Anak Genius: The Next Heir

Anak Genius: The Next Heir
Bab 06: Telepon dari joel


__ADS_3

DERT... DERT...


Saat ia akan mengajak lukas pergi keluar rumah, tiba-tiba ponsel miliknya bergetar, ia menatap ponselnya dengan bingung seraya mengerutkan dahinya, ia melihat bahwa joel yang saat itu menghubunginya.


"Lukas sayang, Momi akan mengobrol terlebih dahulu dengan ibu angkatmu, Lukas main sendiri dulu ya.!" Ujar Caroline seraya mengelus ujung kepala putranya dengan lembut.


"Baik Momi...."


Ia segera melangkah pergi meninggalkan mominya dilantai satu, sedangkan ia berjalan menyusuri anak tangga yang mengarah kelantai dua.


"Halo joel, ada apa.?" Sahut Caroline dalam panggilan teleponnya.


"Renata, apa kau menonton acara televisi.?" Ujar Joel bertanya dengan nada seriusnya diujung telepon.


"Tidak, aku dan lukas baru selesai makan siang diluar, memangnya ada apa...?"


Caroline sontak mencari remote televisinya, dan segera menyalakannya, ia sadar betul dengan nada serius dari Joel, pasti ia ingin menunjukan sesuatu tanpa mengatakannya.


Ia memindahkan gelombang saluran televisi satu persatu seraya mengerutkan dahinya.


"Lihatlah, mungkin itu akan berguna untuk rencanamu dimasa depan, dan kau akan tahu seperti apa keputusanmu nanti...." Ujar Joel menegaskan.


Ia memang tidak tahu, seperti apa garis besar masalah yang dihadapi Caroline dimasa lalu, namun ia sadar betul, ketika melihat ekspresi Caroline saat itu, ketika ia melihat tayangan televisi, sehingga dendam yang selama ini hampir padam, seketika bergejolak diwajahnya tanpa bisa ia sembunyikan dari Joel.


Seketika mata Caroline membulat, dan tak bergeming, ia menatap tajam kearah acara televisi itu berlangsung.


Ia menarik napas panjang dan berat, seraya langsung ia duduk dikursi, dan menyandarkan tubuhnya.


"Renata, aku tahu kau tidak baik-baik saja, tapi kau hanya perlu tahu, aku akan selalu berada dipihakmu, dan selalu mendukung apapun keputusan kamu...." Ujar Joel dengan tegas, namun saat itu, Caroline tengah fokus dengan acara yang dilihatnya ditelevisi jadi ia tidak mendengar apa yang dikatakan oleh sahabatnya.


"Renata, apa kau masih disana.?"


Joel akhirnya menyadari, bahwa Caroline saat itu pasti tengah sangat kesal, dan ia juga hanya bisa menghela napas dalam yang panjang, dan seketika sebuah ingatan dari masalalu berterbangan dipelupuk matanya.

__ADS_1


Joel yang selama ini telah menemani Caroline selama bertahun-tahun, ia tidak pernah bertanya apapun terhadap Caroline, ia sadar betul, seorang wanita yang tidak ingin mengungkit kehidupannya, itu karna dia telah mengalami beberapa hal yang sangat mengerikan.


Semenjak saat itu Joel memang selalu memanggil Caroline dengan sebutan nama Renata, karna memang nama Renata adalah nama akhirnya Caroline, saat itu ia tidak ingin dipanggil dengan nama awalnya karna ia tidak ingin mengingat masalalunya yang begitu sangat kelam.


********


- FLASHBACK Caroline mencoba mengakhiri hidupnya-


Saat itu, Joel yang tengah menyelam, ia tengah mengagumi pemandangan bawah laut, tiba-tiba ia terkejut dengan sesosok wanita yang terapung diatas air, wajahnya telah putih pucat oasi seperti mayat hidup, dan menyadari wanita itu masih ada denyut nadinya, ia sontak berteriak minta tolong dan mengangkatnya keatas kapal yang ia tumpangi saat itu.


"Tolong... ada orang yang tenggelam...." Ucap Joel berteriak dengan keras meminta pertolongan.


Seketika orang-orang menghampiri sisi kapalnya dan mencoba menariknya keatas kapal. "Nona, siapa wanita ini.?" Ucap salah satu penumpang kapal.


"Entahlah, saat aku menyelam kearah sisi pantai disana, aku melihatnya tengah terapung diatas balok kayu." Ucap Joel.


"Kalau begitu tunggu, saya akan memanggil teman saya, kebetulan dia adalah seorang dokter...." Sahut salah satu penumpang kapal dengan cepat memanggil temannya.


Dengan sedikit bantuan dari orang-orang penumpang kapal, dan seorang dokter yang ada disana, Caroline akhirnya dapat melewati saat-saat kritisnya tersebut.


