Anak Genius: The Next Heir

Anak Genius: The Next Heir
Bab 10: Hellio dan Andrew


__ADS_3

"Wanita ini hanya bisa menjadi milikku, kalau ada yang merebutnya, aku akan menghancurkan mereka berkeping-keping..."


Ucapnya dalam hati seraya menatap tajam kearah Caroline.


Disaat yang bersamaan, Hellio melihat Caroline seperti tengah tertekan, ia memutuskan untuk segera menghampirinya, ia melangkahkan kakinya segera, namun betapa kagetnya ia, ketika melihat sosok pria yang begitu mirip dengan anaknya Caroline, seketika ia sadar, mungkinkah pria ini adalah ayah dari anak laki-laki itu.


Ia menatapnya tajam seraya mengerutkan dahinya, namun dari ekspresi Caroline, ia sadar kalau wanita yang selalu ia lindungi itu sangat terlihat tidak nyaman, dan seperti ingin segera pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Renata, kamu belum makan apapun dari tadi, itu bisa tidak baik bagi kesehatanmu, bagaimana kalau aku temani kamu makan sesuatu...?"


Ujar Hellio mencoba menyelamatkan Caroline dari suasana menegangkan itu, dan mencoba membawanya untuk segera pergi.


"Hell, apa kamu sudah selesai berbincangnya...?"


Ujar Caroline berakting seolah-olah mereka ada hubungan diantara keduanya, seraya ia menggenggam tangan milik Hellio tanpa ragu, agar pria dihadapannya percaya kalau ia telah bersama pria lain.


"Sudah, maaf membuat kamu lama menunggu, lain kali tidak akan terjadi lagi...." Ujar Hellio dengan senyuman lembut tergambar diwajahnya seraya mengelus lembut ujung kepala wanita itu.


"Kalau kau ingkar janji, kau akan tahu akibatnya...!" Ucap Caroline seraya menyipitkan ujung bibirnya dengan sedikit ekspresi kesalnya yang manja.


"Baik, baik, kamu bebas melakukan apapun kepadaku...." Sahut Hellio seraya mencolek ujung hidung Caroline dengan jarinya.


Wajah berseri-seri dari Hellio, memang sangat nyata, seperti terlihat bahwa ia bukan sedang bermain peran.


Setelah kejadian dahulu, ketika ia menyelamatkan seorang wanita dari lautan, dan dibawanya kerumahnya sakit dimana ia bertugas, tidak menyangka, mereka kembali dipertemukan diluar negri yaitu di London, dan saat itu, Caroline kembali dalam keadaan hidup dan matinya, yaitu saat ia tengah melahirkan seorang anak laki-laki, yang tidak lain adalah Lukas.


Semenjak itu mereka mulai berhubungan baik dan menjadi teman satu sama lain, akan tetapi, tanpa disadari, seiring berjalannya waktu, dan seringnya pertemuan yang terjadi diantara keduanya, membuat Hellio mulai menaruh perasaan kepadanya.


Caroline yang belum bisa bangkit dari belenggu cerita kelam masalalunya, ia tidak merespon lebih perlakuan istimewa dari Hellio.


Hingga ketika Lukas mulai tumbuh dewasa, ia sering mengatakan kalau dirinya sangat menyukai paman dokter Hellio yang sangat baik dan menyayanginya.

__ADS_1


Lukas yang tumbuh tanpa seorang ayah, kehadiran sosok ayah yang sangat ia rindukan, dan ia dambakan, tergantikan dengan sosok Hellio, seorang dokter muda yang tampan, yang memiliki aset besar dalam dan luar negri dalam bidang kedokteran, terutama ia memilik beberapa cabang rumah sakit besar miliknya, dan status keluarganya tidak bisa dipandang remeh begitu saja.


Bahkan tidak jarang, beberapa orang mengira, kalau Hellio adalah suami Caroline, dan ayah dari anak laki-lakinya yang bernama Lukas, akan tetapi karna wajah mereka yang tidak mirip sama sekali, malah banyak menimbulkan beberapa komplik dikalangan teman-temannya Lukas, mengatakan bahwa ia bukanlah anak dokter tampan tersebut, melainkan seorang anak haram dari sebuah hubungan gelap ibunya bersama pria lain.


Namun Hellio selalu pasang badan paling depan, bahwa lukas memanglah putranya, dan akan selamanya menjadi putra baginya.


Saat itu Caroline melihat Hellio yang dengan sigap melindungi putranya, ia hanya tersenyum tipis menyaksikan pemandangan tersebut.


