AKU MASIH ABG

AKU MASIH ABG
Salah Paham


__ADS_3

Dita tertidur masih dengan posisi memegang ponselnya,berharap Adit membalas pesannya atau bahkan menelponnya.Tetapi ternyata nihil tak ada telepon ataupu pesan darinya.


Bermalas-malasan di tempat tidur hanya memegang ponsel itulah yang dilakukan Dita kini.Rambutnya berantakan,tubuhnya terasa malas untuk beranjak dari tempat tidurnya.


Setelah merasa bisa menetralkan pikirannya,ia bergegas ke kamar mandi dan membersihkan diri untuk segera ke kantor karena jadwal home schooling hari ini libur.Maka ia memutuskan pergi ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda.


Dita memakai kemeja salur berwarna putih dan dipadukan dengan celana bahan hitam yang sedikit longgar.Ia hanya mengoles bedak dan lipstik warna nude pada riasan wajahnya tanpa tambahan makeup lainnya.Sehingga lebih terlihat natural sesuai usianya.


Ia menyiapkan segala keperluannya ke kantor, ransel dan laptop miliknya.Berulang kali ia melihat ponselnya tapi tetap saja tidak ada satupun chat atau panggilan masuk dari calon suaminya itu,bahkan chat darinya saja belum terbaca alias belum centang dua biru.Ia mencoba menelponnya tapi tetap sama saja tidak ada jawaban ,padahal nomornya sudah kembali aktif.


“Om Adit benar benar marah”batin dita sembari menggigit bibir bawahnya.


Sepintas ia teringat dengan cindi asisten Adit yang kini ikut pindah ke kantor barunya,ia yakin pasti adit mengajak Cindy turut serta ke Bandung.Pasalnya kekasihnya itu sudah sangat cocok dengan kinerja Cindy selama menjadi asistennya.


Ia mencari nama Cindi dalam kontak teleponnya.Terlihat foto profil wanita cantik selfi bersama kekasihnya,ditekannya tombol telepon dan langsung berdering.


Tuttt....tuttt....tutt.......Cindy belum mengangkat telepon dari Dita.


“Selamat pagi,,ada yang bisa saya bantu”terdengar suara lembut di seberang.


“Mbak Cindy ini Dita,apakah jadwal pak Adit pagi ini begitu padat?sampai sampai ia tidak membalas chatku dari kemarin”Dita langsung pada pertanyaannya.


“Iya bu Dita pak Adit dari kemarin sibuk menemui investor,dan rencananya sore ini kami akan bertolak dari bandung menuju tasik”Jelas Cindy.


“Bisa aku minta tolong sampaikan pesanku pada om Adit?”tanya Dita ragu.


“Dengan senang hati bu Dita”Cindy terdengar menyetujui permintaan Dita.


“Tolong sampaikan padanya untuk segera menelponku penting”pinta Dita.


“Baik bu Dita akan segera saya sampaikan”


“Terima kasih”Dita mengakhiri panggilannya.Ia membawa ransel dan membiarkan kamarnya berantakan dengan baju dan handuk tergeletak di kasur.


Ia bergegas ke kantor menggunakan mobil pribadinya tanpa ditemani mang Iwan.Kali ini ia ingin membawa mobil sendiri meskipun papanya akan marah besar jika mengetahuinya.Sebenarnya mang Iwan sudah mencegahnya tetapi Dita tetap memaksa.Bukan Dita namanya jika tidak keras kepala dan akhirnya mang Iwan menuruti kemauannya.


*******


Dalam ruangannya Dita hanya membolak-balikkan ponsel miliknya,menscroll email pada layar laptop tanpa membuka satu pun email yang masuk.


Ia kembali membuka ponsel dan memperhatikan foto yang dikirim Adit.Dita masih penasaran siapa yang berusaha menjebaknya.Bahkan ia sama sekali tidak menyadari saat seseorang mengambil foto mereka.


