
❤️❤️❤️❤️
"Tenanglah dita,tak perlu kamu menangisi mereka"hibur adrian saat melihat dita menangis di samping mobilnya.
Dita menghambur memeluk adrian meluapkan tangisannya.Adrian sempat kikuk ketika dita memeluknya.Tapi ia juga merasa kasihan dengan sahabatnya itu.Kini dadanya terasa basah oleh air mata Dita yang menangis karna ulah calon tunangan om nya itu.
"Dia jahat,aku kecewa,bertahun tahun aku mengenalnya,tapi dia seperti tak mengenalku saat mendengar omongan nenek lampir itu"dita semakin kesal meluapkan emosinya.Tangannya memukul mukul bahu Adrian untuk meluapkan emosinya .
"Udah dita gak usah kamu menangis karena mereka,mungkin om Adit sedang emosi"sonya menghibur dita mengelus punggung dita.
"Tapi dia sudah benar benar keterlaluan,aku tak pernah mengganngu mereka,bahkan aku sudah merelakannya,tapi mereka malah memperlakukan aku sperti ini mempermalukanku di depan umum".saking emosinya Dita makin menguatkan pukulannya.
"marah sih marah dit,tapi bahuku ini sakit sekali kau pukuli dari tadi"
"iya iya maaf yan,aku hanya terlalu kesal"Dita melepas pelukannya dan mengusap pipinya yang basah karena air mata.
Sekilas mata Dita melihat om Adit didalam mobil yang melaju di depannya.Jengah, akhirnya ia memalingkan muka.hingga mobil adit sudah tidak nampak.
Ia menghentikan kegalauannya dan memutuskan untuk pulang agar tidak menjadi perhayian orang banyak.
"Sonya sebaiknya kamu menemani dita pulang,biar aku mengikuti kalian dari belakang"ujar adrian.
"Tidak usah aku bisa menyetir sendiri"Dita menolaknya
"Dita jangan bodoh ..lihat keadaanmu yang seperti ini,aku yakin kamu tidak akan fokus menyetir"ucap sonya.
"Sonya betul Dita,lagian sonya nanti bisa pulang bersamaku saat kamu sudah sampai dirumah"tambah adrian.
"Baiklah"lirih dita yang masih sedih.
"Ok...aku yang nyetir ja ya"ujar Sonya mengambil kunci dari dita.
Adrian pun mengikuti mobil dita dari belakang,ia sangat mengkhawatitkan keadaan sahabatnya itu.Yang ia tahu Dita telah merelakan om Adit,tetapi hari ini semua terlihat jelas bahwa Dita belum bisa melupakan om nya itu.
"Dit,gue gak nyangka lho tante tiara seperti itu,tega banget memfitnah kamu"sonya mencoba membuka percakapan saat fokus menyetir.
"Iya nya,tapi gue lebih gak percaya lagi om adit tega mengataiku seperti itu,apalagi hanya karena omongan tante Tiara."Duta melihat keluar jendela air matanya kembali menetes.
__ADS_1
"Iya betul dit, aku juga gak nyangka,hanya karna tante tiara om adit tega kasar sama kamu,padahal selama ini kamu sudah mengalah tidak pernah mengganggu mereka."
"Sebenarnya tadi di toilet tante tiara sudah menunjukkan rasa tidak sukanya padaku,bahkan ia sudah memperingatkanku untuk menjauhi om adit"dita menghela napas bercerita tentang apa yang dialaminya.
"Apa?"kaget sonya.
"Aku kira tante tiara tuh baik lho,bisa menerima kehadiranmu di samping om adit,tak tahunya semua itu hanya palsu"tambah sonya yang ikut geram melihat sahabatnya difitnah.
"Kaget kan lo,sama gue juga lebih kaget lagi"ujar dita datar.
"Padahal setahuku om adit biasanya care sama kamu,tapi gara gara nenek lampir itu kok malah jadi gini sih ama lo,kasar."sonya keheranan.
