
Sonya dan Adrian masih saling terdiam,setelah berdebat hingga akhirnya mereka memutuskan untuk segera berangkat.Adrian merasa jengkel karena Sonya terlambat datang,sehingga keberngkatan mereka tertunda.Dita yang memilih duduk di bagian belakang hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kedua sahabatnya yang lebih mirip tom and jerry.
Kedekatan Sonya dengan Reynan sepertinya membuat Adrian kepanasan.Ia seringkali melabelkan predikat genit pada sahabatnya itu.Sonya pun seringkali jengkel dengan perilaku Adrian yang sering ganti ganti pacar semenjak Dita menikah,tak ayal Sonya melabelkan playboy genit pada Adrian.
"Sampai kapan kalian diem kayak gini?"suara Dita memecah keheningan.
Adrian sekilas melirik Sonya disampingnya.Raut wajahnya masih menunjukkan kemarahan.
"Kalau kalian masih kaya gini,kita cancel aja nyari mas Aditnya,gue gak mau pergi dengan kondisi kayak gini"ucap Dita tegas.
"Sorry Dit"sonya dan adrian tak sengaja berbarengan.
Dita tertawa,senang rasanya bisa memancing mereka"nah gitu donk akur."
Adrian memutar bola matanya malas,sedangkan Sonya mencebikkan bibirnya.
Mereka kembali fokus dalam perjalanan.Sesekali Dita membuka obrolan,tetapi hanya ditanggapi mereka dengan datar.Mungkin Dita harus ekstra bekerja keras untuk mengakurkan mereka kembali.
Pemandangan alam yang asri menghampar di sekitar perjalanan mereka pepohonan yang hijau menambahkan suasana yang sejuk.Adrian masih melajukan mobilnya menuju kantor Adit di Tasik.Sebelumnya Dita telah membuat janji dengan staff Adit di kantor cabang Tasik.
Sebelum ke kantor Adrian membelokkan mobilnya menuju penginapan yang telah mereka pesan untuk menginap beberapa hari di Tasik.Masih ada tiga jam untuk betistirahat sebentar setelah melakukan perjalanan jauh.
Dita mengajak Sonya ke kamarnya,sedangkan Adrian menuju kamarnya.Dita meletakkan ransel dan keperluannya.Sedangkan Sonya tengah asyik memainkan ponselnya.Dita semakin heran melihat sahabatnya yang tersenyum sendiri melihat ponselnya.
"Sonya..."Dita mencoba memanggil sahabatnga itu.Tetapi Sonya masih asik dengan ponselnya.
"Sonya..."Suara Dita makin meninggi.Sonya dibuat kaget olehnya.
"Dita apaan sih,aku gak budeg."
"Lo tuh,dari tadi dipanggil gak nyaut.lagi ngapain sih?asik bener sama ponselnya."
Sonya malah tersenyum tidak jelas.Dita makin penasaran dan mendekati Sonya.
"Lo punya pacar?"wajah Sonya kini bersemu merah.
"Beneran nya?kok gue gak tahu"
"Ish.Dita apaan sih,kita itu cuma lagi dekat aja"Sonya tampak malu-malu.
"Lagian lo udah kenal kok"imbuh Sonya.
Dita berpikir,siapa orang yang tengah dekat dengan sahabatnya itu.Adrian jelas tidak mungkin melihat hubungan mereka yang tidak akur.
Melihay Sonya yang masih asyik dengan ponselnya,Dita memutuskan membersihkan tubuhnya.Badannya terasa lengket.Ia memutuskan mengganti pakaiannya,memakai pakaian casual lebih nyaman baginya.Toh ini juga bukan tugas kantor.
Saat Dita selesai mengganti baju dan tengah bersiap-siap,ia mendengar Sonya yang tengah asikmengobrol dengan seseorang.
Pebincangan mereka terdengar asik,semakin membuat Dita penasaran.Bahkan Dita sempat mendengar nama Rey disebut.
