AKU MASIH ABG

AKU MASIH ABG
Sebuah Kisah Masa Lalu


__ADS_3

"Mmmm...aku...tidak sengaja melihat fotomu bersama kak emely,apa kamu masih mencintainya sampai saat ini,hingga harus menyimpan fotonya."akhirnya Dita mengungkapkan perasaannya yang mengganjal.


Adit memicingkan matanya,terhenyak karena tiba-tiba Dita menanyakan soal Emely secara tiba-tiba.


"Foto?"tanya Adit memastikan.


"Iya,fotomu bersama kak emely sedang bergandengan tangan,di pantai"ujar Dita yang mulai cemberut.


"Hhahahhahaha"Adit tiba tiba tertawa terpingkal-pingkal,baginya alasan istrinya sangatlah tidak masuk akal.


Dita mulai memanyunkan bibirnya"ish...om Adit kok malah tertawa sih..jadi bener ya,kamu masih menyimpan rasa buat kak emely?"Dita mulai menebak-nebak.


"Hei..hei..apa aku tidak salah dengar?Sepertinya istriku sedang cemburu"ujar adit dengan senyum menggoda.


"Ish....om ini apaan sih"


"Dita...Dita...kamu itu benar benar menggemaskan,atas dasar apa aku harus menyimpan rasa untuk istri kakak iparku itu"


"Om..."rengek Dita yang belum puas mendengar penjelasan Adit.


"Sekarang katakan padaku,apa yang ingin kamu dengar dariku yang bisa membuatmu jadi lega"menangkup kedua pipi Dita dan menatapnya tajam.


"sayang,foto itu sudah sangat lama sekali,17 yahun yang lalu tepatnya saat kami masih sama-sama SMA.Bahkan aku sama sekali tidak pernah mengingatnya.Soal kotak itu,sengaja aku menaruhnya disana agar memudahkanku untuk membakarnya"jelas Adit meyakinkan Dita.


"Dan aku mohon,jangan seperti ini lagi.Kamu tahu?aku sangat menyayangimu,dan rasa cintaku padamu lebih besar dari semua mantan-mantanku itu.Buktinya sekarang aku menikahimu dan meninggalkan Tiara yang jelas-jelas sudah bertunangan dan akan merencanakan pernikahan.Jadi,tidak ada alasan lagi untuk menyimpan rasa untuk mereka,meskipun itu emely sekalipun"jelas Adit membingkai wajah istrinya yang masih cemberut.Tatapannya terasa menghangat dan membuat Dita merasa nyaman.


"Tapi mas,bukankah kak Emely cinta pertamamu?dan bahkan kamu masih menyimpan rapi fotonya di kotak milikmu"cerca Dita yang merasa belum puas.


"Huft..Dita,apalah arti sebuah foto,bahkan aku menyentuhnya saja tidak pernah.Bukannya aku sudah jelaskan,bahwa aku berencana akan membuang kotak itu.Dan kamu tahu kenapa aku putus dengan emely?dan kenapa kakakmu Dito sangat memebenciku?"tanya Adit.


"Tidak"Dita menggelengkan kepalanya.


"Karena Emely sudah berselingkuh dibelakangku bersama Dito,dan kamu tahu kenapa kakakmu benci padaku?karena emely pernah mengutarakan padaku,bahwa ia ingin kembali menjalin hubungan denganku, padahal rencana pernikahannya dengan Dito sudah di depan mata.Dan satu hal lagi,aku tidak pernah mempunyai rasa lagi padanya,cukup dibuat sakit hati dan aku tidak akan membuka hati untuknya lagi.Rasa ini sudah lama mati untuknya.Karena apa?karena sekarang ada seorang istri yang sangat mencintaiku,yang sangat cemburu bila melihat suaminya digoda wanita lain,dan akupun sangat menyayanginya melebihi diriku sendiri."Adit mencium kening Dita kemudian tersenyum melihat Dita yang mulai menghangat.


"Tidak cukupkah bukti rasa sayangku padamu?"tanya Adit.


