Anak Genius: The Next Heir

Anak Genius: The Next Heir
Bab 19: Mencari informasi sosok Andrew & Flasback tragedi kecelakaan.


__ADS_3

Setelah urusannya selesai, ia segera kembali kerumhnya, saat ini kantornya memang belum beroperasi dengan normal, karna saat ini, ia hanya berfokus untuk merekrut para karyawan baru dan juga para aktris dan artis yang siap masuk kedalam agensi perusahaannya.


Sementara Vernita, ia saat ini bertugas untuk menyeleksi para pelamar pekerjaan, selama Caroline masih sangat sibuk dengan urusannya diluar jam kantornya.


Sesampainya dirumah, ia tidak melihat lukas sama sekali, ia hanya mendapati seorang bibi, yang saat itu tengah sibuk membereskan rumahnya.


"Bi dimana Lukas...?" Ujarnya bertanya dengan ekspresi khawatir, terlebih lagi, pria itu telah menyadari kehadirannya, ia takut kalau pria itu menemukan alamat rumahnya, dan langsung menculik putranya.


"Tuan muda katanya mau tidur siang Nyonya...."


Sontak Caroline mengerutkan dahinya tidak percaya, tidur siang? sejak kapan anak itu bisa tidur siang disaat baru jam sgini.? sedangkan waktu baru menunjukan pukul 1 siang.


Lukas yang tengah sibuk sendiri dikamarnya, ia tengah fokus dengan laptopnya, ia tengah mencari tahu siapa itu sosok Liam, dan dimana ia bekerja, serta siapa nama atasannya.


Setelah berhasil mendapatkan informasi, ia segera mengerutkan dahinya.


"Andrew Alexander? perusahaan A.L.X...?" Ujar Lukas ketika mengetahui identitas besar dari pria tersebut.


"Apakah dia benar ayahku...?"


Namun seketika lukas segera menutup laptopnya, ketika ia mendengar sebuah langkah kaki menuju kekamarnya, ia segera naik keatas ranjang dan langsung pura-pura tengah tertidur.


Ceklek....


Melihat lukas yang memang tengah terbaring diranjangnya, dan benar bahwa ia tengah tidur siang, Caroline segera kembali menutup pintu kamar anaknya, dan segera berlalu pergi, ia segera menuju kamar pribadinya untuk membersihkan dirinya.


"Lebih baik aku berandam saja, agar tubuhku bisa rileks sebentar...." Ucapnya seraya langsung merendam tubuhnya kedalam bethub.


Ia memejamkan matanya seraya menghela napas panjang, namun fikirannya saat itu berkecamuk sangat kacau, setelah pertemuan tak terduganya bersama Andrew.


Bayang-bayang cerita masa lalu kembali membayangi fikirannya, seandainya saat itu ia dan ibunya lebih berhati-hati, mungkin tragedi itu tidak akan pernah terjadi. Ia selalu masih menyalahkan dirinya, atas apa yang telah menimpa Ibunya.


******


-Flasback meninggalnya sang ibu-


Saat itu Caroline dan ibunya tengah bersiap-siap untuk pergi meninggalkan rumah tersebut, mereka mencoba memastikan kalau dirumahnya sudah tidak ada orang, termasuk ibu tiri dan kakak tirinya.


Namun naasnya, mereka berdua tertangkap basah oleh ibu tirinya Caroline, yang tengah melihat mereka berdua secara diam-diam untuk mencoba melarikan diri.


Ibu tirinya segera mengikutinya dari arah belakang, dan terbesit sebuah rencana, untuk berusaha mencelakai mereka, dan melenyapkannya dari mukabumi ini.


Menyadari bahwa ia sedang diikuti oleh seseorang, yaitu madunya, mereka berdua langsung berusaha mempercepat langkah kaki mereka dengan panik.

__ADS_1


Secara kebetulan, sebuah mobil pun datang melewati ibu dan anak tersebut, karna merasa panik, dengan terburu-buru ibunya sontak menghentikan mobil tersebut, mencoba agar bisa secepatnya meninggalkan tempat tersebut sesegera mungkin, akan tetapi, sebenarnya mobil tersebut adalah seorang suruhan dari ibu tirinya, yang sudah diperintahkannya untuk menjebak agar mereka berdua celaka.