Nadia masuk membawa setumpuk berkas yang harus ditandatangani Dita,agar segera di proses bagian keuangan untuk proses pemasaran produk baru di perusahaannya.

__ADS_1


“Bu Dita,ini berkas berkas yang harus ditandatangani hari ini”ujar Nadia membuyarkan pikiran Dita yang sedang memandangi foto dari Adit semalam.


“Taruh di meja saja dulu”ucap Dita dengan lemas.


“Bu Dita kenapa?sepertinya sedang ada masalah?”tanya Nadia.


“fuhhh...iya mbak aku tidak bisa konsentrasi saat ini”Dita menghela napas.


“Mungkin ada yang bisa saya bantu?”Nadia duduk di kursi di depan Dita.


“Mbak Nad,om Adit sudah salah paham,bahkan dia tidak membalas pesanku sama sekali”Dita menunduk lesu.


“Salah paham?”tanya nadia memicingkan mata.Dilihatnya bossnya itu kini sedang frustasi.Mungkin karena usianya yang terlalu muda membuat dirinya takut bila Adit marah besar padanya.


“Iya salah paham,dia mengirimkan foto diriku bersama adrian yang sedang berdua di cafe,padahal kenyataannya ada Sonya disana.Kami bertiga pada saat itu bahkan aku juga tidak tahu kalau ada Adrian akan datang,tetapi om adit buru buru menyimpulkan sebelum mendengar penjelasan dariku.” Mata Dita mulai berkaca-kaca,entah kenapa gadis itu terlihat cengeng saat ini.Kemarahan Adit membuat dirinya kehilangan semangat.


“Tenang bu Dita,mungkin pak Adit sedang banyak pikiran dengan perusahaannya yang ada di Bandung,sebaiknya bu Dita membiarkan pak Adit saja dulu.Nanti kalau sekiranya beliau sudah tenang, bu Dita bisa menjelaskannya pada beliau”tutur Nadia menyodorkan tisu pada Dita.


“Kamu benar mbak Nad,tadi pagi aku sudah menelpon Cindy untuk menyampaikan padanya agar ia menghubungiku,tapi sampai saat ini tidak ada panggilan masuk darinya.”Dita mengusap matanya yang mengembun.


“Sabar bu Dita,sebaiknya anda merilekskan diri dulu”Saran Nadia.


“Makasih mbak Nad,kamu memang asistenku paling baik”kembali seutas senyum mengembang pada bibir Dita.


Nadia segera undur diri setelah Dita menandatangi berkas berkas penting.Dita kembali berkutat dengan laptopnya,melaanjutkan mengecek e-mail masuk dan melakukan video call bersama papahnya yang kini sudah berada di Makasar.


“Dita baik baik saja pa”Dita berusaha meyakinkan papahnya.


“wajah kamu itu tidak bisa bohong Dita”


“papa dikasih tahu ngeyel...udah ah Dita masih banyak kerjaan”Dita memutuskan video call bersama papahnya secara sepihak.Ia tidak mau papahnya menghujaminya dengan banyak pertanyaan.


Ia mengehentakkan ponselnya pelan berkali-kali,ia berpikir bagaimana caranya mengetahui pengirim foto itu ke Adit dan siapa yang mengambil foto itu.


Ponselnya tiba tiba bergetar dan terpampang wajah Adit dan dirinya saat berselfi memandang langit biru di bukit kala itu,sungguh romantis sekali.Dengan segera ia menggeser tombol hijau agar segera terhubung dengan calon suaminya itu.


“Kata Cindy kamu suruh aku telpon,ada apa?”terdengar suara Adit yang begitu ketus.


“Om Adit kok bilangnya gitu sih”Dita berusaha tenang.


“Lain kali gak usah bawa bawa Cindy dalam masalah kita”ujar Adit masih dengan nada ketus.


“Om Adit marah?”tanya Dita sedikit takut.