"Sebenarnya......... setelah menghabiskan waktu di pantai bersama ,aku yakin kalau om adit juga suka sama aku,tapi ternyata aku salah mengartikannya dia hanya menyenangkan hatiku saja, tidak lebih,dan sekarang ia malah seperti itu,aku benar benar kecewa dan marah"dita sedikit geram.
"Apa?gak salah denger gue?ke pantai?kok lo gak cerita sih dit,hmmmmm berati bener dong yang dibilang adrian pas lo pergi bareng om adit terus paginya lo gak berangkat sekolah"
"Biasa aja deh ekspresinya,gak usah punya pikiran macam macam,waktu itu kita hanya menghabiskan waktu bersama karna kita sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama "dita menonyor kepala sonya
"Ish...tahu aja lo pikiran gue,bagaimana pikirannya gak kemana mana kalau kalian menghabiskan waktu berdua terus menginap di resort,jelas pikiran gue bakal mengarah kesana lah.. "sonya tertawa cekikikan.
"Sabar ya dita..."sonya mengelus bahu dita.
"Tenang dit masih banyak cowok ganteng diluar sana,lo gadis pinter,cantik,imut,tajir lagi...banyak seribu om adit yang udah ngantri sama kamu,dan bahkan siapa sih yang bisa menolak pesona kamu"goda sonya.
"Apaan sih,,,gak penting lagian semua cowok sama nyebelin "dita mencebik
"Kali aja lo patah hati gara gara om adit nikah ,terus lo nekat bunuh diri,"
"Sialan lo...lebai banget sih,gue masih waras sonya,tapi emang butuh waktu untuk menghilangkan rasa ini,gue udah capek,mau fokus untuk masa depan gue,tahun depan kita lulus,dan gue bakal langsung lanjutin sekolah gue di luar negri"
"Lah..kok lo tega ninggalin gue"
"Lebai lagi deh....kan masih tahun depan sonya"
"Lha ntar gak ada yang suka traktir gue dong kalo lo kuliah di luar negri,gak asik ah lo dit,masak gara gara om adit lo mau kabur sih"
"gue belajar sonya bukan kabur"Dita masih tidak hbia pikir dengan perkataan sahabatnya itu.
__ADS_1
"Gue saranin ya,mending kamu kerjain balik aja tuh si tante tiara"
"Maksud lo?"tanya tiara.
Sonya mengatakan idenya pada dita,dita terlihat manggut manggut tanda mengerti apa yang dikatakan sonya.
"Lo dah ngerti kan apa maksud gue?"tanya sonya
"Mmm tapi gue gak yakin deh ,bisa berhasil setelah kejadian malam ini"
"Aish...dita masak abg kaya lo kalah ma tuh nenek lampir"
"Wkwkwkw sonya lo tu ya"dita tertawa mendengar kelakaran sonya yang menyebut tiara nenek lampir.
"Btw makasih ya nya lo dah menghibur gue,kalian tuh emang sobat gue yang paling baik"
"Biasa aja kali,,gak inget aja tadi sudah mewek mewek histeris gara hara om Adit."
"Sonya.... "Dita mencubit lengan sonya gemas.
"Gimana dah baikan kan,gue yakin lo kuat kok,lo pasti bisa lewatin ini semua"
Hape dita bergetar,sebuah pesan masuk dari adit.
"Dita maafin om ya,om tidak bermaksud mempermalukan dita di depan umum".
Pesan itu hanya dibaca Dita dan kemudian mematikan handponenya.
"Siapa dit?"sonya penasaran
"Om adit,dia minta maaf"
"Trus kok hp lo malah lo matiin"
"Gue masih marah sama dia,males bales chatnya"dita menyenderkan tubuh di jok mobil lantas memejamkan mata.merasa penat seharian ini bergelut di kantor papahnya dan kejadian tadi di cineplek.
Tubuhnya yang sedari tadi sudah lelah butuh istirahat yang cukup.
__ADS_1