Anak Genius: The Next Heir

Anak Genius: The Next Heir
Bab 41: FLASHBACK keluarga Saveri Abel Allterio


__ADS_3

Sontak mata lelaki itu menatapnya bingung, ketika ia melihat cucu bos besarnya tengah terkekeh dengan tawa bahagianya, pria itu mengerutkan dahinya seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kenapa dengan ekspresi kamu itu, Rico?" tanya Caroline kepada pria tersebut, sesaat dia menghentikan gelak tawa bahagianya.


"Nona ... sepertinya kamu sangat puas?" sahutnya menjawab dengan nada santai,


"Tentu saja ... apa kamu tidak melihatnya? Lihatlah ekspresi wajahnya, dia tersenyum seperti itu kepadamu, sementara hatinya menahan amarah, bukankah itu sangat terlihat konyol." Caroline berbicara seraya mendudukan badannya di kursi kebesaran miliknya.


"Nona ... anda sudah melangkah ke dalam medan perang, sebaiknya anda lebih memperdalam juga kemampuan anda, anda harus ingat status anda saat ini, tuan juga sudah tua!"


Tegas pria tersebut mengingatkannya, sebuah dendam yang selalu dia bawa, tentu saja akan membuat kehidupannya sedikit sulit, terlebih lagi dia telah menderita dengan waktu yang cukup lama, semula ... kakeknya berharap, agar dia mampu menjalani kehidupan barunya tanpa rasa tekanan cerita masa lalu.


Kakek tua itu berharap, agar cucu dan buyutnya bisa menjalani kehidupannya yang damai.


Flashback- kaburnya anak kakek


-Saveri Abel Alterio.


-Bella Alterio.


Namun tanpa di duga saat sang kakek mengatakan hal tersebut, wanita itu dengan tegas menolaknya, dia berkata akan menuntut balas siapapun yang telah merampas kebahagiaannya, terutama kematian sang ibu, yang tidak mendapatkan pemakaman dengan layak.


Sehingga dia meminta sang kakek, untuk tidak ikut campur dalam masalah dendam pribadi, yang akan dia tanggung sendiri, dia sudah memutuskannya dengan matang, dan tidak ada lagi yang bisa melarangnya.


Saat itu, kakeknya melihat sosok dirinya terdahulu dalam tubuh cucunya tersebut, dia ingat dengan sangat jelas, ketika dirinya dahulu ... selangkah demi selangkah berjalan, kedalam sebuah kobaran dendam api, ketika dia menuntut balas kematian sang istri.


Setelah kehilangan sang istri, dia juga harus di tinggalkan oleh anak gadis semata wayangnya, hingga dia harus menerima kenyataan pahit, bahwa anak perempuan satu-satunya telah meninggalkan dunia ini dengan cara tragis.

__ADS_1


Kakek Alterio menyerah untuk menahan sang anak agar tidak menikah dengan pria bajingan bernama Waldo, namun yang dia dapatkan ... justru rasa benci dari sang anak, karena merasa ayahnya terlalu mengekang kebebasan dan terlalu mengaturnya dalam urusan asmaranya.


Hingga sampai pada suatu titik, putrinya melarikan diri dari kediaman keluarga besarnya, untuk menikah dengan pria bernama Waldo, dan membawa semua harta miliknya sendiri, agar mampu bertahan di Negeri orang, dengan dalih membuat sebuah perusahaan bersama suaminya, dengan harta miliknya.


Semula kehidupan wanita itu berjalan dengan lancar, mereka hidup bahagia dengan damai, menitik karir mereka dari nol, hingga perusahaan itu menjadi semakin berkembang, dan dapat di akui oleh kalangan dunia bisnis.


Seiring kesuksesan suami dan perusahaanya, Waldo mulai berubah sedikit demi sedikit, semakin jarang pulang kerumah, bahkan semakin pula jarang menyentuhnya, sikapnya semakin dingin dan cuek kepada istrinya.


Karena merasa tidak mampu menjaga keluarganya sendiri, dia larut dalam luka dan kesedihannya sendiri, masa kejayaan keluarga Alterio semakin lama semakin merosot, dengan kesedihan yang di derita olehnya, bahkan ia tidak memiliki keberanian untuk menyelidiki seperti apa kehidupan putrinya, ia merasa telah gagal menjadi seorang suami dan juga seorang ayah.


