Anak Genius: The Next Heir

Anak Genius: The Next Heir
Bab 48: Laporan


__ADS_3

Setelah mereka selesai sarapan bersama, Caroline mengantarkan Lukas kesekolah terlebih dahulu, setelah itu ia segera pergi kekantornya. Sedangkan Andrew dan Liam, segera pergi meninggalkan rumah Caroline, karna mereka memiliki sesuatu yang harus diselesaikan secepat mungkin.


Tepat saat Caroline dan Vernita sampai, ia melihat wajah seseorang yang sangat tidak asing dalam ingatannya. Seseorang yang membuat awal mula penderitaan itu terjadi.


"Tunggu sebentar lagi, aku memiliki hadiah untuk kalian."


Gumamnya dengan ekspresi geram yang terpancar jelas dari wajah cantik tersebut, sehingga membuat Vernita hanya terdiam, ekspresi yang atasannya tunjukan, membuat ia sedikit tertekan.


"Nona, apa kamu baik-baik saja.?"


Melihat atasannya yang tengah mengepalkan tangan dengan sangat bulat, ia memberanikan diri untuk bertanya, ia sedikit merasa khawatir, akhir-akhir ini, atasannya selalu menunjukan ekspresi seperti ingin membunuh seseorang.


"Ah... aku baik-baik saja, ayo masuk.!"


Caroline segera berlalu pergi dari tempatnya berdiri, belum saatnya bagi dia untuk muncul, lebih baik tidak bertemu mereka untuk sementara ini.


********


Disisi lain, Liam telah berhasil mendapatkan semua video dan poto, yang selalu menjadi kelemahan bagi bosnya saat ini.


Tepat saat tadi malam, Liam mendapatkan sebuah email pribadi, bahwa semua tentang kejadian saat itu telah dihilangkan dari orang-orang yang saat itu mencoba menjebak Andrew. Saat Liam berhasil membobol keamanan musuh mereka, semua yang ia cari telah musnah, tidak tersisa satupun.


Disaat ia kalang kabut berpikir dengan bingung, seseorang mengirimkan apa yang tengah ia cari, dengan alamat IP palsu, email tersebut sangat rinci, bahkan orang itu mengetahui nomber pribadi miliknya, yang hanya bos dan anggota mafia penting dibawah pimpinan Andrew saja yang mengetahui.


"Jadi maksudnya, ada orang lain yang membantu kalian bertiga.?"


Andrew seketika semakin bingung dengan apa yang sedang terjadi saat ini, siapa orang itu, kenapa membantunya.


"Selidiki siapa orang itu.!"


"Baik bos, tapi---"


Roland sesaat terdiam menghentikan ucapannya.


"Ada apa.?"

__ADS_1


Tukas Andrew bertanya.


"Kenapa orang itu mengirimkan semua bukti ketidak bersalahanmu, dan semua orang yang terlibat saat kejadian waktu itu.?"


Roland mencoba memberanikan diri untuk bertanya, jelas sekali ia bingung, kalau orang itu bermaksud jahat, tidak mungkin mengirimkan semua bukti tersebut dengan rinci, bahkan informasi tersebut telah ia periksa, bahwa semua itu asli tanpa rekayasa. Tapi yang jadi masalah, siapa orang itu, dan apa tujuannya membantu mereka.


"Benar Bos, dia juga mengatakan, kalau dia tidak bermaksud jahat kepada kita, jadi apa yang dia inginkan? kenapa dia juga bisa mengetahui nomber pribadi yang hanya saya gunakan dengan orang-orang penting kita.?"


Liam mengatakan apa yang ada dalam pikirannya saat ini, ia semakin penasaran dengan maksud orang itu, dan semakin ingin tau sosoknya seperti apa.


"Tunggu! Roland, Roki, apa kalian bertemu orang lain 2 hari kebelakang ini? dan ada orang yang menyentuh ponsel milik kalian.?"


Sesaat Andrew mengerti satu hal, hanya ada 5 orang yang tau nomber pribadi milik Liam.


"Tidak bos, siapa yang berani, apa mereka cari mati." Tegas Roland menjawab.


"Alex dan Leo, bahkan sudah 1 minggu mereka tidak bertemu siapapun, mereka berdua tidak pernah meninggalkan ruangan itu." Sahut Roki menimpali, menjelaskan akan kecurigaan Andrew.