Setelah mobil tersebut tiba disebuah pinggiran jalan yang sangat sunyi sepi, gelap malam yang begitu mencekam tanpa adanya laju dari kendaraan lain, sebuah hembusan angin sontak menyibak tubuh mereka terasa sampai kejantung, suasananya terasa begitu menusuk, seolah-olah alam telah mengisyaratkan akan adanya sebuah bahaya besar, yang akan segera menghampiri mereka berdua.


Namun ibu Caroline berusaha menepis jauh-jauh fikirannya tersebut, seorang supir mobil tersebut pun meminta Ijin untuk buang air kecil terlebih dahulu, merekapun hanya mengangguk tanpa menghiraukan rasa khawatirnya, sesaat ekspresi pria tersebut menyeringai dengan ujung bibirnya, seraya keluar dari dalam mobil, dan segera mengunci mobilnya.


Ibunya seketika lalu menyadari ada hal yang tidak beres dengan mobil yang mereka tumpangi, terlebih lagi, supir itu tak kunjung kembali setelah waktu yang agak lama, dia langsung mencoba untuk keluar dari dalam mobil tersebut, namun sayangnya, pintu mobil itu telah sengaja dikunci dari luar.


Beberapa saat kemudian, beberapa orang pria menghampiri mobil yang mereka tumpangi, orang-orang itu datang bersama ibu tirinya, tidak terkecuali pak supir tadi, dan mereka langsung mendorong mobil tersebut secara bersama-sama kesebuah jurang dipinggir jalan.


Caroline yang melihat wajah ibu tirinya tersenyum dengan puas, ia sontak menangis histeris, dan berteriak minta tolong, seraya meminta maaf dengan suara kencang dari dalam mobil tersebut.


"Ibu, tolong jangan bunuh kami, kami akan pergi dari ayah, dan tidak akan pernah muncul lagi dihadapan ibu dan Kaka, Caroline dan ibu Caroline berjanji...."


"Ibu, tolong biarkan kami pergi, tolong biarkan kami tetap hidup...."


Sementara itu, ibunya Caroline mencoba sekuat tenaga, untuk mencari sebuah peralatan yang bisa memecahkan kaca mobil tersebut, lalu ia mendapatkan sebuah pisau lipat, dan segera mencoba memecahkan kaca dengan ujung pisau tersebut.


Ibu tirinya sontak tertawa dengan rasa bahagia dan sangat puas, seraya ia melambaikan tangannya kearah Caroline dan ibunya.


"Bu, apa kita akan mati.?"


Ucap Caroline yang menangis seraya bergemetar ketakutan.


"Tidak sayang, kamu tidak akan mati, ibu akan menyelamatkan kamu, tenanglah, ibu akan mencoba memecahkan kaca mobilnya."



Ujar ibunya serata tersenyum lembut, dan membelai wajah putrinya, ia mencoba untuk menenangkan putrinya tersebut.


Ketika kaca mobil tersebut hampir terpecah, namun sayangnya, mobil telah terjun bebas dari ketinggian jalan yang sangat terjal, dan langsung menghantam tebing-tebing bebatuan.


BUMM....


Sebuah suara hantaman hebatpun langsung menggema didasar jurang yang sangat terjal, sebuah percikan-percikan api kecil mulai terlihat mengedip-ngedip, dan aliran bensin mulai bercucuran dari mobil tersebut.


Hantaman yang sangat kuat dan keras itu, membuat mobil tersebut rusak parah, sehingga sebentar lagi juga, pasti akan terjadi sebuah ledakan.


Dan disaat itu, ibunya sedikit masih memiliki kesadaran, disaat itu juga ia menyadari bahwa separuh tulang-tulang tubuhnya telah hancur, dan tidak akan mampu bertahan lebih lama lagi, ia juga sadar bahwa ia sudah tidak ada kesempatan untuk bisa melepaskan diri.


Napasnya juga telah terengah-engah tak beraturan, seluruh darah telah mengucur keluar dari berbagai bagian sensitif tubuhnya, hidung, telinga, mata, terutama mulutnya.


