
"Happy eid mubarak ya..."
**Mohon maaf lahir dan batin....
Author banyak salahnya.....
dimaafin ya....
alhamdulillah bisa up episode masih dalam suasana hari raya**.
*****
Pov Adrian
Senyumnya begitu manis,bahkan ia selalu hadir dalam setiap mimpiku.Aku mulai mengenalnya sejak SMP saat aku pindah dari Surabaya.Mulai saat itu aku merasa nyaman bila bersamanya.Bahkan hubungan kami sangat dekat,tetapi hanya sebatas sahabat tidak lebih.Bahasa kerennya aku terjebak friend zone,Bisa dibayangkan betapa beratnya aku menjalani hari-hariku.
Ia terbilang gadis yang sangat unik,sifatnya jutek dan galak bahkan ia tidak segan bersikap sinis pada orang yang tidak ia suka ataupun kebalikannya ia sangat bersikap baik dan manis pada orang yang membuatnya nyaman.Meskipun seperti itu ia tetap rendah hati walaupun ia anak dari seorang pengusaha sukses di kota ini.
Aku selalu nyaman bersamanya,hingga aku tidak pernah sadar bahwa perasaanku ini telah tumbuh menjadi perasaan sayang yang lebih dari seorang sahabat.Melihatnya menangis karena sakit hati membuat hatiku sakit,ingin rasanya aku mengobati rasa sakitnya.Akan tetapi ia hanya mengannggapku sebagai sahabat tidak lebih.
Aku memang tidak pernah menyatakan perasaan cintaku padanya,Aku terlalu takut bila suatu saat ia akan menjauh dariku setelah tahu perasaanku sebenarnya.Dan aku yakin perasaannya padaku hanya menganggap sahabat tidak lebih.Apalagi akhir akhir ini aku mengetahui bahwa ia mencintai om om partner bisnis papahnya itu.
Ia memang lebih lama mengenal Dita,bahkan mereka terbiasa menghabiskan waktu bersama sedari dulu,jujur aku sangat cemburu,tapi apa daya aku tidak punya hak lebih atas Dita.
Andai saja aku hadir lebih dulu dalam kehidupannya,pastinya aku akan lebih dulu mengisi hatinya.
Pagi ini aku mendengar kabar yang tidak enak bahwa Dita digosipkan telah merebut kekasih orang lain yang akan menikah.Bisa aku pastikan itu adalah om Adit dan tante Tiara..Aku memang tidak suka pada om Adit bukan karena Dita menyukainya tetapi karena ia selalu menghalangiku untuk bersama Dita saat kita jalan bareng,apalagi saat aku mengantar Dita ke kantornya,amarahnya sangat terlihat jelas saat aku beretemu di cineplex kala itu.
“Yan,ini beneran gosip di kalangan anak anak kalau Dita merebut om Adit dari tante Tiara?”Tanya Sonya padaku.
“Sudahlah Nya,gak usah tanggepin gosip kayak gitu”ujarku santai.
“Iya Yan tapi gue gak terima aja kalu Dita dijelek-jelekkan,padahal mereka itu saling mencintai lho bahkan tante Tiara itu justru yang sudah hadir kedalam kehidupan mereka”Sonya terlihat emosi.Aku sih santai saja menghadapi gosip itu,bagiku Dita tidak salah karena om Aditlah biang masalahnya,ia sudah bertunangan dan hampir menikah tapi masih saja mendekati dan menjerat Dita.
“Heh...lo ngapain?diajak bicara malah bengong”Sonya menonyor lenganku.
“Gak penting”jawabku singkat.Aku berusaha menyembunyikan yang aku rasakan pada sonya karena aku tidak mau dia malah memberi tahu Dita perasaanku.Bisa-bisa Dita malah menjauhiku dan aku tidak mau itu.Aku memilih masuk kedalam kelas menghindari pertanyaan sonya yang pastinya akan semakin ribet.
“Ni anak kenapa ya?”gumam sonya.
******
Pelajaran belum usai tetapi aku memutuskan untuk pulang terlebih dahulu dengan alasan sedang tidak enak badan,Pikiranku terlalu dipenuhi dengan Dita yang kini benar-benar sudah menjadi milik om om sialan itu.