"Kalau begitu---?"


"Tidak mungkin, itu tidak mungkin." Sambungnya kembali berucap.


Roland, Roki dan Liam, semakin mengerutkan dahi, mereka yang tengah bingung, semakin dibuat bingung, dengan ucapan dari Andrew yang tidak menjelaskan maksud ucapannya.


"Maksudnya bos? mungkinkah.?"


Liam mulai mengerti dari maksud ucapan Andrew, tadi malam, bosnya berada dirumah Caroline, ia bisa menebak, mungkin saja ia tidur bersama anaknya, karna kalau secepat itu bosnya tidur dengan Caroline, itu sangat tidak mungkin, dari sikap dan sifat wanita itu yang sangat keras, tidak mungkin luluh begitu saja, dan menerimanya secepat itu.


"Ya, tadi malam aku tidur dengan Lukas, tapi bagaimana mungkin? dia baru berusia 6 tahunan, apakah itu masuk akal.?"


Andrew semakin dibuat bingung, ia menyandarkan tubuhnya dikursi, menghela napas yang sangat berat, seraya memijat dahi sendiri.


Benar juga, anak itu baru berusia 6 tahun, tidak mungkin bisa melakukan hal itu, lagipula saat ia berusaha melacaknya, orang itu berada diluar negri, dan bahkan bukan negara asal yang ditinggali oleh Caroline dan Lukas.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang bos.?" Ujar Roland bertanya.

__ADS_1


"Untuk orang-orang itu, biarkan mereka muncul terlebih dahulu, dan juga, minta Leo untuk menyelidiki lebih detail lagi mengenai Caroline dan Lukas! aku merasa masih ada sesuatu yang terlewatkan...." Tegas Andrew.


Beberapa kali, mereka berdua memperlihatkan ekspresi anehnya, terdapat sebuah kerinduan, kehawatiran yang mereka simpan sangat dalam, terutama Caroline ia beberapa kali memperlihatkan rasa penyesalannya yang dalam, seolah ekspresi itu berkata, ia tidak seharusnya melakukan hal bodoh kala itu, mungkin semua ini tidak akan terjadi.


"Kami mengerti bos."


Jawab Liam, Roland dan juga Roki bersamaan.


"Oh iya bos, satu hal lagi, ada seseorang yang selalu mengawasi tuan muda kecil dari kejauhan."


Tukas Roki menambahkan laporan.


Andrew seketika menatap tajam kearah Roki, dengan ekspresinya, ia meminta agar Roki melanjutkan dengan detail laporan tersebut.


"Tapi sepertinya, dia tidak bermaksud jahat, mungkin itu suruhan Nona Caroline, karena tuan kecil seperti mengetahui keberadaannya, dia bahkan terlihat mengangguk beberapa kali kearah orang itu...." Sambungnya menjelaskan dengan detail.


"Cih, mereka benar-benar terlihat misterius dan sangat tertutup, sebenarnya siapa yang ada dibelakang mereka.?"


Andrew masih ingat dengan jelas, sosok lelaki tua yang saat itu telah membawa Caroline ke Negara X, ia bahkan mendapatkan informasi yang telah lama terkubur dengan sangat mudah, pasti ada seseorang yang kemampuannya tidak bisa dianggap remeh, yang saat ini membantu mereka dari belakang.


"Tetap selidiki semua yang berkaitan, aku tidak ingin mereka ada dalam bahaya.!" Tegasnya.


"Baik bos."


Bersambung....


NOTE :


🍀 Hai semua para readers, maaf baru bisa up kembali, dikarenakan beberapa hari kebelakang ini, kesehatan lagi kurang baik.🍀


🌿Insyaallah, mulai hari ini, dan seterusnya, akan up seperti biasa, ketika kesehatan sedang baik.🌿


🍃Semoga kita semua tetap dalam keadaan sehat🍃


☘️Jangan lupa dukungannya, tinggalkan like, komen, Rate 5, dan jangan lupa Votenya 😥😥🤤🤤😁🤭(Auto berharap, walau tulisan masih acak kadut😀😀🙈🙈 ☘️

__ADS_1


Pay, pay, 🥰🥰🤩🤩


__ADS_2