__ADS_1
Mendengar langkah Dita mendekat,Sonya buru-buru menutup telponnya karena merasa tidak enak dengan Dita.
"Udah Siap Dit?kita berangkat sekarang?"tanya Sonya melihat Dita sudah rapi dengan dandanannya .
Dita mengangguk menggandeng sahabatnya itu menuju teras untuk menunggu Adrian.
Ia tampak menunggu di depan dengan wajah yang frustasi,terlihat sekali dari rambutnya yang acak-acakan.
"WoiĜngalamun aja.ayo berangkat"tegur Sonya.
Adrian tidak menggubris,membawa kunci mobil dan berlalu menuju mobil.Dita dan Sonya mengekori dengan tatapan entah.Merasa aneh dengan yang terjadi pada sahabatnya itu.
Sepanjang perjalanan hanya keheningan yang terasa,Dita merasa tidak enak.Sampai detik inipun hubungan Adrian dan Sonya belum membaik.Sonya yang masih asyik dengan ponselnya,Adrian yang sedang fokus menyetir,Dita yang masih bingung dengan yang terjadi pada keduanya .
Akhirnya mereka sampai di depan kantor cabang Adit di tasik,Dita bergegas turun tanpa memperdulikan dua sahabatnya yang tengah perang.Ia langsung masuk kedalam dan disambut oleh staff yang telah menunggunya di depan.
"Selamat datang bu Dita"sapa salah seorang staff kantor yang menyambutnya.
Dita mengangguk dan tersenyum"Bisa saya ketemu pak Revan?beliau ada disini kan?"
"Iya bu,beliau ada di ruangan pak Adit."Mereka berjalan beriringan menuju ruangan Adit.
Hatinya berharap akan mendapat secercah harapan keberadaan suaminya itu.
Ceklek
Dita melihat Revan yang tengah fokus memepelajari berkas,menyadari kedatangan istri bosnya itu revan langsung menyambut Dita dan menyuruhnya duduk.
"Lumayan melelahkan om"
"Aku tidak mengganggu kan om?seperti yang om tahu aku kesini ingin mencari keberadaan mas Adit,aku yakin sekali kalau dia masih hidup"Revan menghela nafas,ia tidak tahu penjelasan apa yang akan ia berikan pada Dita tentang Adit.Memang permasalahan perijinan itu sudah clear,tapi ia ragu bila penjelasannya akan membuat hati Dita hancur.
Pikiran revan teralihkan saat assistennya membawa minuman untuk mereka.Dita merasa tidak sabar ingin mendengar penjelasan Revan.
Berulang kali revan menarik napas agar ia tidak salah dalam memilih kata.Berbicara dengan gadis seperti Dita ia harus berhati-hati agar tidak tersinggung hatinya.
"Om revan baik baik saja kan?"Dita melihat keanehan pada revan.
"Dit,sepertinya kita bicarakan lain waktu saja ya"
"Om,Dita mohon.Hanya om satu satunya harapan Dita."
"Apa om menyimpan satu rahasia dari Dita"Revan terhenyak,gadis di depannya ini begitu kritis.
"Dit,aku harap kamu bisa mengerti dengan apa yang akan aku jelaskan"revan sudah mulai was was,takut aja kalau Dita berpikiran yang tidak-tidak.
"Iya om"
Di lain tempat,Sonya dan Adrian menunggu Dita di lobi kantor.Mereka saling diam, asyik dengan ponsel masing masing.
__ADS_1
Sekilas Adrian melirik Sonya yang tersenyum melihat ponselnya,wajahnya melunak.
"Nya,lo seriusan sama reynan?"
Sonya menoleh dan melihat Adrian dengan wajah yang melunak.Menghembuskan napas dan menyandarkan punggungnya di bahu sofa.
"Gue gak tahu yan,reynan hanya menganggapku sebagai teman."ucapan Sonya terdengar sedih.Ada nada getir disana.
