Anak Genius: The Next Heir

Anak Genius: The Next Heir
Bab 52: Akan mencoba


__ADS_3

"Andrew, aku dan kamu tau dengan jelas apa yang terjadi dahulu, kita tidak seharusnya terikat satu sama lain.!"


Caroline sendiri belum menyadari dengan jelas, perasaannya terhadap Andrew seperti apa, ia tidak ingin terjebak dalam sebuah keadaan yang tidak pasti, lagipula, sosok Andrew bukanlah hal yang mudah digapai begitu saja.


"Aku tau dulu adalah sebuah kesalahan, tapi untuk sekarang, aku mengerti dengan sangat jelas hatiku sendiri seperti apa" ujarnya dengan ekspresi wajah sangat yakin.


"Sudah aku katakan kepadamu Andrew, kalau kau ingin bertemu Lukas, tentu saja aku mengijinkan, selebih--"


"Caroline, bukan karna Lukas, melainkan karna wanita itu adalah kamu."


Mendengar ucapan Andrew Caroline seketika terdiam, ia melirik kearah dimana anaknya berada, sebuah ekspresi penuh harap terpancar jelas dari raut wajah Lukas.


"Hah.... Baiklah, aku terima bunga ini, kita akhiri pembahasan ini, sudah malam, aku harus istrahat."


Raut wajah Andrew sedikit berubah menjadi muram, ia sadar betapa sulitnya merobohkan pertahanan seorang wanita, yang telah mengalami berbagai derita dimasa lalu, ia hanya bisa pasrah dan menghela napas.


"Baiklah, aku mengerti, biarkan aku mengantar kalian" ucapnya, dengan harapan masih ada waktu untuk bersama.


"Tidak perlu, aku membawa mobil sendiri."


Caroline segera menunduk sopan, dengan senyum ramah, ia berjalan meninggalkan Andrew, menuju tempat dimana Lukas berada.


"Sayang, ayo kita pulang, sudah malam, dan besok kamu harus berangkat ke sekolah!" ujarnya menatap lembut wajah Lukas.


"Baik momi."


Lukas hanya bisa pasrah, menuruti ucapan ibunya, ia sedikit menaruh rasa kecewa, bahwa ayahnya sendiri, belum mampu meluluhkan hati ibunya.


"Ayo pamit dulu kepada ayahmu."


"Iya momi."


Lukas dan Caroline berjalan menghampiri Andrew, yang masih berdiri ditempatnya dengan terdiam tanpa bergeming.


"Ayah, aku harus pulang, nanti ayah harus datang ke rumah untuk menjenguk aku!" ujarnya berpamitan.

__ADS_1


"Tentu saja" sahutnya menjawab dengan senyuman tipis,


Masih terpancar rasa kekecewaan dari raut wajahnya, semula ia mengira, bahwa malam ini akan menjadi sebuah awal cerita yang baik, bagi dirinya dan Caroline, namun semua yang ia harapkan, tak sesuai dengan kenyataan yang ia dapat.


"Andrew, terimakasih untuk malam ini, lain kali aku akan mentraktir secara khusus."


Caroline sadar, bahwa Andrew sedikit kecewa dengan apa yang diucapkan oleh dirinya, sebuah penolakan, siapa yang tidak akan menaruh rasa kecewa, walau dirinya menolak dengan sopan, tapi untuk seorang Andrew, mungkin baru pertama kalinya mengalami hal semacam ini.


"Ok, ingat, kamu berjuang sebuah janji" sahutnya dengan sedikit canggung.


"Tentu saja, kalau begitu kita berdua pamit."


Caroline langsung bergegas meninggalkan tempat tersebut dengan menggandeng lengan anaknya, sementara Andrew hanya terdiam dengan hembusan napasnya yang berat, menatap sosok belakang Caroline dan Lukas, yang perlahan mulai menghilang dari pandangan matanya.


"Bos, bagaimana sekarang?" ujar Liam bertanya menghampirinya.


"Sudahlah, waktu juga masih panjang, temani aku minum sebentar."


Andrew langsung kembali ke tempat duduknya, sementara Liam segera memanggil para pelayan, agar menyiapkan anggur untuk bosnya.