Aku sengaja melewati taman kota berharap bisa mendapat ketenangan,ternyata aku malah mendapati Dita sedang bermain ayunan sendiri dan terlihat murung.Aku sudah bisa menebaknya pasti ini karena gosip itu.
Aku mempercepat laju motorku,tetapi hatiku tidak tenang melihat Dita yang sedang bersedih.Aku memarkirkan motorku di tepi taman dan menyusul sahabatku itu.
__ADS_1
"Dita..."Aku memanggilnya.
"Adrian...”ia tampak menangis dan mengusap pipinya yang basah.
"Lo ngapain disini?bukannya lo lagi sakit?bukannya di rumah malah keluyuran ni anak" aku mencercanya dengan pertanyaan yang melintas dalam pikiranku.
",Gue bosan yan di rumah,suntuk,gue butuh udara segar"jelas dita sambil berdiri dan beralih ke bangku taman.
"Iya tapi kan lo belum sehat,yang ada malah tambah sakit"Aku khawatir melihat keadaannya sekarang.
"Lo tu cerewet banget sih,udah kayak om adit tau gak ,lo gak asik ah"ia mulai ngegas tampak tak senang.
"Lo kenapa sih?jadi sensi kayak gini?"Aku tambah heran melihat dia yang tidak seperti biasanya.
" gue gak kenapa napa,lagian ngapain sih lo ada disini,bukannya pulang"ketus Dita.
"Gue ada disini juga gara gara lihat ada gadis yang lagi mainan ayunan sendirian,trus lagi galau,makanya buru buru gue samperin,takutnya ada yang nyulik"
"Siapa juga yang mau nyulik gadis sepertiku" tak kusangka ia semakin ketus terhadapku.
"Gue....yang bakalan nyulik lo,trus gue antar pulang"Aku sudah mulai tak nyaman dengan sikap dita yang ketus.
"Lo gak asik ah..."dita menonyor kepala Adrian.
"Lo tu yang gak asik,semenjak jadian ma om om itu,lo jadi lupa ama kita,bahkan sekarang lo mainan ayunan aja gak ngajak ngajak gue,gue kan juga pengen nostalgia..." Aku mencoba menumpahkan semua isi hatiku padanya siapa tahu dia tahu kode dariku.
"Masih aja bercanda lo,Gue lagi sedih yan,lagi pengen sendiri"lirih dita.Ia malah bertambah melo membuatku semakin geram dengan om om sialan itu.
"Makanya,jangan kelamaan jomblonya,,,cari pacar sana biar ngerti gimana rasanya punya pacar,biar lo tahu rumitmya menjalin hubungan."Dita malah mengejekku,padahal jelas jelas perasaanku hanya untuk dia,mana mungkin aku bisa berpaling.
"Ish. ....maaf ye non,penyakit kok dicari,lagian siapa sih cewek yang mau ama gue,yang gue taksir aja gak pernah lihat ketulusan gue,malahan sekarang ia udah jadi pacar orang,emang apes nasib gue".Aku mencoba mengkode Dita agar ia paham perasaanku sekarang,tapi gadis ini benar benar tidak peka,entah polos apa memang hatinya sudah tertutup dengan om om tua itu.
"Eh yan,,ini seriusan?lo kok gak pernah cerita sih,kalau kamu pernah jatuh cinta?"tanya Dita mulai bersemangat.
"Udahlah dit.gak penting,lo aja gak mau sama gue,apalagi cewek lain" aku berucap sekenanya,hingga aku baru menyadari apa yang aku ucapkan,tetapi sudah terlanjur biarin aja,gue pasrah.
"Maksud lo???"Dita benar benar gak peka,Gadis ini benar-benar polos .Pantas saja om om itu bisa gampang mengibuli Dita.
"Udah ...ayok pulang,gak usah banyak tanya" ajakku pada dita,aku sudah putus asa bila bersama dia lama lama,yang ada aku pasti gagal move on karenanya.
