Anak Genius: The Next Heir

Anak Genius: The Next Heir
Bab 40: Rencana awal Caroline.


__ADS_3

Setelah acara sarapan pagi selesai, dengan suasana yang terasa canggung, Caroline meminta ijin untuk pamit undur diri terlebih dahulu, hari itu ia harus pergi kekantornya karna ada beberapa hal yang harus ia selesaikan diperusahaan barunya, selama ia sibuk menyelesaikan masalah soal anak dengan Andrew, Vernita yang selama ini bertanggung jawab atas segala urusan perusahaan, yang tidak lain adalah sekretaris peibadinya.


Hari itu juga, hari dimana Lukas akan memasuki sekolah barunya, semua peralatan sekolahnya telah Caroline siapkan pas malam hari, sebelum menuju kediaman Alexander.


Karna malam itu ia tidak membawa mobilnya, ia terpaksa mau tidak mau, harus menerima tawaran Andrew, agar menemaninya mengantar Lukas terlebih dahulu kesekolah barunya, barulah ia diantarkan kerumahnya, untuk membawa mobilnya keperusahaannya.


Disaat yang bersamaan, Andrew juga harus pergi keperusahaannya, karna hari itu ia ada rapat tertutup dengan para stap karyawannya.


Mulai hari itu, Roki dapat tugas dari Andrew agar selalu mengawasi dan menjaga caroline, sedangkan Roland, ia bertugas untuk menjadi pengawalnya Lukas.


******


Beberapa artis dan aktris yang sudah menyelesaikan kontrak dengan agensi mereka masing-masing, kebanyakan dari mereka mulai tertarik untuk bergabung dengan perusahaan milik Caroline, siapa yang tidak tertarik, sebuah perusahaan besar yang berpusat diluar negri, kini telah melebarkan sayapnya membuka cabangnya dinegara tersebut.


Tidak terkecuali wanita yang saat ini menjadi target perhatian Caroline, ia hari itu berencana untuk memasuki agensi tersebut, namun ia harus menerima kenyataan pahit, bahwa perusahaan tersebut menolak dengan tegas untuk menerima dirinya.


Hanya orang-orang tertentu saja, yang bisa bertemu dengan sosok caroline, dan hanya beberapa orang penting yang mengetahui seperti apa rupa dan sosok wanita cantik tersebut.


"Heh... begitu mudahnya terpancing, ini baru permulaan, akan kubuat kalian semua membayar apa yang kalian perbuat dimasa lalu...." Gumam Caroline dari kantornya, seraya ia menatap tajam layar cctv diruangan tersebut.


Sementara wanita itu, ia tengah mendapatkan kritikan pedas dari para juri diperusahaan tersebut.


Saat itu, namanya memang tengah naik daun, seorang wanita yang terkenal dengan kecantikan dan keanggunannya, ia banyak menjadi sorotan publik, karna sikapnya yang sopan dan rendah hati, walau wanita itu berada dalam popularitasnya yang tinggi.

__ADS_1


Perusahaan milik Caroline, tengah mencari seorang pemeran utama wanita, untuk sebuah drama terbarunya, yang bergendre Dark romance, merupakan season kedua dari drama diluar negri yang 2 tahun lalu mampu mendobrak dunia perfileman, dan semua pemin dalam drama tersebut terkenal dalam waktu singkat, dan nama mereka melejit melambung tinggi diindustri hiburan.


Tidak lain tidak bukan, wanita itu adalah sherry, yang merupakan kakak tirinya sendiri, ia sangat tertarik dengan drama tersebut, agar namanya lebih semakin terkenal lagi dalam industri tersebut.


Ia hidup dalam kemewahan dan juga bergelimbang harta, dengan identitas sebagai putri dari seorang pengusaha yang bernama tuan waldo, keluarga itu mendapatkan kembali posisi mereka dalam dunia bisnis, karna uluran tangannya Andrew saat itu, yang membuat perjanjian dan pertukaran bersama tua bangka itu, dengan menukar kesuciannya Caroline, yang tidak lain anak gadisnya sendiri.


Hidup dalam kemewahan ditas derita orang lain, bagaimana mungkin Caroline bisa melupakan kejadian itu begitu saja, sebuah dendam yang telah mendarah daging selama hidupnya, yang mengakibatkannya mengalami kehidupan sengsara yang sangat begitu panjang.


"Saya adalah aktris dengan kemampuan yang tidak bisa dipandang remeh, bagaimana mungkin saya tidak cocok dengan peran itu? biarkan saya mencobanya kembali." Ujar sherry dengan kekeh, bagaimanapun juga, ia harus mendapatkan peran tersebut.