"Aku tidak menyangka, bahwa bos harus bersusah payah, untuk mengejar nona Caroline, didunia ini, mungkin hanya dia yang berani menolak bos" ujar Liam dalam hatinya.


Caroline menyadari raut wajah anaknya yang berubah murung sepanjang perjalanan, ia hanya bisa menghela napas berat.


"Kemarilah, temani momi duduk sebentar, momi ingin berbicara dengan Lukas" ujarnya seraya duduk disopa ruangan tamu rumahnya.


Tanpa menjawab, Lukas hanya mengangguk pelan, seraya ikut duduk disamping ibunya.


"Sayang, dengarkan momi, momi tidak melarang kamu untuk bertemu atau bersama ayah kamu, momi hanya belum bisa memastikan kedepannya akan seperti apa, momi harap Lukas mengerti, sebuah pernikahan harus didasari dengan sebuah perasaan" ujarnya menjelaskan.


"Lukas sudah dewasa, Lukas juga pintar, pasti menyadari kesulitan momi seperti apa, dimasa lalu, momi sudah mengalami luka yang sangat dalam, momi hanya tidak ingin, salah mengambil keputusan, dan akhirnya, akan merugikan bagi kehidupan Lukas" sambungnya menjelaskan.


"Lukas mengerti momi, tapi sepertinya, ayah sangat menyukai momi" sahutnya menjawab.


"Apa terlihat seperti itu?" ujar Caroline bertanya dengan tersenyum lembut yang tipis.

__ADS_1


"Tentu saja, dia bahkan sangat menjaga jarak dengan wanita lain, tapi dia selalu mencoba segala cara, agar bisa bertemu momi" ucap Lukas dengan yakin.


"Momi, teman-teman Lukas, mereka semua hidup bersama dengan ayah dan ibu mereka dalam satu rumah, apa Lukas tidak bisa merasakan itu."


Setelah mengucapkan kata-kata seperti itu, ia tertunduk lesu, sebuah keluarga yang utuh, hal itu memang telah menjadi impiannya dari dulu.


Caroline seketika terdiam dengan ucapan anaknya, ia menatap dalam wajah anaknya dengan rasa bersalah.


"Mungkin benar aku terlalu egois, aku hanya memikirkan diriku sendiri dan dendam, tanpa memikirkan apa yang diinginkan oleh anak-anak" ucapnya dalam hati.


"Baiklah, momi mengerti apa yang Lukas mau, momi akan mencobanya, sudah ya, jangan murung lagi" ujarnya.


"Benarkah?" sahut Lukas menjawab, dengan ekspresi senang.


"Ya, tapi dia harus menunjukan ketulusannya" ujarnya dengan seringai licik.


"Momi, memangnya apa yang kurang dari papi? dia kaya, tampan, dan juga hebat" ujar Lukas memuji ayahnya.


"Hey, lihatlah dirimu bocah kecil, momi baru bilang akan mencoba, dan kamu sudah memanggil dia papi dengan sangat antusias" sahutnya dengan menggelengkan kepala.


"Bagaimana pun, dia memang papi aku" jawabnya dengan ketus.


"Aih, momi merasa sakit hati, dengan waktu yang singkat, anak momi, sudah berbalik membela orang lain."


"Dia bukan orang lain momi, dia papi aku" jawabnya tegas.


"Baiklah, sudah malam, ayo pergi tidur!" ujarnya seraya menarik Lukas, menuju lantai atas.


Bersambung....


🍀NOTE🍀


🍀 Hai para readers, maaf othor baru bisa up lagi, dikarenakan sibuk dengan dunia nyata.🍀


🍀Sedikit menjelaskan, setelah sibuk dengan acara nikahan sodara, othor masuk rumah sakit, karna sakit lambung, sehingga harus dirawat beberapa hari, Alhamdulilah sekarang sudah keluar, dan sudah sehat, mohon doanya agar selalu diberi kesehatan.🍀

__ADS_1


🌿Semoga kita selalu diberikan kesehatan, amin.🌿


🌿Jangan lupa likenya, tinggalkan komen, Rate, dan vote nya, terimakasih.🥰🥰🥰🌿


__ADS_2