Anak Genius: The Next Heir

Anak Genius: The Next Heir
Bab 18: TK baru lukas dan kontrak kerjasama


__ADS_3

Setelah Caroline berhasih menghubungi calon pembantu dirumahnya, orang itu akan datang pada hari esok dan langsung mulai bekerja, seperti kesepakatan yang terjadi dianata keduanya, dengan gaji sekian, apa saja pekerjaannya, dan semua mengenai aturan cara bekerjanya.


Selesai makan malam, Caroline dan lukas pergi untuk beristirahat, dan hari esoknya, ia akan melihat kesekolah TK barunya untuk lukas belajar.


*****


PAGI HARI, PUKUl 08.00


Caroline mengantar lukas untuk memilih sekolah TK mana yang akan jadi tempat belajar dari putranya. Namun semua tergantung kepada pilihan lukas juga, dimana ia akan memilih.


Caroline menyarankan agar anaknya memilih sebuah sekolah TK yang pasilitasnya lengkap, dengan keamanannya yang terjaga dengan ketat. Lukas akhirnya menyetujui saran dari ibunya, dan mulai besok, ia akan bersekolah ditempat tersebut.


"Kalau begitu saya permisi pak, mulai besok, saya titipkan putra saya kepada sekolah ini...." Ujar Caroline seraya bangkit dari tempat duduknya, dan menjabat tangan kepala sekolah TK tersebut dengan sopan.


"Tentu saja, kami pihak dari sekolah, akan menjaga kepercayaan dari para orang tua murid disekolah ini...." Sahut kepala sekolah tersebut.


"Kalau begitu saya permisi undur diri pak...." Ujar Caroline seraya tersenyum ramah.


"Baik, hati-hati diperjalan...." Seraya kepala sekolah tersebut mengantarnya sampai kedepan pintu ruangan pribadinya.


"Ayo sayang kita pulang, takutnya bibi baru kita akan segera sampai dirumah...." Ujar Caroline seraya menggandeng tangan putranya dan masuk kedalam mobil mereka, dan segera meninggalkan sekolah tersebut.


Beberapa saat kemudian, mereka berdua kembali sampai dirumahnya, dan betul saja, pembantu baru mereka telah sampai terlebih dahulu, dan tengah menunggunya dikursi halaman rumah mereka.


Caroline segera bergegas memarkirkan mobilnya dan segera membukakan pintu rumahnya.


"Bi, seperti yang sudah saya jelaskan lewat telepon, tugas bibi tidaklah terlalu berat, hanya merapihkan rumah, dan mengurus beberapa pakaian saya dan putra saya...." Seraya mempersalahkannya duduk, dan ia menyajikan teh untuk pembantu barunya dengan ramah.


"Saya mengerti Nyonya...." Sahutnya mengangguk dengan sopan.


"Mengenai masalah memasak, kalau saya tidak sibuk, saya bisa melakukannya sendiri, yang paling penting adalah, menjaga Lukas dengan baik selama saya tidak ada...!" Tegasnya.


"Saya mengerti Nyonya...."

__ADS_1


"Baiklah, mengenai gaji, kamu bisa mengajukan pertanyaan, cocok atau tidak gaji segitu...?"


"Semua sudah lebih dari cukup Nyonya, saya tidak ada keberatan sama sekali...." Sahut pembantu baru dirumahnya yang bernama Bi Lani itu.


"Baiklah, hari ini saya akan keluar sebentar ada pekerjaan yang harus saya urus, tolong bantu saya menjaga Lukas dengan baik...."


"Baik Nyonya...."


"Lukas sayang, Momi harus melihat sedikit renovasi kantor baru kita, sekarang Lukas tunggu Momi dengan patuh ya dirumah...!" Ujar Caroline seraya mengelus kepala putranya dengan lembut.


"Lukas mengerti Momi, berhati-hatilah Momi...!" Tegas lukas dengan ekspresi wajah seriusnya.


"Baik, anak Momi memang paling pintar...." Caroline mencium kening putranya seraya ia segera bergegas pergi meninggalkan rumahnya, untuk bertemu dengan seorang penanggung jawab tugas yang dipercayakan kepada pria itu oleh Caroline, lewat jalur pelantara dari Hellio.


Beberapa saat kemudian, ia telah sampai disebuah bangunan mewah luas dan tinggi, yang terdiri dari 4 lantai tersebut yaitu kantor barunya.


Ia telah membuka sebuah cabang baru perusahaannya di Korea, yang berpusat diluar negri, yang bernaung dalam sebuah agensi jasa artis dan aktris perfileman, dan juga model.