"Mas,jujur aku hanya takut jika kamu masih mencintainya,hanya karena dia cinta pertamamu yang hanya menggoreskan luka dihatimu"Dita memperat pelukannya,tangannya melingkar memeluk tubuh Adit,menikmati momen kebersamaan yang ia rindukan.


Adit membelai lembut rambut istrinya dan berulang-ulang menciumi pucuk kepala Dita.


"Sayang,mulai sekarang kita bangun kepercayaan kita,lupakan semua masa lalu,karena sekarang kamu adalah masa depanku.Dengan kita saling percaya akan membuat pondasi hubungan kita lebih kuat،yakinlah kita bisa lewati semuanya bersama-sama dengan saling percaya."

__ADS_1


Suasana tiba tiba hening,tidak ada sahutan dari Dita.Padahal Dia pasti akan merengek manja,tetapi malah suara dengkuran halus yang terdengar,ternyata Dita malah terlelap tidur dalam pelukan Adit,Dan sepertinya malam ini mereka hanya tidur berpelukan.


Adit menghela napasnya berulang-ulang,Tak mungkin ia membangunkan istrinya yang tengah tertidur dengan posisi yang membuatnya tidak nyaman dan malam ini sepertinya akan menjadi malam yang singkat.Tanpa terjadi apa-apa setelah mereka bercengkarama sebelum tidur.


Memang satu kata yang harus Adit tanamkan dalam dirinya.Sabar...Mungkin ini belum waktu yang tepat.


******


Pagi-pagi sekali Adit sudah berpakaian rapi,lengkap dengan jas dan dasinya,Sengaja ia bangun pagi pagi sekali karena ada urusan di kantor yang mendadak.Cindi menelpon bosnya memberi kabar bahwa para investor ingin mengadakan meeting mendadak perihal masalah proyek di Tasik.


Sebenarnya Adit masih merasa nganyuk sekali.Semalaman ia tidak bisa tidur nyenyak,badannya terasa pegal karena Dita tertidur bertumpu pada tangannya.Tapi sebisa mungkin ia harus menyelesaikan masalahnya di kantor agar dia bisa segera menjadwalkan liburan bersama istrinya setelah Dita ujian.


"Mas,pagi pagi udah rapi mau kemana?"tiba tiba Dita menghampiri Adit yang sedang bercermin.Merapikan jas dan kemejanya yang sedikit berantakan.


"Maafin aku sayang,beberapa hari ini munglin aku sibuk,tapi kamu tenang aja.Aku pasti akan segera menyelesaikannya agar kita bisa liburan bersama"ujar Adit menenangkan Dita.


"Apakah serumit itu masalah diperusahaanmu mas?"tanya Dita dengan membenarkan dasi suaminya.


"Proyek di tasik bermasalah,tiba-tiba saja dibatalkan ijinnya.Dan sepertinya aku harus terjun langsung dalam masalah ini."jelas Adit menatap istrinya.Dita terhenti sesaat,Dia tidak menyangka bahwa suaminya sedang menghadapi masalah yang sangat serius.


"Kenapa gak minta tolong papa aja mas,pasti papa akan membantu"


Adit memegang kedua bahu Dita."Dita,sebisa mungkin aku akan mengatasinya.Aku yakin semua ada jalan keluarnya."


Adit mengernyitkan dahinya,ia masih trauma dengan kecelakaan yang dialami Dita beberapa bulan yang lalu.Seakan mengerti apa yang dikhawatirkan suaminya,dita bergelayut manja di lengan Adit,mencoba merayu suaminya."Aku janji bakal hati-hati,dan akan meminta Sonya untuk menemaniku berbelanja".


Sempat berpikir sejenak akhirnya Adit menyetujuinya.


"Baiklah,tapi janji kamu harus hati hati dan belajar lah yang rajin agar nilaimu bagus di ujian kali ini"


"Siap boss..."