Setelah kapal meninggalkan lautan, Joel segera membawa Caroline kesebuah rumah sakit dimana salah satu dokter tersebut bertugas, untuk mendapatkan perawatan yang menyeluruh.


Dua hari kemudian, Caroline sadar dan membuka matanya, betapa terkejutnya dia, saat mengetahui dirinya masih hidup, dan bahkan telah selamat dari kematian yang telah ia rencanakan sendiri.


Joel yang telah menunggunya, dan menjaganya dirumah sakit selama Caroline tidak sadarkan diri, ia sontak memanggil dokter. "Suster, suster, dimana dokter yang merawat teman saya.?" Ucap Joel kepada suster yang berada diluar ruangan kamar rawat Caroline.


"Ada apa Nona, mohon tenanglah.! ini adalah rumah sakit...." Ucap salah satu suster, seraya masuk kedalam kamar rawat untuk mengecek keadaan Caroline.


"Teman saya, apa dia baik-baik saja suster.?" Tegas Joel dengan khawatir.


"Baiklah, tenang sebentar.! Saya akan memeriksanya terlebih dahulu...."


Ketika suster memeriksanya, tak berselang lama, dokter yang menangani Caroline saat itu akhirnya tiba.

__ADS_1


"Nona, apa ada yang tidak nyaman.?" Ucap dokter tersebut bertanya.


Caroline saat itu hanya menggelengkan kepalanya tanpa menjawab. "Maaf saya ada dimana, kenapa saya berada dirumah sakit.?" Tanya Caroline seraya memandang sekelilingnya.


"Aku menemukan kamu terapung diatas balok kayu dilautan...." Sahut Joel menjawab. "Masih untung kamu bisa selamat...." Tegasnya.


"Kenapa kamu menyelamatkan saya.?" Ucap Caroline menyesali dirinya yang masih hidup, Sesaat Joel dan dokter seketika terkejut dengan ucapan wanita yang telah mereka tolong.


"Apa yang kamu katakan.?" Sahut Joel yang masih bingung.


"Aku dengan sengaja ingin mengakhiri hidupku sendiri, kenapa kalian malah menolongku.?" Ucap Caroline, kemudian ia menangis tersedu-sedu. "Aku sudah tidak mampu untuk mempertahankan hidupku, aku tidak ingin hidup didunia yang sangat kejam ini...." Ia memeluk selimut dengan erat yang ada dibadannya, kemudian ia menangis dengan sangat menyedihkan.


Joel yang melihat tangisan wanita yang ada didepannya, ia merasakan jantungnya seketika sangat sakit, sontak ia memeluk wanita tersebut dengan erat, seolah-olah ia mengerti betapa dalamnya luka yang didapat oleh wanita yang telah ia tolong.


"Maafkan aku, maaf karna telah menolongmu." ucap Joel seraya mengelus kepala wanita yang berada dalam pelukannya.


"Hem... kalau begitu saya permisi terlebih dahulu...." Ucap dokter tersebut seraya meninggalkan ruangan Caroline seraya diikuti oleh susternya.


"Terima kasih dokter...." Sahut Joel yang masih memeluk Caroline.


"Menangislah, setelah menangis kau bisa menceritakan masalahmu kepadaku...." Ucap Joel yang merasa sangat bersalah karna telah menyelamatkannya.


Caroline yang masih berada didalam pelukan Joel, ia menangis dengan sangat histeris, betapa malangnya hidup dia, kehilangan ibu yang sangat menyayanginya, kehilangan ingatannya selama bertahun-tahun. Bahkan ia diperlakukan layaknya seorang pembantu dirumah ayahnya sendiri. Hingga ketika ia dewasa, dengan tega dan tanpa perasaan, seorang ayah kandungnya sendiri, rela menukar kesucian putrinya hanya untuk mendapatkan pertolongan dari seorang pengusaha ternama.


Bagaimana ia tidak memikirkan ide gilanya, untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Akan tetapi, saat itulah Tuhan berkata lain untuk hidupnya, ia diselamatkan oleh seorang gadis yang juga memiliki nasib yang dahulu tidak jauh berbeda dengannya.


"Siapa nama mu.?" Ucap Joel kepada Caroline, seraya melepaskan pelukannya, yang kemudian ia memegang pundak tangan Caroline.


"Aku, namaku Caroline Renata...." Ia tertunduk dengan jawabannya sendiri. Ia tidak ingin mengingat nama Caroline lagi dalam benaknya, sebuah nama yang membawanya dalam kesengsaraan dan banyak bencana dalam hidupnya.


Akan tetapi tetap saja, nama itu adalah pemberian dari ibunya, ia tidak bisa menghilangkan sebuah nama pemberian berharga dari ibunya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2