"Selamat siang Nona...." Ujar Vernita yang segera menghampirinya.


"Beliau sudah tiba Nona, dia sudah menunggu dari 30 menit yang lalu, beliau sekarang ada diruang tunggu...."


"Baiklah, apakah kamu sudah membawanya berkeliling untuk melihat keadaan kantor ini...?" Ujarnya bertanya kepada Vernita yang sebagai sekretaris pribadinya dari luar negeri, yang sengaja ia boyong kemari untuk membantunya.


Tok... Tok... Tok...


"Tuan, Nona Renata sudah tiba...." Ujar Vernita seraya memlersilahkan masuk atasanya dan mengikutinya dari belakang.


"Selamat siang Nona Renata...." Sahut Tuan Evan yang telah menunggunya seraya ia segera bangkit dari tempat duduknya saat itu, ia menyodorkan tangannya untuk berjabat, dan juga mengucapkan selamat atas pembukaan cabang baru perusahaannya di Negara ini.


"Silahkan kembali duduk tuan...!" Ujar Caroline seraya kembali mempersilahkan duduk tuan Evan dengan sopan.


"Terimakasih Nona...."

__ADS_1


"Anda mau minum apa Tuan...?" Ujarnya bertanya dengan sopan.


"Tidak perlu merepotkan anda Nona, sekretaris anda sangat cekatan, dia sudah menjamu saya dengan sangat baik...." Sahut Tuan Evan seraya menjawab dengan sopan.


"Terimakasih atas pujiannya tuan, tentu saja itu adalah sebuah kewajiban bagi kami, untuk melayani tamu terhormat kami...."


"Anda terlalu memuji Nona, justru saya yang merasa sangat bangga bisa dipercaya dalam hal ini oleh wanita hebat seperti anda Nona...."


"Tuan Evan juga terlalu memuji, maafkan saya telah membuat anda menunggu lama Tuan...."


Ujar Caroline meminta maaf, yang memang dia sedikit telat dari waktu yang telah dijanjikan, karna memang ia harus mengantar anaknya terlebih dahulu, melihat sekolah barunya, dan ditambah dengan jalanan yang saat itu sedikit padat.


"Tidak Nona, kebetulan saya juga belum sampai terlalu lama, hari ini entah mengapa jalanan memang begitu padat, dan menyebabkan kemacetan...."


"Terimakasih atas pengertian dari anda Tuan...." Ujarnya dengan sopan seraya tersenyum tipis dibibirnya.


"Tuan, bagaimana dengan harga yang telah kita sepakati sebelumnya...?" Tanya Caroline langsung pada intinya, karna ia tidak ingin untuk banyak membuang waktunya, sementara putranya tengah menunggu dia dirumah.


"Tentu saja saya sudah menyetujuinya Nona, anda dan saya hanya tinggal menandatangani kesepakatannya saja...."


Seraya ia membuka sebuah dokumen yang sudah berada didepannya, yang saat itu sudah ia siapkan, sesuai harga yang telah disepakatinya bersama Hellio.


"Baiklah Tuan, kalau begitu, berarti kita sudah sepakat dengan harga awal...." Ujar Caroline seraya membaca dengan cermat dokumen tersebut, seraya ia melihat hasil gambar designnya.


Tuan Evan dan Caroline, akhirnya resmi bekerja sama mengenai sebuah rencana renovasi tambahan bangunan yang terdiri dari 4 lantai tersebut, dengan sebuah tanda tangan dari kedua belah pihak dengan harga yang telah disepakati, Caroline segera menyerahkan ceknya yang seperti harga perjanjian awal mereka, yang telah diatur oleh Hellio


"Baiklah, kalau begitu saya permisi undur diri Nona Renata...." Ucap Tuan Evan seraya bangkit dari tempat duduknya, dan menjabat tangan dari Caroline.


"Silahkan Tuan, terimakasih atas bantuan dan kerjasamanya Tuan...." Ujar Caroline yang merasa sangat terbantu dengan harga standar yang telah disepakatinya bersama Hellio.


Karna selama beberapa hari ini, semua yang datang berniat menawarkan untuk merenovasi bangunan tersebut dengan designnya mereka, semuanya dengan harga yang sangat tinggi, karna merasa bangunan itu susah untuk diubah, tanpa mengubah keseluruhannya, dan itu sangat sulit untuk mereka, sedangkan Tuan Evan, ia menerima tawaran tersebut dengan harga yang sedikit lebih rendah, karna menghargai hubungan baiknya dengan dokter Hellio.


"Sama-sama Nona...."

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2