Dita mengantar kepergian Adit kedepan,meneguk satu gelas susu yang dibuatkan Dita cukup membuat perutnya hangat dan membawa sandwich buatan Dita untuk bekalnya karena tidak sempat memakannya dirumah.


Terkadang istrinya itu bisa terdengar sangat cerewet sekali apabila Adit tidak mau makan .Bahkan suaranya bisa lebih menyeramkan ketimbang mamahnya.


"Oh iya aku lupa memberitahumu,mbak ani Tadi memberi kabar,katanya hari ini belum bisa masuk,masih ada urusan di luar kota,jadi kamu yang sabar ya,untuk sementara membereskan rumah sendiri dulu"


"O..baiklah mas,tidak apa-apa"ujar Dita.


"Aku berangkat dulu,kamu baik-baik aja dirumah,nanti kalau jadi pergi bareng Sonya jangan lupa memberi kabar?"pamit Adit disambung dengan mencium kening sang istri.

__ADS_1


*****


Jadwal Dita hari ini adalah merapikan rumah,melaksanakan ujian semester,dan pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan rumahnya.Tak lupa ia memberi kabar sang sahabat agar mau menemaninya.Sonya pun menyetujui ajakan Dita,sepulang sekolah dia akan segera meluncur kerumah Dita.


Membersihkan rumah sudah beres,kini ia mengerjakan ujian semesternya di rumah.Semua soal ia jawab dengan mudah,yah meskipun Dita jarang belajar tetapi otaknya sangat encer dalam memahami sebuah materi.Dan alhasil ia dapat dengan cepat menyelesaikan soal ujian semesternya .


Sambil menunggu Sonya ia mempersiapkan dirinya untuk berbelanja ke supermarket,Dan sepertinya ia ingin memakai busana yang simple.Kaos putih lengan panjang selutut dipadukan pashmina warna hitam polos,dan celana jeans warna navy.Serta memakai flatshoes jimmy choo yang dibelikan Adit saat mereka hang out di mall waktu itu.


"Its perfect..."ujar Dita melihat tampilannya di cermin.


Tepat pukul 14.30 bel rumahnya berbunyi,ia segera berlari menuju ke depan untuk membukakan pintu.


Tampak sahabat karibnya yang tengah berdiri di depan pintu,dengan setelan kaos yang dilengkapi dengan sweater dan ransel hitam miliknya.


"Sonya...aku kangen"Dita menghambur memeluk sahabatnya.


"Hei...bisa mati sesak napas nih".Dita melepas pelukannya dan menyempoutkan bibirnya.


"Ish...kamu ini,gak tahu ya kalau aku kangen"


"Heheheh,iya iya.Gimana udah siap?kita berangkat sekarang ya"ujar Sonya.


"Ok"Dita segera mengambil kunci mobilnya dan mengunci rumahnya sebelum ia pergi.Mereka masuk kedalam mobil dan Dita mulai melajukannya menuju salah satu supermarket di kotanya.


Mereka membawa troli berjalan memutari bagian perlengkapan dapur,sayur,bumbu,ikan dan lainnya.Dita mengambil semua kebutuhan yang ia butuhkan,beras,telur,sayur,buah,ikan,serta bumbu dapur yang ia perlukan untuk memasak.Sonya mengekorinya sembari melihat sekeliling,siapa tahu dia bisa menemukan cowok ganteng yang mau dijadikan pacar,maklumlah masih jomblo.


"Dita "terdengar suara seaeorang memanggil Dita,Sonya terbengong melihat pemuda itu hingga membulakan mulutnya.Baginya pemuda itu sangat keren


"Dit,ada cowok tampan nih"Sonya menarik-narik lengan Dita hingga Dita menoleh dan kaget melihat sosok yang dibelakangnya.


"Kamu"wajahnya nampak gusar dan berusaha tetap tenang.


*****


**makasih yang sudah stay baca kisah ini,


ambil hikmah dan pelajarannya saja,


karena author juga manusia biasa.


😘😘

__ADS_1


like,vote,comment,.follow,kasih tips boleh banget donk..biar makin semangat🙈**


__ADS_2