Pada suatu hari, tanpa di duga ia bertemu dengan seorang wanita dan seorang anak laki-laki di sebuah taman bermain, di mana dahulu tempat itu adalah tempat favorite sang istri dan sang anak bermain, matanya sontak terbelalak membulat, betapa kagetnya ia ketika melihat sebuah kalung milik keluarganya, tergantung dileher wanita itu, kakek Altario menatap wanita yang ada di sampingnya itu dengan tajam, ia mendekat kearah sosok wanita itu, dan memberanikan dirinya untuk bertanya.


Matanya berkaca-kaca menahan semua emosi dan kesedihan yang ada pada dirinya, ia selama ini hidup dalam sebuah pelariannya, melarikan diri dari rasa bersalah yang telah sekian lama membelenggunya.


Sebuah percakapan kecil divantara keduanya sampai pada titik, di mana wanita itu berkata, "kalung ini adalah ... satu-satunya peninggalan dari ibu saya yang tersisa, dan kalung ini, yang akan mengingatkan saya, betapa berharganya kehadiran sosok ibu untuk saya, namun, sekarang---" ucapan wanita itu terhenti sesaat, ia menghela napas berat dengan panjang, menatap langit luas di atasnya, dengan ekspresi penuh amarah, kesedian, luka, duka, dan juga dendam, yang terukir jelas di wajahnya.


Saat dahulu, seorang Bella Artelio, yang tidak lain adalah ibunya, ketika memasangkan kalung di leher putrinya, saat ia berbicara tentang sebuah penyesalannya saat itu, Caroline belum tertidur, melainkan dia hanya memejamkan mata saja.


"Dahulu, saya tidak paham dengan apa yang di ucapkan ibu saya, tapi sekarang ... saya mengerti maksud dari ucapannya saat itu, bagaimana mungkin seorang anak, bisa ada tanpa orang tua," tutur Caroline saat dia sedikit bercerita mengenai ibunya.


"Maafkan kakek, karena kakek ... kalian hidup menderita, karena ketidak mampuhan aku sebagai kepala keluarga, membuat kalian mengalami nasib tragis." Kakek Artellio berbicara seraya tertunduk lesu. Seketika dia berlutut di hadapan Caroline.


Saat itu mata Caroline di buat membulat penuh, dengan ucapan yang dia dengar. Apa maksud dari perkataan lelaki tua ini.


Hingga akhirnya, kakek Artellio menjelaskan detail cerita dari kisah kehidupan masa lalunya, sampai dia harus rela berpisah dengan anaknya sendiri.


Kakek Artellio melepaskan kalung miliknya sendiri, yang tidak lain itu adalah sebuah kunci utama, di mana hanya kunci tersebut yang mampu membuka lubang kalung milik seluruh anggota keluarga besarnya.

__ADS_1


Di dalamnya terdapat sebuah poto dari seluruh keluarganya, dan jelas wajah ibunya terdapat di sana, di samping poto ibunya adalah seorang laki-laki tua yang saat ini berada tepat di sampingnya.


***


"Aku mengerti Rico, tanggung jawab seperti apa yang saat ini aku pikul, saat aku bertemu dengan kakek, saat aku menginjakkan kakiku di negara X, aku sudah siap dengan segala konsekuensi yang akan aku hadapi, aku tidak ingin kehilangan keluargaku lagi, terutama orang-orang yang berharga untukku." Caroline menjawab peringatan dari Rico dengan tegas.


"Baiklah ... kalau begitu saya permisi, saya akan selalu berada di belakang anda, menjaga kalian dari kegelapan." Dia bangkit dari tempat duduknya. Seperti biasa ... dia mengenakan sebuah topi hitam dengan masker yang menutupi wajahnya.


Sebelum dia melangkah pergi, dia tersadar ... kalau kedatangannya untuk melaporkan hasil penyelidikan anak buahnya.


"Oh iya ... dan juga tugas yang anda perintahkan, mungkin dalam waktu dekat akan segera mendapatkan hasilnya."


"Anda harus menjaga rahasia itu dengan baik! Kalau tidak ... mungkin saat anda kembali bertemu dengannya, nyawa dia akan berada dalam bahaya."


Bersambung.....


🌿NOTE : 🌿


Hai hai hai, author ingin menyapa kalian, sedikit pertanyaan, yu siapa yang bisa menebak.


1- Tugas apa yang diberikan Caroline kepada Rico.?


2- Rahasia apa yang harus ia jaga.


3- Sosok sperti apa yang akan bertemu dengannya.


Yu merapat dikolom komentar πŸ€­πŸ˜πŸ˜πŸ˜‹πŸ˜‹

__ADS_1


πŸƒJangan lupa tinggalkan like, komen, klik vote dan Ratenya jangan lupa πŸ€©πŸ€©πŸƒ


__ADS_2