"Nona, karakter anda yang lemah lembut tidak cocok dalam peran ini, kami membutuhkan seorang wanita cantik, yang mampu membunuh lawannya hanya dengan tatapan matanya saja." Ujar Vernita dengan lembut dan sopan sedikit menjelaskan bagaimana peran utama wanita tersebut.


"Saya bisa melakukan itu, biarkan saya mencobanya kembali." Sahutnya dengan ekspresi serius diwajahnya.


"Biarkan dia mencobanya.!" Sebuah panggilan telepon dari Caroline, yang masuk keponsel milik Vernita, hanya bisa membuat asistennya itu mengerutkan dahinya.


Ia pun hanya bisa menuruti ucapan atasannya.


"Baik Nona." Sahutnya menjawab seraya ia mengarahkan pandangannya kepada wanita yang ada dihadapannya.


"Silahkan tunjukan semua kemampuan anda, mungkin saja bos kami yang tengah memperhatikan akan tertarik dengan anda." Tukas Vernita dengan ekspresi sopannya.


"Terimakasih, saya akan berusaha." Sahutnya menjawab dengan sangat percaya diri.

__ADS_1


Ia segera berbalik kepada lawan mainnya, yang tidak lain adalah seorang pria, yang akan menjadi pemeran utama pria dalam drama tersebut.


Semua pemain dalam drama tersebut, harus memiliki sedikitnya keahlian dalam hal beladiri, karna peran yang akan mereka mainkan berlatar pembunuhan, yang menceritakan perebutan sebuah kekuasaan dari sepasang kekasih yang terserat dendam masalalu.


Kedua orang itu mengambil sebuah kuda-kuda, dimana adegan yang mereka mainkan saat itu, tentang perkelahian sepasang kekasih dengan tangan kosong mereka, dan sang cewek harus mampu mengalahkan pemeran pria tersebut.


Berkali-kali Sherry mencoba, tetap saja ia kaku dengan gerakannya sendiri, dan tidak terlihat lancar dalam memainkan perannya tersebut.


Disebuah ruangan, yang saat itu Caroline memperhatikannya, ia hanya menghela napas berat, dengan seringai tipisnya. Wanita itu memang terkenal dengan bantuan ayahnya sendiri bukan dengan kemampuan dirinya, Caroline hanya mendengus kecil, meremehkan aktingnya yang buruk.


"Cukup, saya rasa anda harus mengasah kemampuan anda agar lebih baik lagi, saat itu baru anda bisa kembali datang kepada perusahaan saya."


Ujar seorang pria berbicara dalam sebuah pengeras suara, yang tidak lain adalah bawahan kakeknya, yang saat ini selalu berada disisnya, untuk menjaga Lukas dan Caroline, walau ia selalu bersembunyi dikegelapan, dan hanya mengawasinya sesuai perintah sang kakek.


Mendengar suara tersebut, sontak sherry hanya bisa terdiam dan menggertakan kedua giginya dengan ekspresi sangat kesal, setelah mendapatkan beberapa kali serangan oleh lawan mainnya, bagaimana ia bisa masih ditolak oleh perusahaan tersebut, mengasah Akting kembali? ucapan itu jelas seperti merendahkan dirinya, yang mengatakan secara tidak langsung bahwa aktingnya buruk.


Ia hanya bisa memasang senyum palsu diwajahnya, saat itu ia masih mencoba untuk mengendalikan emosinya, seraya ia sedikit meringis kesakitan.


Mendengar yang berbicara adalah seorang pria, ia menatap tajam kearah cctv diruangan tersebut, dengan ekspresi wajahnya yang seketika berubah terlihat lebih cantik, dan menawan menurutnya, ia tersenyum kearah cctv tersebut, kemudian menundukan badannya hormat, seraya berbicara dengan lantang.


"Terimakasih tuan, telah mengizinkan saya mencoba peran ini, sesuai saran anda, saya akan memperdalam lagi kemampuan saya, berharap suatu saat, saya bisa bekerja sama dengan perusahaan besar milik anda." Ujarnya seraya tersenyum sopan dan merapihkan rambutnya kebelakang telinga miliknya.


Pria itu mengerutkan dahinya, seketika melirik kearah Caroline, yang saat itu tengah tersenyum tipis, ia pun hanya mengangguk perlahan, memberikan kode, agar pria itu dapat bermain peran dengan baik.

__ADS_1


"Saya mengerti nona, bagaimana mungkin perusahaan kami tidak tertarik untuk bekerja sama dengan wanita cantik, hebat, dan juga anggun seperti anda, Silahkan tinggalkan kartu nama anda! kalau ada peran yang cocok dengan karakter anda, perusahaan kami akan menghubungi nona secara pribadi...." Ujar pria itu berkata, kemudian ia mematikan pengeras suaranya, dan ia hanya bisa menarik dan menghembuskan napas panjang.


Bersambung....


__ADS_2