Dan saat itu juga, ia mulai menyadari, bahwa perhatian Hellio kepadanya, melebihi perhatian yang hanya sebatas teman semata.


Namun disisi lain, ia merasa sangat sedih dengan pemandangan yang ia lihat, seandainya putranya bisa tumbuh besar dengan orang tua yang lengkap, mungkin hal yang akan dilakukan oleh Hellio, akan dilakukan oleh ayah kandungnya Lukas.


Namun, hidupnya memang tidak berjalan sempurna seperti yang ia harapkan, bagaimanapun ia justru tidak tahu, siapa ayah dari putra laki-lakinya, dan seperti apa wajah pria yang telah merenggut mahkotanya, ia justru malah mengharapkan hal yang tidak akan pernah mungkin terjadi dalam hidupnya.


Ia hanya mengingat bayangan dan mimpi malam itu, yang begitu menyakiti seluruh tubuhnya, hingga membuatnya merasa menjadi wanita yang begitu hina kala itu.


Namun ia juga tidak bisa menjanjikan apa-apa kepada Hellio, ingatannya selalu berfokus akan dendam pribadi keluarga yang selalu menghantuinya terutama sebuah kecelakaan tragis yang merenggut nyawa ibunya, yang disebabkan oleh rencana busuk ibu tirinya.


Mereka semua hidup dengan damai dengan kejahatan mereka, sedangkan ia harus kehilangan ibunya, kehilangan ingatannya sendiri, jadi bahan pertukaran sebuah perjanjian bejat ayahnya, hingga berakhir diranjang pria tak dikenalnya, sehingga membuatnya hidup terlunta-lunta dinegeri orang, mengandung seorang bayi dalam perutnya, hingga berakhir pada melahirkan seorang anak tanpa suami, dan harus jatuh bangun membesarkan anak laki-laki tak berdosa dengan susah payah.


Kalau tanpa bantuan Joel sahabat barunya, dan dengan tanpa dukungan Hellio, ia tidak tahu harus menghadapi kehidupan, dan kerasnya dunia dengan cara seperti apa.


Hingga suatu hari, sebuah kalung peninggalan satu-satunya dari ibunya, yang selalu tergantung dilehernya, membawa keajaiban yang besar bagi perjalanan kisah hidupnya, dan seketika mengubah segalanya.


Sampai saat itu, ia mulai menata kehidupannya dengan baik, dan mendapatkan posisinya seperti sekarang ini.


Namun saat ini, sebuah kalung yang tak pernah lepas dari lehernya, sengaja tidak ia pakai, dan sengaja ia simpan dengan rapat-rapat dan dijaganya dengan sangat baik, agar tidak menimbulkan kecurigaan dan masalah besar bagi orang yang mengenal, apa arti dari kalung tersebut.


******


******

__ADS_1


Andrew yang melihat kedekatan Caroline dan Hellio, seketika wajahnya menjadi sangat suram, aura membunuh yang besar terukir jelas dalam wajahnya.


Ia merasakan darahnya seketika mendidih bergejolak tak karuan.


Liam yang melihat ekspresi wajah dan aura gelap dari bosnya, seketika terdiam mematung tak bergeming.


Ia merasakan bahaya besar yang akan terjadi dihadapannya.


"Tuan, kalau begitu, kami berdua permisi dulu...." Ucap Caroline dengan sopan, seraya ia mencoba melangkahkan kakinya meninggalkan tempat tersebut, dengan menggenggam erat sebelah tang milik Hellio.


"Tunggu...!"


Ujar pria tersebut yang terlihat seperti ingin menghancurkan tubuh lelaki yang telah Caroline gandeng dengan lembut dan mesra.


Ia menggertakan giginya, dan mengepalkan tangannya, seraya menatap tajam kearah dua orang tersebut.


Sontak Hellio mengerutkan dahinya, dengan ekspresi yang sama dinginnya.


"Tuan, wanita saya belum makan apapun, jadi kami permisi terlebih dahulu, Silahkan anda nikmati acaranya...!" Ucap Hellio dengan tegas.


"Kami permisi...."


Belum sempat melangkah jauh, seketika Andrew menahan tangan milik Caroline, tanpa memikirkan hal lainnya.


"Anda boleh pergi, tapi wanita ini tetap disini bersamaku...!"


"Tuan, tolong lepaskan tangan wanitaku, dan jaga sikap anda...!" Tegas Hellio sembari kembali menarik tangan Caroline.


"Cih, wanitamu...? konyol sekali...."


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2