__ADS_1


“Dita,waktu saya tidak banyak hanya untuk mengurus hal yang tidak penting seperti ini ,saat ini saya harus menemui klien.dan semua juga demi masa depan kita nantinya”Adit masih terdengar ketus,terdengar sekali nada marah disana.


“Om...”mata Dita mulai mengembun mendengar suara Adit yang ketus.


“Kalau tidak ada yang penting,saya tutup teleponnya.Kamu tetap jaga kondisi tidak usah terlalu capek.”Adit langsung menutup teleponnya tanpa memberi kesempatan Dita berbicara terlbih dahulu.


“Om Adit jahat.”Dita terduduk lemas entah kenapa hatinya terasa sakit mendengar omongan Adit.Benar benar complicated menghadapi orang dewasa yang sedang marah.


Ia segera mengambil kunci mobil dan ponsel miliknya.Sementara tas dan laptop dibiarkan tertinggal di meja kerja.


Terburu-buru ia meninggalkan ruangannya tanpa menyapa Nadia yang berada di depan.Rasanya ia ingin berteriak,tapi berusaha menahannya.Yang ia butuhkan sekarang adalah bertemu dengan Sahabatnya,Sonya dan Adrian.


Hatinya benar benar begejolak,bahkan ia tidak sanggup bila Adit memperlakukannya seperti ini.Belum menikah saja seperti ini,apalagi kalau sudah menikah pasti akan lebih complicated lagi.Ternyata Cinta itu benar benar rumit,bahkan terlalu rumit untuk se usia Dita saat ini.


Ia masuk kedalam mobilnya yang terparkir di vip area.Ia melajukan mobilnya begitu kencang,bahkan ia tidak menyapa petugas keamanan yang berada di depan area parkir.


Sepanjang perjalanan ia merutuki kebodohannya yang pergi bersama Sonya malam itu,andai saja waktu itu ia tidak pergi pasti hal ini tidak akan terjadi dan Adit tidak akan marah besar padanya.


“Sial..”Dita memukul mukul kemudi mobil.


“Sial kenapa gue harus kayak gini sih mikirin om Adit,bahkan aku sudah memutuskan untuk menikah dengannya,rgh...”Dita masih merutuki nasib percintaannya.


“Lebih baik gue lupain om Adit sekarang,gue harus pergi menemui sonya dan Adrian untuk menanyakan semuanya.”


Dita mencoba menghubungi sonya,tetapi sahabatnya itu tidak menjawab telepon darinya.Karena kesal dilemparkannya ponselnya ke kursi di sebelahnya


Karena terbawa emosi,ia menambah kecepatan mobilnya,karena jalanan yang ia lewati sangat lengang.Yang dipikirannya saat ini adalah pergi kerumah Sonya untuk menanyakan semua ini.


Tiba tiba ponselnya kembali bergetar,ia mengambil ponselnya dan melihat nama Adrian disana.Segera ia mengangkat telepon dari sahabatnya itu dan langsung menghujaninya dengan banyak pertanyaan.Saat ia sedang berbicara serius,Tiba-tiba ada truk lewat di depannya.Karena kaget Dita langsung membanting kemudinya ke arah kiri dan kehilangan kendali.Ia malah menabrak trotoar dengan keras hingga membuat mobilnya terjungkal.


“Argh...........”


BRAKKKKKKK.


*********


**alhamdulillah part ini akhirnya bisa selesai.


terima kasih yang sudah setia nungguin cerita receh ini ya...


Jangan lupa donk untuk selalu vote sebanyak banyaknya.Like and comment.karena sangat berarti buat author biar tambah semangat.jangan lupa difavoritkan ya.


Author juga mau adain give away nih...pantengin terus ya Adit dan Dita .Jangan sampai ketinggalan.

__ADS_1


notes:" kalau sedang berekendara dilarang keras menelpon atau mengangkat telepon,karena sangat berbahaya bagi keselamatan kalian."


Sekian dari Author,see you next part ya. 😘**


__ADS_2