Dita masih berdiri dengan raut tak percaya.Ia melihatku benar benar dengan tatapan menyelidik dan tajam,aku seperti dilucuti.Seakan akan banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan padaku.
"Lo ngapain masih bengong,ayuk buruan naik"Aku memanggilnya yang masih berdiri melihatku heran.
Dalam perjalanan pulang tak ada obrolan antara kami,ia yang basanya banyak bicara kini hanya diam,dan aku lebih baik aku diam,karena gadis itu sedang mencurigaiku bisa bisa aku slah ucap dan membuatnya malah menjauhiku.
Kini aku telah sampai di depan rumahnya,aku melihat mobil sedan hitam yang biasa menjemputnya terparkir dihalaman rumah Dita.
__ADS_1
“Pasti ada tuh om om di dalam”gumamku sambil memandangi mobil itu.
"Yan makasih ya...."ucap Dita.
Sebenarnya aku masih ingin lama bersama Dita,tapi aku sudah malas karen ada tuh om om di rumah Dita,yang ada gue pengen nonjok dia.
"Iya....gue balik dulu,ingat...lo mesti kuat,karna Dita is the strong girl"ucapku semanis mungkin,dengan tujuan agar ia terkesan.Lalu aku langsung tancap gas segera beranjak dari rumah Dita sebelum tuh om om melihat aku,jujur males banget jika mesti bertemu dia.
******
Aku akan berusaha melupakan Dita,karena bagaimanapun juga kebahagiaannya bukan bersamaku melainkan dengan om om itu, dan aku sudah menyadari sejak aku berteman dengannya saat SMP.
Mungkin saat ini aku harus merelakannya,aku menghindarinya dengan bersikap dingin dan tidak menyapanya.bahkan aku tidak menggubrisnya saat ia menyapaku.Mungkin saatnya aku harus Move on
Tetapi aku benar benar menyesal karena kebodohanku ini Dion menjebak Dita menggunakan namaku,ia berusaha melecehkan Dita entah apa yang diinginkan Dion,memang Dion dari dulu selalu mengejar-ngejar Dita,tetapi berulangkali sahabatnya itu selalu menolaknya bahkan Dita tidak segan bersikap jutek pada Dion.
Aku mendengar berita ini langsung dari bapak kepala sekolah saat beliau menyuruhku mengahadap di ruangannya.Ia menanyakan perihal surat yang tertinggal di gudang atas namaku,dan aku memang tidak tahu menahu tentang surat itu.
Disaat yang berabrengan aku bertemu om Hendarto ayah Dita di depan pintu ruangan pak Kepsek.
“Om,papahnya Dita kan?”sapaku saat beliau hendak memasuki ruangan kepsek.
“iya,,kamu Adrian kan sahabatnya Dita”Ternyata beliau mengenaliku aku sedikit lega.
“Iya om saya Adrian,Bagaimana keadaan Dita om,saya benar benar minta maaf tidak bisa menjaganya”Aku menyesal dan menunduk.
“Sudah tidak apa apa,kini ia beristirahat di rumah untuk memulihkan psikisnya,dan rencananya om akan memilih home schooling untuk pendidikannya,makanya om mau menemui pak kepsek.”jelas Pak Hendarto yang jelas mebuatku kaget.
“apa home schooling om?”
“Iya,om hanya khawatir saja jika hal buruk akan menimpanya lagi”
“hmmm baiklah om kalau memang itu keputusan om,saya pamit dulu ke kelas,semoga Dita lekas sembuh”ucapku.
“Baiklah,Om harap kamu bisa menghibur Dita,jangan sungkan untuk bermain ke rumah,Dita pasti akan senang melihat kedatangan kalian”Pak Hendarto menepuk bahuku.Aku hanya mengangguk dan berjalan meninggalkannya di depan ruang kepsek.
****
**Author sudah munculkan pov Adrian ya......
jangan lupa tinggalkan jejak ya....
sebenarnya Author mau adain give away nih....
ada yang mau ikutan gak ya?
simak di episode selanjutnya ya.....
__ADS_1
jangan lupa selalu semangatin Author...
because you are my reason**.