yang barus saja muncul di depannya,


******


Penasaran gak nih? siapa yang mengunci Dita di gudang...


terus bagaimana nih Dita.


Ditunggu kelanjutannya ya....

__ADS_1


🥰🥰🥰


__ADS_2