Maka ia segera berusaha mencoba mengeluarkan putrinya sekuat tenaga, meraihnya dengan tangannya yang telah berlumuran darah, disisa-sisa kesadaran yang ia miliki.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, ia berhasil mengeluarkan putrinya yang tidak sadarkan diri, karna benturan keras dikepalanya, akan tetapi, demi sang putri, ia sengaja mengorbankan tubuhnya sendiri menggantikan sang putri untuk melindungi putri kecilnya sebisa dirinya.


Caroline mulai sedikit tersadar dan langsung menatap kearah ibunya. Ia mencoba berusaha menarik ibunya keluar sekuat tenaga.


"Cukup sayang, ibu tidak bisa bertahan lebih lama lagi, putri ibu tersayang, kalau kamu selamat, hiduplah dengan baik dan bahagia, ibu akan selalu mendukungmu dari surga nanti...."



"Menjauhlah sayang dari mobil ini, cepat menjauh.!"


Ucap ibunya memerintah seraya mendorong sedikit tubuh Caroline agar menjauh darinya.


Caroline mematung dan sangat ketakutan, ketika melihat darah yang sangat banyak mengalir dari tubuh remuk ibunya yang saat itu sudah menutup mata dan tak bernapas, ia sontak mundur kebelakang dengan gemetaran dan menangis sangat kencang, memeluk tubuhnya sendiri dan berteriak minta tolong layaknya seseorang yang yang terlihat depresi, la sontak terjatuh dan langsung tidak sadarkan diri.


*****


*****


Beberapa saat kemudian pihak pertolongan akhirnya tiba, bersama ayah dan ibu tirinya.


Mereka menemukan Caroline yang terbaring ditanah dengan darah dan luka dikepalanya, mendapatkan Caroline yang msih bernapas, mereka segera mecoba untuk menyelamatkannya.


Akan tetapi, berbeda dengan ibunya yang saat itu sudah tidak bernapas sama sekali.


Mereka hanya bisa segera melakukan evakuasi, dan membawa jasad wanita itu untuk diselidiki terlebih dahulu, dan selanjutnya akan dimakamkan.


Seorang sopir dari mobil suruhan ibu tirinya, telah melarikan diri, dan menghilang tanpa jejak. Hingga beberapa bulan kemudian, kasus tersebut akhirnya ditutup dengan alasan yang sangat tidak jelas, karna kekurangan bukti yang kuat, diputuskanlah sebagai kecelakaan lalu lintas, dengan alasan mereka mencoba melarikan diri dari rumahnya, akan tetapi dalam kasus dihentikannya penyelidikan tersebut, ada sebuah campur tangan lain dibelakangnya.


******


1 minggu setelah Caroline sadarkan diri dari kecelakaan tersebut, ia mengalami sebuah hilang ingatan.


Seorang anak yang berusia 12 tahun itu, menjalani hidup yang menyedihkan, ia dijadikan seperti pembantu dirumahnya, bahkan lebih buruk dari itu.


Ia dicuci otaknya oleh ayahnya, ibu tiri, dan kakak tirinya, bahwa kematian yang menimpa ibunya adalah kesalahan dari Caroline yang saat itu tidak patuh.


Tidak tahu harus berbuat apa, tidak tahu harus pergi kemana, ia yang masih diusia sangat muda, hanya bisa menerima perlakuan buruk tersebut, dan mengikuti semua perintah ibu tirinya.


Beberapa tahun kemudian.


Ia yang telah beranjak dewasa dan berumur 22 tahun telah menjadi seorang gadis yang cantik, akan tetapi, Karna kehidupannya yang sulit, ia tumbuh menjadi anak yang sangat pendiam, murung dan penakut.


Tumbuh dalam bayang-bayang ingatan kematian ibunya, membuat ia hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi, hanya bermodalkan numpang makan dan sekolah, baginya sudah cukup untuk menuruti segala perintah ayahnya, dan perintah ibu tirinya.

__ADS_1


Akan tetapi, dengan seringnya perlakuan kasar yang dilakukan ayahnya dan ibu tirinya, potongan-potongan memory dalam dirinya sedikit demi sedikit bermunculan dikepalanya.


Bersambung....


__ADS_2