"Saran gue,lo jangan terlalu dekat kalau tidak mau sakit.Jujur,gue gak rela sahabat gue disakitin cowok."
"Makasih yan"seutas senyum terlihat pada bibir Sonya.
Ada senyum dibalik dinding yang melihat keakraban mereka kembali terjalin.Dita begitu senang melihat kedua sahabatnya kembali akur.
Kedatangan Dita membuat Sonya dan Adrian terlihat kikuk.Masing-masing merasa malu karena tingkah kekanak-kanakan mereka.Mereka segera meninggalkan kantor Adit kembali ke penginapan untuk melnjutkan usahanya besok bertemu dengan Tiara.
Di pelataran ada seorang dengan penampilan macho,mengenakan tshirt polos dengan jeans yang setengah robek area paha.Memakai kaca mata hitam dengan gaya santuy berjalan menghampiri Dita.
"Hai Dita,kita ketemu lagi"
Dita terkaget saat pria di depannya melepas kacamata hitamnya.Wajahnya sekilas mirip Adit,tetapi usianya masih sangat muda.Deretan gigi putihnya semakin menambah kesan manis wajahnya.
"Kamu?dari mana kamu tahu aku ada disini?"ketus Dita.
"Hei,bukankah ini kantor sepupuku?"jawabnya santai.
"Terserah"Dita berlalu meninggalkannya,sedangkan Sonya tetlihat senang melihat kehadiran Reynan sekarang.Adrian kini paham dengan apa yang terjadi.Ia menyusul Dita ke dalam mobil yang terlanjur kesal.
Sonya yang melihat situasi tidak kondusif segera berpamitan pada reynan,dan menyusul kedua sahabatnya.
Adrian segera melajukan mobilnya sesaat Sonya masuk.Dita masih tampak kesal dengan kehadiran Reynan.Ia masih teringat dengan perilaku Reynan tempo itu.Dan wajahnya sangat mirip dengan Adit.Ia berusaha untuk menjaga hatinya,meskipun belum tahu bagaimana keadaan suaminya.
Sonya langsung masuk kedalam kamar,meninggalkan Dita yang masih termenung di kursi teras kamar.Suara kicauan burung menjelang petang menghiasi senja,sekumpulan burung bercuit dan bertebangan terlihat di langit yang mulai gelap.
"Dit,lo kenapa?sejak kehadiran reynan kamu jadi sensi"
"Gue gak suka dia disini"
Adrian mulai paham dengan apa yang terjadi.
"Yan,lo harus janji.Jangan pernah lepasin Sonya.Jangan biarkan dia terjebak dalam permainan reynan"Pinta Dita yang sukses membuat Adrian terkejut.Ia memang tidak suka melihat Sonya dekat dengan reynan,tetapi permintaan Dita membuat ia bingung dengan perasaannya.
"Tapi Dit,kalau Sonya suka dengan reynan itu hak dia"
"Adrian lo jangan bohong,gue tau sorot mata lo,kita berteman udah lama,aku cuma berpesan jangan sampai kamu menyesal untuk kehilangan kedua kali." Hati Adrian tersentil keras.Luka hati karena Dita saja belum sembuh sepenuhnya.Apa dia harus mengulanginya.
"Sonya hanya butuh kepastian yan,berikan hatimu untuknya."
Galau pasti,itu yang dirasakan Adrian.Sedangkan Dita ia berpikir keras menyusun strategi memghadapi Tiara esok.Penjelasan Reynan tadi siang semakin membuat rumit pikirannya.Belum dengan kehadiran Reynan yang bisa saja mengacaukan semua rencananya.
__ADS_1
Dita hanya berharap bisa bertemu lagi dengan suami yang sangat ia rindukan.Sebentar lagi ia akan lulus sekolah,setidaknya disaat itu ia bisa benar benar melepaskan apa yang selama ini Adit inginkan.
hallo author kembali ya...tetep stay on ya,jangan sampai ketinggalan di setiap partnya.